Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Kritik Pendapat Salafy Atas “Sikap Muslim Terhadap Orang Non Muslim”

Posted by bicarasalafy pada Januari 28, 2008

Sikap Muslim Terhadap Orang Non Muslim

Ditulis Oleh: Blogger secondprince.wordpress.com

http://secondprince.wordpress.com/2007/08/08/sikap-muslim-terhadap-orang-nonmuslim/ 

Sikap Muslim Terhadap Orang Nonmuslim

Tulisan ini akan membahas masalah yang sering dilontarkan oleh sebagian orang yang berada di atas jalan yang lurus (katanya), yaitu masalah sikap seorang muslim terhadap nonmuslim atau orang kafir. Sebagian dari mereka menunjukkan sikap yang dilandasi oksidentalisme paranoid dengan berkata mereka itu kaum kafir sudah mendapat laknat dari Allah SWT, mereka itu kaum kafir tidak layak dipercayai, tidak layak dicintai, musuh Allah dan yang paling aneh mungkin karena gayanya yang skripturalis mereka mencela setiap orang muslim yang menyebut orang nonmuslim(kafir) itu sebagai saudara. Tidak tanggung-tanggung celaan itu seringkali diiringi dalil-dalil baik dari Al Quran dan Hadis. Padahal dalil mereka itu sebenarnya lebih tepat ditujukan pada kaum kafir yang menentang Allah dan RasulNya.

Saat kita berbicara tentang orang nonmuslim maka perlu diperhatikan “tidak semua orang nonmuslim itu sama”. Tentu saja mereka semua manusia, yang dimaksud itu bahwa berdasarkan sikapnya terhadap kita orang muslim, maka orang nonmuslim itu terbagi menjadi orang nonmuslim yang memusuhi orang muslim(menentang Allah dan RasulNya) dan orang nonmuslim yang tidak memusuhi orang muslim. Kalau dalam masa Pemerintahan Islam, orang nonmuslim yang kedua ini disebut juga Ahludz Dzimmah.

Al Quran dan Hadis telah menunjukkan dengan jelas bagaimana sikap seorang muslim seharusnya terhadap kedua tipe orang nonmuslim tersebut. Dengan kata lain sikap seorang muslim terhadap orang nonmuslim yang memusuhi orang muslim itu berbeda dengan sikap orang muslim terhadap orang nonmuslim yang tidak memusuhi orang muslim. Hal ini jelas harus dipahami karena jika tidak dibedakan antara kedua tipe orang nonmuslim ini maka akan terjadi kerancuan dalam memahami ayat-ayat Al Quran atau misinterpretasi dalam penafsiran.

Kerancuan seperti ini seringkali terjadi, yaitu pada orang-orang yang memandang orang lain yang berbeda agama dengan pandangan yang rendah. Kadang-kadang orang-orang tersebut berkata kasar dan menghina hanya karena mereka berbeda agamanya. Hal seperti ini terjadi karena adanya fenomena yang disebut Mutilasi dalil. Mutilasi dalil maksudnya dari semua dalil yang ada hanya mengambil sebagiannya saja kemudian menarik kesimpulan umum. Padahal sebagian dalil sisanya yang tidak dikemukakan justru membatasi apa yang diumumkan oleh sebagian dalil yang dikemukakan. Jadi tentu saja hal ini merupakan kesalahan dalam penarikan kesimpulan. Dalam masalah orang kafir ini mereka yang rancu itu mengemukakan dalil-dalil yang menyatakan sikap yang keras kepada orang kafir seraya melupakan dalil-dalil lain yang justru mengharuskan berbuat baik dan adil kepada orang kafir yang tidak memerangi kaum muslimin.

Al Quran Tentang Sikap Muslim Terhadap Orang Kafir

Hai orang-orang yang beriman, Jangan kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpinmu, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka (Al Maidah 51).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu(karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan kemudaratan bagimu). Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat(kami) jika kamu memahaminya. (Ali Imran 118).

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya ,sekalipun orang-orang itu bapak-bapak atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka . Mereka Itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan dengan pertolongan yang datang daripadaNya. Dan dimasukkanNya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap(limpahan rahmat)Nya. Mereka Itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah Itulah golongan yang beruntung. (Al Mujadilah 22).

Ayat-ayat ini jelas ditujukan untuk orang kafir yang memerangi Allah dan RasulNya, atau orang-orang kafir yang memerangi kaum muslimin, dan menindas kaum muslimin karena keyakinan yang berbeda dengan apa yang selama ini mereka yakini. Adapun terhadap orang-orang kafir yang tidak memerangi kaum muslimin, atau orang-orang kafir yang mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin maka Al Quran dengan tegas menyatakan sikap yang baik terhadap mereka, menjaga hak-hak mereka dan berlaku adil kepada mereka.

Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(Al Mumtahanah 8-9)

Ayat ini jelas sekali menunjukkan bahwa seorang muslim diharuskan bersikap baik dan adil terhadap orang kafir atau nonmuslim yang tidak memerangi kaum muslimin. Dari ayat ini juga dapat ditarik kesimpulan bahwa ayat-ayat Al Quran yang menunjukkan sikap keras kepada orang kafir sebelumnya tidak ditujukan kepada seluruh orang kafir tetapi hanya kepada orang kafir yang memerangi kaum muslimin.

Memang ada sebagian orang yang merasa dirinya cukup pintar berlagak seolah-olah tidak tahu tentang ayat Al Quran Al Mumtahanah 8-9, tetapi justru mengutip ayat-ayat Al Quran yang bersikap keras terhadap orang kafir. Kemudian dengan kepintarannya atau kepura-purannya dia menyatakan bahwa ayat tersebut ditujukan untuk seluruh orang kafir.

Seolah-olah dalil tersebut menjadi justifikasi mereka untuk memandang rendah dan berkata kasar terhadap mereka yang berbeda agamanya. Sikap seperti ini jelas telah mencemarkan nama baik Islam dan kaum muslimin. Anda mungkin akan melihat dari tulisan-tulisan mereka yang berupa celaan terhadap seseorang karena orang tersebut berbeda agamanya atau mungkin kata-kata yang meremehkan dan memandang rendah setiap pendapat seseorang karena orang tersebut hanya berbeda agamanya. Padahal mereka yang berbeda agama itu tetap mempunyai hak untuk menyatakan pendapat, hak untuk dihargai atau dijaga kehormatannya termasuk hak untuk mendapatkan kata-kata yang layak bukan kata-kata yang kasar. Hal ini harus diperhatikan karena menjaga hak-hak mereka yang berbeda agama itu termasuk dalam berbuat baik dan adil yang dijelaskan dalam Al Quran Al Mumtahanah ayat 8&9.

Saya tidak tahu apakah Mereka yang rancu(sebagian dari mereka) benar-benar tahu bagaimana caranya bersikap atau menunjukkan sikap keislaman.Yang tidak habis pikir kadang dengan sesama muslim saja mereka(sebagian mereka) malah berkata kasar atau menghina hanya karena orang tersebut berbeda pendapatnya. Lucunya mereka yang bersikap seperti ini dengan gagahnya menyatakan diri sebagai golongan yang selamat, golongan yang benar dan paling benar. Seolah-olah dengan menisbatkan diri sebagai pengikut Kelompok atau Golongan tertentu maka mereka akan langsung menjadi benar. Orang seperti ini telah menjadikan kebenaran sebagi budak yang tunduk terhadap simbol kelompoknya. Aneh sekali memang ketika kebenaran diperbudak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: