Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Salafy Bikin Ulah lagi, Kali Ini Saya Tidak Boleh Diam

Posted by bicarasalafy pada Januari 3, 2008

Salafy Bikin Ulah lagi, Kali Ini Saya Tidak Boleh Diam 

Ditulis Oleh: Blogger kosongempatsembilan.wordpress.com

http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2007/04/26/salafy-bikin-ulah-lagi-dan-kali-ini-saya-tidak-boleh-diam%e2%84%a2/

Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh.

Bismillahirrohmanirrohim

(semoga Tuhan melindungi saya dari hawa nafsu dan amarah saat menulis artikel ini)

Wahai, Antobilang Antosalafy yang mengatakan saya telah memfitnah dirinya. Saya ingin jelaskan dengan baik dan benar kepada anda beberapa hal. Sebelumnya izinkan saya menuliskan dulu secara keseluruhan akar dari segala keresahan ini. Perhatikan ini baik baik pemirsa.

Wah, Mas Farid Slengker ini semboyannya “Kecil Disuka dan Muda Terkenal. Tua Kaya Raya. Mati (Insya Allah) Masuk Sorga”. Enak dong kalo gitu, ck…ck…ck. Kesannya tuh hidup enak banget gitu, nggak ada sisi perjuangan dan penderitaan. Padahal hidup ini perjuangan, Farid! Setahu aku sih yang suka gembar-gembor “Hidup Adalah Perjuangan” itu para mahasiswa Pecinta Alam, Seni, dan Budaya, seperti mottonya teman lama aku dulu sewaktu kuliah. Hiks..3x (memori lama…!). Any way, umumnya orang tahu kok bahwa tidak semudah itu untuk masuk surga (kecuali Mas Farid Slengker ini, aku gak tahu!)

Info penting buat Farid: Aku bukan termasuk “kaum yang suka mengkultuskan imam, aliran, mahzab, atu apapun itu namanya” yang kamu tuduhkan di blogmu. Ini tuduhan dusta. Subhanallah. 

Pertamax. Tolong, sekali lagi tolong hormati nama orang, ataupun nama apapun termasuk nama band dan penggemarnya. Ga usyah jauh jauh dech, seorang atheis macam Parallel Divergence saja, menghormati dengan baik nama saya, padahal saya memberikan komentar yang bernada kemarahan di blognya.

Ga percaya? Pelototin nich! Baca dari awal sampai akhir, biar semuanya jelas. Nama saya tetap ditulis Farid atau fourtynine! Padahal saya maki maki dia. Jawabannya tetap mencantumkan nama saya dengan baik dan benar. Apa ga malu sama orang yang katanya kafir? Orang yang katanya kafir itu saja merespon komentar orang lain dengan baik, masa anda yang mengakunya taat beragama dan bermanhaj/beraliran agama tidak bisa menghormati orang lain? Atau mungkin anda takut karena musik itu halom haram? Sehingga nama band dan fansnya pun harus diplesetkan?

Keduax. Semboyan saya “Kecil Disuka dan Muda Terkenal. Tua Kaya Raya. Mati (Insya Allah) Masuk Sorga” anda tanggapi dengan (tanggapan yang menurut saya) sedikit sekali menggunakan kapasitas otak anda. Kalau tidak mau dibilang terburu buru. Mungkin anda akan lebih suka disebut tidak berfikir?

“Kecil Disuka Dan Muda Terkenal” itu adalah hasil kerja orang tua saya dan saya. Ga percaya? Bagaimana seorang anak kecil itu bisa disukai oleh orang orang lainnya kalau sejak kecil orang tuanya tidak mendidik si anak menjadi anak baik, cerdas dan sopan. Kalau si orang tua sudah gagal sejak anaknya masih kecil, maka lebih baik semboyan itu dihentikan saja, sejak kecil sudah tidak disuka gimana tuanya?

Sekarang “Muda Terkenal”, kalau yang ini saya ga mau bawa bawa nama orang tua saya, ini adalah hasil pribadi saya. Namun yang jelas untuk menjadi “Terkenal” memang tidaklah mudah. Tak perduli terkenal karena “MENGENCINGI AIR ZAM ZAM” atau terkenal karena “MENYUMBANG ORANG MISKIN”. Intinya : “Terkenal” itu tidak harus terkenal dalam kebaikan, namun jalan menuju ketenaran itu tidaklah mudah. Harus tetap ada usaha! Termasuk dengan menebar Trackback. 

“Tua Kaya Raya. Mati (Insya Allah) Masuk Sorga”. Apa anda ga tau yang namanya semboyan sebagai penyemangat? Siapa sich yang bilang kalau untuk jadi kaya itu mudah? Hanya koruptor dan para kapitalis busuk penindas rakyat miskin kecil yang bilang begitu. Saya tau ko, saya tau jadi orang kaya itu ngga mudah, apalagi kaya batin, dimana orang bisa menerima kenyataan dan menghargai orang lain.

“Mati” masih mending saya kasih kata kata Insya Allah untuk masuk sorga, karena saya tidak mau mendahului sesuatu yang belum pasti kalau ga dikasih mungkin akan langsung dicap kafir. Saya tau ga mudah untuk jadi penghuni surga, tapi setidaknya saya tau bahwa surga itu juga tidak menerima orang orang yang tidak mau berfikir, dan menghargai pendapat orang lain.

Contohnya ada orang yang rajin puasa, tapi saking rajinnya puasa, maka hari Idul Adha dan Idul Fitri pun dia puasa. Yang begini saat ditegur ga mau perduli, malahan menyalahkan orang yang memberi teguran, apa orang orang macam ini yang menurut anda bakalan masuk surga?

Lagian itu semua kan menurut saya bisa menjadi do’a seperti halnya nama, bukankah dalam nama juga terdapat do’a dan harapan. Lantas, bagian mananya yang anda sebut tidak mencerminkan hidup adalah perjuangan? Saya rasa dalam semboyan “Kecil Disuka dan Muda Terkenal. Tua Kaya Raya. Mati (Insya Allah) Masuk Sorga” semuanya adalah perjuangan. Semuanya tidak akan datang dengan sendirinya.

Ketigax. (Ga penting sich, dan kayanya ngaco) Apa memang anda punya kenalan orang IMPAS-B? Atau anda anggota IMPAS-B juga? Kalau anggota, berarti kita saudara seorganisasi. Tapi bukan berarti saudara harus menerima semua pendapat saudaranya kan?

Keempats.

Aku bukan termasuk “kaum yang suka mengkultuskan imam, aliran, mahzab, atu apapun itu namanya” yang kamu tuduhkan di blogmu. Ini tuduhan dusta. Subhanallah.

Saya terima, dan saya percaya. Tapi saya masih dalam tahap 30% percaya. 70% nya lagi baru datang kalau anda memang tidak melakukan hal hal seperti yang saya ceritakan berikut.

Masih ingat dengan kapan perayaan Idul Fitri yang sering diperdebatkan? Sejak zamannya Presiden Suharto sampai zamannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, selalu terjadi perdebatan kapan Idul Fitri. Dan dalam kebingungannya masyarakat menjadi terkotak kotakkan. Namun yang paling saya sesalkan adalah seringnya terjadi hal hal seperti “Yang Hari Raya duluan itu orang Muhammadiah”. “Yang Puasanya tahun ini cuma 29 hari itu bukan golongan kita”, itulah sedikit contoh dari pengkotak kotakkan yang terjadi.

Bahkan setiap minggunya terjadi pengkotak kotakkan di setiap Mesjid, masih banyak dialog yang seperti ini : “kenapa ga Sholat Jum’at di Mesjid yang dekat rumah itu saja?”, “Itu Mesjidnya orang Muhammadiah, adzannya cuma sekali, ga mau saya”.

Sekarang saya tanya dulu, Masjidnya orang orang salafy itu adzannya sekali atau 2 kali kalau Jum’at an? Misalkan, anda sedang dalam perjalanan di hari Jum’at, kemudian masuklah waktu sholat Jum’at, namun yang paling dekat adalah mesjidnya orang orang yang alirannya bukan salafy, dan kebetulan tidak ada Mesjid beraliran salafy didaerah itu, apa anda sudi sholat Jum’at disana? Ataukah anda lebih memilih tidak sholat Jum’at dulu?

Kalau orang orang yang non-salafy itu tahun kemaren puasanya 29 hari dan kemudian orang orang aliran salafy itu puasanya 30 hari. Mungkin anda akan ikuti yang 30 harinya, namun bagaimana jika ternyata bahwa yang benar itu adalah yang 29 hari? Sudikah anda membatalkan puasa anda di hari 30? Kalau ternyata orang orang non-salafy mengatakan bahwasanya berjenggot itu tidak wajib, namun sebaliknya kaum salafy taat seperti anda mempercayai wajibnya berjenggot, sementara kaum non-salafy mampu menyuguhkan data akurat dan terverivikasi dengan baik dan benar bahwasanya berjenggot itu tidaklah wajib, apakah anda mau menerima kenyataan itu? Kalau anda tidak mau menerima semuanya itu, maka yang anda katakan sebagai “tuduhan” dari saya bisa dibilang tidak benar.

Satu lagi, kalau memang saya menyebarkan tuduhan? Tolong beri penjelasan juga terhadap artikel [ini], mengapa anda melakukannya? Padahal itu memiliki banyak kelemahan, berikan argumen yang berbobot dan mencerminkan bahwa kapasitas otak anda lebih besar daripada batu kerikil, untuk sementara saya anggap bahwa anda masih “mengkultuskan imam, aliran, mahzab, atau apapun itu namanya”. Kesimpulan juga saya tarik dari berbagai perjalanan anda yang sudah dirangkum dengan baik oleh saudara tua saya di [sini] dan di [sini].

Satu Tanggapan to “Salafy Bikin Ulah lagi, Kali Ini Saya Tidak Boleh Diam”

  1. Halah… harus gelar tiker nih di sini…:mrgreen:
    Salam kenal dari saya…

    -bicarasalafy-
    ____________

    salam,

    Salam kenal juga pak, makasih udah jalan-jalan kesini🙂 !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: