Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

BIANG-KEROK PERPECAHAN UMAT

Posted by bicarasalafy pada Maret 3, 2008

BIANG-KEROK PERPECAHAN UMAT

Dalam rubrik “Pembaca Bicara,” Gala 1 Mei 1990, Muhammad Maududi menuding Khawarijisme sebagai biang kerok pecahnya ukhuwwah Islamiyyah. Sebagai golongan, kaum Khawarij memang sudah lama punah; tetapi sebagai aliran pemikiran, Khawarijisme masih ada. Maududi menulis, “Khawarij tidak pernah masuk ke Indonesia, karena keburu punah. Tetapi karakteristiknya dijadikan model kefanatikan mazhab oleh semua mazhab yang ada di Indonesia.”

Kita boleh tidak setuju dengan pendapatnya. Kita ragu apakah betul semua mazhab di sini kefanatikannya sama seperti Khawarij. Atau apakah betul fanatisme mazhab ini sudah ada sejak dulu atau hanya muncul belakangan ini? Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, harus lebih dahulu dijawab apa tanda-tanda pengikut Khawarij?.

Pemahaman yang Formalistis

Pertama, mereka sangat patuh kepada teks-teks formal Al-Quran dan Hadis. Mereka hampir tidak dapat menangkap yang tersirat. Mereka mengambil hanya apa yang tersurat. Orang Khawarij mewajibkan wanita yang haid untuk berpuasa, karena menurut Al-Quran mereka tidak termasuk yang dibebaskan dari kewajiban berpuasa. Wanita haid tidak termasuk yang sakit, atau bepergian, atau yang tidak mampu berpuasa. Ketika seorang perempuan mengatakan di depan Aisyah bahwa perempuan haid harus berpuasa, Aisyah bertanya apakah is seorang Haruri (Khawarij). Dia kemudian menegaskan, “Kami diperintah untuk meng-qadha puasa, tetapi tidak diperintah untuk meng-qadha shalat.”

Salah satu semboyan Khawarij yang terkenal adalah La hukma illa lillah (Tidak ada hukum kecuali kepunyaan Allah). Semboyan ini lahir berdasarkan ayat Wa man lam yahkum bi ma anzalahullah fa ulayka humul kafirun (Mereka menghukum kafir siapa saja yang memutuskan perkara tidak berdasarkan Al-Quran). Ali bin Abi Thalib adalah kafir, karena menugaskan Abu Musa Al-Asy’ari untuk berdamai dan bermusyawarah dengan Amr bin Ash dalam menyelesaikan perang Shiffin. “Mengapa harus bermusyawarah. Putuskan saja dengan Al-Quran,” begitu pendapat Khawarij, Tindakan Ali mengangkat Abu Musa sebagai hakam (wasit) dianggap sebagai kekufuran.

Untuk mengembalikan kaum Khawarij dalam jamaah Muslim, Ali menyuruh Abbas mengajak mereka berdialog.

“Mengapa kalian menentang Amirul-Mukminin?”

“Ketika Ali menjadi pemimpin kaum Mukmin, dia mengangkat hakam dalam urusan agama Allah. Dia keluar dari iman. Hendaknya dia bertobat setelah kekafirannya.”

“Tidak layak seorang Mukmin yang tidak mempunyai keraguan dalam keyakinannya menyebut dirinya kafir.”

“Dia sudah ber-tahkim dalam urusan agama Allah.”

“Allah menyuruh kita ber-tahkim dalam hal pembunuhan binatang liar ketika ihram, menurut putusan dua orang adil di antara kamu (QS 5:95).”

“Ali ber-tahkim tetapi tidak senang dengan keputusannya.”

“Posisi hakam itu seperti imam. Ketika imam salah, maka tidak boleh kita menaatinya. Begitu pula ketika kedua hakam itu salah; karena bertentangan dengan hukum Allah, seluruh keputusannya harus ditolak.”

Ketika dalam dialog itu mereka terdesak, orang Khawarij berteriak, sambil tak lupa mengutip ayat Al-Quran: jangan biarkan orang Quraisy berdialog dengan hujjah yang mengalahkan kamu. Mereka adalah kaum yang disebut Allah, Mereka menimbulkan soal itu hanya untuk perdebatan. Sesungguhn mereka itu kaum yang suka bertengkar. (QS 43:58). Khawarij memang merasa, paling berpegang kepada Al-Quran hanya karena sudah mengutip, sepotong ayat yang menunjang pendapat mereka.

Patuh Ritual, tetapi Kurang Ukhuwwah

Orang Khawarij sangat patuh menjalankan ibadat ritual, tetapi sangat kaku dalam hubungan sosial, terutama sesama kaum Muslim. Mereka rajin bangun tengah malam. Bila ayat-ayat mengenai neraka sampai di telinga mereka, berguncang tubuh mereka; seakan-akan mereka berada di pinggir api neraka. Dahi mereka menghitam karena bekas sujud. Tidak jarang mereka terisak-isak dalam shalat mereka. Dalam Musnad Ahmad (3:15), dikisahkan di depan Nabi saw. tentang seorang laki-laki yang terkenal khusyuk dalam ibadat, tetapi Nabi menyuruh sahabat-sahabatnya untuk membunuhnya bila menemukannya. Nabi menubuwatkan bahwa orang itu akan menjadi sumber perpecahan di kalangan Muslim. Para ulama ahli hadis menyebutkan bahwa orang itu kelak akan menjadi penghulu kaum Khawarij.

Dalam perjalanan dari Kufah ke Nahrawan, seorang Khawarij berjumpa dengan seorang Nasrani dan seorang Muslim. Mereka menjamu dan menghormati Nasrani itu, karena kaum dzimmiy menurut Al-Quran harus dilindungi. Mereka membunuh orang Islam, karena berbeda pendapat dalam masalah agama, terutama dalam kepemimpinan Ali bin Abi Thalib ra. Di pertengahan jalan ke Kufah, mereka berjumpa dengan Abdullah bin Habab dan istrinya. Ayah Abdullah adalah sahabat terkemuka Habab bin Al-Arrat, angkatan pertama Islam yang dianiaya dengan besi panas. Orang Khawarij menginterogasi Abdullah:

“Siapa kamu?”

“Saya orang Mukmin.”

“Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib?”

“Dia pemimpin kaum Mukmin. Orang yang pertama beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”

“Siapa namamu?”

“Abdullah putra Habab bin Al-Arrat, sahabat Rasulullah.”

“Apakah kami menyebabkan kamu takut?”

“Benar.”

“Jangan takut. Sampaikanlah kepada kami hadis dari avahmu, yang dia dengar dari Rasulullah saw. Mudah-mudahan kami memperoleh manfaat dari hadis yang kau sampaikan itu.”

“Rasulullah saw. berkata bahwa akan terjadi fitnah sesudah Rasulullah wafat. Waktu itu hati orang mati seperti matinya tubuh. Pagi-pagi Muslim dan sore hari kafir.”

“Apa pendapatmu tentang Abu Bakar dan Umar?”

Abdullah memuji keduanya.

“Bagaimana pendapatmu tentang Ali sebelum tahkim dan Utsman pada enam tahun terakhir pemerintahannya.”

Abdullah memuji keduanya.

“Bagaimana pendapatmu tentang Ali sesudah tahkim?”

“Ali adalah orang yang paling mengenal agama Allah, paling takwa dan paling tajam mata batinnya.”

“Kamu orang yang mengikuti hawa nafsu.”

Mereka kemudian mengikat Abdullah dan membawanya ke bawah pohon kurma. Ketika sebiji kurma jatuh, seorang di antara mereka memasukkannya ke mulutnya. Tiba-tiba dia menyadari bahwa kurma itu bukan miliknya. Kurma itu lalu dimuntahkannya kembali. Kawannya yang lain melihat seekor babi lewat. Dia mencabut pedangnya dan membunuh babi itu. Segera setelah itu disadari bahwa babi itu milik orang lain. Dia mendatangi pemiliknya dan meminta keridhaannya. Melihat perbuatan mereka yang saleh itu, Abdullah meminta ampun dan agar dilepaskan. Bukankah mereka sudah memberikan jaminan keamanan baginya. Orang Khawarij tak acuh. Abdullah dibaringkan di atas bangkai babi di pinggir sungai. Dia disembelih. Istrinya yang ketakutan dan sedang hamil tua memohon belas kasihan. Di tempat yang sama pula, mereka menyembelih wanita malang itu. Perutnya dibongkar dan bayinya dilemparkan.

Orang yang begitu patuh menjalankan shalat, yang tidak mau disentuh dengan makanan haram, ternyata dengan dingin membunuh saudaranya sesama Muslim hanya karena berbeda pendapatnya dengan pendapat kelompok mereka.

Kepada Maududi dan kepada diri kita sendiri, kita bertanya apakah betul gejala Khawarijisme seperti itu ada di antara kita?

Adakah di antara kita yang secara kaku berpegang kepada Al-Quran dan Hadis hanya dalam kerangka pemikiran kelompok kita dan tidak menghormati pemahaman kelompok yang lain? Apakah kita lebih menghargai orang Nasrani ketimbang sesama Muslim? Apakah dengan mudah kita mengafirkan sesama Muslim hanya karena berbeda pendapat dengan kita, lalu menghalalkan darahnya? Atau kita halalkan segala hal. -fitnah, kebohongan, tirani, penyalahgunaan kekuasaan — untuk menjatuhkan orang yang tidak sepaham dengan kita?

Bila kita menjawab “ya” untuk pertanyaan-pertanyaan ini, maka Maududi benar. Khawarij masih berada di sekitar kita.

__________________

Ditulis oleh: Jalaluddin Rahmat

Dalam bukunya “Islam Aktual” hal: 29-33

22 Tanggapan to “BIANG-KEROK PERPECAHAN UMAT”

  1. dir88gun said

    Mengapa kita sesama umat islam saling berpecah belah?
    Bukankah rabb yang menciptakan dan merawat kita hingga saat ini hanya satu?
    Bukankah rasul yang menyebarkan islam seperti sekarang ini hanya satu?
    Bukankah kitab suci yang sering kita baca saat ini hanya satu?
    Bukankah kiblat yang kita jadikan acuan hingga saat ini hanya satu?
    Bukankah semua mahdzab yang ada didunia saat ini, yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah, memang berbeda agar

    bisa saling melengkapi kekurangan satu sama lainnya?
    Lantas, apa untungnya kita berpecah belah?
    Marilah kita renungkan bersama…
    assalamualaikum wr. wb.

  2. rofi said

    hadits tentang perpecahan kurang ebih ada 10 buah. saya kan nukilkan salah satunya saja:

    dari Abdullah bin Amr bin Ash berkata, Rosululloh bersabda: “Umatku akan meniru persis kelakuan bani isroil sejengkal demi sejengkal, sampai-sampai kalau ada di kalangan mereka yang berzina dengan ibunya terang-terangan, maka akan ada dari kalangan umatku yang menirunya. sesungguhnya bani isroil berpecah di zaman Musa menjadi 71 golongan dan umatku akan berpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan.” ditanyakan pada beliau, Siapakah yang satu golongan itu? Beliau menjawab: “Siapa yang berpegang tegh dengan sunnahku dan pemahaman para sahabatku.” (HR. Tirmidzi, al-Hakim, Ibnu Wadhah, al-Ajurri, al-‘Uqaili, Ibnu Nashr al-Mawardzi, Ibnu Jauzi, al-Lalikai, dan Abdul Qadhir al-Baghdadi)

    dari hadits di atas kita ambil kesimpulan bahwasanya penyebab perpecahan umat islam adalah karena mereka mengikuti orang2 kafir (bukan bani isroil saja) dan meninggalkan sunnah rosul dan pemahaman sahabat. sedangkan orang yang selamat hanya satu, karena kebenaran hanya ada satu, yang lain adalah sesat.

    maka untuk mengembalikan keadaan perpecahan ini menjadi keadaan bersatu sebagaimana zaman rosul dan para sahabat adalah dengan kembali pada Alquran dan Assunnah dengan pemahaman para sahabat.

    menyerukan persatuan hanya dari dhohirnya saja (asal kumpul, asal damai, asala toleransi) tidaklah cukup (baca- diridhoi Alloh)

    Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS. al-Hasyr:14)

    memberantas bid’ah bukanlah tindakan memecah belah umat, karena sebelum ada pemberantasan itu, mereka telah berpecah sendiri. tindakan itu dimaksudkan agar mereka mau kembali pada Alquran dan Assunnah dengan pemahaman para sahabat. itu artinya, memberantas bid’ah adalah satu-satunya cara untuk mempersatukan kembali umat ini, menajadi persatuan yang sebenaranya yang sesuai jalan ahlus sunnah wal jamaah, bukan sekedar kumpul, damai atau toleransi saja.

  3. ahmad soleh said

    @rofiq

    …maka akan ada dari kalangan umatku yang menirunya. sesungguhnya bani isroil berpecah di zaman Musa menjadi 71 golongan dan umatku akan berpecah menjadi 73 golongan…

    mas kalo boleh nanya, barang kali anda punya info dari ustad atau ulama-ulama anda. sejak zaman nabi Muhammad saw sampai kini apakah umat Islam sudah terpecah menjadi 73 atau belum? kalo anda menjawab sudah/belum tolong disebutkan nama-nama kelompok yang sesat tersebut. dan siapakah kelompok yang selamat dan apa nama kelompok itu?

    sepengetahuan saya Syahrustani sudah menetapkan nama-nama 73 golongan tersebut. padahal setelah beliau wafat kelompok Islam bertambah lagi. muncul kelompok-kelompok baru seperti wahabi, salafy, sururi, qutubi dll jadi sudah lebih dari 73 golongan dong.

    …ditanyakan pada beliau, Siapakah yang satu golongan itu? Beliau menjawab: “Siapa yang berpegang tegh dengan sunnahku dan pemahaman para sahabatku….”

    mas pemahaman sahabat apa pemahaman yang disandarkan kepada Rasul saw yang harus kita pegangi? kalo pemahaman sahabat yang bertentangan dengan Nabi saw gimana?

    nyatanya dalam memahami agama (nash) banyak juga sahabat satu sama lain saling bertentangan, bahkan diantara sahabat ada yang saling berperang dan berbunuh-bunuhan, lalu ikut yang mana mas yang diperangi atau yang memerangi? yang terbunuh atau yang membunuh?

    dalam memahami nash-nash agamapun diantara sahabat banyak yang berselisih dan kontradiksi satu sama lain. satu contoh dalam kasus tayamun, terjadi perbedaan antara sahabat umar bin khottob dan sahabat ammar bin yaser dalam masalah tayamum, menurut ammar bin yaser orang junub dalam keadaan tidak ada air WAJIB BERTAYAMUN, sementara pendapat sahabat umar TIDAK PERLU SHALAT SAMPAI DIDAPATI ADANYA AIR. lalu apa pendapat keduanya dibenarkan mas? apa mereka itu pembuat syariat? bukankah pendapat salah satu sahabat tersebut bertentangan dengan nash dan wajib kita buang?

    KENAPA KITA TIDAK BERPEGANG KEPADA PEMAHAMAN RASULULLAH saw. SAJA MAS, BIAR SELAMAT?

    hadis yang anda usung itu matannya morat-marit tidak sesuai dengan realita dan ajaran rasulullah saw. BAGAIMANA KITA MENGIKUTI SEMUA SAHABAT PADAHAL DIANTARA MEREKA DIDAPATI ADANYA YANG MUNAFIQ SEMENTARA RASULULLAH SAW SENDIRI TIDAK MENGETAHUI KEMUNAFIKAN MEREKA sebagaimana firman ALLAH SWT:

    “Dan diantara orang-orang arab badui yang disekelilingmu ada orang-orang munafiq, dan juga ada (orang-orang munafiq) diantara penduduk Madinah. mereka telah berkarat (kuat sekali) kemunafikannya. KAMU (Muhammad) TIDAK MENGETAHUI MEREKA. KAMI YANG MENGETAHUI. (al-Qur’an S. At-Taubah: 101)

    Jadi mustahil mas Rasulullah saw menyuruh kita mengikuti semua sahabat, karena diantara mereka ada yang munafiq yang beliau saw sendiri tidak mengetahui kemunafikannya. jadi hadist yang anda bawa itu perlu ditinjau ulang.JANGAN-JANGAN ITU HADIS BIKINAN KAUM MUNAFIQIN yang tidak diketahui jatidirinya baik oleh Rasulullah saw apalagi para ulama!!

  4. gomes said

    saya setuju sekali dengan and mas sholeh…dan kepada saudara rofiq..saya hanya berpesan jangan telan bulat bulat akan hadist tersebut..karena sebenarnya itu sudah banyak tidak benarnya..dan itulah ajaran dari kaum wahabi yaitu sengaja menambah2 hadist agar bisa menjadikan dalil bagi mereka…

    berhati2-lah…karena yang benar itu hanya seperti yang dimaksud allah dalam alquran agar kita berpegang teguh pada tali allah..dan jangan lah kta memutuskannya…
    dan dalam hadistnya nabi berkata : ini adalah jalanku yang lurus ,dan jangan enkau mencari jalan lain selain jalan ini…

    singkron dengan kedua ayat dan hadist di atas..berarti kita harus mencari tali allah tersebut dan oleh allah itu sudah dititipkan kepada para nabi dan rasul2nya di muka bumi ini,,,
    karena nabi sudah mewariskan semua ilmu yang dimilikinya kepada sahabat yang di kasihinya…
    “telah kucurahkan seluruh hatiku kepada abu bakar assidiq”
    artinya ilmu agama itu telah diwariskan turun temurun kepada umatnya sampai akhir jaman nanti ..
    dan kewajiban kita lah untuk mencari siapa pewaris ilmu nabi itu di jaman ini..walaupun untuk mencarinya kita harus merangkak di gunung salju(hadist diriwayatkan thabrani)

    itulah yang dikatakan dengan ulama pewaris nabi..itulah yang kita pegang ajarannya…

    dan itu hanya bisa kita jumpai lewat jalur thariqatullah….

    sekian
    semoga berkenan

  5. abu salma said

    ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.

    ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), ustad2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

    ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.

    ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

    Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis

    Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

    Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.

    salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

    pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

    ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

    ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.

    mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.

    yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.

    jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.

    jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.

    jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

    sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.

    gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah

  6. abu usamah said

    semoga Allah SWT menyelamatkan umat islam dari fitnahnya salafi arrafidah alkhawarij. firkoh salafy merupakan sempalan umat islam yang jelas sesat menyesatkan.

  7. iwan said

    yang unik, ketika masyarakat sudah tau semua kebusukan2 salafy dan bahwasannya mereka terpecah belah dengan sesama salafy, mereka (salafy) selalu berdalih bahwasannya peprpecahan itu adalah bagian dari ayat kauniyah. jadi mereka memperbolehkan saling serang dan saling ejek antar sesama salafy. perpecahan dikalangan salafy semakin diperburuk dengan kaidah mereka “selama masih satu manhaj, maka perpecahan dikalangan salafy masih bisa diperbolehkan’. kaidah itu membuat salafy bergerak sporadis, tidak terkordinir, anarki dan rapuh.cepat atau lambat, dakwah salaf akan binasa dan pudar. ini adalah sunatullah.

  8. panca said

    salafi…salafi….udah kecil, sombong, trus pake berantem lagi sama sesama salafi

  9. prihatin said

    beginilah potret umat islam, terkadang berbeda guru ngaji saja saling mengkafirkan, naudzubillah..

  10. Justru saya berhosnuzon terhadap KH. Mahrus Ali tentang apa yang beliau lakukan melalui tinta emasnya dengan hujjah2nya yang ia lakukan, yaa insya’allah Allah SWT meridhoi-Nya.
    mudah2han yang beliau lakukan dalam rangka nasihat/mengharapkan wajah-Nya, ini bukan hibah atau membuat perpecahan justru sebaliknya apa mempersatukan maksudnya mempersatukan akidah islamiyah laisa mempersatukan bid’ah dolalah, meskipun kita seorang diri atau berjauhan secara dohir tetapi akidah kita harus sama inilah yang dimaksud jamaah, bukan sebaliknya secara dohir kita berkumpul/berjamaah tetapi batin & i’tiqat kita beda maka inilah namanya tidak bersatu aliyas terpecah belah seperti ahlul bid’ah yakni bersatu dalam kebid’ahan/kesesatan
    Saya berkhosnuzon kepada pak mahrus Ali, apa yang beliau lakukan adalah Nasehat bukan hibbah: Nasehat adalah dia menyampaikan tentang apa2 yang dilakukan suadaranya dalam rangka mengharap Wajah-Nya, sedangkan Hibbah adalah dia menyampaikan aib saudaranya yang ia benci.!
    Maka dengan adanya orang seperti Pak Mahrus Ali tentang keberaniannya inilah sebagai introfeksi dan solusi bagi keluarga besar NU. yang telah melakukan kesalahan, kebid’ahan & kesyirikan selama ini agar segera htertolong, Justru adanya Pak Mahrus Ali seperti inilah bentuk pertolongan-Nya. agar segera terlepas dari jerat-jerat kesi=yirikan & setan, maka tugas OPak Mahrus adalah tugas nulaya sebagaimana tugas2 pokok para Nabi dan rasulullah SAW.
    maka kita memaklumi & sangat wajar banyak orang yang suka dan tidak suka sebab ini adalah sunatullah yang harus diterima sebagaimana .para pendahulu kita juga demikian bahkan lebih berat dan besar ujian yang mereka terima.
    Insya’Allah dengan melalui inilah suatu saat mereka2 yang membencinya akan terbalik sembilan puluh derajat akan menmjadi pendukungnya myang setia. khususnya para ahlul bid’ah yang telah tertolong akan menyesal dan bertaubat kepada Allah SWT mudah2han Allah segera memberikan hidayah taufiq-Nya. amin

    • ahmad said

      @wijhatulhaq :
      Tulisan emas (KH) Mahrus Ali ?? Anda sudah tahu tampang & sosok orang tsb ?? Sudah tahu kl dia membuat pernyataan yg ditanda tanganinya bhw dia “bukan mantan kiai NU”?? Coba biar mata lahir & batin anda dan pembaca lain terbuka betapa wahabi itu jago rekayasa bin pembohong,kunjungi dan baca Ummati Press (http://ummatiummati.wordpress.com/)dg topik :”Rekayasa Kebohongan Adalah Modal Dasar dakwah Wahabi” dst

      Mahrus Ali mengajarkan salat pakai sandal jepit, solat ditanah dg alasan ittiba” pd Rosul…. menunjukkan betapa naif / bodohnya ia.

      Sekali lagi, dia bukan mantan kiai NU!!!!!!!!!!

    • Hamzah said

      Pak mauhrus ali itu betul mantap sebeb ada beberapa hal
      Pertama beliau betul2 matan Kiyai NU..deangan latar belakang yang org nU dekek/tulen
      Kedua.. Beliau juga mempunyai bakat Menulis .. sehingga kader2 NU yg lain dibuat kelabakkan aliyas KO
      ketiga .. beliau juga mempunyaio akidah islam yang lurus “bermanhaj salaf” sehingga Kaum NU dibuat mumet aliyas kehilangan jurus mautnya.
      Keempat . Beliau juga tau persis dalil/ag\rgumen mereka .. jadi sebelum mereka alasan beliau sudah atu jawabannya/bantahanya. sebab apa bu\eliau dahulunya juga seperti mereka ..hehehe,, benarkan… ? ayo meu ngelak yaa?
      kelima .. Beliau betul2 pemberani ia sekarang sebagai ikon nahkan melebihi si Ulil Raja JIl meskipun Ulil malah mendapat dukungan/sanjungan mereka (kaum NU)
      dan masih buaaaanyak lagi tentang Pak Mahrus … yaa Pak mahrus Maju Trussssssssssssss… russ..rssssss.ruuuus

  11. Ibnu Siddiq said

    @Wijhatul Haq :
    Mengenai Mahrus Ali ini telah dikupas di http://ummatiummati.wordpress.com/ dalam artikel ” Rekayasa Kebohongan Adalah Modal Dasar Dakwah Wahabi :
    Ketika Pembohong (H. Mahrus Ali) Dielu-elukan: Sekali Lagi, Kebohongan Atas Nama Pengarang Kitab I’anah “

  12. AKIDAH Salaf yang kita sampaikan/dakwahkan adalah sebagai pencerahan kita semua, dan khususnya bagi org yang masih awam tentang akidah islam lebih khusus lagi kaum nahdiyin yang masih akrap dan menminta kapada ahli kubur sebagaimana yang telah dikukan kaum meusyrik Qureyis ketika mereka melakukan ritual ibadah dengan perantaraan patung-patung mereka (org sholih yg telah meninggal)

  13. salamah said

    memang berdakwahnya salafi indon seakan2 menghidupkan sunah
    tapi disisi lain menghancurkan umat islam /memecah belah umat islam
    contoh
    mereka mempolitisir dalil ibni masud bahwa berjama’ah bisa di lakukan sendiri2

    ini mengacu dalil yang mana apakah memang kalian wahai salaf indon menghendaki islam berpecah belah….?

  14. Hamzah said

    Mudah2han K. H. Mahrus Ali selalu sabar di jalan-Nya. terhadap como’oh para ahlul bid’ah dan begitu keraslah permusuhaqn mereka terhadap ahlus sunnah baik zaman duhulu maupun sekarang akan tetapi Allah SWt tidak membirakan kepada org2 yang selalu menyerukan yg hak pastilah menang.

    Dan saya ber Hosnuzhon kepada KH> Mahrus Ali bahwa niat beliau itu ikhlas semata-mata mengharapkan wajah-Nya yakni dalam rangka dia ingin menolong saudarau\nya khususnya Kaum Nahdiyin (NU) agar terlepas dari jerat-jerat kesyirikan, ternyata apa yang ia dapatkan? terjru malah beliau dimusuhi karena akan menghilangkan status Qua atau mereka merasa digrendahkan dengan adanya pemahaman yang KH. Mahrus Ali. Dan seandainya merka mauy jujur terhadap Paham akidah salaf yg ditawarkan oleh KH> Mahrus tentnya mereka lebih selamat dan terhormat akan tetapi kesombongan merekalah sehingga kebenaran tidak dapat masuk (hati2 mereka) sehingga Allah akan berikan kepada mereka kesesatan yg mereka kuasai …

  15. hamba said

    “Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang usianya rata-rata masih muda dan sedikit ilmunya. Perkataan mereka adalah sebaik-baik perkataan manusia, namun tidaklah keimanan mereka melampaui tenggorokan Maksudnya, mereka beriman hanya sebatas perkataan tidak sampai ke dalam hatinya – red. Mereka terlepas dari agama; maksudnya, keluar dari ketaatan – red sebagaimana terlepasnya anak panah dari busurnya. Maka di mana saja kalian menjumpai mereka, bunuhlah! Karena hal itu mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR. Al Bukhari no. 6930, Muslim no. 1066)

  16. wahyuboez said

    Sungguh aneh! Mahrus Ali yg jelas2 sesat kok masih dibela….!!!
    Astagfirullah Halaziiiiiiiiiiim………..

  17. irwan said

    peace bro…
    kita gak perlu gontok2x an…
    kebenaran yang haqiqi hanya disisi Alloh, bukan NU,muhammadiah,salafy,sururi,wahaby dan lainnya…..ok
    so…ayo sibukkan diri untuk tolabul ‘ilmu aja…and jangan lupa dipraktikkan ilmunya yang menyesuai quran dan sunnah rosululloh saw

  18. Bilal said

    Yang anti salafi jngan gusar dan risau hanya krn dikasih merk bid’ah oleh sebagian manusia yg tdk lebih mengerti tentang qur’an dan sunnah jika dibandingkan iman syafi’i dkk,bin baz dkk tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan mereka(iman syafi’i dkk) .Dan perlu diketahui bhwa kaum salafi berdiri diatas pondasi yg rapuh krn mereka menganggap kebenaran hanyalah menurut pemahaman mereka.maka salafi tdk usah diberangus pun akan musnah sendiri,mereka saling mentabdi’,mentasyrik,mentahdzir ulama selain golongan mereka hanya karena berbeda dlm memahami ayat/hadits yang belum qoth’i,bahkan sesama salafi sendiri saling tabdi’.semoga kaum muslimin dilindungi oleh Allah azza wa jall dari fitnah kaum salafi/wahabi amiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: