Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Edisi Terbaru Kebodohan Imam Besar Wahhabi: Ibnu Abdil Wahhab Dalam Ilmu Hadis

Posted by bicarasalafy pada April 21, 2008

Edisi Terbaru Kebodohan Imam Besar Wahhabi: Ibnu Abdil wahhab Dalam Ilmu Hadis

Ditulis: Blogger Abusalafy

Ketika seorang itu jahil dalam ilmu agama, akan lebih terhormat jika ia diam tidak ikut campur berbicara masalah-masalah agama, sebab dapat tersesat dan menyesatkan orang banyak.

Tetapi sepertinya hal itu tidak diindahkan oleh Pendiri Sekte Wahhabiyah… kendati dangkal hampir dalam seluruh bidang dan keahlian, -kecuali kealhilan mengafirkan orang lain- ia tetap banyak berbicara… maka ia menjadi dhalla wa adhalla.

Jika biasanya Imam Besar Wahhabi ini mengafirkan kaum Muslimin…. Kini rupanya ia harus mencari sasaran baru…. para Nabi dan Rasul pilihan Allah kini menjadi sasaran pengafirannya dan tuduhan telah musyrik!

Nabi Adam as. kini dituduhnya telah musyrik!! Secara pribadi saya dapat memaklumi mengapa Nabi Adam as. Terjebak dalam nista kemusyrikan tidak lama setelah diturunkan ke bumi bersma istrinya, dan tentunya Iblis juga diusir ke bumi…. pasalnya ketika Adam turun ke bumi tidak ada GURU BESAR PENGAWAL TAUHID MURNI….. KEMUSYRIKAN Nabi Adam as. dikarenakan ia tidak dikawal “Syeikhul Islam” Ibnu Abdil Wahhab, andai sa’at itu beliau didampingi dan dibimbing langsung Sang Pendekar Tauhid dari Padang Pasir Gersang Najd, pastilah ia mampu menghindarkan diri dari kemusyrikan! Minimal itu mungking yang sempat terbesit dalam benak para Wahhabiyyun!!

Mau tau, Fatwa pengafiran Nabi Adam as.? Ikuti data di bawah ini.

Dalam kitab Tauhid-nya, Ibnu Abdil Wahhab menulis sebuah bab dengan judul:

في باب : {فَلَمَّا آتاهُما صالِحاً جَعَلا لَهُ شُرَكاءَ فيما آتاهُما}

Bab “Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu.”

Pada bab itu ia menukil pernyataan Ibnu Hazm yang menekankan bahwa menamakan anak dengan nama yang mengandung penghambaan kepada selain Allah itu adalah syirik, seperti nama Abdu ‘Amr (hamba ‘Amr), Abdul Ka’bah (hamba Ka’bah) dan semisalnya.

Kemudian ia menyebutkan sebuah kisah yan mencoreng kesucian dan kema’shuman Nabi Adam as. dan Hawwa istrinya. Ia menuduh keduanya telah menyekutukan Allah SWT. Iblis merayu Adam as. dan Hawwa agar menamai anak mereka dengan nama Abdul Hârits, tetapi keduanya menolak rayuan itu. Iblis pun terus menerus merayunya sehingga setelah berkali-kali kematian anak mereka segera setelah lahir, mereka setuju dengan permintaan Iblis untuk menamai anak mereka dengan nama Abdul Hârits demi kecintaan mereka kepada putra mereka yan baru saja lahir. Apa yang dilakukan Adam dan Hawwa adalah yang dimaksud dengan firman Allah SWT.: “… maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu.” (QS. Al A’raf [7]: 190).

(Hadis riwayat Ibnu Abi Hâtim) (baca Kitab at Tauhid –dengan syarah Fathu al Majîd oleh Syeikh Abdur Rahman Âlu Syeikh-: 444. Dar al Kotob)

Hadis/riwayat di atas adalah hadis palsu yang kebatilannya telah nyata bagi pelajar pemula dalam ilmu hadis.

Pada kesempatan ini saya akan membuktikan kepalsuannya dari pernyataan Ibnu Hazm –yang tak henti-hentinya dikultuskan dan dibanggakan kaum Wahhabi, bahkan oleh Ibnu Abdil Wahhab sendiri termasuk dalam bab ini-. Ibnu Hazm berkata:

Kemusyrikan yang mereka nisbatkan kepada Adam bahwa beliau menamai anaknya dengan nama Abdul Hârits adalah kisah khurafat, maudhûah/palsu dan makdzûbah/kebohongan, produk orang yang tidak beragama dan tidak punya rasa malu. Sanadnya sama sekali tidak shahih. Ayat itu turun untuk kaum Musryikin. (Baca Fathu al Majîd Syarah kitab at Tauhid:442).

Kisah itu kendati diatas namakan Ibnu Abbas ra. akan tetapi dapat dipastikan bahwa ia adalah hasil bualan kaum Ahli Kitab (Yahudi & Nashrani).

Coba Anda renungkan baik-baik, bagaimana Syeikh Ibnu Abdil Wahhab dalam kitab at-Tauhid yang kecil itu yang ia karang untuk menetapkan hak Allah atas hamba-hamba-Nya, ternyata ia hanya mampu menegakkan konsep Tauhidnya di atas pondasi hadis palsu. Inilah kadar ilmu Imam Wahhabi yang dibanggakan para pemujanya sebagai sang Imam yang akan mengawal perjalanan ajaran Tauhid Murni dari kemusyrikan! Dan yang akan membentengi Tauhid dari mekusyrikan!

Subhanallah, kalau ternyata kemampuan ilmu dan penguasan disiplin ilmu Hadis Imam mereka sedangkal itu, apa bayangan kita kadar ilmu murid-murid dan para pengikutnya. Atau boleh jadi sekarang pengikutnya lebih pandai dari imamnya! Sebab mereka hidup di era dan zaman yang berbeda dengan zaman Syeikh Ibnu Abdul Wahhab … di mana keterbukaan informasi sudah sedemikian rupa…. mereka pasti memiliki kesempatan menghimpun banyak informasi dan ilmu pengetahuan lebih dari para pendahulunya, apalagi setelah kekayaan umat Islam mereka kuasai … hanya saja yang tetap mencerminkan keterbelakangan dan ketertingalan adalah cara berpikir mereka …. masih tetap seperti zaman padang pasir gersang Najd tiga abad silam ketika awal Syeikh Ibnu Abdil Wahhab pertama kali memecah keheningan dunia Islam, khususnya negeri Hijâz dengan pekikan seruannya yang memporak-porandakan kesatuan umat Islam dan membuat kaum Muslimin tersibukkan oleh hujatan-hujatan murahan Syeikh dari mempertahankan tanah air kaum Muslimin dari gerombolan srigala buas dari tanah Eropa yang datang mencabik-cabik kekuatan umat Islam dan menancapkan kuku-kuku penjajahan mereka.

6 Tanggapan to “Edisi Terbaru Kebodohan Imam Besar Wahhabi: Ibnu Abdil Wahhab Dalam Ilmu Hadis”

  1. Ali murni said

    Setelah di teliti dan direnungkan secara mendalam dpt kesimpulan bahwa banyak kemiripan cara memahami kitab suci antara kaum nasrani dg kaum wahabi, diantaranya : 1. Suka tajsim (penyerupaan tuhan dg makhluk) 2. Suka menyalahkan nabi Allah dan orang orang yg berjasa terhadap agama Allah. 3. Sulit menerima kebenaran dari pihak lain walaupun telah jelas di terangkan kpd mereka berdasarkan dalil akli dan dalil naqli. 4. Tidak bisa menerima dalil akli dlm memahami agama. Sep kristen, jika bisa menerima dalil aqli, tentu dg mudah mereka masuk islam. Krn setiap berdebat dg islam selalu kalah. Bgt juga dg wahabi, apabila mereka kalah mereka menjawab agama nggak bisa dipahami dg akal hanya dg iman. 5. Sangat fanatik (kristen fanatik sama ajaran paus bukan nabi Isa) salafi fanatik sama Wahab. Dan banyak lagi, terlalu pjg jika ditulis di komentar ini.

  2. HURAIRAH.AND.JERRY said

    Ass wr.wb

    Didalam dunia Agama ada tiga epistimologi
    1. Imani saja jangan berfikir ( ini yang dipakai wahabi )
    2. Imani dulu baru berfikir ( ini yang di pakai kristen )
    3. Berfikir dahulu baru imani ( ini yang di pakai Ahlulbait Nabi SAAW )

    Jadi kalau kita lihat di atas ya jangan heran kalau kaum wahabi menganut agama seperti itu lah keadaan nya.Semakin tidak ber akal semakin tinggi imannya, semakin GILA SESEORANG SEMAKIN TINGGI TINGKAT SEPRITUALNYA. makanya mereka selalu mempunyai Imam orang Orang gila,jadi makmumnya juga Gila, negara juga gila, bersekutu dengan Amerika dan Zionis, ” KAMU TIDAK AKAN MENEMUKAN KAUM YANG BERIMAN KEPADA ALLAH DAN RASULNYA,BERKASIHSAYANG DENGAN KAUM kAFIR( YANG MEMERANGI ISLAM )BAGAI MANA DENGAN MEREKA ? SAHABATNYA ADALAH AMERIKA DAN ZIONIS

    QS (9:19) Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim[633]. INI PERNYATAAN ALLAH KEPADA KAUM WAHABI.

    WASALAM

  3. Ali murni said

    Mengimani sesuatu tanpa memahaminya sama dengan membeli kucing dalam karung. Karena mereka percaya 100% kehebatan bunyi kucing yg ada dlm karung tersebut. Seperti salafi 100% percaya sama fatwa orang nejed pencetus wahabi itu. Tanpa mempelajarinya terlebih dahulu. Mungkin salafi merasa sudah banyak belajar tentang ajaran wahabi. Tapi si salafi tidak tahu apa arti belajar sesungguhnya. Belajar itu artinya berusaha mencari tahu, meneliti data yg telah diketahui itu, membandingkannya dg yg lain, memikirkannya dll dan menyimpulkannya. Belajar bukan saja berarti mencari tahu tentang ajaran wahabi dan langsung mengimaninya 100%. Itu dinamakan taklid buta. Kalau saya mengibaratkannya org taklid buta sama dengan komputer hang. Apapun input yg dimasukkan hasil outputnya tetap apa yang ada dilayar komputer selama-lamanya kecuali dimatikan. Komputer yg seperti itu di sebabkan karena CPU nya tidak bekerja. Sama dg manusia apabila akalnya tidak bekerja lagi (atau sengaja dibuat tidak bekerja). Sehingga yg tampil hanya taklid(hang) semata-mata.

  4. Ali murni said

    Walaupun saya bukan dari kalangan wahabi tapi saya sering membaca buku wahabi untuk mempelajari apa itu wahabi. Inti yang saya dapati di sana adalah wahabi tidak bisa membedakan akal dg nafsu. Apabila ada orang memahami ungkapan bahasa seperti Tangan Allah dg mengartikan kekuasaan, maka orang itu telah menggunakan hawa nafsunya. Apabila ada orang berinisiatif untuk kemajuan dan kebaikan Islam tapi tidak sama caranya (metode, alat yg dipakai dsb berbeda) walau tidak bertentangan dg islam maka orang itu telah menggunakan hawa nafsunya. Apabila ada yg menggali ilmu dalam alquran (karena ilmu dlm alquran itu sangat luas) tentu menggali ilmu itu menggunakan akal dan kecerdasan, maka orang itupun telah menggunakan hawa nafsunya. Jadi janganlah anda menggunakan akal anda, janganlah berinisiatif, janganlah menafsirkan, jangan membua sesuatu yg baru, tapi terima apa adanya dari ayat-ayat Allah ini. Inilah org-org yg patuh. Org yg jauh dari bid’ah. Inikah Islam yg sebenarnya? Mengungkung kemajuan? Setahu saya Islam itu tinggi dan tidak ada yg bisa mengalahkan ajaran Islam itu. Kalau memahami Islam dengan cara wahabi diatas jelas Islam akan mundur dan sesuai dg anggapan orang-orang kafir. Tahukah orang wahabi bahwa alquran itu mu’jizat yg paling besar? Kenapa alquran disebut mu’jizat yg paling besar? Apakah wahabi sudah merasakan kemujizatan Alquran pada kaum mereka? Alquran itu akan menjadi mujizat bagi org-org yg berakal. (bukan org yg takut menggunakan akalnya). Ingatlah wahabi ! Akal tidak sama dg hawa nafsu. Iman adalah orang yg bisa menggunakan akalnya melawan hawa nafsu. Kita mempertanggung jawabkan semua prilaku kita baik di dunia maupun di akhirat karena kita mempunyai akal. Binatang tidak mempertanggung jawabkan perbuatannya karena tidak punya akal.

  5. Erabytha said

    Sebenarnya tidak ada yang namanya golongan wahhabi. Beliau hanya seorang manusia biasa yang tak gentar terhadap fitnah dan cercaan walaupun dari saudara2nya sendiri sesama muslim dalam menegakkan kebenaran. Beliau tak gentar melawan segala bentuk kebid’ahan di negaranya yang sudah mendarahdaging, sehingga masayarakat di sana menilai bahwa beliau membawa ajaran baru, padahal yang beliau sampaikan adalah ajaran yang haq, yaitu ajaran sesuai Al Quran dan As Sunnah. Itulah mengapa orang2 yang tidak suka kebid’ahannya diusik, sengaja menamakan ilmu yang beliau sampakan dengan sebutan Wahhabi! Lebih keji lagi ada yang menamakannya sekte Wahhabi! Masya Allah! Laa hawla wa laa quwwata illaabillaah… LANJUTKAN!

    _____________
    -bicarasalafy-

    Beliau tak gentar melawan segala bentuk kebid’ahan di negaranya yang sudah mendarahdaging, sehingga masayarakat di sana menilai bahwa beliau membawa ajaran baru,

    apa nggak keliru mas?, justru ibnu abdul wahab bersekongkol dengan pendiri dinasti saudi mendirikn “kerajaan” apa kerajaan bukanya BID’AH terbesar yang dibuatnya? apa rasul mengajarkan sisitim kerajaan? kalo dia mengaku mengikuti salaf shaleh, kenapa tidak memilih sisitim pemerintahan sepertiyang di contohkan khulafaur-rasyidin? belum lagi bid’ah-bid’ah lainnya…

    tidak cukup dengan itu, ulama-ulama wahabi sekarang khususnya yang ada di saudi bungkam seribu bahasa dengan bid’ah-bid’ah dan kemungkaran yang dilakukan raja dan amir-amirnya!

  6. Pelita said

    Apakah Wahabi memahami Agama Islam secara leterlek?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: