Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Kritik Salafi Yang Melarang Menggunakan Kata Saudara Kepada Orang Kafir

Posted by bicarasalafy pada Januari 28, 2008

Kritik Salafi Yang Melarang Menggunakan Kata Saudara Kepada Orang Kafir

Ditulis Oleh: Blogger secondprince.wordpress.com

http://secondprince.wordpress.com/2007/08/08/menggunakan-kata-saudara-kepada-orang-kafir/

Menggunakan Kata Saudara Kepada Orang Kafir

Tulisan ini adalah kritik terhadap mereka yang dengan sinis telah menghina dan mencela orang lain(yang muslim) hanya karena kesalahan satu-satunya orang itu adalah menggunakan kata saudara terhadap orang kafir. Mereka ini tidak mempunyai dalil sedikitpun untuk menyatakan bahwa dengan orang kafir tidak boleh menggunakan kata saudara. Mereka ini hanya bertaklid kepada tulisan ulamanya saja. Padahal justru sebaliknya ada banyak dalil yang membolehkan penggunaan kata saudara antara muslim dan orang kafir atau dalil yang menunjukan orang muslim dapat disebut saudara bagi orang kafir.

Nabi Nuh Saudara Kaumnya

Kaum Nuh telah mendustakan para Rasul. Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya Aku adalah seorang Rasul kepercayaan(yang diutus) kepadamu. (QS Asy Syu’ara :105-107)

Nabi Hud Saudara Kaum ‘Ad

Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata “Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja. (QS Hud :50)

Dan Kami telah mengutus kepada kaum ‘Ad saudara mereka Hud. Ia berkata “Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya, maka mengapa kamu tidak bertakwa kepadaNya?”. (QS Al A’raf :65)

“Kaum Ad telah mendustakan para Rasul, ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka: Mengapa kamu semua tidak bertakwa?”. (QS Asy Syu’ara : 123-124)

“Dan Ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad ketika ia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya(dengan mengatakan) :Janganlah kamu menyembah selain Allah sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar”. (QS Al Ahqaf :21)

Nabi Shalih Saudara Kaum Tsamud

Kaum Tsamud telah mendustakan Rasul-rasul . Ketika saudara mereka Shalih berkata kepada mereka “Mengapa kamu tidak bertakwa?”. (QS Asy Syu’ara :141-142)

Dan Kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shalih. Shalih berkata “Hai kaumku sembahlah Allah,sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi(tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunanNya, kemudian bertobatlah kepadaNya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (doa hambaNya). (QS Hud :61)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka Shalih (yang berseru) sembahlah Allah, tetapi tiba-tiba mereka menjadi dua golongan yang bermusuhan. (QS An Naml :45)

Dan (Kami telah mengutus ) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shalih. Ia berkata “Hai kaumku, sembahlah Allah ,sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun(yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih”. (QS Al A’raf :73)

Nabi Luth Saudara Kaumnya

Kaum Luth telah mendustakan Rasul-rasul. Ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya Aku adalah seorang Rasul kepercayaan(yang diutus) kepadamu. (QS Asy Syu’ara :160-162)

Nabi Syu’aib Saudara Penduduk Madyan

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka Syu’aib. Ia berkata “Hai kaumku sembahlah Allah ,sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (QS Al A’raf :85)

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata ”Hai kaumku sembahlah olehmu Allah, harapkan(pahala) hari akhir dan Jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan”. (QS Al Ankabut :36)

Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka Syu’aib. Ia berkata “Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik(mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan(kiamat). (QS Hud :84)

Semua ayat Al Quran diatas dengan jelas menyebutkan bahwa Nabi Nuh as, Nabi Hud as, Nabi Shalih as, Nabi Luth as, dan Nabi Syu’aib as sebagai saudara dari kaumnya. Tidak diragukan lagi kalau Para Nabi itu adalah muslim, bahkan Mereka as adalah muslim yang paling baik. Dan tidak diragukan pula bahwa kaum yang diseru oleh Mereka para Nabi as itu adalah orang-orang kafir. Walaupun begitu ternyata Al Quran tetap menggunakan istilah saudara bagi mereka yang bertauhid dan mereka yang kafir. Ini adalah dalil yang jelas kebolehan penggunaan kata saudara terhadap orang kafir.

Tentu saja saudara dalam pengertian ini jelas bukan saudara sesama muslim atau saudara seagama. Kata saudara sendiri memiliki makna yang cukup banyak, bisa berarti saudara sekandung atau dalam arti kekeluargaan, saudara satu suku atau kaum atau saudara sebangsa dan setanah air bahkan saudara senenek moyang atau saudara sesama manusia. Ketika ada seorang muslim berkata bahwa orang kafir itu saudara kita, maka jelas sekali bahwa yang dimaksud bukan saudara sesama muslim atau saudara seagama, ini adalah jelas sekali karena yang dibicarakan itu lain agamanya.

Anehnya kenapa ada orang yang menisbatkan dirinya dengan salafi yang berkata itu tidak boleh mereka itu bukan saudara kita. Apa pengertian saudara menurut dia ini. Kalau seandainya yang dimaksud itu saudara sesama muslimmaka dia ini rasanya aneh sekali bodoh sekali karena mana ada orang muslim yang akan mengatakan bahwa orang kafir itu saudara seagama dengan orang muslim. Kalau benar seperti ini maka Dia telah salah mempersepsi bahasa manusia pada umumnya. Karena jelas tidak sama kata saudara dengan kata saudara sesama muslim atau seagama.

Atau mungkin dia beranggapan bahwa kata saudara hanya diperuntukkan bagi mereka yang seagama atau seakidah saja. Kalau memang seperti ini maka sekali lagianeh dia juga bodoh karena Al Quran telah menggunakan kata saudara antara para Nabi as dan kaumnya. Dan juga aturan darimana bahwa kata saudara hanya untuk yang seagama saja bagaimana dengan saudara dalam arti kekeluargaan ,apakah hanya karena beda keyakinan keluarga langsung menjadi orang lain. Aneh tidak ada yang seperti ini dalam islam bahkan orangtua yang kafirpun tetap disebut sebagai orang tua dan diharuskan bersikap baik dan taat kepada keduanya kecuali jika bertentangan dengan perintah Allah SWT. Apakah karena kafir maka orang tua tidak lagi disebut orang tua?.

Jelas sekali bahwa orang muslim yang berkata orang kafir itu saudara kita juga itu menggunakan bahasa Indonesia, yang berarti bahwa kata saudara itu mempunyai arti yang bermacam-macam. Tetapi sayangnya dia yang menisbatkan dirinya dengan salafi itu membantah kadang dengan kata yang kasar padahal dia sendiri tidak mengerti apa yang dikatakan orang lain. Dia ini berlagak seperti tiran di tengah para penentangnya. Dalam pandangannya apapun yang dikatakan orang lain kalau bertentangan dengannya adalah salah. Dia tidak berusaha benar-benar memahami apa yang dikatakan orang lain karena pandangannya cuma tertuju pada pertentangan orang tersebut dengan dirinya dan menurutnya ini tidak boleh dibiarkan karena saya yang benar dan orang itu salah. Pikiran yang seperti ini menunjukkan ada penyakit dalam dirinya. Penyakit yang timbul karena telah terbiasa menggunakan logika tiran untuk memperbudak kebenaran.

3 Tanggapan to “Kritik Salafi Yang Melarang Menggunakan Kata Saudara Kepada Orang Kafir”

  1. BAGUS said

    iya tuh, btul bgt…
    mgkin org salafy ja yng dah ngrasa dirinya btul dewe…
    padahal, sapa yang tau?
    mang tuh kebiasaan dia buat selalu menganggap yang laen tu kufur2 ato sesat gitu.
    gmna prasaan klompok laen yang dia ejek?
    sama hal nya kalo dia diejek swtu klompok, pasti prasaan dia juga gak suka.
    makanya, dalil2 yang dah salafy hfalin tu bagusnya juga dia ngertiin, kayak yang “Barang spa yang tdak mngasisi, maka ALLAH tdak akn mngsihinya.”
    so, kalo gak mo dapet cercaan dan tudingan, orang salafy juga gak boleh memojokkan.😉

  2. Hawa nafsu apakah ini…

  3. adhi said

    saya seorang islam abangan, yang ikut pengajian kesana kemari, pernah dateng ke jamaa tabliq, aa gym, adzikra, abu sangkan,dan lain lain, dibilang ini bid’ah dan itu bid’ah… terus terang bikin pusing. tertarik juga untuk mendalami / coba ngikut pengajian salafy.. ee baca ini juga bingung.
    sekarang saya mulai dari baca qur’an dulu aja, baca terjemahannya satu-demi satu, baru Al-Baqarah tapi nggak mudeng juga.. semisal : manusia itu di bumi karena diutus sebagai khalifah atau hukuman atas dosa nabi adam ?? keliatannya saya musti beli buku tafsir yang bisa menjelaskan pertanyaan pertanyaan saya setelah membaca satu-satu arti dari ayat-ayat Qur’an, sambil belajar dikit-dikit bahasa Arab di Qur’an… dimulai dari itu dulu saya.
    maaf bila tanggapan saya enggak nyambung dari materi tulisan, cuman sekedar share.

    ____________
    -bicarasalafy-

    Salam mas adhi, makasih telah berkunjung kesini.

    Teruskan membaca dan pelajari berbagai pendapat ulama sedikit-demi sedikit, teruskan membaca dan mempelajari al-Qur’an. Insya Allah dengan niat tulus Allah SWT akan memudahkan saudara memahami Islam lebih dalam, jauhi sifat ekstrim, jauhi sifat-sifat mesesatkan dan mengkafirkan sesama muslim bersyahadat sebagaimana wahabi/salafy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: