Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Albani, Muhaddis Tanpa Sanad Andalan Wahabi

Posted by bicarasalafy pada Desember 19, 2009

Albani, Muhaddis Tanpa Sanad Andalan Wahabi

SUMBER: http://www.forsansalaf.com/2009/albani-muhaddits-tanpa-sanad-andalan-wahabi/

Di kalangan salafi (wahabi), lelaki satu ini dianggap muhaddis paling ulung di zamannya. Itu klaim mereka. Bahkan sebagian mereka tak canggung menyetarakannya dengan para imam hadis terdahulu. Fantastis. Mereka gencar mempromosikannya lewat berbagai media. Dan usaha mereka bisa dikata berhasil. Kalangan muslim banyak yang tertipu dengan hadis-hadis edaran mereka yang di akhirnya terdapat kutipan, “disahihkan oleh Albani, ”. Para salafi itu seolah memaksakan kesan bahwa dengan kalimat itu Al-Albani sudah setaraf dengan Imam Turmuzi, Imam Ibnu Majah dan lainnya.

Sebetulnya, kapasitas ilmu tukang reparasi jam ini sangat meragukan (kalau tak mau dibilang “ngawur”). Bahkan ketika ia diminta oleh seseorang untuk menyebutkan 10 hadis beserta sanadnya, ia dengan entengnya menjawab, “Aku bukan ahli hadis sanad, tapi ahli hadis kitab.” Si peminta pun tersenyum kecut, “Kalau begitu siapa saja juga bisa,” tukasnya.

Namun demikian dengan over pede-nya Albani merasa layak untuk mengkritisi dan mendhoifkan hadis-hadis dalam Bukhari Muslim yang kesahihannya telah disepakati dan diakui para ulama’ dari generasi ke generasi sejak ratusan tahun lalu. Aneh bukan?.

Siapakah Nashirudin al- Albani?

Dia lahir di kota Ashkodera, negara Albania tahun 1914 M dan meninggal dunia pada tanggal 21 Jumadal Akhirah 1420 H atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1999 di Yordania. Pada masa hidupnya, sehari-hari dia berprofesi sebagai tukang reparasi jam. Dia memiliki hobi membaca kitab-kitab khususnya kitab-kitab hadits tetapi tidak pernah berguru kepada guru hadits yang ahli dan tidak pernah mempunyai sanad yang diakui dalam Ilmu Hadits.

Dia sendiri mengakui bahwa sebenarnya dia tidak hafal sepuluh hadits dengan sanad muttashil (bersambung) sampai ke Rasulullah, meskipun begitu dia berani mentashih dan mentadh’iftan hadits sesuai dengan kesimpulannya sendiri dan bertentangan dengan kaidah para ulama hadits yang menegaskan bahwa sesungguhnya mentashih dan mentadh’ifkan hadits adalah tugas para hafidz (ulama ahli hadits yg menghapal sekurang-kurangnya seratus ribu hadits).

Namun demikian kalangan salafi menganggap semua hadits bila telah dishohihkan atau dilemahkan Albani mereka pastikan lebih mendekati kebenaran.

Penyelewengan Albani

Berikut diantara penyimpangan-penyimpangan Albani yang dicatat para ulama’

1) Menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya sebagaimana dia sebutkan dalam kitabnya berjudul Almukhtasar al Uluww hal. 7, 156, 285.

2) Mengkafirkan orang-orang yang bertawassul dan beristighatsah dengan para nabi dan orang-orang soleh seperti dalam kitabnya “at-Tawassul” .

3) Menyerukan untuk menghancurkan Kubah hijau di atas makam Nabi SAW (Qubbah al Khadlra’) dan menyuruh memindahkan makam Nabi SAW ke luar masjid sebagaimana ditulis dalam kitabnya “Tahdzir as-Sajid” hal. 68-69,

4) Mengharamkan penggunaan tasbih dalam berdzikir sebagaimana dia tulis dalam kitabnya “Salsalatul Ahadits Al-Dlo’ifah” hadits no: 83.

5) Mengharamkan ucapan salam kepada Rasulullah ketika shalat dg kalimat “Melarang Assalamu ‘alayka ayyuhan-Nabiyy”. Dia berkata: Katakan “Assalamu alan Nabiyy” alasannya karena Nabi telah meninggal, sebagaimana ia sebutkan dalam kitabnya yang berjudul “Sifat shalat an-Nabi”.

6) Memaksa umat Islam di Palestina untuk menyerahkan Palestina kepada orang Yahudi sebagaimana dalam kitabnya “Fatawa al Albani”.

7) Dalam kitab yang sama dia juga mengharamkan Umat Islam mengunjungi sesamanya dan berziarah kepada orang yang telah meninggal di makamnya.

8 ) Mengharamkan bagi seorang perempuan untuk memakai kalung emas sebagaimana dia tulis dalam kitabnya “Adaab az-Zafaaf “,

9) Mengharamkan umat Islam melaksanakan solat tarawih dua puluh raka’at di bulan Ramadan sebagaimana ia katakan dalam kitabnya “Qiyam Ramadhan” hal.22.

10) Mengharamkan umat Islam melakukan shalat sunnah qabliyah jum’at sebagaimana disebutkan dalam kitabnya yang berjudul “al Ajwibah an-Nafiah”.

Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak kesesatannya, dan Alhamdulillah para Ulama dan para ahli hadits tidak tinggal diam. Mereka telah menjelaskan dan menjawab tuntas penyimpangan-penyimpangan Albani. Diantara mereka adalah:

1.Muhaddits besar India, Habibur Rahman al-’Adhzmi yang menulis “Albani Syudzudzuhu wa Akhtha-uhu” (Albani, penyimpangan dan kesalahannya) dalam 4 jilid;

2.Dahhan Abu Salman yang menulis “al-Wahmu wath-Thakhlith ‘indal-Albani fil Bai’ bit Taqshit” (Keraguan dan kekeliruan Albani dalam jual beli secara angsuran);

3.Muhaddits besar Maghribi, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin as-Siddiq al-Ghumari yang menulis “Irgham al-Mubtadi` ‘al ghabi bi jawazit tawassul bin Nabi fil radd ‘ala al-Albani al-Wabi”; “al-Qawl al-Muqni` fil radd ‘ala al-Albani al-Mubtadi`”; “Itqaan as-Sun`a fi Tahqiq ma’na al-bid`a”;

4.Muhaddits Maghribi, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin as-Siddiq al-Ghumari yang menulis “Bayan Nakth an-Nakith al-Mu’tadi”;

5.Ulama Yaman, ‘Ali bin Muhammad bin Yahya al-’Alawi yang menulis “Hidayatul-Mutakhabbitin Naqd Muhammad Nasir al-Din”;

6.Muhaddits besar Syria, Syaikh ‘Abdul Fattah Abu Ghuddah yang menulis “Radd ‘ala Abatil wal iftira’at Nasir al-Albani wa shahibihi sabiqan Zuhayr al-Syawish wa mu’azirihima” (Penolakan terhadap kebatilan dan pemalsuan Nasir al-Albani dan sahabatnya Zuhayr al-Syawish serta pendukung keduanya);

7.Muhaddits Syria, Syaikh Muhammad ‘Awwama yang menulis “Adab al-Ikhtilaf” dan “Atsar al-hadits asy-syarif fi ikhtilaf al-a-immat al-fuqaha”;

8.Muhaddits Mesir, Syaikh Mahmud Sa`id Mamduh yang menulis “Tanbih al-Muslim ila Ta`addi al-Albani ‘ala Shahih Muslim” (Peringatan kepada Muslimin terkait serangan al-Albani ke atas Shahih Muslim) dan “at-Ta’rif bil awham man farraqa as-Sunan ila shohih wad-dho`if” (Penjelasan terhadap kekeliruan orang yang memisahkan kitab-kitab sunan kepada shohih dan dho`if);

9.Muhaddits Arab Saudi, Syaikh Ismail bin Muhammad al-Ansari yang menulis “Ta`aqqubaat ‘ala silsilat al-ahadits adh-dha`ifa wal maudhu`a lil-Albani” (Kritikan atas buku al-Albani “Silsilat al-ahadits adh-dha`ifa wal maudhu`a”); “Tashih Sholat at-Tarawih ‘Isyriina rak`ataan war radd ‘ala al-Albani fi tadh`ifih” (Kesahihan tarawih 20 rakaat dan penolakan terhadap al-Albani yang mendhaifkannya); “Naqd ta’liqat al-Albani ‘ala Syarh at-Tahawi” (Sanggahan terhadap al-Albani atas ta’liqatnya pada Syarah at-Tahawi”;

10.Ulama Syria, Syaikh Badruddin Hasan Diaab yang menulis “Anwar al-Masabih ‘ala dhzulumatil Albani fi shalatit Tarawih”.

Saran kami. Hendaknya seluruh umat Islam tidak gegabah menyikapi hadis pada buku-buku yang banyak beredar saat ini, terutama jika di buku itu terdapat pendapat yang merujuk kepada Albani dan kroni-kroninya.

42 Tanggapan to “Albani, Muhaddis Tanpa Sanad Andalan Wahabi”

  1. Ya Alllah, tunjukilah aku jalan yang lurus

  2. Abu Irsyad said

    Assalamualaikum,Wahai Antum Penulis Yg Semoga Diberikan Hidayah Taupiq,Dengan Tahuid Yang Lurus dan Manhaj Yang Haq,Apakah Antum Seorang Muhadits,Kalau Bukan Sungguh Sangat disayangkan…!!Cobalah Berilmu Sebelum Beramal,Sehingga anutm Tidak Mudah Ment’azir orang Seperti ini!!berbicara lah dengan ahli Ilmu,Sehingga antum yahu mana yang haq mana yang batil!!

    • upin n ipin said

      antum ini yang konyool,dah ketauan albani ahmaq dalam ilmu, malah nyalahin orang. ngaca dulu. bahakan orang2 seperti kalian tak mau bersanad dalam ilmu, bagaimana bisa disebut ahli ilmu. dalam situs ini coba antum tunjukkan satu saja sanad hadits yang sanadnya sampai ke Rosululloh saw., kalau antum bisa tunnjukkan, baharulah saya mengaku bahwa albani mwmang orang berilmu sebagaimana kalian menyejajarkan dengan para muhadditsiin (Imam Bukhory, dll). kalau antum tak sanggup, akan saya tunjukkan sanad hadits Guru2 kami (Sayyid Muhammad almaliki, Sayyid Abbas al Maliki,dll) yang sanad ilmu haditsnya sampai ke Rosululloh.

      • ucokkail said

        ya,,, ni si abu cuci piring ini eh salah sory abu irsyad,,,kau wahabi,halal kali darah kau tu,, tak kau baca,rujukan kitab nya tu sudah jelas. buta hurup KAU ya,.manusia bodoh kau,sudah tertutup rupanya pintu hati kau untuk mengenal tuhan mu,,,,bodoh-bodoh.

    • Abdalfaqir said

      Setiap yang namanya Abu itu bergaya arab sok kearab-araban sok menjadi orang yg ‘alim (berilmu) kalau org yang berilmu itu kebanyakan tidak menyombongkan diri ( merasa dirinya ahli ilmu) ini abu Abu irsyad ini perlu ditanyakan jati dirinya sama seperti imam ahli haditsnya ini (Nasyiruddin Al Albani)perlu diteliti jati dirinya apakah antek2 Yahudi kah ???? kok kalau dijelaskan malah ngeyel, ngengkel sama watak dan karakternya itu seperti Bani Israil, ingat banyak orientalis barat mempelajari Islam tapi bukan untuk membangun Islam tapi untuk menghancurkan Islam, siapa Al albani itu dari tampang saja nggak kelihatan dia seorang syeikh, melihat wajahnya saja seram menakutkan.

  3. ..herannya syaikh Kucluk ini koq ya masih dipanuti? edan-edanan tenan.

  4. OCHIED said

    Abu irsyad,
    Nt justru yg seharusnya berilmu sekalian beramal. jgn sampe nt diketawain orang karna ucapan nt. Kirim Abu jauza utk tanggapi ini. kita dialog tdk usah emosi & lari dari pembicaraan.

    • ucokkail said

      ya tuan,,, rasanya mau kubunuh saja dia tu,,abu cuci piring itu tuan, tak tahu dia tuhan dia siapa,,tuhan si abu tu bertangan, bermato, berkaki,duduk pulak itu di atas langi,,, untung tak jatuh pula tuhan nya tu,,,maaf ya tuan,geram kali saya dengan wahabi ni.

  5. SALAFI PALSU said

    abu irsyad klo antum ngaku ahlul ‘i
    mu, bantah tulisan diatas dengan ‘ilmu…jgn spt sebagian pengekor sekte wahabi lain yg bisa hanya sumpah serapah spt preman pasar ahl jahil…

  6. abdurrahmanbinsaid said

    bagus, buktikan donk ….

  7. NU Dungu said

    Setahu ane bukan syaikh albani yang harus dibahas, tapi gusdur.. piye iki tho.. masa kuburan gusdur diambilin.. wah geblek ini mah

  8. Fatah as-syafi'i said

    tiada ilmu tanpa sanad….maka belajar atau mencari ilmu kepada guru yang melmiliki sanad yang bersambung sampai rosululloh…tidak hanya belajar dari buku yang cuman menukil2 kemudian berfatwa.

  9. Sabilulhaq said

    Emang gt dah salafy NDON..! imam buchori n muslim dah dialam lain babenya albani aja blm ada mungkin canggahnya masih NETEK kok ngritik2 gnerasi yg emang salaf bukan yg ngaku2 salaf ..kl SALAP mungkin ..:-(

  10. ABU_DARINE said

    assalamualaikum.SAYA SETUJU DENGAN PAK IRSYAD KARNA KLU PEMBUKTIAANNYA CUMA GITU SIAPA SAJA BISA MENGOMENTARI NYA,JADI MENURUT HEMAT SAYA KEPADA SAUDARA YANG MEMANG TIDAK PERNAH SUKA PADA ISLAM YANG SEBENARNYA MAKA MENGAPA KITA TIDAK MELIHAT ISLAM BERLEBIH DALAM, INI YANG DIPELAJARI CUMA SAMPUL BUKU ATAU CUMA DENGAR ORANG BILANG SESAT YA IKUTAN BILANG SESAT,DAN SEBELUM ANDA MENGKOMPLIN SAYA SAYA ADALAH PENGANUT MAZHAB SYAFII,JADI ENG SALAH KOK KLU SAYA MEMPELAJARI SELAIN MAZHAB SYAFII.OLEH KARNA ITU SILAHKAN MEMPELAJARI ISLAM SEDALAM2NYA SEMUA BOLEH DIPELAJARI KECUALI SYIAH RIFIDAH ATAU YANG SAMA JENIS SYIAHNYA DENGAN SYIAH RAFIDA(SYIAH SABAI’ayah)terima kasih wassalamualikum.

  11. Anjas said

    Blog Yng isinya hujatan….tanpa ilmu

  12. Ayyub said

    Ramai teman teman sepekerjaan berfahaman Salafy.Hati mereka keras mengharamkan itu ini,mengatakan Imam imam seperti Ibnu sinar dll sudah lari dari akidah..pahadal diri sendiri bacaan alfatehah masih banyak kesilapan..baca buku dan kitab bukan mendekat diri pada Allah tapi sibuk mencari kesilapan orang lain..

  13. asyafi said

    “kalo masalh aqidah merimamlah ke mbah hasyim…kalo masalh politik tanya ke saya” Gus Dur
    beliau bilang sendiri , dia g diikutin masalah aqidah g pa2, karena dia merasa kalah dengan kakeknya…artinya tidak mengaku2 sholeh/atau pandai gt lho mas….tp yen yg diatas ngaku ahlul hadits, dan seterusnya…semngat taqorub ilalllah drpd ngelayani org2 sawah yg sebenarnya kita mebgajak kbaikan

  14. qibthova said

    betul… kalo mo nanggapi ya pake ilmu dong… masa tengkar dengan web… ini alat klarifikasi. jangan buat tengkar di sini!!!!!
    ana setuju, salafi itu imamnya kog al-bani , bkn bukhori muslim dan ahli hadis lainnya, yang mayoritas ulama sudah mengakuinya. apakah akan ada syiah baru, atau khowarij baru dalam islam… kita patut mengelus dada kalo begitu…
    ya tuhan
    ampunilah dosa kami
    apakah yang mendorong kami seperti ini ???????

  15. imam said

    JAGA PERSATUAN UMAT ISLAM, JANGAN SALING MERASA BENAR..,
    TIDAK AKAN MASUK SURGA (ALIAS DINERAKA) ORANG YG PUNYA RASA SOMBONG WALAUPUN SEBESAR DZARAH

  16. Muhibbin said

    MAJU TERUS UNTUK MEMBONGKAR KEDOK WAHABI YG MENGAKU SALAFY

  17. Wahabi Tobat said

    Iye tuhhh kapok ane belajar ame WAHABI, 5 thn ngedalemin d Saudi Univ.Ibnu Suud malah makin banyak yg menyimpang…
    Semua pelajar Indonesia harus melek tuh…kasian byk yg jd salah pemahaman dan gampang mengkafirkan sesama Muslim…Naudzubillah min Dzaalik…
    Semoga kita semua mendapatkan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala…

  18. abu umar said

    ane stuju belajar jd dokyrt aja mesti kuliah dikedoktera ama dokter ini adahli hadits kok belajar di perpusyakaan jd muhadits nanti lama2 ada mufti blr di internet. ngaco deh salafiyun ini (maksude org yang ngaku salafi)

  19. said bin Abu bakar said

    Said Berkata,

    tobat… kita semua terperangkap pada perdebatan masalah – masalah yang pada generasinya saja sudah mereka bahas( selesai)bahwa itu semua kehendak ALLAH SWT. sama saja dengan membahas/menganalisa kenapa Sahabat Rasulullah Zubair dan Talha yang notabene nya sudah dijamin masuk surga tapi berperang melawan Ali, dan berada pada pihak yang zholim bersama Ummulmukminin, ini semua sudah suratan takdir /kehendak ALLAH SWT. bagi yang mau berfikir……

    sekarang liat kedepan JIL merajalela, neolib menganas, kaum kafir pemurtadan,Palestin dibombadir, kita sudah capek diatas berdebat/menganalisa sesuatu yg pelakunyanya sdh selesai. mari rapatkan barisan Jamaah rekatkan ukwah Islamyah tingkatkan solidaritas…. hai orang-orang beriman.
    wassalam

  20. Jadi ingat petuah Guru kami al-‘Allamah Syeikh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), “Jangan berguru kpd orang yang tidak memiliki sanad..!!”
    “Kalo cuman beli kitab/buku lalu dibaca sendiri tanpa berguru berarti sanadnya toko, kalau toko berarti duit..!!”

  21. ardy said

    hmmm melihat dan membaca semuanya tentang tulisan al-bani ini dan komentar teman2 .. saya yang kurang tahu tentang agama .. hanya mengerti sedikit mengenal diri sendiri .. itu semua tidak perlu diperdebatkan karena lambat laun semua akan terungkap dengan sendirinya…
    penuhi ilmu dan berikan pada orang2 sekitar sesuai dengan porsinya dan kapasitasnya … itu lebih baik dari pada mengesalkan hati.

  22. http://fatwaabdi.blogspot.com/2010/04/albani-muhaddis-tanpa-sanad-andalan.html

  23. DOMINI CANNES ZIONIS AMERIKA ADALAH MANHAJ SALAFI WAHABI
    http://wildwestwahabi.wordpress.com/2007/10/09/domini-cannes-zionis-amerika-adalah-manhaj-salafi-wahabi/

  24. http://qitori.wordpress.com/2007/05/29/66-bukti-sejarah-pembelaan-amerika-terhadap-israel/

  25. http://hakikatwahabi.blogspot.com/

  26. https://bicarasalafy.wordpress.com/2009/02/01/ulama-wahabi-berfatwa-haram-demo-anti-israel-dan-dukung-palestina/

  27. http://bankwahabi.wordpress.com/

  28. Anti wahaby said

    Wahaby keparat….!!! Mampus kau wahai wahaby…

  29. Mansyur said

    Komentarlah dengan sopan dalam memberikan argumen….
    jangan memaki dengan syahwat ANDA tapi tanpa ilmu… !
    ANDA ISLAM GA SIH…. atau jangan2 ATHEIS!

  30. anan said

    bismillahirrohmanirrohim

    Alhamdulillah, sholawat dan salam senantiasa tercurah pada nabi kita Muhammad….

    Apakah kita semua lupa dengan hadits riwayat Muslim, dari sahabat Abu Huroiroh bahwasanya Rosululloh bersabda “Apakah kalian tahu apa itu GHIBAH ? (yaitu) Engkau menyebut tentang saudaramu apa yang dia benci” al hadits….

    Setiap manusia pasti memiliki kesalahan, Rosululloh bersabda “Setiap bani Adam memiliki kesalahan dan sebaik2 orang yang berbuat salah adalah bertaubat”

    Bahkan terkadang seorang ulama pun terjatuh pada kesalahan, tapi Alloh telah memaafkan ketergelinciran mereka dengan memberikan satu pahala ketika mereka salah dalam berijtihad…

    Di antara kebiasaan para ulama sejak zaman para sahabat sampai di zaman kita sekarang ini adalah mereka saling mengoreksi pendapat ulama yang satu dengan ulama yang lain yang mereka anggap keliru dalam ijtihad…

    Akan tetapi mereka masih saling memuji satu sama lain dan menghormati ulama yang lain…

    Kita pun harus adil dalam menilai para ulama…Syaikh Al Albany semoga Alloh merahmatinya telah menghabiskan umur dan waktu beliau dalam mentakhrij hadits-hadits rosululloh dalam kitab-kitab sunan…Diantara hasil karya dan jerih payah beliau dengan pertolongan dan taufik dari Alloh dalam bidang hadits adalah kitab : 1) Shohih Sunan Abu Daud
    2) Dho’if Sunan Abu Daud
    3) Shohih Sunan At Tirmidzy
    4) Dho’if Sunan At Tirmidzy
    5) Shohih Sunan Ibnu Majah
    6) Dho’if Sunan Ibnu Majah
    7) Shohih Sunan An Nasai
    8) Dho’if Sunan An Nasai
    9) Silsilah Ahadits Shohihah
    10) Silsilah Ahadits Dho’ifah
    11) Irwaul Gholil fi Takrij Ahadits Manaris Sabil
    12) Dzilalul Jannah fi Takhrij Ahadits As Sunnah
    13) Shohih Al Jami’ Ash Shoghir
    14) Dho’if Al Jami’ Ash Shoghir
    15) Sifat Sholat Nabi kaannaka tarohu
    16) Ahkamul Janaiz
    17) Sifat Hajjatin Nabi kama rowahu Jabir
    dan masih banyak karya-karya emas beliau yang tidak bisa kami sebutan seluruhnya disini…

    Dan beliau juga mendapatkan penghargaan oleh Rabithoh ‘Alam Al Islamy atas kesungguhan beliau dan khidmat beliau kepada Islam dan Sunnah….

    Allah berfirman dalam Al Quran yang artinya “Janganlah kebencian kalian kepada suatu kaum membuat kalian tidak berbuat adil, Berbuat adillah karena hal itu lebih dekat pada ketakwaan”

    Nasehatku yang terakhir, jauhilah oleh kalian sifat sombong.. Rosululloh bersabda “Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia” dan dalam riwayat yang lain “Tidak akan masuk surga orang yang di hatinya terdapat kesombngan wakaupun sebesar biji dzarroh”

    Hendaknya kita muhasabah, mengoreksi diri-diri kita sebelum mengoreksi orang lain….betapa bodohnya kita, betapa dangkal ilmu kita, betapa banyak dosa yang telah kita lakukan, berapa orang yang telah kita jatuhkan kehormatannya….

    Siapa diri kita dibandingkan dengan Syaikh Al Albany yang telah putih jenggot beliau dan habis umur beliau dalam mempelajari hadit-hadits rosululloh, sedangkan umur kita habis dalam kelalaian dan senda gurau….kemudian menukil ucapan Syaikh Al Albany beberapa kalimat lalu membantahnya dengan beberapa lembar bantahan

    Tahukah kalian berapa ribu hadits yang telah beliau teliti (takhrij) dan telah beliau hafal?…dan berapa hadits yang telah engkau teliti dan engkau hafal?

    Mudah-mudahan Alloh memaafkan kelancangan lisan-lisan kita dan memberi hidayah pada kita…Dia Maha Pemurah lagi Maha Pengampun

    wabillahit Taufiq

  31. anan said

    kalo pengen tahu wahaby buka http://www.youtube.com/watch?v=44JwJLe9_Sw&NR=1….biar wawasan kita lebih luas…

  32. Abdullah said

    Mudah2xan Allah Azza Wa Jalla menunjuki orang2x dungu ini hidayah.
    Apa yang salah dengen menjadi tukang reparasi jam.
    Beliau orang yang mulia.
    Menghabiskan waktu dan uangnya untuk mempelajari, berkarya dan berda’wah untuk menegakkan syariat islam dan sunnah Nabi.
    Hidup mana yang lebih mulia daripada itu.
    Ayah beliau seorang ulama (Syeikh Nuh)
    Beliau belajar Al Quran, Fiqh dari bapaknya.
    Semoga Allah Azza Wa Jalla menghinakan orang yang memusuhi beliau

    • abah zahra said

      coba dong sebutin sanadnya sampai ke Nabi SAAW, atau paling ga sampai ke para Imam2 ahli hadits ? Kalo dari bapaknya doang terus ngaku2 muhadits, wah muslim Indonesia yang di ajarin bapaknya juga bisa ngaku muhadits….

  33. abu n son said

    mending kite solat awal waktu ajentar klo ada yg larang ntar kita aja lempar ama batu biar mampus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: