Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Muhammad bin Abdul Wahhab si “Tukang Kafir” Seri 1

Posted by bicarasalafy pada November 23, 2008

Muhammad bin Abdul Wahhab si “Tukang Kafir” Seri 1

Kali ini, kita akan menjadikan buku karya Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim al-Hambali an-Najdi yang berjudul “Ad-Durar as-Saniyah” sebagai rujukan kita. Dalam kitab tersebut, penulis menjelaskan beberapa redaksi langsung dari Ibnu Abdul Wahhab yang dengan jelas dan gamblang membuktikan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah mengkafirkan banyak dari kaum muslimin, yang tidak sepaham dengan pemikirannya.


Bukti Lain Pengkafiran Wahhaby;

Muhamad bin Abdul Wahhab Menganggap Para Ulama Musyrik (1)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sekte Wahabi adalah sekte yang memiliki kekhususan tersendiri dari kelompok muslim lain, yaitu pengkafiran. Setelah kita mengetahui beberapa bukti pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap para ulama, kelompok dan masyarakat muslim selain pengikut sektenya, kini kita akan melihat kembali beberapa teks yang dapat menjadi bukti atas pengkafiran tersebut. Kali ini, kita akan menjadikan buku karya Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim al-Hambali an-Najdi yang berjudul “Ad-Durar as-Saniyah” sebagai rujukan kita. Dalam kitab tersebut, penulis menjelaskan beberapa redaksi langsung dari Ibnu Abdul Wahhab yang dengan jelas dan gamblang membuktikan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah mengkafirkan banyak dari kaum muslimin, yang tidak sepaham dengan pemikirannya.

Kita akan mengambil beberapa contoh yang dinukil dari kitab di atas dan sedikit memberikan komentar sesuai dengan apa yang dinukil oleh penulis;

1- Muhamad bin Abdul Wahhab Mengaku Pemilik Ajaran Tauhid Sejati

Ternyata fenomena mengaku-ngaku sebagai satu-satunya pemilik ajaran Tauhid para pengikut sekte Wahhaby itu bermula dari pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab. Dengan begitu akhirnya mereka tidak menganggap konsep Tauhid yang dipahami oleh ulama muslimin lain (Ahlusunnah), karena sikap keras kepala dan merasa paling benar sendiri.

Kali ini, kita akan lihat ungkapan Muhammad bin Abdul Wahab berkaitan dengan dakwaannya atas monopoli kebenaran konsep Tauhid versinya, dan mengaggap selain apa yang dipahami sebagai kebatilamn yang harus diperangi:


…Dahulu, aku tidak memahami arti dari ungkapan Laailaaha Illallah. Kala itu, aku juga tidak memahami apa itu agama Islam. (Semua itu) sebelum datangnya anugerah kebaikan yang Allah berikan (kepadaku). Begitu pula para guru(ku), tidak seorangpun dari mereka yang mengetahuinya. Atasa dasar itu, setiap ulama “’al-Aridh’” yang mengaku memahami arti Laailaaha Illallah atau mengerti makna agama Islam sebelum masa ini (anugerah kepada Muhammad bin Abdul Wahhab, red) atau ada yang mengaku bahwa guru-gurunya mengetahu hal tersebut maka ia telah melakukan kebohongan dan penipuan. Ia telah mengecoh masyarakat dan memuji diri sendiri yang tidak layak bagi dirinya.” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 51 )

Dari ungkapan di atas telah jelas bagaimana Muhammad bin Abdul Wahhab telah melakukan:


a- Mengaku hanya dirinya (monopoli) selama ini yang paham konsep Tauhid dari kalimat Laailaaha Illallah dan telah mengenal Islam dengan sempurna.
b- Menafikan pemahaman ulama dari golongan manapun berkaitan dengan konsep Tauhid dan pengenalan terhadap Islam, termasuk guru-gurunya sendiri dari mazhab Hambali. Apalagi dari mazhab lain.
c- Menuduh para ulama lain yang -versinya- tidak memahami konsep Tauhid dan Islam telah melakukan penyebaran ajaran batil, ajaran yang tidak berlandaskan ilmu dan kebenaran.
d- Hanya dirinya yang mendapat anugerah khusus Ilahi itu. Dan dirinya pulalah yang berhak mendapat pujian, baik di dunia maupun di akherat. Karena tentu kebatilan -versinya- mustahil akan menjanjikan keselamatan dan kebahagiaan sejati di akherat.


Dari ungkapan Syeikh Wahhabi itu maka janga heran jika para pengikutnya pun hingga saat ini terus men-talqin-kan diri mereka telah selamat dari kesesatan pemahaman ulama-ulama yang tidak memahami konsep Tauhid -sebagai landasan utama agama Islam- dan segala hal yang berhubungan dengan pemahaman agama Islam. Dari sinilah pengkafiran kelompok Wahhaby dan monopoli kebenaran muncul di benak kaum Wahaby.

Dari situ maka jangan heran jika pelecehan terhadap para ulama Islam pun mulai gencar ia lakukan. Sebagai contoh apa yang telah disebutkannya:


Mereka (ulama Islam) tidak bisa membedakan antara agama Muhammad dan agama ‘Amr bin Lahyi yang dibuat untuk diikuti orang Arab. Bahkan menurut mereka, agama ‘Amr adalah agama yang benar.” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 51)

Siapakah gerangan ‘Amr bin Lahyi itu? Dalam kitab sejarah karya Ibnu Hisyam disebutkan bahwa;ia adalah pribadi yang pertama kali pembawa ajaran penyembah berhala ke Makkah dan sekitarnya. Dulu ia pernah bepergian ke Syam. Di sana ia melihat masyarakat Syam menyembah berhala. Melihat hal itu ia bertanya dan lantas dijawab: “berhala-berhala inilah yang kami sembah. Setiap kali kami menginginkan hujan dan pertolongan maka merekalah yang menganugerahkannya kepada kami, dan memberi kami perlindungan”. Lantas Amr bin Lahy berkata kepada mereka: “Apakah kalian tidak berkenan memberikan patung-patung itu kepada kami sehingga kami bawa ke tanah Arab untuk kami sembah?”. Kemudian ia mengambil patung terbesar yang bernama Hubal untuk dibawa ke kota Makkah yang kemudian diletakkan di atas Ka’bah. Lantas ia menyeru masyarakat sekitar untuk menyembahnya“ (Lihat: as-Sirah an-Nabawiyah karya Ibnu Hisyam jilid 1 halaman 79)

Jadi muhammad bin Abdul Wahhab telah melakukan:


a- Menyamakan para ulama Islam dengan ‘Amr bin Lahy pembawa ajaran syirik.
b- Menuduh para ulama mengajarkan ajaran syirik.
c- Menuduh para pengikut ulama Islam sebagai penyembah berhala yang dibawa oleh ulama-ulama Islam itu.

Dari sini jelas sekali bahwa pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap para ulama dan kaum muslimin sangatlah nampak sekali sebagaimana matahari di siang bolong. Ia telah menvonis bahwa, siapapun yang memahami ajaran Tauhid ataupun pemahaman Islam yang berbeda dengan apa yang di otaknya maka ia masih tergolong sesat karena tidak mendapat anugerah khusus Ilahi. Ajaran itu dipastikan sama dengan ajaran syirik nan sesat sebagaimana ajaran ‘Amr bin Lahy, pembawa berhala ke kota Makkah. Itu karena, para ulama Islam meyakini legalitas ajaran seperti Tabarruk, Tawassul…dsb.

Bersambung….

4 Tanggapan to “Muhammad bin Abdul Wahhab si “Tukang Kafir” Seri 1”

  1. nurhadi said

    kalau belum mengenal beliau ,antum jangan menuduh,tanyakan kepada ulama sesungguhnya,antum belajar dimana? dari koran atau kitab 2 sesat yang jadi rujukan

  2. M. Bey said

    Membaca semua debat di blog ini yang penuh dengan fitnah saya kok merasa seperti mimpi hidup pada jaman jahiliyah. Pesan saya kepada penerbit blog ini:
    1. Jika antum merasa marah dengan sekte kaum wahabi (menurut istilah antum)yang selalu mengkafirkan dan membid’ahkan maka sampaikan bantahan2 antum memakai dalil2 dan hujjah yamg kuat berdasarkan Al Qur’an dan Assunah dengan sendirinya tuduhan mereka akan terpental dengan sendirinya jangan antum mengembalikan fitnah dengan fitnah mau dibawa kemana umat ini.
    2. Kebencian anda kepada kaum wahabi dengan mengatakan sebagai sekte sesat saya tidak dapat mengerti bagaimana antum bermakmum waktu bersholat di masjidil Haram dan Masjid Nabawi kan muslimin mafhum betul imam2 disana adalah dari sekte yang antum sebut.
    3. Tentu kita sepakat sebagai ahlusunnah jika ingin menyebarkan kebenaran maka sampaikan kebenaran itu dengan dalil2 dan hujjah yang haq dari Allh SWT dan RosulNya.
    4. Saya selaku muslim merasa sedih bila membaca isi blog ini saran saya sudahilah menggunakan bahasa2 yang menyinggung da menyakiti kelompok2 lain yang berbeda dengan kita, kecuali memang antum mempunyai tujuan memecah belah ummat.

    ______________
    -bicarasalafy-

    Biasa pembela sekte ini jika dikritisi mereka menyebut fitnah dan tanpa dalil. saya persilahkan anda membantah tulisan di blog ini dengan dalil2 anda biar pembaca menilainya.

    untuk mas M. Bey jika ingin tahu lebih banyak bukti-bukti pengkafiran dan pensesatan tokoh sekte ini kami persilahkan anda membaca buku M. Abdul Wahab Kasyfu Syubuhat dan baca di blog ini bantahan atas buku tersebut yang berseri, selanjutnya kami persilahkan pembelaan anda dengan disertakan dalil2nya.

    KITAB KASYFU ASY-SYUBUHAT DOKTRIN TAKFIR WAHHABI PALING GANAS

    Soal memecah belah umat, maka wahabi adalah biangnya, bukankah mereka yang menyesatkan, mensyirikkan bahkan mengkafirkan umat islam yang muwahhidin? ! liahat saja blog2 pengikut sekte ini.

  3. M. Bey said

    Saya bukan pembela Wahabi, Syiah atau Ahlusunnah (pengelompokan seperti yang akhi sebutkan), menurut saya Agama islam itu pedomannya sudah jelas hanya Alquran dan Alhadist. Pengelompokan2 yang akhi sebutkan lebih menjurus kepada pemecahan ummah. kalau akhi menyebutkan wahabi sebagai biang pemecah belah ummah lalu apakah anda memposisikan sebagai pengekornya dengan semua muatan yang ada di blog ini. Saya tidak berminat dengan siapapun untuk berdebat yang menjurus kepada kebencian yang pada akhirnya menimbulkan pepercahan ummat islam, tetapi kalau untuk mencari kebenaran dengan menyampaikan kebenaran itu sendiri sehingga akan menambah khasanah ilmu kita Insya Allah dengan senang hati akan saya lakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: