Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Imam Agung Salafy/Wahabi Bin Baz: Boleh Kawin Dengan Niat “Nipu” (Berbohong)

Posted by bicarasalafy pada Juli 20, 2009

Jika anda ingin kawin tapi belum siap baik secara finansial atau hal-hal yang lain, lalu apa caranya agar anda tetap bisa kawin dengan mudah? Kawin kontrak atau mut’ah? tentu haram dong hukumnya! lalu apa ya?

Anda tak usah bingung dan repot memikirkannya karena juru fatwa Imam Agung Salafy/Wahabi Syekh Bin Bazz telah menemukan cara memecahkan masalah yang pelik ini. kawini saja anak orang, baik sehari, dua hari atau berapa hari terserah anda, setelah itu cari alasan dan ceraikan istri anda itu, habis perkara! Tapi DENGAN SYARAT JANGAN ANDA KATAKAN KEPADA CALON ISTRI (yang malang tersebut) ATAU CALON MERTUA ANDA TENTANG NIAT ANDA UNTUK MENCERAIKANNYA SETELAH ANDA NIKMATI ( alias anda harus berbohong atau menipu lah ). atau dengan bahasa santun Syekh bin Bazz dikatakan “Kawin Dengan Niat Talak” !!!

Kawin seperti ini menurut Syekh bin Bazz “HALAL” hukumnya! Blogger ABU SALAFY telah mengungkap fatwa ini dengan disertai scan dari kumpulan fatwa Bin Bazz “Majmuk Fatawa oleh Ibin Baz, Jilid 4, hal 29-30 cetakan Riyadh – Saudi Arabia, Tahun 1411/1990″

Selanjutnya anda saya persilahkan menikmati tulisan Abu Salafy dibawah ini:

 

SUMBER ARTIKEL: ABUSALAFY.WORDPRESS.COM 

Ditulis Oleh ABU SALAFY

Setelah kita muat berita tentang peringatan sebuah lembaga partikelir Saudi “Awashir” terhadap warga Saudi agar berhati-hati menikah di negeri asing, dan fatwa Syekh bin Baz tentang kawin kontrak ala wahabi/salafi atau yang disebut oleh Syekh Bin Baz “NIKAH DENGAN NIAT (akan) DI TALAQ”. kami mendapat banyak tanggapan dan banyak pula para wahabi yang menuduh kami berbohong atau menfitnah, padahal telah kami kutipkan dengan jelas nama buku, halaman, tahun dan tempat cetakan buku rujukan kami tersebut. Maka dengan ini kami muat TEKS FATWA SYEKH BIN BAZ tersebut dan kami sertakan scan-nan buku fatawa tersebut. sebagai bukti kepada para wahabi/salafy bahwa blog kita bukan seperti situs dan blog mereka yang suka menuduh dan tanpa bukti.

kami heran dengan mereka kenapa tidak mau membuka buku fatawa Syekh Bin Baz tersebut, kami yakin mereka pasti memilikinya, mungkin saja mereka malu karena Imam Agung mereka Syekh bin Baz berfatwa mirip musuh bebuyutannya (syi’ah) tentang kawin mut’ah, bahkan fatwa kawin dengan niat talaq ini lebih jelek karena merupakan bentuk penipuan terhadap calon istri yang akan dinikah.

Selanjutanya silahkan membaca TEKS FATWA SYEKH BIN BAZ “NIKAH DENGAN NIAT TALAK” yang kami kutip dari buku “Majmuk Fatawa“-nya Syekh Abdul Aziz bin Abdullah yang dikenal dengan sebuatan Bin Baz, Jilid 4, hal 29-30 cetakan Riyadh – Saudi Arabia, Tahun 1411/1990″

 

-NIKAH DENGAN NIAT (AKAN) DI TALAQ-

Pertanyaan: Saya mendengar bahwa anda berfatwa kepada salah seorang polisi bahwa diperbolehkan nikah di negeri rantau (negeri tempat merantau), dimana dia bermaksud untuk mentalak istrinya setelah masa tertentu bila habis masa tugasnya. Apa perbedaan nikah semacam ini dengan nikah mut’ah? Dan bagaimana kalau si wanita melahirkan anak? Apakah anak yang dilahirkan dibiarkan bersama ibunya yang sudah ditalak di negara itu? Saya mohon penjelasanya.

Jawab: benar. Telah keluar fatwa dari “Lajnah Daimah”, di mana saya adalah ketuanya, bahwa dibenarkan nikah dengan niat (akan) talak sebagai urusan hati antara hamba dan Tuhannya. Jika seseorang menikah di negara lain (di rantau) dan niat bahwa kapan saja selesai dari masa belajar atau tugas kerja, atau lainnya, maka hal itu dibenarkan menurut jumhur para ulama. Dan niat talak semacam ini adalah urusan antara dia dan Tuhannya, dan bukan merupakan syarat dari sahnya nikah.

Dan perbedaan antara nikah ini dan nikah mut’ah adalah dalam nikah mut’ah disyaratkan masa tertentu, seperti satu bulan, dua bulan, dan semisalnya. Jika masa tersebut habis, nikah tersebut gugur dengan sendirinya. Inilah nikah mut’ah yang batil itu. Tetapi jika seseorang menikah, di mana dalam hatinya berniat untuk mentalak istrinya bila tugasnya berakhir di negara lain, maka hal ini tidak merusak akad nikah. Niat itu bisa berubah-ubah, tidak pasti, dan bukan merupakan syarat sahnya nikah. Niat semacam ini hanyalah urusan dia dan Tuhannya. Dan cara ini merupakan salah satu sebab terhindarnya dia dari perbuatan zina dan kemungkaran. Inilah pendapat para pakar (ahl al-ilm), yang dikutip oleh penulis Al-Mughni Muwaffaquddin bin Qudamah rahimahullah

______________________

Dan dibawah ini Scan dari buku asli Fatwa tersebut.

fatwa bin baz.1

fatwa bin baz.2

fatwa bin baz.3

17 Tanggapan to “Imam Agung Salafy/Wahabi Bin Baz: Boleh Kawin Dengan Niat “Nipu” (Berbohong)”

  1. Syukri said

    Fatwa gila, ayo salafy/wahabi apa mau gadis-gadis kamu dinikahi dengan ditipu seperti gitu…?
    ternyata Imam dan ulama wahabi bin baz nilainya cuma segitu.. gini kok dipuja-puja dan dibesar-besarkan

    wahabi ribut kawin kontrak/mut’ah eh ternya ajarannya malah bikin aturan nikah nipu..
    mending kawin kontrak karena masih terang-terangan ngomong di depan jadi calon istri tidak merasa ditipu, kesepakatan di depan, setuju dijalani, tidak setuju batal… TAPI KAWIN MODEL WAHABI BIN BAZ… BENAR-BENAR KEDHOLIMAN KEPADA CALON ISTRI YANG DITIPU..

    pantesan para turis arab wahabi dari saudi kalo ke indonesia ramai-ramai ke puncak dan ke desa-desa mencari calon mangsa yang mau ditipu !! habis holiday bye bye… !!

    • juni said

      Iya betull..
      salah satu keharaman nikah adalah melakukan Nikah dengan niat menipu. (Fiqih Syafi`i)
      adapun seorang yang menikah dengan niat sungguh-sungguh kemudian pada suatu saat si istri tidak rela atas nafakah yang ia terima kemudian akhirnya di cerai oleh sang suami. maka hal itu adalah boleh. Wallohu `Alam

  2. opix said

    oooh pantesan para teroris malaysia seenaknya kawin di sini..enake..abis ngeboom orang tak berdosa..ngebomi pula gadis gadis kita ckckckc…wahabi gemblung

  3. zaki said

    wahai saudaraku jnaganlah mencela ulama salaf dari kalangan tabi”it tabiin blh jd yang ada sebarkan salah,krn itu periksa dulu sebelum berkata.yang mempunyai faham itu cm satu aliran aja bukan salafi tapi rafidhoh{syiah}jadi anda tlng meminta maaf kepada umat muslim.syekh bin bas adalah gru yang sangat bangus di kalangan seluruh dunia.ittaqillah .

    ____________
    -bicara salafy-

    Gimana mas, kalo anak anda atau saudara perempuan anda di kawin dengan “nipu” (niat akan dicerai) ala ulama andalan anda Bin Baz tersebut, boleh nggak?
    kalo nggak boleh ikuti aja selainnya, jangan taklid buta kepada bin baz.

  4. tukangtidur said

    Bro, cape kalo mencari-cari kesalahan orang. Menjelek2kan harakah lain. Mendingan gimana caranya agar kita bisa menjadi pribadi muslim yang baik. Blog ini jauh banget dari kesan islami. Malah mirip faithfreedom yang gemar mencacimaki islam.

    salam

    tukangtidur

    ________________
    bicara salafy

    Mas tukang tidur, sebaiknya anda membaca tulisan diatas terlebih dahulu, jangan berbicara dalam bermimpi.
    kalo anda tidak setuju dengan fatwa diatas, maka anda boleh protes kepada muqollid bin baz (karena bin baz nya telah al marhum)

    ….Menjelek2kan harakah lain…. ndak ada yang menjelekkan, kalo fatwa diatas anda pandang tidak pantas, maka tugas anda protes kepada ustad-ustad salafi/wahabi yang menyebarluaskan/menerbitkan fatwa tersebut

    • siosup said

      Niat itu di hati, kalopun dia niat nikah untuk talak sesuai fatwa ya boleh.
      Dan semua itu ada pertanggung jawabnya kelak saat hari perhitungan, ” Niat
      semacam ini hanyalah urusan
      dia dan Tuhannya”.
      Dan kenapa itu harus dipermasalahkan.
      Dan jika pria itu benar2 muslim yg takut kepada Rabbnya dia nggk akan mengambil jalan pintas seperti itu(menuruti hawa nafsu) nya.
      Dan semua berbalik kepada diri sendiri,

  5. Syakli said

    Terus terang saya sedih melihat website atau blog umat Islam yang saling mencaci di antara sesamanya. Musuh kita yang sebenarnya adalah Yahudi dan Nasrani serta berbagai aliran sesat yang mengatas-namakan diri sebagai Islam. Blog anda ini mencerminkan rendahnya akhlak muslim. Jangan mencaci atau melecehkan ulama Islam yang belum tentu kedudukan ke-Islam-an anda lebih baik darinya. Fatwa yang anda tulis di atas merupakan hasil kajian mufassirin dan ahli hadits yang terhimpun dalam Lajnah Daimah, bukan fatwa orang-orang bodoh & awam tentang Islam sekelas kita. Mereka berfatwa atas dasar Al-Qur’an dan Hadits shohih. Para ulama itu adalah pewaris nabi, mereka berfatwa atas dasar ilmu bukan dendam tanpa juntrungan atau napsu. Mencaci ulama dan orang alim sama dengan anda mencaci nabi. Kami kaum muslimin tidak terima dengan pelecehan ini.

    • SALIM said

      la ilaha illa allah, muhammad rosul allah.
      bagaimana seorg bin baz bs di beri status ULAMA..?
      sdg dia g ngerti dgn apa yg dia bicarakan..?
      nabi s.a.w tdk pernah merintahkan kita nikah dgn rencana cerai/ menipu.
      sampeyan mending syahadat ulang, SYAKLI….

      • siosup said

        Kalo syahadat pasti tiap hari lah minimal saat solat.
        Apa itu perlu dipermasalahkan, kalo nggk cocok tinggalkan.

    • sekali said

      lebih baik sedih liat diri sendiri dulu, kenapa allah menghijab kebenaran dari hati anda.
      sebelum nyebrang ke yahudi dan lain-lain, duri dalam daging musti dibersihin dulu.
      mencaci bin baz sama dengan mencaci nabi? bagaimana dengan mencaci cucu nabi? tanya tuh bin baz, dalam kasus cucu kesayangan nabi imam husain, siapa yang salah? maka jawaban yang akan anda dapatkan adalah “Yazid tidak bersalah dan sudah melakukan yang memang seharusnya dilakukan (artinya memang darah imam husain itu halal)”
      tidak berhenti sampai disitu, habaib pun jadi bahan cercaan kedengkian mereka.
      soal bukan orang bodoh, diakui mereka memang pintar, saking pintarnya bisa begoin jutaan pengikutnya.

  6. Noval said

    Mencari-cari kelemahan orang merupakan perbuatan terlarang (baca haram) dalam Islam. Tujuannya apa? Tidak lain adalah untuk menghancurkan kelompok salaf dan itu berarti membiarkan kesesatan umat Islam terus merajalela. Ulama salaf sejak dulu sampai kini mereka mengajarkan Islam yang sebenarnya, Islam yang bersih sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah shahihah sesuai dengan pemahaman para shahabat, tabiin dan tabiit tabiin yang notabene merupakan generasi terbaik Islam. Berdasarkan surat At-Taubah ayat 100 inilah kelompok yang selamat. Tunjukkan apabila pemahaman anda tentang Islam lebih baik dari faham salaf. Semua ajaran mereka berdasarkan Al-Qur’an dan hadits-hadits shohih, lalu faham anda berdasar apa kalau mereka anda cerca?

    Kesalahan pemahaman anda tentang Islam lebih banyak yang perlu dikritisi, sehingga lebih baik anda introspeksi diri daripada mencerca ulama. Perhatikan kaidah Islam berikut ini:
    Kalau amal perbuatan itu baik
    pasti mereka (para shahabat)
    telah melakukannya lebih dulu.
    Karena tidak ada satupun amaliyah Islam yang diperintahkan, dianjurkan, maupun yang dicontohkan nabi yang tidak dilakuakan oleh para shahabat yang sebagian dari mereka telah dijamin dengan jannah.
    Coba kritisi amaliyah Islam anda sekarang ini apakah ada contoh yang dikerjakan oleh nabi dan/atau shahabat. Kalau tidak ada contoh dari mereka barangkali anda telah MEMBIKIN AGAMA, karena risalah Islam sudah sempurna.***

    • aris said

      makanya kl belajar agama harusnya ke yaman atau syam karena kafaqihan dan hikmah ada disana serta diberkahi Allah SWT.jangan belajar sama pemliki/pengembala onta karena disana munculnya sumber kekufuran.

  7. mubarak said

    saya mau tanya jika wanita-wanita yang dinikahi dengan niat untuk ditalaq dan masing-masing punya anak-anak dan nasabnya tidak diketehui siapa bapak dari anak tersebut dan dikemudian hari mereka (anaknya) menikah dengan satu bapak, gimana hukumnya ?

  8. Salaf dengan Wahabi/Salafi sangatlah jauh berbeda, jangan terkecoh oleh nama apalagi hanya atas nama Salaf, tidaklah mengikuti wahabi/Salafi kecuali orang Jahil

  9. budi said

    ust abu salafy.saya tdk tahu apa motif anda mnulis fatwa tsb.andaikata benar,maka hrsny anda kaji dulu fatwa tsb.jika memang salah silakn kritik.yg jadi mslh dlm hal tsb adlh niat.masalah niat ini benar hanya Allah yg tau n kta tdk bs mnghukumi niat tsb.namun sayang gaya bahasa anda adlh provokasi.pdhal bs jadi jawaban ibnu baz benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: