Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Membantai Tuduhan Antosalafy

Posted by bicarasalafy pada Desember 23, 2007

Membantai Tuduhan Antosalafy

Sumber: Blog secondprince

http://secondprince.wordpress.com/2007/11/06/membantai-tuduhan-antosalafy/

Judul di atas memang sengaja dibuat parah begitu, tidak apa-apa kan bebas toh

Sebenarnya tulisan ini adalah tanggapan saya pribadi terhadap Mas Antosalafy, tentu tanpa mengurangi rasa hormat saya (entahlah apa saya punya ya?) terhadap tuduhannya kepada saya. Tuduhan itu ia tunjukkan ketika menjawab komentar seseorang di salah satu tulisannya Saudaraku, Waspadailah Kesesatan Ikhwanul Muslimin(5). Komentar saya sendiri entah kenapa sudah dihapus. Berikut saya kutip obrolan Mas Abu Maulid dengan Mas Abu Ahmad. Mas Abu Ahmad dengan nama Heriyanto mengutip komentar saya dan mengomentarinya. Kata-kata saya yang Mas Abu Ahmad(Heriyanto) kutip saya cetak tebal dan kata-katanya saya cetak miring (karena komentar asli saya hilang entah kemana)

 

Berikut komentar Heriyanto, yang menurut saya adalah Mas Abu Ahmad(maaf kalau salah)

Heriyanto, di/pada Oktober 31st, 2007 pada 11:15 Said:

Apakah ada keterangan dari Rasulullah SAW yang menjelaskan siapa Khulafaur Rasyidin yang dimaksud?Dia minta penjelasan: ”tolong dijelaskan ..Tapi kok anaehnya malah dijawab sendiri..Khulafaur Rasyidin itu Salafus Salih
Maaf Mas itu generalisasi namanya”…
Second Prince…yang first prince siapa ya…

Kemudian Mas Abu Maulid atau Antosalafy menjawab komentar Heriyanto ini dengan kata-kata berikut

Biasalah, namanya juga penganut syiah. Ada tanda-tandanya dari postingan di blognya dg ketidaksukaan dia terhadap ahlis sunnah yang menghujat syiah. Selain itu, postingan2 ttg syiah penuh. wal’iyadzubillah

Kalau anda meragukan saya dan mengatakan kalau saya cuma membuat-buat lihat sendiri komentar heriyanto itu Second Prince…adalah bukti nyata apa yang saya katakan (siapa lagi sih Secondprince di WP selain saya P ).

Mula-mula saya komentari dulu Mas Heriyanto atau Abu Ahmad Al Atsary dia bilang saya aneh karena menjawab sendiri apa yang saya tanya. Justru dia yang aneh, padahal tepat di atas komentar saya ada komentar Adun yang dijawab Mas Antosalafy,nah saya kutip. Komentar saya adalah tanggapan terhadap jawaban Mas Antosalafy.

ADUN, di/pada Oktober 30th, 2007 pada 11:15Said:

Sunnah itu cukup datang nya dari Perbuatan dan tingkah laku Rasul..Kalau ditambah dengan sunnahnya para sahabat, berarti masih menganggap risalah yang dibawa oleh Nabi Muhhamad belum cukup.. “Aku tinggalkan dua perkara, kamu tidak akan sesat selamanya, bila perpegang kepada Alqur’an dan sunnahku”..jadi tidak ada kata-kata sunnah nya Sahabat..Ini sebagai koreksi buat moderator..terima kasih

Jawaban Mas Antosalafy ini terhadap komentar Adun adalah

Terima kasih koreksinya. Namun, Anda perlu ingat bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku, dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang terbimbing, berpeganglah erat-erat dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham…” (Shahih, HR Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah dan lainnya dari sahabat Al ‘Irbadh bin Sariyah. Lihat Irwa’ul Ghalil, hadits no. 2455). Dalam hadits tersebut dengan tegas dinyatakan bahwa kita akan menyaksikan perselisihan yang begitu banyak di dalam memahami dienul Islam, dan jalan satu-satunya yang mengantarkan kepada keselamatan ialah dengan mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin (Salafush Shalih). Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan agar kita senantiasa berpegang teguh dengannya. Al Imam Asy Syathibi berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam -sebagaimana yang engkau saksikan- telah mengiringkan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dengan sunnah beliau, dan bahwasanya di antara konsekuensi mengikuti sunnah beliau adalah mengikuti sunnah mereka…, yang demikian itu dikarenakan apa yang mereka sunnahkan benar-benar mengikuti sunnah nabi mereka atau mengikuti apa yang mereka pahami dari sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baik secara global maupun secara rinci, yang tidak diketahui oleh selain mereka.”(Al-I’tisham, 1/118).Ketahuilah bahwa yang paling tahu tingkah laku, perbuatan, ataupun amalan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah para shahabat. Makanya kita diwajibkan memahami agama ini seperti apa yang dipahami oleh para shahabat. Para shahabat tidaklah bersepakat, kecuali di atas kebenaran. Silakan antum membaca artikel selengkapnya di sini

Perhatikan saya cetak tebal kata-kata Mas Antosalafy sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin (Salafush Shalih). Jadi yang mengatakan Khulafaur Rasyidin itu Salafus Salih ya Mas Antosalafy, bukan saya dan artinya saya tidak beraneh-aneh dengan menjawab sendiri seperti kata Heriyanto itu. Yang lebih aneh Mas Antosalafy menjawab dengan tuduhan aneh kepada saya bukannya mengklarifikasi kekeliruan Heriyanto itu. sesama jenis saja memang mudah beramah tamah.

Jadi biar jelas maka saya kutip komentar saya yang dihapus Mas Antosalafy

Apakah ada keterangan dari Rasulullah SAW yang menjelaskan siapa Khulafaur Rasyidin yang dimaksud? tolong dijelaskan

“Khulafaur Rasyidin itu Salafus Salih”

Maaf Mas itu generalisasi namanya

Pertanyaan saya baik, dan wajar karena Mas Antosalafy berdalil dengan hadis itu dan saya minta penjelasan, wajar kan. Tapi bukannya menjawab malah menuduh saya Syiah dengan berkata telah melihat tanda-tandanya pada blog saya. Menurutnya tanda-tanda itu adalah

  1. Ketidaksukaan saya terhadap Ahlisunnah yang menghujat Syiah
  2. Postingan saya tentang Syiah penuh

Mari lihat pembantaian saya

Ketidaksukaan terhadap Ahlisunnah yang menghujat Syiah

Bagi saya Sunni dan Syiah adalah Islam dan bukannya sesama islam bersaudara. Jadi wajar kalau saya tidak senang dan lagi ketidaksenangan saya berdasarkan analisis saya sendiri terhadap tulisan-tulisan Ahlussunnah yang menghujat Syiah seperti AlKhatib, Ustad Mamduh dan Ihsan Ilahi Zhahir yang dalam karya-karyanya menyudutkan syiah dan tidak jarang mengkafirkannya. Mereka menuduh Al Quran syiah berbeda dengan sunni dan banyak riwayat syiah yang bertentangan dengan syariat islam dalam kitab syiah seperti Al Kafi. Mereka berkata bahwa kitab Al Kafi itu sama seperti Shahih Bukhari. Padahal setelah saya merujuk ke karya-karya Ulama Syiah sendiri ternyata Al Kafi tidak sama seperti Shahih Bukhari dan mereka Ulama Syiah banyak membantah tuduhan-tuduhan seperti Al Quran syiah yang berbeda dengan sunni. Jadi apa salahnya kalau saya mengkritik Al Khatib, Ustad Mamduh dan Ihsan Ilahi Zahir. Lihat tulisan saya Kedudukan Kitab Shahih Bukhari Di Sisi Sunni dan Al Kafi Di Sisi Syiah.

Ada banyak ulama yang menyatakan bahwa syiah itu islam seperti Syaikh Mahmud Syaltut, Syaikh Muhammad Al Ghazali, Syaikh Yusuf Qardhawi, Quraish Shihab dan lain-lain. Tuduhan populer kalau Al Quran Syiah berbeda dengan Sunni itu sudah basi sekali. Nyatanya baik Ulama sunni sendiri seperti Imam Al Hindi, KH Abdullah bin Nuh dll dan banyak Ulama syiah telah membantah tuduhan itu. Karena sampai sekarang memang tidak ada bedanya, saya bahkan tanya sendiri kepada salah seorang teman yang syiah. Jadi kenapa ngotot bener.

Saya hanya menyatakan apa yang benar, ya dari mana saja itu. Mau Sunni, Syiah, Salafi, JT, IM atau apapunlah. Lantas dengan begitu apakah saya bisa dikatakan sebagai penganut Syiah. Saya hanya menyampaikan apa adanya. Terkesan membela Syiah, ya kalau yang benar mau dikatakan salah karena Syiah yang bilang, Apa jadinya itu. Ya mau menang sendiri. Bukankah banyak Ulama Sunni yang membela Syiah, jadi Pembela Syiah belum tentu Syiah.

Postingan Tentang Syiah Penuh

Salah besar, karena yang benar postingan tentang Syiahphobia. Ada bedanya, coba baca tulisan saya Pengantar Kategori Syiahpobhia, anda akan lihat apa yang saya maksud Syiahpobhia. Mari kita perjelas apa itu Syiahphobia. Sejauh ini saya melihat dua gejala Syiahphobia

  1. Mereka yang mengkafirkan Syiah, menyebut Syiah dengan kata Agama Syiah, dan yang berusaha memisahkan Syiah dari Islam. Saya benar-benar tidak setuju dengan sikap seperti ini makanya saya membuat tulisan yang membantah omong kosong seperti ini
  2. Mereka yang berlebihan dalam membantah Syiah sehingga membuat banyak kekeliruan. Tidak jarang dari mereka ini mendhaifkan hadis-hadis shahih Sunni hanya karena hadis tersebut dijadikan hujjah oleh Syiah. Mengurangi keutamaan-keutamaan Ahlul Bait padahal Ahlul Bait adalah pribadi-pribadi yang mulia setelah Rasulullah SAW. Mendistorsi hadis-hadis sunni yang artinya seolah-olah mendukung syiah seperti hadis Tsaqalain. Tindakan ini jelas sekali tidak benar. Baiklah saya kasih contoh: Ibnu Taimiyyah dalam Minhaj As Sunnah yang banyak mendhaifkan hadis-hadis keutamaan AhlulBait salah satunya hadis Tsaqalain karena berlebih-lebihan dalam membantah Ulama Syiah Allamah Al Hilli, Hafiz Firdaus yang mendistorsi makna hadis Tsaqalain, dan Ustad Asri yang menuduh Ibnu Ishaq sejarawan Sunni yang karya Sirahnya menjadi rujukan oleh jumhur ulama Sunni, Ustad Asri menuduh Ibnu Ishaq seorang Syiah yang merusak sejarah Islam dan masih banyak contoh lain. Saya tidak setuju dengan pendapat ini dan karenanya saya menuliskan Pembelaan Terhadap Ibnu Ishaq

Jadi Pengkritik Syiahpobhia tidak perlu berarti Penganut Syiah, sepertinya Mas Antosalafy dengan pikirannya yang sederhana tidak bisa memahami hal ini atau dia mungkin tidak membaca tulisan-tulisan saya dengan baik. Lihat saja tulisan-tulisan saya di kategori Syiahpobhia. Ada 27 tulisan sejauh ini, penuh ya. Sebenarnya hal ini karena ada tulisan yang begitu panjangnya, jadi saya mikir lebih baik dibagi-bagi saja. Kalau cuma tuduh menuduh semua orang bisa. Saya ingin menantang Mas Antosalafy untuk menunjukkan tulisan yang mencerminkan kesyiahan saya. Jadi jangan asal bicara, tunjukkan bukti. Saya curiga dia ini menikmati menuduh orang yang tidak sepaham dengannya. Dengan tuduhan itu, dia bisa membebaskan dirinya dari beban untuk menjawab secara ilmiah orang yang tidak sepaham dengannya. Ya kan sesat jadi untuk apa dengarkan perkatannya. Benar sekali kalau yang seperti ini mau menang sendiri.

Begitulah memang ketika seseorang tidak bisa membantah hujah orang lain maka dia membuat tuduhan untuk merendahkan orang tersebut. Sekali lagi kalau memang merasa benar maka saya tantang anda Mas Antosalafy untuk menunjukkan tulisan yang menyatakan kesyiahan saya atau saya tantang anda untuk menjawab kritikan saya terhadap golongan yang anda bangga-banggakan itu. Saya masih ingat bagaimana anda menjawab tulisan saya Kritik Salafi Yang Melarang Menggunakan Kata Saudara Kepada Orang Kafir. Pada tulisan itu ketika saya tunjukkan ayat-ayat Al Quran yang menunjukkan penggunaan kata saudara kepada orang kafir, anda mulai menuduh saya dan berkata tidak mungkin ulama salah. Silakan telan saja kata ulama anda, silakan bertaklid tapi jangan mau menang sendiri dan menyalahkan orang lain.

11 Tanggapan to “Membantai Tuduhan Antosalafy”

  1. aswaja said

    Dasar Salafi dan antoisme bahlull…!!!

  2. Andi said

    Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.
    menyimak diskusi di atas, saya tertarik dan ingin berbagi pengalaman dengan teman-teman.
    Saya adalah mahasiswa di jgja lingkungan keluarga saya terbagi menjadi dua pemahaman.waktu kecil saya di sekolahkan di tk masyithoh(yayasan NU),sedangkan sekolah dasar saya adalah Muhammadiyyah.
    Sampai SMP saya berada di masjid Muhammadiyyah walaupun jamaah juga belum paham apa itu mahaamadiyyah,apa itu NU.Sehingga bercampurlah amalan-amalah di masjid itu.dan saya pun belum tahu apa itu Muhammadiyyah,apa itu NU.
    Kemudian saya melanjutkan ke MAN.Walaupun notabene negeri tetapi lingkungan NU mendominasi.
    Sementara saya ikut menjadi remaja masjid yang Lingkungan Muhammadiyyah.Dari situ saya juga belajar”ideologi muhammadiyyah” setiap kali ada pengajian yang diisi oleh ustad Muhammadiyyah,mantan ustad NU.
    Kemudian saya di MAN belajar sejarah islam,mulai dari aliran-aliran,sampai sejarah “wahabi”.Namun posisi saya adalah sebagai orang ketiga artinya saya diposisikan sebagai orang yang luar atau orang yang tidak memihak salah satu aliran.
    Di luar sekolah saya banyak membaca buku-buku majalah islam diantaranya sabili(“punya ikhwanul muslimin”),Hidayatullah,Hidayah(‘condong ke sufi’),dsb.Waktu itu saya belum berani membaca buku-buku/ majalah salaf walaupun saya pernah membaca buku bimbingan masyarakat karya Ust.Jamil Zainu,yang saya belum tahu kalau bermanhaj Salaf.
    Dalam waktu itu saya menjadi simpatisan PKS,sampai saya kuliah semester II.Kemudian saya mengalami masa pencarian jati diri mana islam yang benar?
    saya juga kadang-kadang membaca majalah islamia yang diterbitkan oleh Universitas Islam Malaysia yang sering membantah islam liberal(JIL) yang di ketuai oleh Ulil Abshar Abdala,dengan seniornya Gus Dur,Nurchlis Madjid dan dosen-dosen UIN, dengan filsafat.jadi filsafat dibantah dengan filsafat.
    Seiring dengan munculnya Islam garis keras akhir-akhir ini saya terus bertanya bagaimana hukum bom bunuh diri dalam islam ? bagaimana hukum pengkafiran?
    Saya pernah mengunjungi situs syariahonline milik ikhwanul muslimin,disana saya dapati tidak ada dalil qot’i landasan mereka,
    Masa kuliah inilah saya membaca banyak pemikiran islam mulai dari ikhwanul muslimin,Hizbut Tahrir,Jamaah Tabligh,Majelis mujahidin,Islam Liberal dsb.
    kemudian dari ketidak tahuan saya tentang bom bunuh diri, saya mendatangi ustadz lulusan Madinah di sebuah pondok pesantren di jogja.Saya sering menanyakan banyak masalah-masalah dalam islam.Pernah saya bertanya kepada dua Ustadz,Ustadz tersebut dan sahabatnya.
    Saya heran “Ustadz berjenggot,berpakaian gamis tapi mengharamkan bom bunuh diri? sedangkan syekh Yusuf Qordhowi membolehkan?”.
    Kemudian saya disarankan untuk mondok belajar agama dari awal,
    Kemudian saya hampir tiap malam mengikuti kajian di rumah teman ustad tersebut yang lain.Ustadz ini sampai sekarang belum tahu kalau saya pernah mengunjungi/sering bertanya tentang agama kepada sahabatnya.
    Di sana saya mendapat ilmu aqidah, yang dibahas Aqidah Thohawiyyah dengan syarah oleh Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Ulama Hadits terbesar abad ini,kemudian sebelumnya adalah fatwa-fatwa seputar terorisme yaitu penjelasan penjelasan haramnya bom bunuh diri, haramnya demonstrasi dengan dalil-dalil maupun pendapat para sahabat radhiyallohu anhum,oleh Ulama’ Ulama’ besar Ahlus Sunnah seperti Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani,Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin,Syekh ibnu Baz dan Haiah Khibarul ulama (Majelis Ulama) Saudi.Di samping itu saya juga menambah ilmu agama dengan mengikuti kajian-kajian di sekitar kampus UGM.

    Dari kajian-kajian tersebut saya menjadi tahu akar-akar pemikiran-pemikiran bid’ah.perjuangan Syekhul islam Ibnu Taimiyyah,Imam Ahmad,dsb.
    dan ternyata para imam fiqih seperti Imam Syafii,Hambali,Maliki dan Hanafi,mereka tidak fanatik kepada salah satu mazhab tetapi mereka berada dibawah satu naungan yaitu Al-Qur’an dan Sunnah,Dalam satu manhaj yaitu ahlusunnah wal jamaah/ manhaj

    Dalam buku ” membahas ilmu-ilmu hadits”ternyata istilah salaf sudah ada sejak lama.

    Sebuah nasehat yang masih membekas dalam jiwa saya adalah nasehat ustad Muslim pada saya kurang lebih:”antum nggak usah membaca buku-buku yang membingungkan itu ikutlah kajian di pondok saya,(dalam belajar agama) yang penting bersihkan hati antum (dalam mencari kebenaran)”.

  3. bicarasalafy said

    @Mas Adi

    salam,

    Lanjutkan kan terus studi anda tentang agama, pelajari berbagai aliran dalam Islam dan argumentasi masing-masing tanpa fanatik. Silahkan pilih aliran, madzhab, atau sekte apa saja tapi jangan lakukan klaim-klaim paling benar sendiri dan menganggap orang lain sesat atau kafir!

    Dari kajian-kajian tersebut saya menjadi tahu akar-akar pemikiran-pemikiran bid’ah.perjuangan Syekhul islam Ibnu Taimiyyah,Imam Ahmad,dsb.
    dan ternyata para imam fiqih seperti Imam Syafii,Hambali,Maliki dan Hanafi,mereka tidak fanatik kepada salah satu mazhab tetapi mereka berada dibawah satu naungan yaitu Al-Qur’an dan Sunnah,Dalam satu manhaj yaitu ahlusunnah wal jamaah/ manhaj salaf

    benar, tapi kenapa para pengikut ibin taymiah, bin baz, ibin utsaimin dll gampang sekali mengkafirkan dan mensesatkan orang? Bukankah madzhab itu hasil ijtihad para ulama sebagaimana wahabi/salafi juga!

    kalo boleh tahu apa difinisi dan siapa yang dikategorikan “ahlussunnah” ?

  4. Hey ahli bid’a diam kamu dari celaanmu ke pada saudara2 kami dalam memperjuangkan dakwa yang haq ini?

    mendiangan antum duduk di rumah dan hitunglah kejelekan antum niscaya antum tidak akan di rugikan dengan kebakan antum selama ini.

  5. muhil said

    assalamu’allaikum. wr wb.
    saudara2ku yang dirahmati ALLAH,
    bacalah Al Quran yang tiada keraguan didalamnya,berdoalah kepada ALLAH Azza wa JAlla,
    agar saudara2 terhindar dari berbagai macam fitnah,,
    memang Rasulullah SAW bersabda kelak ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan,dan Rasulullah SAW memastikan hanya ada satu golongan yang benar,
    tapi apabila saudara benar2 orang yang faham,berilmu,dan kritis tentang aliran mana yang paling benar..

  6. Ramadhan said

    Mas andi mempost: (1)
    Lanjutkan kan terus studi anda tentang agama, pelajari berbagai aliran dalam Islam dan argumentasi masing-masing tanpa fanatik. Silahkan pilih aliran, madzhab, atau sekte apa saja tapi jangan lakukan klaim-klaim paling benar sendiri dan menganggap orang lain sesat atau kafir!

    Komentarku :
    Wahai saudaraku se Islam..
    Orang ini kurang akalnya karena sebagian akalnya telah diisi dengan liberalisme.
    Saya melihat kata2 ini keluar dari seorang yg sering membaca buku – buku KEBEBASAN BERAGAMA sehingga ia membolah kaum muslimin memilih aliran dan sekte apa saja… Sangat mirip dengan perkataan para pengikut JIL di Universitas Paramadina.
    Tidak benar wahai- sekalian kaum muslimin- kita tidak bebas memilih sekte. Kita tidak boleh mengedepankan madzhab- yang harus dijunjung adalah al qur an dan sunnah yang difahami dan dicontohkan Nabi dan para sahabatnya kepada kita.

    Mas andi mempost: (2)
    tapi kenapa para pengikut ibin taymiah, bin baz, ibin utsaimin dll gampang sekali mengkafirkan dan mensesatkan orang? Bukankah madzhab itu hasil ijtihad para ulama sebagaimana wahabi/salafi juga!

    Komentarku :
    Orang ini sangat identik dengan kepincangan dalam berbicara.
    Orang ini tidak punya adab sama sekali kepada para ulama’.
    Orang ini tidak bisa mengendalikan rasa bencinya pada para ulama’
    ini dikarenakan anda tidak mengetahui bagaimana akhlaq mreka- terhadap kaum muslimin.
    Sungguh merugi sekali anda karena lautan ilmu yang tertuang dari tulisannya tidak dapat anda nikmati.
    Sungguh anda merugi sekali.. karena kemanisan ilmu dan keluhuran akhlaq mreka telah mempesonakan saya. Sedangkan anda larut dalam kebencian.

  7. irfan said

    waduh mas klo bicara tentang antosalafy gk usah diteruskan deh…orangnya tuh bebel…tapi sok pintar…, terbukti beberapa kali saya komen di blognya dia disertai hadist2 shahih…malah dihapus/sengaja tidak ditampilkan…malah yang tanpa hadist yang ditampilkan. dari situ saya sudah bisa menilai..sebegitu dangkal dan piciknya anto salafy itu…dengan sengaja menyembunyikan hadist shahih…yang tidak sesuai dengan pemikiran dia…pemahaman dan pemikiran dia tidak akan sampai pada hadist shahih tersebut. yang saya takutkan..pada akhirnya orang2 seperti dia bisa memecah belah umat…

  8. abu faraas said

    jika ada orang yang bilang SYI’AH itu sama dengan SUNNI…itu ga aham sejarah…ga faham dien…ini muridnya orang-orang ga jelas…ngawur mas….

  9. Ayyub salafi said

    Asalamu’alaikum. Numpang lwat.. Klw dah jlas tntang 73 n 1 yg slmat,mka qt ikuti ap kata Rasul.. Kmbli kpda Alqur’an N Bpgang tguh thadap sunnah yg sahih..Jauh dr Bid’ah..
    Yg masalahnya lg., bnyak firqah yg mngabaikn Sunnah,. Bid’ah dktakn Sunnah. Dah jls Bid’ah sesat,eh mash d alasin Hasanah biar org awam yg bdoh g mo tnggaln.. Akhrx mnjrmuskn kNeraka.. Wallahu a’lam.

  10. Ayyub salafi said

    Sungguh Indah pkataan sahabat Abdullah bin Mas’ud Radiyallahu anhu :

    “ittabi’u wala tabtadi’u Jadilh pngikut Sunnah (Ittiba’) N jnganlh mmbuat Bid’ah (Ibtida’).

  11. tanjidinbinali said

    Allahumma, Rabb Jibril, Mikail, Israfil.
    Yang Menghamparkan langit serta bumi. Mengetahui yang ghaib dan yang terang. Engkaulah yang memutuskan hukum di antara hamba-hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Dengan izin-Mu, tunjukanlah kebenaran padaku, dalam perselisihan itu. Sesungguhnya Engkau lah Yang Memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki.”
    (HR. Muslim, no.770, I/534)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: