Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

SALAFI PECAH-BELAH

Posted by bicarasalafy pada November 21, 2008

SALAFI PECAH-BELAH
Oleh: Abu Rifa Al-Puari

Sumber: http://abuumar.multiply.com/journal/item/98/Perang_Sesama_Salafi

Salafi meyakini bahwa hanya ada satu golongan yang selamat dan masuk syurga, yakni salafi, dari sekian banyak golongan yang ada saat ini (73 golongan). Salafi menggunakan landasan hadits Nabi saw, berikut ini:

Umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu golongan.”Ditanyakan kepada beliau: “Siapakah mereka, wahai Rasul Allah?” Beliau menjawab: “Orang-orang yang mengikutiku dan para sahabatku.” (HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim).
Kemudian diperkuat lagi dengan kaidah yang mereka gunakan bahwa
“Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan jumlahnya banyak sekali”, kebenaran yang satu ada pada salafi!
Keyakinan ini berdasarkan hadits Nabi saw:

Rasulullah saw bersabda: ‘Inilah jalan Allah yang lurus’ Lalu beliau membuat beberapa garis kesebelah kanan dan kiri, kemudian beliau bersabda: ‘Inilah jalan-jalan (yang begitu banyak) yang bercerai-berai, atas setiap jalan itu terdapat syaithan yang mengajak kearahnya’
(HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim) lihat 1, hal 47-48

Kemudian beliau membaca ayat, yang artinya:

Dan (katakanlah): ‘Sesungguhnya inilah jalanku yang lurus maka ikutilah dia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa (Al-An’am 153).

Sehingga salafi meyakini bahwa semua golongan sesat, bid’ah, tidak selamat dan tidak masuk syurga.

Dengan keyakinan ini maka salafi merasa dirinya paling benar (karakter 1),

sedangkan ulama/golongan lain selalu salah, sesat dan bid’ah.


Sehingga golongan sesat dan bid’ah ini layak untuk dicela (karakter 2), harus diungkapkan semua keburukannya dan jangan diungkapkan secuil-pun kebaikannya, karena khawatir nanti diikuti oleh umat Islam. lihat 4, hal 28-29

Sehingga bertaburanlah dalam pengajian, daurah, seminar, buku-buku dan website-website salafi pernyataan bahwa hanya salafi-lah yang paling sesuai dengan as-sunnah dan celaan sesat dan bid’ah kepada ulama/golongan selain salafi.

Berpecah-belah sesamanya

Tetapi ada satu hal yang aneh dan sangat bertolak belakang dengan keyakinan diatas, pada saat kita mencoba lebih jauh mengenal salafi maka akan dijumpai fakta bahwa secara internal salafi berpecah-belah sesamanya.

Salafi yang satu meyakini bahwa dirinya paling benar dan yang lain sesat, sehingga mereka mencela salafi yang lain dan ditahdzir (diperingatkan) agar segera bertaubat. Sedangkan salafi yang dicela juga mengatakan hal yang sama, bahwa merekalah yang paling benar dan yang lain sesat.

Hal ini terjadi, kemungkinan besar karena karakter salafi yang merasa dirinya paling benar (karakter 1), sehingga sesama mereka sendiri saling berselisih, mau menang sendiri dan mencela satu sama lain (karakter 2).

Berikut ini beberapa pernyataan dari beberapa orang

1. Abdurahman Wonosari:

Berkaitan dengan fitnah tahazzub, yang dinukilkan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi, dengannya memecah-belah barisan salafiyyin dimana-mana, termasuk di Indonesia. Kemudian fitnah yang ditimbulkan oleh Yayasan Ihya’ ut Turots yang dipimpin oleh Abdurahman Abdul Kholiq serta Abdullah as Sabt.

Abdurahman Abdul Khaliq telah dinasihati secara keras dan sebagian Ulama’ menyebutnya sebagai mubtadi’. Adapun Jum’iyyah Ihya’ ut Turots dan Abdurahman Abdul Khaliq telah berhasil menyusupkan perpecahan sehingga mencerai-beraikan Salafiyyin di Indonesia. Apakah Jum’iyah Ihya’ ut Turots (disingkat JI) ini memecah-belah dengan pemikiran, kepandaian,gaya bicara mereka saja? lihat 6

2. Abu Ubaidah Syafrudin:

Bahkan sampai ta’ashub dengan kelompoknya, golongannya, sehingga menyatakan bahwa salafy yang murni adalah kelompok salafy yang ada di tempat fulani dan berada di bawah ustadz fulan. lihat 6

Perpecahan internal ini bisa sangat tajam, sehingga kata-kata yang diucapkan bisa sangat kasar, sehingga tidak layak diucapkan oleh seorang hamilud da’wah (pengemban da’wah),

3. Abdul Mu’thi:

Khususnya yang berkenaan tentang Abu Nida’, Aunur Rafiq, Ahmas Faiz serta kecoak-kecoak yang ada di bawah mereka. Mereka ternyata tidak berubah seperti sedia kala, dalam mempertahankan hizbiyyah yang ada pada mereka. lihat 6

4. Muhammad Umar As-Sewed:

Adapun Abdul Hakim Amir Abdat dari satu sisi lebih parah dari mereka, dan sisi lain sama saja. Bahwasanya dia ini, dari satu sisi lebih parah karena dia otodidak dan tidak jelas belajarnya, sehingga lebih parah karena banyak menjawab dengan pikirannya sendiri. Memang dengan hadits tetapi kemudian hadits diterangkan dengan pikirannya sendiri, sehingga terlalu berbahaya.

Ini kekurangan ajarannya Abdul Hakim ini disebabkan karena dia menafsirkan seenak sendiri dan memahami seenaknya sendiri. Tafsirnya dengan Qultu, saya katakan, saya katakan , begitu. Ya.., di dalam riwayat ini…ini… dan saya katakan, seakan-akan dia kedudukannya seperti para ulama, padahal dari mana dia belajarnya.

Ketika ditanyakan tentang Abdul Hakim , “Siapa?”, lalu diterangkan kemudian sampai pada pantalon (celana tipis yang biasa dipakai untuk acara resmi ala Barat, red), “Hah huwa Mubanthal (pemakai panthalon, celana panjang biasa yang memperlihatkan pantatnya dan kemaluannya itu)” lihat 2

5. Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji:

KITA KATAKAN: apalagi yang kalian tunggu wahai hizbiyyun? Abu Nida’, Ahmas Faiz dan kelompok kalian At-Turatsiyyin!! Bukankah kalian menunggu pernyataan dari Kibarul Ulama’? Bahkan “kita hadiahkan” kepada kalian fatwa dari barisan ulama salafiyyin yang mentahdzir Big Boss kalian!! Kenapa kalian tidak bara’ dan lari dari At-Turats?! Mengapa kalian masih tetap menjilat dan mengais-ngais makanan, proyek-proyek darinya?! lihat 5

Walhasil, perpecahan diantara salafi terjadi beberapa kelompok dan diantara mereka merasa paling dirinya paling benar.

Kelompok-kelompok yang berpecah-belah dan saling menganggap sesat itu antara lain:

1. Kelompok Al-Muntada (sururiyah)
yang didirikan oleh Salafi London yakni Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin, kemudian di Indonesia membentuk kelompok Al-Sofwah dan Al-Haramain dengan pentolannya Muhammad Kholaf, Abdul Hakim bin Abdat, Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, Ainul Harits (Jakarta) dan Abu Haidar (As-Sunnah Bandung).

Ini juga dari kedustaan dia, membangun masjidnya ahlul bid’ah, banyak ya…. Hadza Al-Sofwah, dan Yazid Jawwas mengatakan “Al-Sofwah itu Salafy”, padahal tadinya ketika dia masih sama kita dia mengatakan bahwa Al-Sofwa itu ikhwani, Surury, tapi ketika dia bersama mereka sudah meninggalkan Salafiyyin, terus omongnya sudah lain.

Sehingga apa yang mereka sebarkan dari prinsip-prinsip ikhwaniyyah dan Sururiyyah ini, adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasulullah, dan bertentangan dengan 180 derajat. lihat 2

2. Kemudian kelompok Jami’yatuts Turots Al-Islamiyah (lembaga warisan Islam)
yang didirikan oleh salafi Kuwait Abdurrahman Abdul Khaliq, di Indonesia membentuk kelompok Ma’had Jamilurahman As-Salafy dan Islamic Center Bin Baaz (Jogya) dengan pentolannya Abu Nida’, Aunur Rafiq Ghufron (Ma’had Al-Furqan Gresik), Ahmad Faiz (Ma’had Imam Bukhari Solo), dll.

Lantas bagaimana menyikapi orang-orang at Turots/Abu Nida’ cs ini ?

Syaikh Muqbil memberikan kaidah tentang orang-orang yang padanya ada pemikiran hizbiyah, bahkan Abdurahman Abdul Kholiq dicap adalah mubtadi’. Dengan keadaan Abu Nida’ yang demikian, apakah sudah bisa memastikan bahwa Abu Nida’ adalah hizbi ? Ya (Syaikh Yahya al Hajuri).

Disinilah perlunya membedakan antara Salafiyyin dan At Turots, sebagaimana Allah tegaskan tidak akan sama orang yang berilmu dan beramal, dibanding orang yang beramal dengan kejahilan. lihat 6

3. Ada lagi kelompok salafi lain seperti FK Ahlussunnah wal jamaah dan Lasykar Jihad yang didirikan oleh Ja’far Umar Thalib, yang juga dianggap sesat oleh salafi lainnya.

Beberapa komentar dari mereka

Abdurahman Wonosari:
Sebagian orang menganggap kita yang telah berlepas diri dari kesesatan Ja’far Umar Thalib (JUT). Namun ketika jelas setelah nasihat dari para Ulama’ atas JUT, namun dia enggan menerimanya bahkan justru dia meninggalkan kita, maka Allah memudahkan kita berlepas diri daripadanya. Bahkan memudahkan syabab kembali kepada Al Haq, tanpa harus bersusah-payah. Padahal sebelumnya, banyak yang ingin menjatuhkan JUT dari sisi akhlak dan muammalahnya.

Qadarallah, selama ini kita disibukkan dengan jihad (th 2000 – 2002), yang dengan jihad tercapai kebaikan-kebaikan, tidak diingkari juga adanya terjerumusnya dalam perkara siyasah/politik. Dan hal ini, membikin syaikh Rabi’ bin Hadi menasehatkan dengan menyatakan : “Dulunya jihad kalian adalah jihad Salafy, kemudian berubah menjadi jihad ikhwani.”

Mendengar peringatan yang demikian, alhamdulillah, Allah sadarkan kita semua, langsung bangkit dan kemudian berusaha membubarkan FKAWJ (Forum Komunikasi Ahlusunnah wal Jama’ah, red) dan menghentikan komandonya JUT (Laskar Jihad Ahlusunnah wal Jama’ah, red). Alhamdulillah. lihat 6

Kemudian kelompok salafi lainnya Ponpes Dhiyaus Sunnah (Cirebon) dengan Muhammad Umar As-Sewed. lihat 2 dan 6

Kelompok yang satu ini merasa salafi yang paling asli diantara salafi-salafi asli lainya, karena merujuk kepada ulama-ulama salafi Saudi.

Saking kerasnya pertentangan diantara kelompok salafi itu, mereka memperlakukan kelompok salafi lain telah keluar dari salafi dan dianggap sesat dan bid’ah oleh salafi lainnya,

Muhammad Umar As-Sewed (Cirebon):

Dalam syarhus Sunnah dalam aqidatus salaf ashabul hadits, kemudian dalam Syariah Al-Ajurry, kemudian Minhaj Firqatun najiyah Ibnu Baththah, itu semua ada. Yang menunjukkan mereka semua sepakat untuk memperingatkan ummat dari ahlul bid’ah dan mentahdzir ahlul bid’ah, membenci mereka, menghajar mereka, memboikot mereka dan tidak bermajlis dengan mereka, itu sepakat. Sehingga apa yang mereka sebarkan dari prinsip-prinsip ikhwaniyyah dan Sururiyyah ini, adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan Sunnah Rasulullah, dan bertentangan dengan 180 derajat. lihat 2

Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, di negara-negara Arab-pun juga demikian, diantara ulama salafi sendiri meng-klaim merekalah salafi yang asli dan harus diikuti, sedangkan yang lain sesat dan harus dihindari pengajian-pengajian, buku-buku dan kaset-kasetnya. Salafi yang merasa asli menyatakan bahwa merekalah pengikut shalafush shalih yang benar, sedangkan salafi yang lain hanya mengaku-ngaku saja sebagai salafi. Begitu juga sebaliknya!

Kelompok ulama mereka pun terpecah

Ada kelompok ulama semisal Abdullah bin Abdil Aziz bin Baz, Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Muhammad bin Rabi’ Al-Madkhali, dll. (Saudi), Muqbil bin Haadi, Yahya Al-Hajuri (Yaman), Muhammad bin Abdurrahman Al-Maghrawi (Maroko), Falah bin Ismail, Falah bin Tsani As-Su’aidi, Walid Al-Kandari, Mubarak bin Saif Al-Hajiri (Kuwait).

Disisi lain terdapat pula ulama salafi yang mereka anggap sesat semisal Abdurrahman Abdul Khaliq (Kuwait), Muhammad Quthb (ex IM yang dianggap masuk salafi), Muhammad Surur bin Nayif Zainal (London), dll. lihat 5 Abdurrahman Abdul Khaliq misalnya, beliau mendirikan Jami’yatuts Turots Al-Islamiyah (lembaga warisan Islam) di Kuwait juga menggunakan landasan yang sama sebagai salafi, yakni menyatukan langkah dengan menjadikan Al-Quran dan as-sunnah serta mengikuti salafush shalih sebagai sumber tasyri’, mengembalikan setiap persoalan kepada kalamullah dan rasul-Nya. lihat 7 hal 11

Tetapi Abdurrahman Abdul Khaliq dianggap sesat dan bid’ah oleh salafi yang lain, karena beliau membentuk hizbi. lihat 6

Begitu juga Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin yang mendirikan Al-Muntada di London, juga mengaku sebagai salafi. Tetapi karena beliau mengkritik dengan keras kebijakan kerajaan Saudi yang bersekutu dengan kafir AS untuk memerangi Iraq pada perang teluk, beliau juga mencela ulama-ulama yang menjadi budak kerajaan Saudi dengan mecari-carikan dalil yang sesuai dengan kebijakan penguasa kerajaan. lihat 4, hal 78-82 catatan kaki Disamping itu beliau menggunakan prinsip Ikhwanul Muslimin: “Nata’awan fima tafakna wa na’dziru ba’dina ba’don fi makhtalahna” atau “Kita saling kerjasama apa yang kita sepakati dan kita hormat-menghormati saling memaklumi apa yang kita berbeda”. lihat 2 Sehingga beliau dianggap sesat dan bukan lagi sebagai salafi.

Sungguh menggelikan, satu-satunya golongan yang mengaku selamat dan masuk syurga, menganjurkan umat Islam untuk tidak berpecah-belah dan hanya menyatu dalam satu golongan saja (salafi), serta menganggap golongan lain sesat dan bid’ah.

Tetapi secara internal berpecah-belah sesamanya, baik di Indonesia maupun di daerah Arab dan sekitarnya.

Sangat kontradiksi bukan?,

disatu sisi menganjurkan umat Islam untuk bersatu tetapi disisi lain internal salafi berpecah-belah. Kecenderungan salafi untuk mencela golongan lain sebagai sesat dan bid’ah sehingga “terkesan” salafi memecah belah persatuan umat, apakah hal ini dimaksudkan karena mereka tidak rela bahwa hanya salafi saja yang berpecah-belah, sedangkan golongan lain tidak?

Silahkan nilai sendiri!

Wallahua’lam

Khatimah:

1.1. Karakter salafi berupa “Merasa dirinya paling benar” (karakter 1) dan kebiasaan “mencela golongan/ulama lain” (karakter 2) yang berseberangan pendapat dengan mereka bukanlah issu semata, tetapi dapat dibuktikan melalui fakta yang terjadi diinternal salafi sendiri.

2.2. Karakter salafi yang merasa paling benar sendiri, menimbulkan perpecahan internal salafi. Ini merupakan hal yang wajar, golongan manapun jika mendahulukan egoisme dan hawa nafsu belaka maka akan berpecah-belah.

Sedangkan golongan-golongan Islam lain, tidak mengalami perpecahan internal separah yang dialami salafi, bahkan secara internal mereka solid. Kita bisa merujuk kepada NU, Muhammadiyah, Ikhwanul Muslimin/Tarbiyah/PKS, Hizbut Tahrir, Persis, Al-Irsyad, Jamaah Tabligh, dll, mereka lebih tahan terhadap perpecahan internal karena karakter mereka memang beda dengan salafi (karakter 1 dan 2)

3. 3. Perpecahan salafi menjadi beberapa kelompok antara lain: kelompok Al-Sofwah & Al-Haramain Jakarta; Imam Bukhari Solo, Al-Furqan Gresik, Islamic Center Bin Baaz & Jamilurahman As-Salafy Jogya; FKAWJ & Lasykar Jihad Jakarta; Dhiyaus Sunnah Cirebon. Ini belum termasuk kelompok salafi yang telah ditahdzir dan kemudian taubat, tetapi tidak bergabung dengan salafi “asli” dan membentuk kelompok sendiri.

4. 4. Orang awam yang baru mengenal salafi menjadi kebingungan, bagaimana mungkin satu golongan yang meyakini selamat dan masuk syurga, tetapi secara internal mereka sendiri berpecah-belah. Lantas mana golongan salafi yang asli, yang selamat dan masuk syurga itu?. Kembali kepada kaidah yang diyakini salafi: “Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan jumlahnya banyak sekali”, maka berarti salah satu salafi saja yang asli dan yang lain sesat dan bid’ah, atau bisa jadi semuanya salafi palsu!

5. 5. Dengan memahami karakter asli salafi, kita bisa berlapang dada jika dicela sesat dan bid’ah oleh salafi, karena jangankan anda sesama salafi sendiri saja saling mencela sebagai sesat dan bid’ah.

Lantas apakah perlu dilayani jika anda dicela sesat dan bid’ah?

Tidak perlu, karena tidak ada gunanya berdiskusi dengan orang yang merasa paling benar dan golongan lain selalu salah. Diskusi yang sehat adalah untuk “mencari kebenaran bukan kemenangan”, mencari hujjah yang paling kuat (quwwatut dalil). Jika meyakini hujjah lawan diskusi lebih kuat maka dengan lapang hati menerimanya, tetapi jika tidak ada titik temu dalam diskusi maka masing-masing harus menghargai perbedaan ijtihadnya.

Jadi, sebaiknya dalam menghadapi salafi adalah dengan tidak menghadapinya.

Maraji’:

1. Risalah Bid’ah, Abdul Hakim bin Amir Abdat

2. www.salafy.or.id: manhaj:”Sururiyyah terus melanda muslimin Indonesia”, Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji

3. Lihat juga www.assunnah.or.id

4. Menepis penyimpangan manhaj dakwah, Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi

5. www.salafy.or.id, manhaj: Ulama berbaris tolak JI (Jum’iyah Ihya’ ut Turots), Abu Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji

6. www.salafy.or.id, manhaj: “Bahaya jaringan JI dari Kuwait dan At Turots”, Abdul Mu’thi, Abu Ubaidah Syafrudin dan Abdurahman Wonosari

7. 10 wasiat bekal aktifis dakwah dan harokah, Abdurrahman Abdul Khaliq

8. Mendudukkan antara sunnah dan bid’ah, Lajnah Ihya’ut Turats Al-Islamiy

9. Lihat juga www.atturots.or.id

10. Lihat juga www25.brinkster.com/salafyoononline/

28 Tanggapan to “SALAFI PECAH-BELAH”

  1. SUDAH PERNAH MENGHADIRI KAJIAN SALAFI? DATNG DAN BUKTIKAN SENDIRI, APA YANG ANDA KLAIM ITU BENAR ATAU TIDAK

    • saiful-Busan said

      Mas..dilapangan saya sdh membuktikan sendiri, saya dituduh syi’ah dan tdk mau menerima pendapat ulama lain, apalagi ulama indonesia sdh terkontaminasi syi’ah dan ahli bid’ah pendapatnya sdh tdk bisa diterima…itu ucapan dia (salafi)

      • george bush said

        padahal ulama salafy sendiri orang indonesia juga… sama bid’ah na jg ga tuh… dari pd sesama muslim saling menghujat mending ikut aliranku aje… aliran netral…
        eh… para penghujat… tahu ga kamu Rasulullah tidak pernah mengajarkan islam menjadi golongan2 atau kelompok2 ber manhaj apapun… di Al_QUR’AN AL KARIM tidak ada yg namina NU, MUHAMMADIYAH, SALAFY atau apapun itu yg ada cm satu nama yi islam.

  2. abdullah said

    walah ko ancur amat ya ..org muslim ko begitu ya….pantesan..
    nga dimana mga dimana tuh salapi kir btk musuh nya walaupun dr kalangan sendiri… gimana mo ngajal org lain ?weleh weleh weleh

  3. abu hamza said

    ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.

    ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), ustad2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

    ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.

    ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

    Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis

    Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

    Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.

    salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

    pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

    ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

    ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.

    mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.

    yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.

    jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.

    jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.

    jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

    sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.

    gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah

    • george bush said

      wah… pdhl aq pengen jd salafiyin tp kok mlh ruwet gini di internalna, takut……….. pengen tahu nanti yang masuk surga golongan siapa…. buktiin yuk.. sekarang…berani ga…

  4. dwickoian said

    namanya salafi wahaby al yahud..

    sudah dipastikan pasti mengaku pemilik surga, tapi ketika israel menghina Rasulullah Saw, salafi tidak akan mengecam israel.

    bukti nyata salafi = zionist

  5. riski said

    ya, dakwah salaf, saya akui makin lama makin memprihatinkan. karena selain isinya adalah permusuhan dan provokasi, sesama salafy sendiripun sudah terjadi saling serang dan saling berkelahi. kebenaran memang tidak bisa disandingkan kengan kearogansian dan keujuban seperti yang dilakukan kaum salaf. ingat, perpecahan adalah ciri utama ahlu bidah. faktanya, salafy sendiri terpecah belah dan saling memangsa dengan sesamanya ( kanibalisme). ini merupakan indikator bahwa salafy mulai menjadi ahlu bidah. perpecahan dikalangan salaf merupakan refleksi bahwa dakwah salaf adalah dakwah yang batil dan tidak dibarokahi oleh Allah.

    perkelahian antar sesama salafy sendiri bahkan sudah sampai level pengadilan negeri. coba antum semua lihat di


    ( video mengenai hal rebutan hak milik aset al-irsyad)

    perkelahian sesama salafyin itu bahkan sudah terjadi perkelahian fisik, lihat saja dilink tsb. sudah itu diliput dan diabadikan lagi dimedia elektronik dan media massa. dakwah salafy kian lama kian memilukan dan memalukan. ini adalah azab dari Allah pada kaum salafiyyin yang sering mengklaim ‘sudah mengkavling surga’.

  6. adi said

    ******

    _____________
    -bicarasalafy-

    ma’af blog ini tidak menerima copas artikel…. jika ingin mengcopas sebutkan aja url-nya dan tentunya yang di lnk harus berhubungan dengan tema artikel.

  7. as seweed said

    wah, bagus sekali argumen2 diatas. salut deh buat akh edi, memang baik sekali semua kesesatan salafy itu diungkap agar umat islam tidak tertipu dengan salafy. saya punya teman salafy yang mengatakan dia tidak pernah memakai celana dalam, ketika ditanya kenapa? jawab si salafy itu: sebab celana dalam tidak ada prakteknya di zaman nabi. hahahahahahaha. mosok celana dalam saja hukumnya bidah?. begitulah, dibalik penampilan dan seragam yang selalu dikenakan salafy yaitu jalabiy, mereka ternyata tidak memakai celana dalam. hahaha. yang begini ini yang menyebabkan islam jatuh ke jaman kemunduran. listrik bidah ( lihat darul hadis dammaj yang anti listrik), organisasi bidah, kotak sedekah bidah, alunan adzan bidah, semmmmmmua bidah.ya Allah lindungilah umat islam dari fitnahnya salafy

    • Urwah said

      Kalau orang ini adalah orag bodoh, mudahan mudahan dia mendapat hidayah dan taufik dari Allah. TApi kalau orang ini pengikut hawa nafsu, mudah mudahan Allah binasaka dia dalam waktu dekat.

      Fitnah dia bahwa ma’had Daarul hadits Dammaj anti listrik adalah kedunguan. Dia belum tahu bahwa disana sudah ada warnet, mau pake apa kalau tidak pake listrik. Dasar Oon.

      • george bush said

        prittttttt…………..
        pelanggaran pd berkelahi sndiri2 kalian kenal kata damai ga…. makanya bikin salafy paham netral aja biar ga… pada cekcok… pisssssssss

      • Abu Jenggot said

        Klo Hidayah dia sudah dapat lama sekali, makanya dia bikin blog ini, dan klo bodoh ya ga mungkin ya…bikin blog yg sehebat ini. saya balik bertanya: apakah kamu pernah lulus SD?

  8. arie said

    penulis artikel ini adalah orang yang tidak tahu ilmu, jadi wajar saja dia ngomong seenak perutnya sendiri, apa anda pernah datang untuk belajar ke majlis ta’lim utk belajar ilmu agama? apa artikel yg anda dapat itu dari anda belajar kpd orang yg th ilmu agama, atau sekedar comot sini comot sana dari artikel2 atau searching di internet? la haula wala quwwata illa billah
    wallaahu musta’an. mdh2an Allah memberikan kpd anda hidayah sehingga bisa mempelajari ilmu agama dgn bk. hasbunallah wani’mal wakiil ni’mal maula wa ni’man nashir

  9. hasnie said

    Ada yg tahu siapa Abu Rifa Al-Puari? ada alamat web/blog/facebooknya?
    Soalnya “Sumber: http://abuumar.multiply.com/journal/item/98/Perang_Sesama_Salafi” pun tak menyebutkan mengutip dari mana.
    Tulisan yg dipublikan kan harus dipertanggungjawabkan, termasuk diketahui data dirinya penulis.
    makasih.

  10. eko said

    saya adalah orang yang baru belajar tentang bagaimana ber-Islam (melaksanakan ajaran islam) yang baik. saya juga orang yang meyakini bahwa belajar bisa dengan media apa saja, dan saya meyakini bahwa semua itu harus ilmiah (runut, ada rujukan, dapat diuji dst dst)karena salah satu perbedaan utama ajaran islam dan lainnya adalah keilmiahannya. bergunakah bagi dakwah islam dengan menghakimi tanpa mengikuti sesuatu dengan kontinyu (mengikuti kajian2 yang diadakan secara cukup, tidak terputus2 dan relatif lengkap)? kepada saudara2ku yang saling berbantahan, saya bertanya, sudah berapakah kitab yang sudah selesai dipelajari? sudah berapa gurukah yang sudah ditamatkan ilmu darinya? adakah air mata menetes setiap malam untuk islam (seperti Rosululloh Solallohu Alaihi Wassalam, yang padahal sudah dijamin syurga untuk beliau). mohon maaf jika tidak berkenan

  11. wong dheso said

    Salafy yang mana ya yang memperbolehkan memasang foto di facebook karena saya pernah melihat foto pemuda salafy tampil di facebook dan pemuda salafy tersebut pernah sholat di masjid…maaf saya rahasiakan

  12. detektipyamato said

    y ikhwah,, fitnah telah bertubi-tubi,, sibukkanlah dengan menuntut ilmu syar’iy,,, mendalami Al Qur’an was sunnah ala fahmi alsalaafush sholeh,, insya’ Alloh selamat…

  13. aw@ke said

    iddinu naseat ya’ihwany……..

  14. bd said

    afwan….dari artikel diatas saya menyimpulkan ketidakpahaman saudara “bicarasalafy”(si penulis), sehingga tidak heran ketidakpahamnnya tersebut menyeretnya dalam suatu kesimpulan yang salah tentang salafy. salafy bukanlah suatu golongan formal seperti NU, muhammdiyyah, Persis, Al-Irsyad atau orgnsasi masa lainnya, salafy adalah suatu manhaj(pemahaman)yaitu metode memahami islam dengan merujuk pemahamn Rosullulloh dan para sahabat dan ulama salaf,
    suatu pendekatan sederhana adalah…..salafy itu ibarat SIFAT, dimana seseorang maupun kelompok bisa saja mempunyai sifat salafi ini dengan prosentase yang berbeda. sedangkan seseorang atau sekelompok/organisasi ibarat JASAD, dimana jasad akan beramal sesuai sifat, sebagaimana seseorang yang mempunyai sifat sabar tentukan amalnya akan menunjukkan sifat sabar bisa dengan senyuman, tutur kata yang lembut dan sifat2 lain yang tidak bertentangan dengan sifat sabar,begitulah permisalannya.
    dan secara asal semua umat muslim bermanhaj salaf karena memang islam berasal dari rosullulloh ke sahabat ke muridnya dan seterusnya sampai pada kaum muslimin dijaman kita ini, baik dalam sisi aqidah, ibadah dll.Dan kenyataannya setelah melewati 14 abad perjalanannya ISLAM yang SALAFI mengalami banyak DISTORSI(kerancuan) tentang metode salafi ini, dan tidak lain ini adalah takdir ALLAH untuk menguji hamba hambanya untuk tetap istikomah mencari ilmu meniti jejak para SALAF agar tetap diatas petunjuk dalam memahami ISLAM yang ORSINIL yakni ISLAM yang SALAFI.nah… itulah salah satu faedah tentang hadits “MENUNTUT ILMU WAJIB BAGI SETIAP MUSLIM”
    masalahnya berapa prosentase ke-salafi-an dari diri seorang muslim? mungkin 5%, bisa jadi hanya 1%,atau 50%,barangkali 75%, tapi yang jelas tidak mungkin 100%, nah dari sinilah penilaian bisa diterapkan, barangsiapa yang ke-salafi-annya menpunyai score tertinggi dia layak disebut paling salafi di jaman ini…lho…lalu apa standartnya…?? standartnya adalah ILMU dan AMALAN yang mencocoki SUNNAH, jadi barang siapa yang ILMU dan AMALANnya mencocoki SUNNAH dialah salafi dengan prosentase yang bergantung dari amalannya sendiri.dan SUNNAH bukanlah Bid’ah, jadi barang siapa yang masih melakukan BID’AH berarti hilanglah ke-salafian-nya…inilah yang kemudian berujung pada AQIDAH Sesat, seperti MANHAJnya SUFI,KHAWARIJ,MU’TAZILAH dll.
    Jadi jangan bandingkan SALAFI dengan NU,MUHAMMADIYYAH,PERSIS atau organisasi yang lain mas….ya..jelas tidak nyambung lah….
    itu sama saja dengan membandingkan panas Vs piring atau dingin Vs mangkok.nggak nyambung kan….??
    klo mau bandingin SALAFI itu ya dengan SUFI, atau SALAFI dengan KHAWARIJ. baru nyambung…dan adil perbandingannya.
    artinya diantara seseorang atau kelompok bisa saja suatu saat keyakinan, ucapan atau amalannya keluar dari MANHAJ SALAF walaupun awalnya dia mengaku berMANHAJ SALAF atau memang BerManhaj SALAF, sehingga di saat keluar dari Manhaj SALAF itulah dia tidak berhak disebut SALAFI lagi,dan jika nasehat dan Hujjah telah tersampaikan padanya tetapi dia tidak mau rujuk, berarti dia AHLUL BID’AH alias bukan SALAFI, tetapi jika dia mau rujuk dia layak disebut SALAFI lagi, begitulah seterusnya karena memang SALAFI ibarat suatu sifat yang bisa saja melekat dan lepas dari sesorang, Tetapi bagi yang istiqomah diatas jalan SALAF, ketika dia keluar lalu datang nasehat dan dia mau rujuk lalu kembali lagi ke MANHAJ SALAF dia layak di juluki SALAFI SEJATI.
    gimana ….mudeng….?ngerti….?atau malah bingung….?
    jadi…..tidak ada itu namanya salafi pecah-belah….itu pendapat yang salah…itu pendapat yang tidak didasari ilmu…salafi itu cuma 1 saja, yang lainnya AHLUL BID’AH….tahu cara menilainya? yakni mempelaajari SUNNAH dengan menuntut ilmu di majelis2 dan mengkaji kitab para ulama salaf yang sarat dengan tafsir,hadits dan atsar sehingga kita bisa membedakan manhajnya…siapa yang salafi siapa yang khawarij, siapa yang sufi dll.

    untuk menilai itu perlu ilmu…jangan copy paste saja, jadi sekali lagi tidak ada itu salafi terpecah-pecah yang betul sekelompok orang yang bermanhaj SALAF sedang melawan SYUBUHAT dari orang orang yang mencoba mengotori dan mengaburkan MANHAJ SALAF yang mereka(pengotor) itu mengaku SALAFI atau mendapat julukan SALAFI. jadi hanya akan ada 1 SALAFI…karena SALAFI adalah SALAFI
    Wa allahu musta’an

  15. Javad Al-Kadzim said

    Jika antum pecinta Ibnu Taimiyah maka antum wajib membalas mubahalah ane “Jika tidak ada satupun ucapan Ibnu Taimiyah yang tercantum dalam Kitab Minhaj as-Sunnah yang menghina Imam Ali ‘alaihis salam maka ane akan dila’nat Alloh dengan hukuman yang sangat pedih mulai detik ini juga sampai akhir hayat ane” Jika antum tidak berani membalas mubahalah ane dan tetap mengikuti Ibnu Taimiyah maka antum akan masuk ke dalam golongan Nawashib yaitu pembenci ahlul bayt (termasuk Ibnu Taimiyah dan Muawiyah la’natullah) yang menurut Rosul SAWW adalah munafik!

  16. born said

    assalamualaikum…penulis artikel di atas abu rifa al puari adalah orang HTI atau hizbut tahrir indonesia.dulu artikel tsb dimuat di situs hayatulislam.net seingat saya sekitar 2006.memang sudah dimaklumi antar ke2 kelompok saling berseteru.masing2 saling mencela dgn dalih artikel yg ilmiah.namun tdk dpt dipungkiri tdk semua yg ditulis diatas ttg salafy 100 persen benar.ada yg benar dan ada jg yg salah.silahkan menyelam langsung ke2 kelompok tsb.dgn pandangan netral tanpa harus fanatik thd slh 1x pasti kelhtn kejelekan dan kebaikan msng2.

  17. rahmat said

    no salafi/wahabi…islam yes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: