Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Ribut-Ribut Sesama Salafy/Wahbi: Membedah Otak Abdul Hakim Abdat (Ahli Hadats – bukan Ahli Hadits)

Posted by bicarasalafy pada Juni 13, 2011

SALAFY VS SALAFY

Dibawah ini tulisan salah satu situs sekte Salafy/Wahabi yang menghujat sesama yang mengaku salafy/wahabi, Wallahu A’lam mana yang paling tulen salafynya kita simak saja perseteruan diantara pengikut sekte yang paling suka mengklain sebagai kelompok yang paling benar ini sebagai “Ibrah” atau contoh…!!

____________________________

Membedah Otak Abdul Hakim Abdat (Ahli Hadats – bukan Ahli Hadits)

SUMBER: http://salafy.catatanku.com/2007_02/96.html

(Menjawab Pelecehan Abdul Hakim Abdat)

 

Beberapa poin bantahan Abu Mas��d terhadap talbis Abdul Hakim Abdat dan Ihya��t Turats-link :
*(Bagi awam terutama) Masalah LIPIA bukan (semata) karena adanya hizbi, Asy��ry, madhabi. Bukan karena itu. Tetapi pengaruh jeleknya lebih besar dari pengaruh baiknya. Jadi ini adalah buhtan dan talbis dari Abdul Hakim.

*Perbedaan antara Jami��h Islamiyyah dengan LIPIA banyak sekali.
Diantaranya : Jami��h Islamiyyah adalah termasuk salah satu sumber dakwah salafiyyah dan termasuk sumber para da��nya. Ini tidak ada yang mengingkari kecuali orang-orang yang congkak.

Adapun LIPIA, sumber apa? Sejak 20 tahun sampai hari ini, sumber apa wahai Hakim? Mamba�� dakwah ila hizbiyyah! Sumber daripada dakwah-dakwah hizbiyyah! Antum lihat sendiri wahai Abdul Hakim!

Yang ada di sekitar kalian bagaimana yang keluar setiap tahun? Kenyataannyapun seperti itu ! Bahkan para alumni-alumni LIPIA yang mengatasnamakan dirinya para daê salafiyyah, perhatikan! Seperti Fariq Ghozim Anuz (penerjemah Darul Haq, di bawah naungan Al Sofwah, red)atau Yazid atau yang lainnya yang mereka mengatasnamakan dirinya salafiyyah!

Tanya sama Fariq, darimana engkau tahu pemahaman salaf ni? Kalau tidak dusta, tidak akan dia menjawab dari LIPIA! Kenapa demikian? Semenjak tahun 1994 ketika saya di Mekah, 1994-1995. Saya pertama kali mendengar nama Fariq Anuz, mendengar nama ini, kawan saya dari Jogja, Sa��d Abu Abdillah. Apa kata dia? Ŭawan ini jangan langsung dikencengi, karena masih agak gini-gini?, artinya si Fariq ini masih dalam keadaan kacau manhajnya. Bagaimana ditegaskan bahwa LIPIA masih termasuk sumber dakwah salafiyyah?

Kemudian Yazid Jawaz. Termasuk nama yang kondang ini, dhong dheng ereng-ereng (istilah Jawa, yakni sudah hebat sekali, red). Dari mana dia paham manhaj salaf? Tanya sama Yazid! Dan jangan berbelit-belit, jangan plin-plan wahai Yazid! Atau da�� salafiyyah (baca:hizbi yang mengaku salafi) lainnya seperti Abubakar Al-Multaway, Abubakar mluntir ini, menurut kami dia bukan salafi, bahkan hizbi!

Adapun jawaban atas dia hizbi, langsung tanya pada kami karena pemaparan masalah ini ada pada kami, tidak cukup 2 kaset atau 3 kaset! Juga di Jawa Timur, Ainul Haris pemegang yayasan ůodai Fithrah?, Nida��l Fithrah Surabaya! Menurut kami dia adalah hizbi! (pada kaset bagian lain:Yang jadi makelar dari jebolan-jebolan LIPIA ini banyak sekali seperti Nida��l Fithrah, Al Sofwa, ini lulusan-lulusan LIPIA. Jadi makelar. Ainul Haris, Abubakar Al-Multaway mluntir, mencantumkan nama-nama daê kemudian mengirimkannya ke Saudi untuk mendapatkan bantuan-bantuan kemudian disebarluaskan.

Setelah itu diatur, dikotak-kotak kemudian diadu domba dengan kawan-kawannya. Ini kelakuan orang-orang yang lulus dari LIPIA! Adapun untuk menyingkap kedoknya si Ainul Haris dan Abubakar ini, maka datanglah pada kami! Akan kami ungkapkan, yang nggak mungkin kamu menjawabnya, Insya Allah ! Jadi mana sumber dakwah salafiyyah yang ada di situ?!

?..kita tidak dibebani oleh Allah untuk menyensus da��-da�� salafiyyah, tetapi karena kebutuhan, (maka) kita sebutkan agar Abdul Hakim ini sadar dan mengoreksi lagi akalnya, sampai dimana kesesatannya, maka kita sebutkan. Dengan demikian maka bagaimana kita tegaskan bahwasanya ma��ad ini (LIPIA) adalah ma��ad yang bagus, bagus sekali?! Na��dzubillah.

Thayyib, perkara kedua :
Para santri di Jami��h Islamiyyah sangat mudah dalam mengambil ilmu dari para ulama, al-kibar salafiyyin yang berada di luar Jami��h dan yang ada di dalam Jami��h. Tidak ada seorangpun yang mendustakan atau mengingkari! Seandainya mereka benar-benar mau paham salafiyyah secara sebenarnya mereka sangat mudah. Tetapi kalau di LIPIA mereka akan kemana mencarinya? Kemana? Yazidpun jarang masuk LIPIA, Abu Qatadah (pengkhianat yang pernah duduk di majelisnya Syaikh Muqbil, julukan kerennya Ųatad si Pedang Tumpul yang Haus akan Fulus?) yang datang dari Yaman itupun jarang ke LIPIA! mungkin nggak pernah. Mubarok (Mubarak Ba Mu��llim, Ma��ad Ali Al Irsyad, red) -pun datang ke sana sekitar dua kali pada tahun ini, bagaimana? Mereka jumpa sama siapa? Padahal Yazid-pun ��ndana hizbi!! Untuk mengetahui yang sebenarnya Yazid ini hizbi atau tidak, datang pada kami, kita jelaskan! Perhatikan di sini! Bahkan Abdul Hakim sekarang ini dalam keadaan maskhut! Adapun Yazid, hizbi tulen!!

*Kaidah Abdul Hakim untuk menyatakan baiknya sesuatu diantaranya LIPIA, kembali kepada asas atau asas didirikannya walaupun telah berubah dengan perubahan apa saja tetap sebagaimana asasnya.

Perhatikan: perkataan Abdul Hakim ini tidak memberi faedah sama sekali dalam menghukumi LIPIA itu bagus atau tidak bagus. Bahkan yang mu��abar dalam menghukumi adalah keadaan yang selama atau sekarang ini ada. Ūdza tsabata shifah tsabatal ismu, wa idza tsabatal ismu tsabatal hukmu? (kama qala Ibnu Hazm). Nama itu Tsabit ketika tsabitnya sifat yang ada. Hukum itu Tsabit atau tetap sebagaimana semula ketika nama itu Tsabit sesuai dengan sifatnya. Jadi adanya hukum, tsabitnya hukum, tetapnya hukum karena tetapnya nama tidak berubah?..

Banyak sekali para ��lim dari kalangan ulama menghukumi si fulan hizbi walaupun asas atau awal pertama dia belajarnya dalam keadaan salafi. Atau muassasah ini adalah hizbiyyah, kenapa ditegaskannya hizbiyyah? Karena sifat yang ada. Seperti Ihya��t Turats Al-Kuwaiti!! Ihya��t Turats Al-Kuwaiti ditegaskan oleh para Masyayikh salafiyyin termasuk muassasah hizbiyyah! Ditegaskan oleh Syaikh Ali, Syaikh Rabi?, Syaikh Muqbil rahimahullahu Ta��la dan yang lainnya. Bahkan kita sudah sama-sama menegaskannya, walaupun sebagian kawan-kawan kamu wahai Abdul Hakim masuk terlibat dalam muassasah ini! Ini semua tidak kembali kepada asas tetapi kepada sifat yang selama ini berlaku padanya.

Jadi engkau (hanya) melihat kepada pondasi didirikannya ma��ad itu diatasnya! Engkau tidak melihat kenyataan-kenyataan yang selama ini ada. Ini termasuk tadlis dan talbis! Ini termasuk penyimpangan manhaj!!

?.Banyak sekali ikhwaniyyun, Ikhwanul Muslimin yang mengaku mereka salafi. NII yang ada di Tenggulun ini (Lamongan, ingat Amrozi cs?-trkrptr) sekitar 2 km dari pondok ini, mereka juga termasuk menggembar-gemborkan salaf. NII yang dipimpin oleh Abdullah Sungkar kemudian Abubakar Ba��syir dan yang lainnya termasuk orang-orang yang mengaku mengikuti salaf. Tetapi kenyataannya bagaimana? Kenyataannya bagaimana? Ini yang perlu kita utamakan.

Dengan demikian wahai Abdul Hakim, dengan tinjauanmu terhadap LIPIA agar kembali kepada asas dan tidak peduli atas perubahan yang ada termasuk menunjukkan tentang bodohnya kamu dari manhaj para ulama dan jauhnya kamu dari jalan yang lurus! Ini termasuk kesalahan yang sangat besar! Sangat menyolok! Sangat mungkar! Ini semua karena apa? Karena ��uper? kamu! Kurangnya engkau pergaulan dari kawan-kawan salafiyyah! kawan-kawan salafiyyin! Dan termasuk ��eper? kamu, ��ebanyakan pergaulan? dengan ikhwaniyyin! Hizbiyyin! sehingga kalian jauh terpengaruh. Pada diri kamu terkumpul 2 sifat: kuper dan keper, kurang pergaulan dari salafiyyin dan kebanyakan pergaulan dari ikhwaniyyin, sehingga demikianlah kenyataanya.

*Kata Abdul Hakim:��aum salaf lughahnya lemah?

Subhanallah, ini pelecehan yang tidak ada tandingannya terhadap usaha yang mati-matian, berat memikul dakwah ini sehingga berupaya untuk memahamkan ummat kepada jalan yang benar. Dengan bahasa yang menurut mereka pinter dari kalangan LIPIA, apa yang mereka kerjakan? Mana omongan kamu pembuktiannya? Jangan ngomong saja wahai Hakim! Mana? Dan kamu sendiri seorang lulusan yang pernah belajar di LIPIA I��ad lughawiyah, pernah kamu membuka ma��ad yang isinya mengitqan-memantapkan bahasa arab sehingga kaum salaf bisa kuat? Mana buktinya? Mana madrasah kamu? Terakhir ini kami dengar kamu mau bergabung dengan Yazid untuk membikin madrasah di Bogor. Mana pelaksanaannya? Coba kuatkan mereka dengan bahasa yang bagus, sehingga santri kamu bisa belajar ke sana! Itulah omongan makelar yang tidak ada buktinya! Subhanallah, pintar sekali kamu menipu orang dengan lisan kamu! Termasuk mentahdzir dirinya sendiri dengan ucapannya itu (kaum salaf?)Naudzubillah minal dhalal wa minal ahmaq! Ini termasuk hal yang sangat berbahaya, memuji ahlul ahwa? di LIPIA bahwa mereka termasuk orang-orang yang fushahah dalam bahasa, mana manhajnya? Engkau puji mereka walau manhajnya kacau balau? Jadi salafiyyin di Indonesia ini seolah-olah tidak ada gunanya karena tidak bisa berbahasa arab.

Inilah omongan Abdul Hakim tentang LIPIA yang tidak akan menggembirakan kecuali hanya untuk hizbiyyin yang ada di situ! Adapun salafiyyun yang benar-benar paham manhaj salaf, tidak akan terkecoh, buktinya salafiyyin tidak berbondong-bondong untuk mendaftarkan diri ke sana ! ?Bukti (lain) yang sangat nyata adalah alumni-alumni LIPIA yang sebanyak itu semenjak 20 tahun yang lalu sampai hari ini berapa diantara mereka yang berdakwah dengan dakwah salaf? Ini kalau ada.

*Ucapan Abdul Hakim bahwa majelis-majelis Syaikh Muqbil, Syaikh Utsaimin, Syaikh bin Bazz dan Syaikh Rabi? semuanya dicampuri oleh hizbiyyin dan ikhwaniyyin. Bagaimana sikap Masyayikh? Memang kenyataannya seperti itu.

Kita tegaskan: ini adalah ungkapan yang mengandung talbis yaitu penyamaran dan membikin rancunya pemahaman, khususnya pada salafiyyin dan membikin gembiranya hizbiyyun karena termasuk mendukung apa yang mereka ada di atasnya. Yang senantiasa mereka bersedia untuk bercampur aduk dengan siapapun, yang penting menguntungkan kelompok mereka ataupun diri mereka.

Termasuk gegabah Abdul Hakim ketika menyamakan LIPIA dengan majelisnya Masyayikh salafiyyin. Bahkan kalimatnya umum, seolah-olah di dunia ini tidaklah lepas kecuali harus campur aduk itu. Sikap yang lancang ini tidak dipikirkan oleh Abdul Hakim bahwasanya ini termasuk tha�� (celaan) terhadap salafiyyinnya, bahkan celaan terhadap Masyayikh! Syaikh Muqbil, Syaikh Rabi? dan lainnya. Seolah-olah Syaikh Muqbil mendiamkan keadaan para pengajar di situ.

Dan para thalabul ��lm di situ sebagaimana yang ada di LIPIA yang mereka juga memberikan pengaruh atas kawan-kawannya yang lain- santri-santri salafy lainnya. Padahal kenyataannya kita semua mengetahui bagaimana sikap kerasnya Syaikh Muqbil terhadap hizbiyyin! Bahkan beliau memberikan wewenang khusus kepada santri yang dipercaya untuk mengusir hizbiyyin dari situ!

Janganlah kita terkecoh dengan ucapan Abdul Hakim yang berisi tadlis dan talbis, makar terhadap salafiyyah dan para du��tnya! Dari mana engkau tahu bahwa hizbiyyin yang ada di majelisnya Syaikh Rabi?, mereka mengajar dan memiliki pengaruh yang kuat terhadap salafiyyin yang ada di situ? Dari mana engkau tahu? Siapa yang membawa berita itu? Sementara engkau menolak orang yang membawa berita tentang (bahayanya) LIPIA (ingat ucapan AH: antum tidak tahu LIPIA! Saya 20 tahun! Laisal khabar kal mu��yyanah, apalagi beritanya dari orang-orang yang dha��f! Bentrok itu sanadnya! Dha��fun jiddan!ha?ha?Nggak benar). Ini termasuk sikap tanaqud, bertentangan antara perkataan pertama dan perkataan selanjutnya. Tidak mantap, bahkan berputar-putar dalam membela LIPIA yang rusak itu.

(Sumber : Kaset Ceramah Abdul Hakim Abdat di Riau dan kaset Bantahan Abu Mas��d terhadap Abdul Hakim dan Yazid cs (Ihya��t Turats-links).

Transkriptor: Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji)

________________________

ARTIKEL TERKAIT

Peneliti Hadats dari Jakarta melecehkan Salafy & Ulamanya

SUMBER: http://salafy.catatanku.com/2007_02/95.html

Penulis: Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji

Ketika ditanya tentang LIPIA-Jakarta, Abdul Hakim Abdat menjawab:
LIPIA bagus, antum sudah pernah ke LIPIA belum? Saya 20 tahun di LIPIA, sejak berdirinya LIPIA sampai sekarang saya di situ. Saya tahu sampai sekecil-kecilnya! Bagus, banyak.

Banyak orang mengatakan bahwa ustadz-ustadz LIPIA berbau ikhwani?
Abdul Hakim Abdat : Tentu, di Jami��h Islamiyah (Universitas Islam Madinah, KSA, red) di sana banyak juga yang ikhwani sebagiannya. Di Jami��h, nggak kepalang tanggung, LIPIA, ini Jami��h, di (ma��ad, red) Syaikh Muqbil juga banyak, sekarang ini tidak ada yang mungkin, tapi asas LIPIA didirikan itu atas manhaj salaf. Saya kenal orang perorangnya, karena mengontraknya pertama kali gedung dengan paman saya. Sayalah orang pertama yang ada di LIPIA itu!

Dan orang-orang dahulu takut masyarakat Indonesia masuk ke LIPIA karena takut dituduh Wahabi. Dan telah masyhur LIPIA itu manhajnya Wahabi. Ini tahun 1980. Hah. Belum ada orang LIPIA itu di Raden Saleh. Dan dia nyewa gedung dengan paman saya. Jadi saya punya kebebasan. Dan saya juga sekolah orang-orang pertama di situ dengan masuk I��ad Lughawiyah.

Tapi sebagian gurunya tentu tidak ada yang selamat. Nggak bisa orang Saudi itu ngontrol secara ini. Ada sebagian gurunya yang ikhwani, tapi asas didirikannya LIPIA itu manhaj ahlussunnah didirikan Saudi. Manhajnya bagus! Dan sekarang mudirnya Doktor Ali itu manhajnya bagus, dan berkata kepada saya ketika ada kesepakatan antara saya dengan doktor Ali untuk mengeluarkan orang-orang yang manhajnya tidak bagus. Itu?.selentingan, antum belum pernah pergi ke sana. Antum tidak tahu LIPIA, saya 20 tahun! Laisal khabar kal mu��yyanah, apalagi beritanya dari orang-orang yang dha��f! Bentrok itu sanadnya! Dha��fun jiddan! Ha..ha..Nggak benar!

Tidak terjadi itu ustadz? Maksudnya usaha pengeluaran?
Abdul Hakim Abdat : Anak-anak muridnya? Kalau gurunya tidak bisa semuanya, nggak bisa. Antum mau ngajar lughah di sana?! Ganti��n?! Nggak ada. Ŭaum salaf lughahnya lemah! Sayangnya, anak-anak salaf.? Sehingga doktor Ali pernah bilang sama saya:Ǻa Hakim, murid-murid antum ini jangan hanya manhajnya doang yang bagus, tapi pinter dong! Bisa mengalahkan mereka?, begitu. Harus cerdik, pinter.

Nah guru-gurunya sekarang boleh banyak, sekarang siapa saja bisa. Kalau antum, kalau antum mau ngajar di LIPIA juga bisa ��alau antum bagus manhaj salafnya, kemudian lughahnya cerdik antum bisa ngajar. Bisa ngajar. Sekarang mulai terbuka. Anak-anak yang masuk ke LIPIA itu yang bermacam-macam karena di situ ijinnya dengan pemerintah adalah lughah dahulu.

?.Dan dari lembaga ini keluar anak-anak murid yang ngerti bahasa Arab dan manhajnya bagus, tidak ada satupun pelajaran bahasa Arab yang terbaik di seluruh Indonesia ini selain di LIPIA yang saya tahu.

?..Ada yang bisa buat seperti LIPIA? Nggak ada! Kalau begitu kaidahnya, maka tidak boleh juga masuk ke Jami��h Islamiyyah! Nggak ada satupun antum bisa masuki! Nah ini yang salah dari perjalanan manhaj salaf! Nggak boleh bersikap seperti itu! Itulah hidup! Itu mah hidup di dunia khayal, tutup mata tinggal di gunung! Nggak benar, antum harus hidup dengan kenyataan, nggak ada satupun juga bisa dimasuki. Aaaa..gitu. He?he?he..(tertawa)

Nggak ada, nggak ada sekarang, semua dicampuri dengan itu, hatta di majelis Syaikh Muqbil, Syaikh Utsaimin, Syaikh bin Bazz,?sikap Masyayikh itu. Memang kenyataannya seperti itu, Syaikh Rabi?. Jadi kenyataan seperti itu, apalagilah LIPIA, lembaga yang lebih kecil tentunya bisa. Dan orang-orang Saudi kesulitan mencari guru bahasa Arab yang mengajar. Di sini orang-orang manhaj salaf mau merobah!

Sekarang mau doctor Ali, saya jamin, hatta orang salafnya pinter, bisa dirubah langsung, antum? Antum bisa di Jakarta? Mau menjadi guru? Aa, bisa kagak? Nggak bisa kan?! Nggak bisa! Coba ustadz-ustadz yang mentahdzir LIPIA sini bisa dicatet jadi direkturlah, Insya Allah , ha.ha, hayo. Saya yang bakal bilang pada doktor Ali. Nggak ada, kurang, minim, aa? jadi jangan CUMA NGOMONG, harus tatbiqul ��mal, begitu manhaj salaf. Ngomong – ��mal, ngomong – amal, begitu.

Saya perjanjian dengan doktor Ali dan dipersilahkan rubah. ũakim masukin murid-muridmu ke sini semuanya, itu peralihan?. Banyak anak-anak daftar semuanya, daftar, berubah, sama dengan Jami��h Islamiyah, orang dari fikrah mana aja kan masuk, masuk, ada yang sufinya. Nah begitu, antum harus pergaulannya luas, jangan kuper!

 

 

 

33 Tanggapan to “Ribut-Ribut Sesama Salafy/Wahbi: Membedah Otak Abdul Hakim Abdat (Ahli Hadats – bukan Ahli Hadits)”

  1. sekar said

    waah……..h hebat ya sang penulis ini, ilmunya hebat, tapi setau ana generasi salaf dahulu, tidak menghujat saudara semuslim yang salah seperti ini, ( seandainya kalau memang AH tersalah ), terus cara seperti ini mengikuti manhaj salaf yang mana ya……..?, terus apa manfaatnya bagi kaum awam? terus namanya golongan apa ya yang sukanya hanya mencaci, menuduh, mencari bukti kesalahan, seolah olah orang ini tak pernah tersalah, bagaimana dengan fatwa ulam akibar yang mentah begitusaja ketika ga sejalan dengan kalian?????????????tapi ga papalah, semua akan dipertanggung jawabkan dihadapan alloh,

  2. michael said

    Sesama jama’ah takfiriyah (gerombolan yang suka sekali mengkafirkan orang lain) atau yang sering ngaku sebagai salafi, janganlah saling menghujat. Kalian sama2 jelek. Kalau sesama teman sendiri saja saling menghujat, bagaimana dgn orang lain. Maafkan mereka wahai para sahabat Nabi dan salafusshalih, nama anda sering diklaim mereka, bahwa mereklah pengikut anda. Wahai salafi.. saatnya kalian tobat dari kesesatan. Insya Allah dunia ini akan damai tanpa kalian

  3. c2pokt78 said

    Untuk orang-orang yang mengatakan LIPIA Hizby, merekalah yang hizby udah hizby kuper lagi, tinggal aja di gunung atau di gua…

  4. ibnu ahmad said

    ANTUM INI LEBIH BODOH DARI ORANG YANG PALING BODOH SEKALIPUN. SALAF MANA YANG BERAKHLAK SEPERTI ENTE? ORANG BERILMU MANA YANG SOMBONG SEPERTI ENTE? SEPERTI APAPUN A H YANG ENTE JELEK2IN ANA GA PERNAH MELIHAT AKHLAKNYA SEJELEK AKHLAK ENTE!!!

    TAKUTLAH KEPADA ALLAH TA’ALA!!! ENTE AKAN BERTANGGUNG JAWAB DENGAN SEMUA YANG ENTE KATAKAN. ENTE BERANI MENANGGUNG SEMUA UCAPAN ENTE DIHADAPAN ALLAH? HEBAAAT………!!!

    MASYA ALLAH. BEGINILAH ORANG-ORANG YANG PADA NGAKU SALAFIYUN?

    • Achmad Sodikin said

      Ente aja juga ga sadar,,dg mengatakan penulis yg paling bodoh… ente juga betanggung jawab diakhirat..
      mari kita belajar jangan yg aneh2,,ikuti jejak ulama ulama orang tua kita terdahulu terutama di betawi Insya Allah
      Banyak berkah,,nggak ke sasar. mis: Asyafiiyah,, Kwitang ,, Dan Para Habaib,,,Dan Selamat Menuju Ridho Allah.

      • Uta said

        Mencari kebenaran itu bukan berdasarkan nenek moyang (ulama orang tua kita terdahulu) apa lagi di khususkan di daerah betawi, ini yang merupakan salah satu penyebab orang orang musrik pada waktu zaman nabi tetap tidak mau masuk islam, yaitu dengan alasan jangan pernah mau berpindah agama dari agama nenek moyang mereka.

        Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda : orang2 yang paling dekat dengan nabi nantinya adalah orang2 di akhir zaman (seperti zaman kita) yang selalu berpegang teguh pada alquran dan hadist.

        jadi acuan kebenaran kita adalah alquran dan hadist, selama itu selalu sejalan dengan alquran dan hadist, itulah yang harus kita ikuti. jadi patokan kebenaran itu bukan berdasarkan ulama ulama orang tua kita terdahulu terutama di betawi. tetapi apabila ulama ulama kita terdahulu terutama di betawi sudah sejalan dengan alquran dan hadist, berarti kita boleh mengikuti mereka, namun siapa yang berani menjamin bahwa ulama ulama terdahulu terutama di betawi 100% benar dalam hal melakukan ibadah kepada allah? manusia itu selalu penuh akan kesalahan. jadi menurut saya, lebih baik kita kembali kepada ajaran nabi yaitu : kembali kepada alquran dan hadist.

        apabila ustadz abdul hakim selalu menjelaskan sesuatu berdasarkan alquran dan hadist, maka ustadz tersebut boleh di ikuti, dan kita sebagai manusia biasa mempunyai pikiran yang akan menilai apakah ustadz tersebut sudah benar sesuai alquran dan hadist.

        jangan pernah menilai kebenaran berdasarkan mayoritas orang banyak, berdasarkan orang orang terdahulu, berdasarkan guru-guru kita / orang tua. tetapi cobalah mencari kebenaran berdasarkan alquran, hadist, dan ilmu. mudah2an kita semua termasuk kedalam orang orang yang di ridhoi allah

  5. abu faris said

    Ana IKUT Manhaj Ahlusunnah = Salafusshalih = Salaf ….yang tdk dg RADIKAL aja aaahhhh.

  6. abdurrazaq said

    hasad membangkitkan fitnah…cerita fitnah ternyata kena fitnah sipembawa fitnah…atau gak ngerti fitnah itu apa???

  7. Mang Ngkus said

    Duel sengit…. skor akhir berapa berapa tuh??

  8. Makin jelaslah wahabi sebagai fitnah tanduk syetan dari Nejd di akhir zaman!

  9. abu Jibriel said

    Ya Allah mudah2an umat islam bersatu,
    ini semua adalah ulah setan yg terkutuk yg telah menanamkan permusuhan didalam hati kita.siapapun mereka dia tetap saudara kita yg Tuhannya,Nabinya,kitabnya sama seper kita.jika mereka kita anggap salah nasehatilah mereka dgn baik,jika mereka tidak menerima kita bisa memohon kpd Allah bukan bukan mencaci mereka,
    Kalau tdk bearti kita sama saja seperti mereka.
    Malu,..
    sungguh memalukan disaat orang KAFIR melihat keadaan Islam seperti ini.
    mereka menertawakan kita.
    ALLAHU AKHBAR
    Satukan hati kami ya ALLAH…
    AMIEENNN…..

  10. rian said

    kasihan sama salafi di indonesia,,yang paling menyedihkan para salafi di indonesia pernag juga mengatakan bahwa di mesir tidak ada ulama ahlus sunnah wal jamaah,,heran

  11. admin said

    yang jelek jagan diikuti…

  12. Semoga Alloh selalu menjaga Ustadz Abdul hakim, Ustadz Yazid, Ustadz Abu QOtadah, Ust. Barussalam, dll para ustadz Salaf yg dengannya dakwah ini tersebar atas idzin Alloh…

  13. Dedi Munadih said

    Ane orang awam jadi bingung-bingung.

  14. YULIANSYAH said

    saudara saudaraq ingatkah engkau tentang keruntuhan peradaban islam di andalusia, irak, turky ustmani, mughal……kenapa bisa terjadi??????????….itu semua karena kesatuan hati sesama muslim sudah keluar, sudah saling mengklaim dirinya paling baik, tidak satu fikir. hai saudaraq kalian adalah saudara saudaraq yang wajib aku cintai…….” tidak beriman seseorang sebelum mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”(H.R muslim) jika kita betul2 mngikuti nabi, maka kita semua akan saling menyayangi satu sama lain sehingga bertutur kata yang baik..

  15. kenapa islam seperti ini??????????????????????????????????lebih baik aku tidak masuk.

    • alhaq said

      iya ya, kasian kalo ada orang non islam yng mau masuk islam bs2 kagak jadi krn baca yg beginian… pasti pusing kepalanya… astafiruka ya robbi…

  16. Abu yusuf said

    Bismillah..semoga kita diberikan Alloh hidayah dalam menapaki kehidupan ini..melihat dari segi perdebatan,penghujatan,dll.membuat hati seorang muslim bergemuruh,kenapa ?? Karna hal ini mestinya tidak dilakukan oleh orang yang faham tentang ilmu dien,orang awam telah banyak melihat dari perselisihan ini bahwa salafy di indonesia ini layaknya orang yang tidak punya norma agama,ust dzulqarnain@antum itu klu merasa benar tidak harus seperti itu..apa antum sudah berhadapan langsung dengan beliau2 itu dalam rangka iqomatul hujjah kepada mereka? Apa antum sudah menasehati mereka secara berdua dengan mereka?? Coba lihat dampak dari perbuatan antum,mereka banyak telah mencerca da’wah salafy diindonesia ini..hati2lah dalam bertindak,lihat mudhoratnya besar atau kecil yang akan terjadi…barokallohu fiikum.

    • david said

      setuju dg abu yusuf. ahsan kalau narasumber blog ini atau skalian pemilik blog ini dialog langsung dengan asatidz salaf. jangan terbar fitnah sana-sini…

  17. Abu yusuf said

    Fahamilah…apapun komentar kalian itu adalah ucapan yg diprtanggung jawabkn,semga yg terfitnah smkin sabar,dan yg mlecehkn smkin sadar…barokumullahu fiikum.

  18. agus setiawan said

    Klw sy berfkir secara jernih karena sy mengkti al qur’an wa sunnah. pertama, qt pahami dl apa arti dr salaf, kedua, qt coba menimbang dg al qur’an wa sunnah. Allah subhanahu wata’ala berfirman: “janganlah kebencianm kepada suatu kaum hingga membuatmu berlaku tidak adil, berlaku adillah karena adil lebih dekat kepada takwa”. (QS, al Maidah: 8)
    Allah juga berfirman.
    “apa-apa yang rasul perintahkan maka kerjakanlah, dan apa-apa yang rasl larang maka tinggalkanlah”. (QS, al Hasyr : 7)

  19. ami said

    astaqfirullahal azdim : saran saya sebagai kaum muslim itu kita harus berfikir dan jgn mengikuti nafsu dan bila ingin selesai masalah ini semua coba duduk dan bermusyawarah dan bediskusi secara ilmiah jgn yg satu mengatakan sesat dan yg satu mengatakan benar coba kaji dan pelajari dulu.sesama muslim g boleh saling tuduh menuduh dan membenarkan argumen masing.sabda Rasulullah “Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya (muslim) : Wahai kafir, maka pengkafiran ini akan kembali kepada salah satu dari keduanya, jika dia benar dalam pengkafirannya (maka tidak mengapa), tapi jika tidak maka ucapan itu akan kembali kepadanya” [HR Al-Bukhari)

  20. Virus Wahabi .com said

    ahlulhadats memang mudah,.. yg sulit adalah ahlulhadits..

    wahabi semoga tobat.. masih banyak kesempatan..

  21. Elvath said

    Ayo kita serbu faithfreedom.org yg menghina islam.

  22. Serem banget ya, apabila para thalibul ilmi yang telah belajar bahkan sudah menjadi orang ‘alim dan mengetahui kebenaran saling mendengki. musibah bagi umat ini. kasihan orang” awam yang mau belajar sungguh-sungguh.

  23. ASS. BANG ANE NIH ORANG AWAM, TAPI YG ANA TAU ORG YG AHLI AKAN SESUATU DISBUT AHLINYA. MISAL: ORANG NGERTI MESIN DISEBT AHLI MESIN, ORANG PAHAM LISTRIK DSBUT AHLI LISTRIK, DEMIKIAN JG ORANG PINTAR NGOMG BID’AH YA.. DISBT JG AHLI BID’AH…

  24. Abu Rabil said

    kepada para musuh dan pembenci manhaj salaf diberitahukan bahwa neraka jahannam sedang menunggu kalian, bertobatlah kalian dengan cara kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits Shahih dengan pemahaman para salafush sholih, aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: