Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Imam Besar Salafy/Wahabi Ibnu Taymiah:Sahabat Anshâr Terjebak Dalam Jeratan Jahiliyah!!

Posted by bicarasalafy pada Januari 12, 2010

SUMBER ARTIKEL: Blog Inilah Ibnu Taymiah

Ibnu Taymiah Menfasikkan Para Sahabat Anshar!!

Ibnu Taymiah: Para Sahabat Anshâr Terjebak Dalam Jeratan Jahiliyah!!

“Tulisan dibawah ini kami lengkapi dengan bukti scan dari kitab “Minhajus-Snnah” karya Ibnu Taymiah terbitan Saudi Arabia yang di Tahqiq oleh Dr. Muhammad Rasyad Salim”

Perselisihan apakah Nabi saw. telah menunjuk pengganti beliau dalam menjalankan pemerintahan Islam sepeninggal beliau atau tidak, adalah perselisihan klasik yang terjadi di antara kaum Muslimin. Kaum Syi’ah meyakini Nabi saw. telah menunjuk Imam Ali as. sebagai Khalifah dan Imam yang berhak memimpin umat Islam sepeninggal beliau saw. dengan penunjukan terang. Sementara Ahlusunnah sepakat bahwa Nabi tidak menunjuk siapapun yang akan menggantikan posisi beliau dalam memimpin. Sebab Nabi saw. telah menyerahkannya kepada sahabat agar menunjuk siapa pemimpin yang mereka tunjuk melalui mekanisme musyawarah (Syurâ).

Kemudian di tengah-tengah perbedaan pendapat ini, meneroboslah “Kelompok Liar” yang mengatas namakan Ahlusunnah dan bermaksud menandingi Syi’ah dalam pandangannya bahwa Nabi saw. sebenarnya telah menunjuk Abu Bakar sebagai Khalifah dengan penunjukan yang juga tidak kalah tegasnya dengan penunjukan yang diklaim oleh Syi’ah untuk Imam Ali as. Di antara tokoh kelompok ini adalah Ibnu Taymiah, ia tampil mengatas namakan Ahlusunnah dalam mengahadapi kaum Syi’ah melalui kitab Minhâj as Sunnah-nya.

Artikel ini tidak ditulis khusus untuk menyoroti argumentasi masing-masing dari kelompok-kelompok di atas… Akan tetapi hanya sekedar keluh kesal karena kini pihak Ahlusunnah dicemari dengan tampilnya “oknum liar” yang berpura-pura membela akidah Ahlusunnah sementara dalam hampir seluruh sikap pembelaannya, -selain merugikan Ahlusunnah itu sendiri- ia sering kali menyimpoang dari dasar-dasar kesunnian mazhab!

Sebagai contoh kecil, Ahlusunnah dalam argumentasinya yang ditegakkan untuk membuktikan keabsahan khilafah Abu Bakar sama sekali tidak akan terjebak dalam sikap pelecehan terhadap sahabat siapapun yang terlibat dalam persengketaan dalam masalah suksesi kepemimpinan ini… terhadap sikap Imam Ali as. dan keluarga serta para pendukungnya yang enggan memberikan baiat untuk Khalifah Abu Bakar, Ahlusunnah tidak pernah berani menyalahkan mereka… Mereka sudi mencarikan alasan apapun demi menjaga kehormatan para sahabat mulia tersebut. Demikian pula dengan sikap Ahlusunnah terhadap para pembesar sahabat Anshar… apapun yang menjadi pilihan sikap mereka, para ulama Ahluusnnah menghormatinya.. termasuk ketika tokoh mereka seperti Sa’ad ibn Ubadah enggan membaiat Abu Bakar dan Umar sebagai Khalifah.

Namun tidak demikian dengan Ibnu Taymiah… kata-kata keji segera terlontar atas siapapaun yang menampakkan sikap keengganan dalam mendukung khilafah Abu Bakar… Imam Ali as. tak henti-hentinya menjadi bulan-bulanan tuduhan kejinya… seperti yantg telah banyaak kami ungkap di dalam bolg ini…

Kini giliran para sahabat mulai Nabi saw. yang banyak mendapat pujian dalam Al Qur’an dan sabda-sabda Nabi saw. sebagai Anshar/para pembela setia Agama… Karena dalam rapat di pendopo Saqifah mereka menyuarakan tekad mereka dalam mencalonkan selain Abu Bakar sebagai Khalifah… Maka Ibnu Taymiah segera meluncurkan edisi terkeji dalam dunia tuduh-menuduh… mereka semua dituduhnya sebagai terjangkit karakter dan mental jahiliyah… yang mana kedatangan Nabi saw. adalah untuk memberantasnya….  Dalam sikapnya itu, mereka tidak bersandar kepada hujjah/dalil-dalil syar’i… semua hanya karena fanatik kesukuan…, demikian kata  Ibnu Taymiah

Sebuah tuduhan yang luar biasa kejinya… Kaum Anshar membentuk tidak kurang separoh total masyarakat Muslim di ibu kota Madinah saat itu ia tuduh sebagai yang terjangkit virus Jahliyah… dan itu artinya bahwa Nabi saw. ternyata tidak mampu mencongkelnya dalam jiwa para sahabat Anshar!! Nabi saw. telah gagal total dalam membina mereka!! Bukankah demikian yang akan tampak dari tuduhan Ibnu Taymiah itu?

Jujur saja saya katakana, bahwa Ibnu Taymiah dalam membahas masalah imamah kubrâ/khilafah mengalami kekacauan dan kerancuan luar biasa dan komentar-komentar tentangnya juga saling kontradiktif… serta tampak jelas bahwa ia tidak mampu menyikapi berbagai data sejarah yang datang melaporkan masalah ini.

Karenanya sesekali ia menolak anggapan adanya ketidak jelasan dalam masalah adanya nash penunjukan atas Abu Bakar di kalangan para sahabat dan umat islam secara umum (pendapat yang dianut sekte Nawâshib/selain Ahlusunnah yang sedang dipertahankan Ibnu Taymiah) yang katanya, karena sangat jelasnya masalah ini sehingga ia tidak perlu berpanjang-panjang mengurainya…. Tapi anehnya di sisi lain Ibnu Taymiah dengan terpaksa mengakui bahwa benar-benar telah terjadi persengketaan di antara para sahabat… di mana banyak kalangan sahabat Anshar meminta agar Sa’ad ibn Ubadah dipilih sebagai Khalifah… dalam mengahadapi kenyataan di atas misalnya, Ibnu Taymiah segera menghajar para sahabat Anshar dengan menunduh mereka sebagai  yang bersikap dan berprilaku jahiliyah…

Dalam kitab Minhâj as Sunnah (yang banyak dibanggakan kaum Wahabi/Salafi dalam menghujat Syi’ah dan juga dalam memojokkan Imam Ali dan Ahlulbait Nabi saw., khususnya ketika mengkufuri hadis-hadis keutamaan Ali dan Ahlulbait as. yang dishahihkan para ulama Ahlusunnah, seperti yang sedang gencar dilakonkan oleh blog-blog dan situs Anti Ahlulbait yang berkedok anti Syi’ah…. Saya harap Anda mau memperhatikan apa yang mereka tulis… tidak jarang hadis shahih keutamaan Ali dan Ahlulbait as. yang dengan tanpa rasa tanggung jawab mereka kufuri sembari mengandalkan: Berkata Syeikhuil Islam Ibnu Taimiyah….).. dalam kitab tersebut Ibnu Taymiah berkata menuduh kaum Anshar sebagai berikut:


“Global permasalahan ini: seluruh yang dinukil dari kalangan kaum Anshar dari bani Abdi Manaf bahwa mereka itu meminta agar selain Abu Bakar diangkat sebagai Khalufah tidaklah mereka itu menyebut Hujjah Syar’iyah, tidak pula menyebutkan bahwa selain Abu Bakar itu lebih berhak atasnya dan lebih utama. Akan tetapi ucapannya itu hanya muncul dari kecintaan kepada suku dan kabilahnya, dan adanya keinginan agar imamah/khilafah itu berada di tangan kabilahnya.

Dan seperti dimaklumi bahwa seperti itu bukanlah termasuk dalil syar’i dan jalan agama dan tidak pula termasuk yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya agar diikuti kaum Mukminin. Akan tetapi ia adalah Syu’bah/sempalan mental jahiliyah dan sejenis fanatisme terhadap nasab dan suku. Dan hal ini termasuk yang Allah utus (Nabi) Muhammad untuk meninggalkan dan membatalkannya.” [1]

(Minhajus Sunnah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim, Jilid 1, hal 520) -lihat scn diatas-

Kami berkata:

Coba Anda perhatikan apa yang ia katakan terhadap kaum Anshar… bukankah pernyataaan itu tuduhan penfasikan para sahabat Anshar? Adakah ia mencerminkan sikap ulama Ahlusunnah, bahkan apakah ia mencerminkan sikap hormat ulama Islam terhadap kaum Anshar? Bukankah mencintai kaum Anshar itu bukti keimanan sebagai dalam riwayat yang dishahihkan para ulama Ahlusunnah? Lalu mengapakah kini Ibnu Taymiah menhujat mereka dengan menuduh bahwa sikap mereka itu tidak lain hanya diilhami oleh mentalitas Jahiliyah?

Apakah membela kekhalifahan Abu Bakar harus menghujat Imam Ali as.?

Apakah membela kekhalifahan Abu Bakar harus menghujat dan menfasikkan kaum Anshar?

Pernahkah Anda menemukan Ibnu Taymiah menghujat Mu’awiyah ketika ia enggan membaiat Imam Ali as. yang telah dibaiat oleh sabahat Muhajirin dan Anshar dan tidak berhenti sampai di situ, kemudian ia malah menyulut api pemberontakan melawan kekhalifahan Imam Ali as. yang shah, dengan tipu muslihat dan sikap licik menyesatkan kaum awam dan dengan dukungan kaum munafikin dan mereka yang hanya mementingkan maslahat dunia yang fana semata?

Pernahkan Anda menyaksikan Ibnu Taymiah mengatakan bahwa Mu’awiyah dalam semua kejahatannya itu diilhami oleh kemunafikannya? … Oleh mentalitas Jahiliyah? …. Oleh bisikan setan Damasqus?

Pernahkan Anda membaca bahwa Ibnu Taymiah menyalahkan Yazid putra Mu’awiyah yang membantai habis-habisan Ahlulbait Nabi kita Muhammad saw.; Imam Husain dan keluarganya serta pengikut setianya?

Penahkah Anda mebaca Ibnu Taymiah menyalahkan Yazid putra Mu’awiyah yang telah memerintahkan pasukannya untuk menyerang kota suci Madinah dan membantai penduduknya serta menghalalkan pasukannya untuk bertbuat kerusakan dan kedurjanaan apa saja selama tiga hari di kota suci Nabi kita? Sehingga ratusan, bahkan ribuan, -seperti yang dilaporkan para sejarahwan Islam- gadis-gadis suci kota suci tersebut diperkosa oleh pasukan bejat tersebut… sampai-sampai, setelah pristiwa itu ayah-ayah mereka setiap kaloi menikahkan putrid-putri mereka tidak benari menjamin apakah putrid-putri mereka masih perawan!! Pernahkan Anda membaca Ibnu Taymiah menyalahkan Yazid?

Bukankah kaum Anshar itu sahabat Nabi saw.?

Bukankah Imam Husain as. itu sahabat dan Ahlulbait Nabi saw.?

Bukankah penduduk kota suci Madinah sa’at itu adalah putra-putri sahabat Nabi saw.?

Dimana pembelaan kita perhadap mereka?

Jika kaum Wahhabi/Salafi bangkit seperti orang kesurupan setiap kali mendengar Mu’awiyah bahkan si Yazid –terkutuk- dihujat karena kejahatan dan kemunafikannya. Dan kemudian menghujati si penghujat dengan panah beracum pengafiran atau paling tidak panah pemfasikan… lalu mengapakan kali ini ketika para sahabat Anshar dikecam dan difitnah Ibnu Taymiah mereka tak bergerak bak sebatang kayu mati tanpa perasaan? Mengapa mereka jusrtu bersorak-sorak bak sekawanan kera hutan sambil menjerit-jerit: Hidup Sang Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah! Hidup Sang Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah Hidup Sang Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah!

Inikah Mazhab Salafi yang mereka agungkan! Terkutuklah mazhab yang membela kaum munafikin dan mengecam kaum mukminin!


[1] Minhâj as Sunnah,1/520.

22 Tanggapan to “Imam Besar Salafy/Wahabi Ibnu Taymiah:Sahabat Anshâr Terjebak Dalam Jeratan Jahiliyah!!”

  1. biasa said

    jangan suka memfitnah,belajarlah dengan hati yang ikhlas. yang benar ibnu taymiah atau ibnu tamiyah ??…, ada2 aja. nyebut nama sj udah salah apalagi pribadinya

  2. […] Imam Besar Salafy/Wahabi Ibnu Taymiah:Sahabat Anshâr Terjebak Dalam Jeratan Jahiliyah!! […]

  3. bing said

    wahabi emang adu hai……..coba ja lihat polah tingkah orang wahabi di timur tengah sekarang…apakah menunjukkan ke islamannya… jauh sekali deh, malah mereka deket sekali dengan dajal2 seperti bush dan yahudi…

  4. A.J.I said

    jadi teringat pelajaran tentang tokoh agama dulu di SMA

  5. dedi said

    Perlu diingatkan Islam adalah agama yang damai tidak mengajar hujatan, dendam, tdk mempersoalkan amalan ibaadah orang lain selagi berdasar hukum.apalagi mengkafirkan orang islam sendiri kita perlu kembali ke syahadat kita ASSHADUALA ILLAHHAILALLAH WA AS HADUANA MUAHAMMADARROSULULLOHA, yang suka tawasul, maulir nabi, jiarah kubur, peringatan isra mi’raj tataupun yang tidak suka kembali ke syahadat mari ikat dan dasari amal ibadah kita dengan syahadat. AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH,DAN AKU BERSAKSI BAHWA NABI MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLOH.

  6. Betapa bodohnya Anda, atau Anda tidak pernah membaca sejarah. Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahab itu hidupnya duluan mana? …. kok aneh sekali Ibnu Taimiyyah dibilang imam besar wahabi. Padahal Wahabi itu julukan pengikut Muhammad bin Abdul Wahab, yang hidup jauh dari jamannya Ibnu Taimiyyah … Aneh sungguh aneh …

  7. abu hijaz said

    “Akan tetapi ia adalah Syu’bah/sempalan mental jahiliyah dan sejenis fanatisme terhadap nasab dan suku. Dan hal ini termasuk yang Allah utus (Nabi) Muhammad untuk meninggalkan dan membatalkannya.” kta-kta mana yang anda katakan bahwa ibnu taymiah menghujat sahabat anshr, apa yang dia katakan hanya mengingatkan bahwa sifat kesukuan dan fanatisme terhadap nasab adalh sifat yang terlarang….dan itu memang benar dan sifat itu memang berasal dari budaya jahiliyah yang di tentang oleh nabi Muhammad sendiri………….. maka fitnah apalagi yang akan kalian lakukan kepada orang-orang beriman

  8. badar said

    Islam memang agama yg cinta damai, tapi kalau ada yang ingin merusak dan menghina, tidak ada toleransi.syahadat untuk diri sendiri, tidak akan bermanfaat untuk meluruskan yg sesat. terlalu toleransi tanpa didasari ilmu pengetahuan tentang batasannya, sama dengan sekuler plural liberal.

  9. Awam said

    Saya hanya orang islam awam, tapi kalo dilihat dari teks asliny akan kelihatan jelas kalo penulis buku bukan mengatakan mereka adalah kaum jahiliyah, tetapi perbuatan itu merupakan perbuatan jahiliyah.

    Kalo pemahamannya seperti yang penulis blog kemukakan berarti anda mengatakan bahwa Abu Dzar radliyallahu anhu adalah seorang yang jahili karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya bahwa terdapat hal jahiliyah dalam dirinya, atau bahwa orang yang belum pernah berperang adalah benar-benar munafiq karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa dia mati dalam syu’bah nifaq, begitu pula nash-nash ancaman lainnya.

    Tolong kalo komentar saya salah dikoreksi, tapi kalo tulisan anda yang salah dikoreksi juga

  10. Imdeathnow said

    Lagi2 Al Fakir berargumen _

    Mana yg harus saya Percaya , Pembuat wacana diatas atau fakta yg berbicara _

    banyak kitab2 Ibnu Taimiyah dibedah oleh para Teolog Barat , bukankah kita sebagai umatIslam bangga dengan kenyataan itu ternyata kitab karangan Ilmuwan Islam di pelajari oleh teolog barat , mengapa ?

    Kesimpulan yg bisa diambil dikarenakan kitab tersebut mempunyai bobot yg tinggi sehingga dijadikan tolak ukur bagi para teolog yg belajar di barat maupun timur guna mempelajari Islam , bahkan Nurcholish madjid pun membuat tesis tentang Ibnu Taimiyah untuk menyelesaikan gelar s3 nya di amerika _

    saya Kira Orang2 Modern akan Lebih memilih fakta, dari pada Orang2 yg selalu mencari2 kesalahan orang lain _

    walLahu a’Lam _

    Wassalam _

    • mutiarazuhud said

      Karya-karya Ibnu Taimiyah dipelajari juga oleh kaum non muslim karena metode pemahaman Ibnu Taimiyah adalah secara dzahir, tekstual atau harfiah. Sehingga mereka mudah memahaminya tidak seperti umat muslim pada umumnya memahami Al-Qur’an dan Hadist dengan karunia Allah yakni pemahaman yang dalam (al hikmah). Non muslim mempelajari untuk kepentingan ghazwul fikri.

      Wassalam

      http://mutiarazuhud.wordpress.com

  11. Aim said

    yah begitulah Ibnu Tai Miyah
    pantas saja kaum pengikutnya sekarang kelakuan tak jauh beda

  12. KHAIRUL AKBAR said

    ALLAH TELAH BERFIRMAN ; BARANG SIAPA YANG KEBERI KESESATAN ,MAKA TIADA SEORANGPUN YG DAPAT MELURUSKANYA. DAN BARANG SIAPA YG AKU BERI PETUNJUK, MAKA TIDAK SEORANGPUN YG DAPAT MENYESATKANYA. Firman ALLAH ini setiap Khutbah Jum’at dibaca oleh Khatib, apakah sdr sdr tdk menyimaknya ????????????
    Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda :1. BARANG SIAPA MELAKUKAN IBADAH TANPA ADANYA PETUNJUK/CONTOH DARI KAMI, MAKA IANYA TERTOLAK.
    2. BARANG SIAPA YG TDK SUKA AKAN SUNNAH KU ,MAKA IA BUKANLAH GOLONGAN/UMATKU.3. BARANAG SIAPA YG MENGADA NGADA DALAM DIN ISLAM INI MAKA SESUNGGUHNYA IA TELAH BERBUAT BID’AH,BID’AH ITU SESAT.
    Jadi jgn sdr salahkan Ulama / kaum Salaf / Wahabi , yg mengatakan BID’AH itu sesat, Kan NABI MUHAMMAD SAW. Kalau sdr benar dan berani ya..salahkanlah NABI MUHAMMAD SAW.

  13. aneh 2 aja akhir zaman ini..bnyak yg ganjil d benak q..sembahYang d tempat mreka,padahal ada nya mesjid d dkat rumah nya..apa itu yg baik nya..islam kan mengajar kan agar menjalin silaturahmi kpd sesama ummat islam,kok malah menggolong 2 kan diri pula..menjalin hubungan kpd ALLAH saja,jd kpada sesama tetangga tidak..apa itu yg d ajar kan nabi MUHAMMAD..jawab lah salafy dan MUHAMMADIAH tau yg lain.

  14. Anti wahaby said

    Mari sama2 berangus ajaran wahaby yg menyimpang,pelaku bid’ah utama,mengada-ada ajaran yg sudh betul,membid’ah kn amalan yg sudh di lakukan oleh org2 yg lebìh sholeh dan alim dari mrk,dg alasan tdk prnh di lakukan oleh nabi dan para sahabat… Pdhal stiap kebaikan tetap hrs kt hargai(meski kt tdk mengamalkn),meskipun kbnrn itu dari org kafir… Kecuali mslh ibadah(ibadah ritual yg sdh di tntukn syar’i),baru kt tdk blh toleransi.

  15. abdullah said

    aduh banyak bgt sih org org bodoh di atas … ada lah yg ga tau klo abdul wahabi itu cinta berat sama ibnu taimiyah sampe ajarannya dijadiin mahzab .. adalah yg bilang perkataan di atas menghujat .. padahal jelas itu kata kata menjelaskan … adalah yg ga tau nama ibnu taimiyah nyebutnya ibnu tamiyah keq mantan pacar gw itu .. klo ilmu dikit ga ush nyoret2 kata kata ga penting di sini brother …

  16. RICHWHAN said

    Assalamu’alaikum

    Masya Allah, ini yang punya blog gak bisa apa pilih2 tulisan yang isinya sangat berisi fitnah.. dari kutipan yang dia ambil aja dah jelas..bhwa penjelasan sipenulis adalah terlalu berlebihan.. jangan sok mengambil kata-kata Ulama Besar..hanya untuk mencari2 kesalahan2 suatu kelompok… Sungguh di akhir Jaman ini memang akan sangat banyak sekali fitnah-fitnah.. yang tujuannya untuk memecah belah umat Islam..
    Apapun itu kelompok salafy/wahaby/LDII/majelis rasulullah/majelis mujahidien atau jihadist.dll, kalau sudah jelas meninggalkan Al-Quran dan Assunah adalah kelompok-kelompok penyebar fitnah… namun jika penulis ini sudah menjelek-jelekan Ulama Besar,tanpa dengan ilmu, hanya dengan menukil sebagian dan membuang seluruhnya..sungguh Allah pasti akan membalasnya..atas kekerdilan ilmunya tersebut…
    Kalaupun Ibnu Taymiah menurut penulis ini adlh Imam besar salafi /wahabi,bukan berarti otomatis Ibnu Taymiah adlh mempunyai pemahaman sama dengan pengikut wahabi, yg jelas wahabi adlh kelompok-kelompok baru yang jauh ratusan tahun kemunculannya setelah Ibnu Taymiah…
    Saya pengagum tulisan-tulisan Ibnu Taymiah, tapi tidak otomatis saya pengikut kelompok salafi/wahabi… Yang jelas banyak ditemui tulisan2 atau buku2 dari karya Ibnu Taymiah, yang bertolak belakang dengan pemahaman para salafi / wahabi…

    Wallahu’alam…

    ______________
    -bicara salafy-

    kata yang paling populer dikalangan wahabi/salafi adalah “fitnah”
    gampang mengumbar kata fitnah tanpa bisa membuktikan fitnahnya apa, bukannya itu berarti anda yang memfitnah kawan.
    biar fair bantah aja artikel diatas dan buktikan fitnahnya dimana!
    itu kalo anda mampu.

  17. Ibnu Abi Irfan said

    ana ingin agar Abu Salafy membandingkan perkataan Ibnu Taimiyah di atas dengan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berikut:

    Seorang laki-laki yang suka bercanda dari kalangan Muhajirin memukul dubur seorang shahabat dari kalangan Anshar hingga shahabat Anshar ini menjadi sangat marah kepadanya. Akhirnya berakibat masing-masing shahabat tersebut memanggil kelompoknya. Shahabat Anshar menyeru kelompoknya dengan berkata : “Wahai (kaum) Anshar.” Sedangkan shahabat Muhajirin berkata : “Wahai (kaum) Muhajirin.” (Setelah mendengar hal ini) Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam keluar seraya bersabda : “Ada apa dengan panggilan jahiliyyah ini? Apa urusan mereka?” Kemudian diceritakanlah kepada beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kejadian seorang Muhajirin memukul pantat seorang Anshar. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Tinggalkan oleh kalian panggilan-panggilan jahiliyah itu karena sesungguhnya panggilan itu adalah (panggilan) yang jelek.” (HR. Bukhari)

    apakah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah menganggap para sahabatnya telah terjebak dalam jeratan Jahiliyah karena mereka menyeru dengan seruan ala Jahiliyah?

  18. Syakir said

    @Ibnu Abi Irfan

    Pertama tulisan diatas bukan tulisan abusalafy akan tetapi ditulis oleh zainal abidin penulis blog ini, http://ibnutaymiah.wordpress.com/2009/11/22/sahabat-anshor-di-mata-ibnu-taymiah/

    Perbedaan ucapan Rasul saw dan Ibn Taimiah jelas berbeda Rasulullah saw adalah Rasul yang membimbing umatnya dari perbuatan yang tidak layak, kedua hadis diatas jelas membantah pendapat yang mengatakan tentang “keadilan Sahabat”. SEMENTARA ahlussunnah boleh dikatak semua sepakat bahwa “sahabat adalah adil” tentunya ibnu taimiah berpendapat seperti ini… Nah, maka ucapan Ibnu Taimiah tersebut adalah kritik pedas terhadap sahabat nabi kalo tidak boleh dibilang menuduh, mana mungking dibilang adil sementara dikatakan (…Akan tetapi ia adalah Syu’bah/sempalan mental jahiliyah…)

    dan tentunya ucapan ibn taimiah itu bertentangan dengan konsep Ahlussunnah yang menghormati sahabat, sampai2 sahabat yang jahat pun harus dicarikan udzur atas kejahatannya… MAKA UCAPAN/KRITIK tersebut tidak layak dilontarkan ibnu taimiah jika ia mengaku sebagai ahlussunnah beda dengan syiah yang tidak mengakui konsep keadilan sahabat…. jadi itu inti tulisan sdr. Zainal Abidin yang saya fahami. yakni ucapan ibn taimiah tersebut bertentangan dengan konsep “keadilan sahabat” dan dengan mengadopsi konsep ini maka ucapan ibn taimiah diatas dapat dikategorikan “menuduh”

    coba baca statement Imam Besar Ahli Hadis Ahlussunnah ini yang diadopsi oleh banyak ulama ahli hadis:

    Abu Zur’ah –seorang tokoh terkemuka Ahlusunnah, guru agung Imam Muslim-mengatakn. Ia barkata, “Jika engkau menyaksikan seorang mencela-cela seorang dari sahabat Rasulullah saw. maka ketahuilah bahwa ia adalah seorang zindîq.” [Ash Shawâiq al Muhriqah;Ibnu Hajar al Haitami, Penutup:211.]

    Nah jika ahlussunnah memang mengadopsi konsep keadilan sahabat maka ibnu taimiah bisa dikategorikan seorang yang zindiq…

    tapi sepertinya ibnu taimiah memang sering kontradiksi dalam berpendapat atau pendapatnya tergantung keinginan hawa nafsunya!

  19. Abu salsabiela Habibie ihsan said

    Seprtinya yang menulis artikel ini tidak memahami perincian dalam masalah ini selain pemaksaan kesimpulan terhadap pemahaman yang sejak awal sudah keliru.

  20. Yang kita lihat dan kritisi bukannya seseorang atau sekelompok orang tetapi yang harus kita perhatiakan dan kritisi adalah kebenaran itulah harus kita cintai dan kita bela daripada selian.
    Yang perlu kita garis bawahi sejauhmana kemurnian ketauhidtan seseorang atau sekelompok orang antara ahlul batil dangan ahlul haq sebagaimana yang telah mereka ajarkan atau yakini tentang al haq itu sendiri coba kita telaah dan kaji tentang pemahaman mereka ahlul bid’ah dan ahlus sunnah. maka anda akan menemukan perselisihan di antara mereka yang satu mengajak/mendakwahkan kesyirikan sedangkan yang lain mengajak/menyeru kepada ketauhidan inilah perbedaan yang sangat prinsipil, lagi mendasar dan fital akan menjadikan fatal dalam keislaman mereka.
    tetapi mereka tetap saja tidak sadar akan kesesatan dan kesyirikan mereka yang sudah kelewat batas.
    Sebagai salah satu Contoh;
    Tawashulnya ahlul bida’ sama dengan tawashulnya kaum myusrik kaum Qureys zaman dahulu
    mereka sama2 meyakini org2 Sholih (para Nabi, Wali Gus, Habib dsb sebagai perantara untuk cepat/mustajab terkabulnya do’a mereka.
    mereka bersimpuh lutut kepada penghuni kubur atau kepada berhala yg mereka buat sendiri kemudian kedua berhala baik kuburan maupun perhala org sholih yang telah meninggal itu sebagai sebab. Maka pada asal hukum sama, dan sangat nyata kesesatan dan kesyirikan mereka.
    Dan keduanya juga sama2 kurang memurnikan ketaatan-Nya kepada Allah sehingga mereka lebih mantap dan kusyu’ sangat membutuhkan media (dengan) media kuburan dan media berhala patung orag sholih yg telah meninggal. na’uzubillahi minzalik
    Allah SWT menyindir mereka dalam firman-Nya;
    Allah berfirman: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalatdan manunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al Baiyyinah. 5).
    Allah berfirman “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu; KARENA ITU JANGANLAH KAMU MENGADAKAN SEKUTU-SEKUTU BAGI ALLAH PADAHAL KAMU MENGETAHUINYA.
    sebenarnya ayat ini sudah cukup untuk mengingatkan mereka bagi org yang hidup mata hatinya akan tetapi hati org yang ditutup oleh debu kebatilan berat sehingga sangat berat meninggalkan kesesatan kita sebagai orag beriman maka kita tidak akan/pernah rela Kalau Allah Swt disekutukannya. Inilah ,kemungkaran yang paling mungkar dan tidak dan tidak ada selainnya yang melebihi dari pada yang satu ini maka wajarlah dan cukup bagi mereka azab di dunia dan tidaknya mereka sadarkan diri.
    Dengan penjelasann sinmgkat ini saya tekakan kepada ikhwan2 yang masih meragukan tentang hal ini maka tolong anda perhatikan mana yang benar2 mentauhidkan Allah dan mana yang kerung ( bid’ah syirik ) dalam beribadah kepada Allah, maka dari itu jangan sentimen dulu dan lebih bijak telaah dulu tentang kebenaran ini, sebab agama ini bukannya kegoiban/postulat tetapi agama ini adalah menjadi sebuah keniscayaan dan suatu keharusan dan kebutuhan fitrah manusia dari asal mula dia diciptakannya.
    Baik mereka taat, sadar atau tidajk sadar, dengan devinisi ini maka ketidak sadaran mereka tentang agama dan keberagamaan mereka ini juga tidak bisa dinafikan kalau dia tidak beragama maka ketidak sadaran itu sendiri dalam tanda petik , ‘itulah menjadi agama misalnya Syirik itu jauga agama maksudnya agama syirik (penyembah berhala dan semua agama yang tidak memurnikan ketaatannya dalam beribadah ini hanya untuk Allah semata maka itu masuk dalam kategori agama pagan, oleh karena itu agama selain mentauhidka Allah SWT saja termasuk dalam al Qur’an adalah penyembah thoghut sebagaimana yang telah dilakukan para penyembah kubur, baik masa dulu, sekarang dan masa myang akan datang. Dan ini sama2 punya alasan ( dalil) sedangkan dalam para ahlul batil dengan menggunakan perasaan kata mereka beribadah kepada Allah itu perlu media (kuburan) mereka juga berkata kalau tidak melalui perantara kurang mantab (kusyu) maka dapat kita simpulakan yaa itulah esensi akidah mereka. Degan cara menyekutukan Allah, akan tetapi mereka tidak sadarkan diri, sebab apa ? sebab esensi islam yang paling dasar dan mendasar mereka pendam dalam-dalam agar tidak diketahui kebusukan mereka dan lebioh leluasa melakukan kesyirikan.
    Mudah Allah SWT memberikan Hidayah-Nya amin

  21. ulfa said

    udah lah wahabi, kalian tu pemecah belah umat. Mngkafirkan, memusyrikan sesama muslim n lebih parah lg mnjisimkan Allah…
    Gak usah dah ikut2an sitanduk syaithon tu, bisa2 kalian jadi buntut syaithon nantix 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: