Mereka Bicara Salafy n Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Imam Agung Wahabi: IBNU TAYMIAH MEMALSU MADZHAB SALAF

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Mei 15, 2008

IBNU TAYMIAH MEMALSU MADZHAB SALAF

SUMBER: http://ibnutaymiah.wordpress.com/

Berbohong atas nama Salaf dan pembesar umat sepertinya telah menjadi tabi’at kedua “Syeikhul Islam” Ibnu Taymiah. Dalam artikel sebelumnya bagaimana pembaca saksikan secara langsung kepalsuan dan kebohongan klaim Ibnu Taymiah bahwa dalam masalah A telah terjadi kesepatan ulama Islam, dalam masalah B telah terjadi kesepatan para Ahli Hadis, Dalam masalah itu para sahabat Nabi saw. telah bersepakat dan begitu seterusnya. Seakan ia lupa bahwa kepalsuannya akan terbongkar pada suatu hari kelak, atau paling tidak kelak di hari kiamat Allah SWT akan memintanya untuk mempertanggung jawabkan semua dusta dan kebohongan!

Kini, dan untuk beberapaa artikel berikutnya, saya akan mengajak Anda menyaksikan langsung kepalsuan klaim-klaim Ibnu Taymiah dalam masalah ayat-ayat atau khabar-khabar shifatiyah.

Namun sebelumnya, saya ingin menjelaskan apa yang dimaksud dengan ayat-ayat atau khabar-khabar shifatiyah, yang menjadi permalasahan pelik di masa awal Islam dan hingga hari ini pun?

Sebagian Ahli Kalam, khususnya kaum Mujassimah membagi macam tauhid menjadi tiga; tauhid dalam Rububiyah (penciptaan dan pengaturan), tauhid dalam Ulûhiyah (penyembahan), dan yang ketiga tauhid dalam asmâ’ dan shifât. Terlepas dari apakah pembagian di atas dapat ditemukan bukti kebenarannya dalam Al-Qur’an dan Sunnah atau ia sekedar akal-akalannya sebagian Ahli Kalam belaka!

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Bloger Bicara Salafy, Imam Wahabi, Imam wahabi Tidak Amanat, Manhaj, Mengenal Imam Wahabi | 2 Komentar »

Korban Fitnah Blogger Wahabi: Mohon Saran

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Mei 14, 2008

Sesuai judul blog ini “Mereka Bicara Salafy n Wahabi”, kami berusaha mengumpulkan tulisan para blogger tentang wahabi dan salafy, kali ini kami copy-pastekan dua tulisan blogger M. Shodiq Mustika yang merasa menjadi korban Fitnah dedengkot penegak kebenaran atau kalo boleh meminjam istilahnya Abu Salafy mereka itu kan “Pasukan Garda Pengawal Tauhid” jadi kalo ada yang mereka pandang salah harus di jewer dan di hukum.

_____________________

Korban Fitnah Mohon Saran

Sumber: http://muhshodiq.wordpress.com/

Ternyata fitnah memang lebih kejam drpd pembunuhan (QS 2: 191, 217). Rasanya pediiiih banget. Jauh lebih menyakitkan ketimbang disunat. Jauh lebih menyesakkan dada daripada ketika terjebak rayuan maut. Begini ceritanya…

Beberapa hari yg lalu, Abdurrahman Sarijan menulis artikel berisi tudingan bahwa aku adalah PENIPU (dan perusak syariat Islam) yang mengatasnamakan Imam Bukhari. Tudingan ini didukung sepenuhnya oleh Antosalafy. Dengan kata lain, dua orang yang katanya “salafi” ini menuduhku MENYEBARKAN HADITS PALSU dan mencatut nama Imam Bukhari. Masya’Allaaah… Padahal, aku cuman ngutip kata-kata Syaikh Yusuf Qardhawi yang berlandaskan pada hadits Bukhari yang dipermasalahkan itu.

Tak lama berselang, aku tunjukin bukti kelirunya tuduhan mereka. Aku pun menuntut artikel tsb diralat. Namun, tuntutanku ini nggak dipenuhi. Artikel yg berisi fitnah tsb kini cuma “disembunyikan”.

Ya Allaah… Hatiku terasa tersayat-sayat. Aku merasa dizalimi. Kurasa, kedua orang itu kurang adil. Kata-kata mereka yang memfitnah aku itu telah dibaca banyak orang. Mengapa kedua orang itu tidak meralat dan menyampaikan ralat itu kepada semua orang yang pernah menyimak fitnah tsb? Mengapa mereka diam membisu seolah tak pernah terjadi apa-apa?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Berdialog Dengan Bloger Wahabi, Bloger Bicara Salafy, Ketidak Jujuran Bloger Salafy, Manhaj, Mengenal Bloger Salafy Wahabi | Tidak ada komentar »

Edisi Terbaru Kebodohan Imam Besar Wahhabi: Ibnu Abdil Wahhab Dalam Ilmu Hadis

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada April 21, 2008

Edisi Terbaru Kebodohan Imam Besar Wahhabi: Ibnu Abdil wahhab Dalam Ilmu Hadis

Ditulis: Blogger Abusalafy

Ketika seorang itu jahil dalam ilmu agama, akan lebih terhormat jika ia diam tidak ikut campur berbicara masalah-masalah agama, sebab dapat tersesat dan menyesatkan orang banyak.

Tetapi sepertinya hal itu tidak diindahkan oleh Pendiri Sekte Wahhabiyah… kendati dangkal hampir dalam seluruh bidang dan keahlian, -kecuali kealhilan mengafirkan orang lain- ia tetap banyak berbicara… maka ia menjadi dhalla wa adhalla.

Jika biasanya Imam Besar Wahhabi ini mengafirkan kaum Muslimin…. Kini rupanya ia harus mencari sasaran baru…. para Nabi dan Rasul pilihan Allah kini menjadi sasaran pengafirannya dan tuduhan telah musyrik!

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Bloger Bicara Salafy, Imam Wahabi, Manhaj, Mengenal Imam Wahabi, Pemusyrikan Wahabi, Pengkafiran Wahabi | Tidak ada komentar »

Pengkafiran Wahhaby (2); Muhammad bin Abdul Wahhab dan Pengkafiran Beberapa Tokoh

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada April 21, 2008

Pengkafiran Wahhaby (2); Muhammad bin Abdul Wahhab dan Pengkafiran Beberapa Tokoh

Sumber: http://salafyindonesia.wordpress.com

Jangankan terhadap orang yang berlainan mazhab –konon Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengaku sebagai penghidup ajaran dan metode (manhaj) Imam Ahmad bin Hambal sesuai dengan pemahaman Ibnu Taimiyah- dengan sesama mazhabpun turut disesatkan. Bagaimana ia tega mengkafirkan orang yang se-manhaj dengannya? Jika rasa persaudaraan terhadap orang yang se-manhaj saja telah sirna, lantas bagaimana mungkin ia memiliki jiwa persaudaraan dengan pengikut manhaj lain yang di luar manhaj-nya? Niscaya pengkafirannya akan menjadi-jadi dan lebih menggila. Kita akan melihat beberapa contoh dari penyesatan pribadi-pribadi tersebut.

————————————————————————————

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Imam Wahabi, Manhaj, Mengenal Imam Wahabi, Pemusyrikan Wahabi, Pengkafiran Wahabi, Pensesatan Wahabi | Tidak ada komentar »

Pengkafiran Wahhaby (1); Muhammad bin Abdul Wahhab Menganggap Para Ulama Musyrik

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada April 21, 2008

Pengkafiran Wahhaby (1); Muhammad bin Abdul Wahhab Menganggap Para Ulama Musyrik

Sumber: http://salafyindonesia.wordpress.com

Kali ini, kita akan menjadikan buku karya Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim al-Hambali an-Najdi yang berjudul “Ad-Durar as-Saniyah” sebagai rujukan kita. Dalam kitab tersebut, penulis menjelaskan beberapa redaksi langsung dari Ibnu Abdul Wahhab yang dengan jelas dan gamblang membuktikan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah mengkafirkan banyak dari kaum muslimin, yang tidak sepaham dengan pemikirannya.

——————————————————————————–

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Bloger Bicara Salafy, Manhaj, Mengenal Imam Wahabi, Pengkafiran Wahabi, Pensesatan Wahabi | Tidak ada komentar »

Beberapa Bukti Pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada April 21, 2008

Beberapa Bukti Pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab

Ditulis Oleh: Blogger salafyindonesia.wordpress.com

Dan ternyata, sayangnya, kebiasaan buruk (sunnah sayyi’ah) itu masih terus dilestarikan oleh para pengikut setia dan orang-orang yang taklid buta terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengatasnamakan diri sebagai Salafy, bahkan mengaku sebagai Ahlusunah wal Jamaah. Jikalau sekte sempalan ini tidak mendapat dukungan dana, kekuatan militer dan perlindungan penuh dari negara kaya minyak seperti Saudi niscaya nasibnya akan sama dengan nasib sekte-sekte sempalan lainnya, binasa. Awalnya, sekte ini tidak jauh berbeda dengan sekte seperti al-Qiyadah al-Islamiyah yang baru-baru ini dinyatakan sesat oleh para ulama di Indonesia.

———————————————————-

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Bloger Bicara Salafy, Manhaj, Mengenal Imam Wahabi, Pengkafiran Wahabi, Pensesatan Wahabi | 3 Komentar »

Lembaran Hitam di Balik Penampilan Keren Kaum Wahabi

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada April 21, 2008

Lembaran Hitam di Balik Penampilan Keren Kaum Wahabi

Sumber: Sidogiri.com

Oleh: Idrus Ramli*

Ke mana-mana selalu menyebarkan salam. Selalu memakai baju bercorak gamis dan celana putih panjang ke bawah lutut, ciri-khas orang Arab. Jenggotnya dibiarkannya lebat dan terkesan menyeramkan. Slogannya pemberlakuan syariat Islam. Perjuangannya memberantas syirik, bid’ah, dan khurafat. Referensinya, al-Kitab dan Sunah yang sahih. Semuanya serba keren, valid, islami. Begitulah kira-kira penampilan kaum Wahabi. Sepintas dan secara lahiriah meyakinkan, mengagumkan.

Tapi jangan tertipu dulu dengan setiap penampilan keren. Kata pepatah jalanan, tidak sedikit di antara mereka yang memakai baju TNI, ternyata penipu, bukan tentara. Pada masa Rasulullah r, di antara tipologi kaum Khawarij yang benih-benihnya mulai muncul pada masa beliau, adalah ketekunan mereka dalam melakukan ibadah melebihi ibadah kebanyakan orang, sehingga beliau perlu memperingatkan para Sahabat t dengan bersabda, “Kalian akan merasa kecil, apabila membandingkan ibadah kalian dengan ibadah mereka.”

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj, Sejarah Wahabi | 1 Komentar »

Kupas Tuntas Tabarruk: Menjawab Isu-Isu Sekte Wahaby Tentang Legalitas Tabarruk

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Maret 23, 2008

Tabarruk 10 (akhir): Menjawab Isu-Isu Sekte Wahaby Tentang Legalitas Tabarruk

Tulisan dibawah ini adalah tulisan terakhir dari serial pembahasan soal “tabarruk” yang ditulis blogger salafyIndonesia. untuk seri tulisan yang pertama hingga yang ke sembilan kami sertakan link-nya dibawah artikel ini, bagi yang ingin membacanya bisa membuka link/tautan-tautan tersebut. (bicara salafy).

Oleh blogger: salafyindonesia.wordpress.com

Walaupun runtutan artikel tabarruk sebelumnya sudah mampu menjawab beberapa problem yang dilontarkan oleh sekte Wahabi, namun kali ini, kita akan mengkonsentrasikan secara khusus dalam menjawab beberapa isu pengikut sekte Wahaby yang digunakan untuk pengkafiran (menuduh kaum muslim sebagai pelaku syirik dan bid’ah) kaum muslimin.

Untuk mempersingkat, kita akan ambil beberapa problem yang sering mereka ungkapkan dengan menengok dari karya salah seorang misionaris Wahaby yang bernama Ali bin Nafi’ al-‘Ilyani dalam bukunya yang berjudul: “At-Tabarruk Al-Masyru’”.

_____________________

Mengambil Berkah (Tabarruk) Merupakan Perbuatan Bid’ah atau Syirik? (Bag-10)

(Menjawab Isu-Isu Sekte Wahaby tentang Legalitas Tabarruk)

Setelah kita lalui beberapa urutan kajian tentang argumentasi legalitas pengambilan berkah (tabarruk) dari pribadi atau benda-benda peninggalan Nabi atau orang-orang saleh –baik semasa hidup mereka, ataupun sepeninggal mereka- yang berlandaskan pada argument ayat-ayat al-Quran, prilaku dan ketetapan (taqrir) Nabi, riwayat-riwayat para sahabat mulia Nabi (Salaf Saleh), juga ungkapan-ungkapan tokoh-tokoh Ahlussunnah wal Jamaah yang semuanya membuktikan akan legalitas tabarruk.

Ini semua menjadi bukti akan kebenaran ajaran dan kesepakatan ulama Ahlussunnah tentang hal ini, sesuai dengan dalil-dalil yang kuat. Dan sebagai bukti pula bahwa tuduhan sekte Wahaby terhadap kaum muslimin yang menyatakan bahwa tabarruk adalah bid’ah atau bahkan syirik adalah tuduhan yang tidak beralasan, tidak berdasar dan memiliki pondasi lemah yang sangat mudah digoyahkan. Selain itu, menjadi bukti pula bahwa, ternyata apa yang diyakini sekte Wahaby selama ini perihal tabarruk tidak sesuai dengan ajaran Salaf Saleh yang konon ajaran dan metode (manhaj)-nya hendak dihidupkan dan disebarkan oleh sekte Wahaby (Salafy gadungan, bahkan mengaku-ngaku Ahlusunnah) pun ternyata tidak terbukti, bahkan keyakinan sekte tersebut justru bertentangan dengan ajaran dan metode Salaf Saleh. Jadi kata “Salafy” dan “Ahlus-sunnah” yang selalu hendak diambil secara paksa dan arogan (rampok) dari kaum muslimin hendaknya ditanggalkan dan segera diberikan kepada pemilik aslinya. Justru nama “Khalafy” dan “Ahlut-Takfir” lebih layak bagi sekte itu, jika melihat dari fenomena cara berfikir dan bertindak mereka.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Bloger Bicara Salafy, Manhaj, Tauhid dan Syirik | 1 Komentar »

NU Kecewa Penulisnya Tak Hadiri Debat Terbuka

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Maret 20, 2008

SOAL BUKU “MANTAN KIAI NU MENGGUGAT”
NU Kecewa Penulisnya Tak Hadiri Debat Terbuka
Kamis, 13 Maret 2008 17:06

Sumber: NU Online

Surabaya, NU Online
Debat terbuka terkait buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik yang digelar di ruang Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3) kemarin, berlangsung seru. Namun, pihak Nahdlatul Ulama (NU) Jatim mengaku kecewa karena H Mahrus Ali—penulis buku kontroversial itu—benar-benar tak hadir.

Kekecewaan tersebut dinyatakan KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, yang juga penggagas debat terbuka itu. Menurutnya, semula pihaknya tak berminat menanggapi persoalan-persoalan khilafiyah (perbedaan pendapat) sebagaimana tertulis dalam buku karya Mahrus Ali.

Selama ini, lanjutnya, kontroversi persoalan serupa yang kerap menyudutkan praktik keagamaan NU itu tak pernah diselesaikan dengan baik. ”Persoalan khilafiyah, dianggap sepele. Namun, karena banyaknya keinginan dari warga untuk mencari kejelasan, akhirnya kami mau menuruti mereka,” ungkapnya.

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj, Pemusyrikan Wahabi, Pengkafiran Wahabi, Pensesatan Wahabi | 3 Komentar »

Muammal Hamidy Cabut Tuduhan “Musyrik” Untuk NU

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Maret 20, 2008

SOAL BUKU “MANTAN KIAI NU MENGGUGAT”
Muammal Hamidy Cabut Tuduhan ‘Musyrik’ untuk NU
Jumat, 14 Maret 2008 14:45

Sumber: NU Online

Surabaya, NU Online
Muammal Hamidy yang memberikan pengantar dalam buku “Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik” karangan H Mahrus Ali akhirnya mencabut tuduhan musyrik (menyekutukan Tuhan) yang diarahkannya untuk NU atas beberapa amal ibadah yang selama ini dikerjakan.

Wakil Ketua PW  Muhamadiyah Jawa Timur menyatakan bersedia mencabut pernyataannya itu dengan sebuah pernyataan resmi setelah kalah berdebat dengan KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, Jawa Timur, dalam acara debat terbuka terkait buku kontroversial itu di ruang Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3) kemarin.

Gus A’ab, sapaan akrab KH Abdullah Syamsul Arifin dalam debat terbuka itu menyatakan, buku karya Mahrus Ali penuh dengan tuduhan yang tidak berdasar. Namun yang paling menyakitkan adalah tudingan kafir dan syirik kepada orang yang bertawassul dan beristigotsah.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj, Pemusyrikan Wahabi, Pengkafiran Wahabi, Pensesatan Wahabi | 3 Komentar »

Sekte Wahhabiyah Pewaris Konsep Mujassimah

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Maret 12, 2008

Sekte wahhabiyah Pewaris Konsep Mujassimah

Sumber: abusalafy.wordpress.com

Dalam beberapa artikel telah kami sebutkan bahwa Wahhâbiyah dalam pokok-pokok pikiran dasarnya, khususnya dalam masalah teks-teks keislaman tentang “Sifât Allah” berseberangan dengan para Salaf ash-Shaleh…. Kaum Wahhâbiyah lebih mewarisi pikiran dan pandangan kaum Mujassimah walaupun mereka menolak disebut sebagai berpikiran tajsîm.

Di antara rentetan masalah terkait dengan masalah “Sifât” Allah SWT. kaum Mujassimah, seperti juga Wahhâbiyah meyakini bahwa Allah berada di sebuah tempat tepatnya di langit.

Sederetan ayat disebut-sebut sebagai dasar keyakinan ini. Dan usaha menafsirkan apapun yang dilakukan para ulama untuk memahami ayat-ayat tersebut dalam koridor majâzi dituduhnya sebagai mempermainkan ayat-ayat suci Al Qur’an… para pelakunya mereka tuduh sebagai kaum Mu’aththilah (yang mengosongkan Allah dari menyandang sifat-sifat). Sebagaimana banyak hadis yang diatas-namakan Nabi saw. juga dibawa-bawa, dari mulai hadis yang dari sisi sanadnya shahih hingga hadis-hadis palsu pun mereka usung!

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Bloger Bicara Salafy, Manhaj | Tidak ada komentar »

Ayat Tasybih

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Maret 5, 2008

Ayat Tasybih

Sumber: majelisrasulullah.org 

Oleh: Munzir Almusawa

Mengenai ayat mutasyabih yg sebenarnya para Imam dan Muhadditsin selalu berusaha menghindari untuk membahasnya, namun justru sangat digandrungi oleh sebagian kelompok muslimin sesat masa kini, mereka selalu mencoba menusuk kepada jantung tauhid yang sedikit saja salah memahami maka akan terjatuh dalam jurang kemusyrikan, seperti membahas bahwa Allah ada dilangit, mempunyai tangan, wajah dll yang hanya membuat kerancuan dalam kesucian Tauhid ilahi pada benak muslimin, akan tetapi karena semaraknya masalah ini diangkat ke permukaan, maka perlu kita perjelas mengenai ayat-ayat dan hadits tersebut.

Sebagaimana makna Istiwa, yg sebagian kaum muslimin sesat sangat gemar membahasnya dan mengatakan bahwa Allah itu bersemayam di Arsy, dengan menafsirkan kalimat ”ISTIWA” dengan makna ”BERSEMAYAM atau ADA DI SUATU TEMPAT” , entah darimana pula mereka menemukan makna kalimat Istawa adalah semayam, padahal tak mungkin kita katakan bahwa Allah itu bersemayam disuatu tempat, karena bertentangan dengan ayat-ayat dan Nash hadits lain, bila kita mengatakan Allah ada di Arsy, maka dimana Allah sebelum Arsy itu ada?, dan berarti Allah membutuhkan ruang, berarti berwujud seperti makhluk, sedangkan dalam hadits qudsiy disebutkan Allah swt turun kelangit yg terendah saat sepertiga malam terakhir, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim hadits no.758, sedangkan kita memahami bahwa waktu di permukaan bumi terus bergilir,

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj | 1 Komentar »

Khawarij dan Akar Kekerasan atas Nama Islam

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Maret 5, 2008

Khawarij dan Akar Kekerasan atas Nama Islam

Sumber: Islat 

Oleh: Irman Abdurrahman

Satu lagi karakter penting yang dimiliki “perang Islam” adalah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari pertumpahan darah dalam menyelesaikan segala permasalahan. Jika dapat dilakukan, sedapat mungkin dialog dan gencatan senjata diutamakan meskipun potensi kecurangan dan pengkhianatan atas suatu kesepakatan selalu saja ada.

Dalam diskursus mengenai terorisme dan Islam yang marak belakangan ini, satu hal yang selalu ada dan menarik diperhatikan adalah analisis keterkaitan ideologis antara para pelaku teror dengan Khawarij. Disebut nama ini, umat Islam akan mengingat kembali peristiwa “fitnah besar” (al-fitnah al-kubra) yang terjadi antara 656 hingga 661 M —salah satu periode terkelam dalam sejarah Islam. Bukan hanya kerena terjadinya pertumpahan darah antar-Muslim tetapi hura-hara politik tersebut melahirkan sebuah sekte, yang dikenal dengan sebutan Khawarij (‘kaum yang keluar’, bentuk jamak dari khârijî).

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj, Wahabi Dan Khawarij | Tidak ada komentar »

Persamaan Wahabi dan Khawarij

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Maret 5, 2008

Persamaan Wahabi dan Khawarij

Sumber: http://tehranifaisal.blogspot.com/2007/03/persamaan-wahabi-dan-khawarij.html

Tidak semua kelompok Wahabi (Salafi) rela jika disebut Wahabi, walaupun mereka semua sepakat untuk menjadikan Muhammad bin Abdul Wahab sebagai tempat rujukan dan pemimpin. Hanya beberapa gelintir orang Wahaby saja yang rela jika dirinya disebut sebagai Wahaby. Selain sebutan Wahaby memiliki konotasi negatif berupa panggilan celaan, mereka juga bersikeras untuk disebut sebagai kelompok Salafy –sebagai pengganti sebutan Wahaby- agar terhindar dari sebutan negative tadi dan supaya mendapat tempat di sisi golongan Ahlusunah wal Jamaah. Padahal jika kita teliti lebih dalam lagi niscaya akan kita dapati bahwa ajaran dan prilaku mereka sama sekali tidak mencerminkan ajaran dan keyakinan para Salaf Saleh sebagai pendiri Ahlusunah. Akan tetapi ajaran dan prilaku kaum Wahaby lebih cocok jika disandingkan dan disejajarkan dengan kaum Khawarij yang telah dikutuk dalam lembaran sejarah kaum muslimin. Hal itu dikarenakan Rasul sendiri pun telah mencela mereka. Dan pada kenyataannya, terbukti sebagian orang telah menyamakan kaum Wahabi (Salafi) dengan kelompok Khawarij dengan melihat beberapa kesamaan yang ada.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Bloger Bicara Salafy, Manhaj, Wahabi Dan Khawarij | Tidak ada komentar »

BIANG-KEROK PERPECAHAN UMAT

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Maret 3, 2008

BIANG-KEROK PERPECAHAN UMAT

Dalam rubrik “Pembaca Bicara,” Gala 1 Mei 1990, Muhammad Maududi menuding Khawarijisme sebagai biang kerok pecahnya ukhuwwah Islamiyyah. Sebagai golongan, kaum Khawarij memang sudah lama punah; tetapi sebagai aliran pemikiran, Khawarijisme masih ada. Maududi menulis, “Khawarij tidak pernah masuk ke Indonesia, karena keburu punah. Tetapi karakteristiknya dijadikan model kefanatikan mazhab oleh semua mazhab yang ada di Indonesia.”

Kita boleh tidak setuju dengan pendapatnya. Kita ragu apakah betul semua mazhab di sini kefanatikannya sama seperti Khawarij. Atau apakah betul fanatisme mazhab ini sudah ada sejak dulu atau hanya muncul belakangan ini? Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, harus lebih dahulu dijawab apa tanda-tanda pengikut Khawarij?.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah, Manhaj, Wahabi Dan Khawarij | Tidak ada komentar »