Mereka Bicara Salafy n Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Hal Ihwal

Assalamu alaikum wr. wb.

Blog ini mencoba mengumpulkan tulisan atau bincang-bincang tentang faham dan kelompok salafy-wahabi oleh para blogger pada khususnya, dan tentunya juga akan saya sertakan dari sumber-sumber yang lain. anggaplah sebagai arsip sederhana!

Buat rekan, sobat, bro atau ikhwan blogger silahkan mendiskusikannya saya akan memoderasikan dengan baik. tapi tolong gunakan bahasa yang sopan dan hindari caci-maki!

Tengkyu, syokron en matur nuwun banget!

wassalam

bicara.salafy@gmail.com

33 Tanggapan ke “Hal Ihwal”

  1. Kalau boleh tahu, mas moderator dari pengikut apa?

  2. bicarasalafy berkata

    @anas fauzi rakhman

    Saya pengikut dan pecinta Sayyidina Muhammad Rasulullah saw. alias muslim!

    Dan semua yang bersyahadat baik itu dari golongan salafy, wahabi, syafi’i, hanafi, Tabligh, ahlussunah dan… dan.. dan.. dst dimataku semua adalah saudara seiman.

    Saya menghargai pendapat orang lain, walaupun saya tidak harus sependapat. dan anti mengkafirkan atau mensyirikkan golongan lain!

    Sementara kritik mengkritik itu adalah hal biasa dikalangan ulama dan umat Islam dari dulu sampai sekarang!

    Selama mereka bersyahadat kita anggap saudara se-iman!

  3. Neo Fortynine berkata

    Saya juga banayk nulis tentang salafy lhoo. liat aja di sini

  4. bicarasalafy berkata

    @ Neo Fortynine

    salam,

    makasih udah mampir, n makasih info-nya insya Allah tulisannya dikumpulin juga disini!

  5. insyaflahsalafy berkata

    Salam kenal, Mas …

  6. bicarasalafy berkata

    @insyaflahsalafy

    salam kenal juga,
    makasi telah mampir kemari!

  7. Aku ngabsen juga di sini ya…
    *nyampah* :mrgreen:

    Terimakasih sudah mengarsipkan masalah-masalah salafy, jadi saya tinggal nyaplok saja dari blog sampeyan… Royaltinya pake doa saja ya…

    -bicarasalafy-
    ______________

    Makasih juga soalnya artikel saudara juga sudah saya “caplok” disini… ha.. ha.. ha.. !!
    sama-sama do’a Insya Allah
    jangan lupa doakan saya juga Pak ya!

  8. abu ghonam berkata

    mmm..biarpun banyakny ablog kayak begini…pemahaman yang lurus sesuai dengan qur’an dan sunnah dan pemahaman orang2 shalih tak akan binasa hingga kiamat tiba, percayalah semakin anda mnyudutkan salafy, gak akan ngaruh buat dakwah tauhid yang mulya ini, bahkan banyak orang2 yang senantiasa kembali kepada manhaj salaf ini…perlu bukti…!!!! itulah mengapa anda berbuat demikian, karena anda ragu dengan agama anda sendiri dan frustasi dalam mencari ilmu, semoga anda kembali kepada jalan yg lurus…ammiiiin

    -bicarasalafy-
    ___________

    amin doanya pak kyai!

  9. antosalafy berkata

    Saya pengikut dan pecinta Sayyidina Muhammad Rasulullah saw. alias muslim!

    Jika benar begitu, mengapa kamu menyingkat shalawat kepada beliau, padahal bentuk cinta dan mengikut beliau adalah mengamalkan sunnah beliau shallallahu alaihi wa sallam baik yang ringan-ringan maupun sampai yang berat-berat. Yang ringannya saja seperti menulisnya dengan lengkap, karna shalawat itu doa, dan doa tidak disingkat seperti itu.

    Dan semua yang bersyahadat baik itu dari golongan salafy, wahabi, syafi’i, hanafi, Tabligh, ahlussunah dan… dan.. dan.. dst dimataku semua adalah saudara seiman.

    Kalau begitu, kenapa kamu alergi terhadap saudaramu muslim yang menyandarkan diri kepada akidah dan manhaj salafush shaleh?

    Saya menghargai pendapat orang lain, walaupun saya tidak harus sependapat. dan anti mengkafirkan atau mensyirikkan golongan lain!

    kalau kamu anti mengkafirkan orang, apakah artinya juga kamu juga tidak mengkafirkan orang yang dikafirkan Allah, spt dalam surah Al-Kafirun ayat 1: Katakanlah: “Hai orang-orang kafir”.
    Dan jika kamu anti mensyirikkan golongan lain, apakah kau juga tidak mensyirikkan orang yang divonis musyrik oleh Allah, spt dalam surah Al-Maidah ayat 81: “Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.

    Sementara kritik mengkritik itu adalah hal biasa dikalangan ulama dan umat Islam dari dulu sampai sekarang!

    Tetapi mengapa kamu seperti tidak rela jika ahlus sunnah salafy mengkritik kebid’ahan dan kesesatan orang lain?

    Selama mereka bersyahadat kita anggap saudara se-iman!
    Apakah seseorang yang yang mengucapkan syahadat, lalu dia juga mendatangi kuburan wali untuk meminta berkah, minta jodoh, dan penglarisan usaha tidak kamu tegur dg keras dan kamu tidak ingkari perbuatan mereka karena alasanmu bahwa mereka juga saudara seiman?

    _______________________
    -bicarasalafy-

    @Antosalafy

    Assalamu alaikum.wr.wb

    akhirnya saya mendapat kehormatan menerima kunjungan blogger yang banyak dibicarakan para blogger wordpress ini, sebelum saya menjawab tanggapan ustad anto, saudara saya beri haq untuk menjawab beberapa tulisan para blogger tentang pribadi saudara yang kami buat di blog ini.

    selanjutnya berikut tanggapan saya atas saudara:

    Saya pengikut dan pecinta Sayyidina Muhammad Rasulullah saw. alias muslim!

    Jika benar begitu, mengapa kamu menyingkat shalawat kepada beliau, padahal bentuk cinta dan mengikut beliau adalah mengamalkan sunnah beliau shallallahu alaihi wa sallam baik yang ringan-ringan maupun sampai yang berat-berat. Yang ringannya saja seperti menulisnya dengan lengkap, karna shalawat itu doa, dan doa tidak disingkat seperti itu.

    Saya pikir sangat naif saudara mempersoalkan masalah menyingkat kata sholawat, apa kiranya ada hadis yang melarang hal itu? atau haram? kalo haram tolong hamba yang dhaif ini dikasi tahu allamah antonsalafi.

    “Tulisan” dengan “ucapan” itu beda, kalo saya mengucapkan sholawat/doa kepada junjungan kita Nabi yang mulia dengan singkatan itu baru lain soal. Yang perlu anda persoalkan adalah para wahabiyyun salafiyyun yang bungkam tidak bersholawat di kebanyakan majlis-majlis mereka, ketika disebut nama Manusia pilihan Allah SWT dijagad raya dan akherat ini. Padahal Rasulullah saw dalam hadis Shahih Bukhari mengatakan “orang yang pelit adalah yang disebut namaku tetapi tidak bersholawat kepadaku”. Lain orang yang mengaku ahlussunnah (wahabi) lain pula para aswaja sejati yang selalu bersholawat ketika disebut nama beliau.

    kalau saudara mau mengamalkan sunnah beliau saw. maka seharusnya dalam dakwah saudara -yang banyak dikritik orang-, saudara seharusnya menteladani beliau saw dengan akhlaq dan cara-cara yang baik serta santun. Allah SWT berfirman:

    “Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan HIKMAH dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 16:125)
    [Untuk teks arabnya saya persilahkan saudara merujuk http://quran.kawanda.net/ ]

    Ma’af pelajaran dari al-Qur’an ini banyak tidak diteladani da’i da’i dan ulama wahabi/salafy.

    Dan semua yang bersyahadat baik itu dari golongan salafy, wahabi, syafi’i, hanafi, Tabligh, ahlussunah dan… dan.. dan.. dst dimataku semua adalah saudara seiman.

    Kalau begitu, kenapa kamu alergi terhadap saudaramu muslim yang menyandarkan diri kepada akidah dan manhaj salafush shaleh?

    Saya sama sekali tidak alergi dengan wahabiyyun, dan saya harap saudara juga jangan alergi dengan orang yang ingin menyadarkan para wahabiyyun dari penyelewengan dan sikap-sikap kaku. ghulu, sok benar sendiri, sok paling mewakili Islam. itupun jika diterima baik, jika tidak juga tidak masalah. “DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI TENTANG SIAPA YANG TERSESAT DARI JALAN-NYA DAN DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK”

    Saya menghargai pendapat orang lain, walaupun saya tidak harus sependapat. dan anti mengkafirkan atau mensyirikkan golongan lain!

    kalau kamu anti mengkafirkan orang, apakah artinya juga kamu juga tidak mengkafirkan orang yang dikafirkan Allah, spt dalam surah Al-Kafirun ayat 1: Katakanlah: “Hai orang-orang kafir”.
    Dan jika kamu anti mensyirikkan golongan lain, apakah kau juga tidak mensyirikkan orang yang divonis musyrik oleh Allah, spt dalam surah Al-Maidah ayat 81: “Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.

    Ma’af saudara Anto cara saudara berfikir sama dengan kaum khawarij ketika memprotes Sayyidina Ali ra. mereka membawa ayat-ayat al-Qur’an tapi tidak memahami secara dalam. Ayat-ayat yang saudara sebut itu tidak ada satu orang muslimpum yang mengingkari. tetapi pemahaman atau penafsiran para wahabiyyun terhadap al-Qur’an bukanlah al-Qur’an itu sendiri.

    itu sekedar penafsiran yang tidak beda dengan penafsiran para ulama atau mufassirin yang lain, bisa benar bisa salah. JANGAN JADIKAN PENAFSIRAN ULAMA WAHABI ITU SEAKAN-AKAN PENAFSIRAN RASUL SAW YANG MUTLAK KEBENARANNYA.

    Jadi vonis-vonis kafir dan musyrik ulama wahabi itu belum tentu benar! saudara harus sadari itu. karena itu hargai pendapat orang yang berbeda dengan saudara, saudara bisa mengatakan menurut pendapat saya yang benar itu ini, tapi kalau saudara memvonis kafir, syirik itu malah membikin masalah dan ribut!

    Sementara kritik mengkritik itu adalah hal biasa dikalangan ulama dan umat Islam dari dulu sampai sekarang!

    Tetapi mengapa kamu seperti tidak rela jika ahlus sunnah salafy mengkritik kebid’ahan dan kesesatan orang lain?

    Justru para wahabiyyun yang tidak rela jika dikritik apalagi kalau ulamanya yang dikritik, maka caci-maki keluar dari mulut mereka. seakan-akan pendapat ulama mereka adalah wahyu “kebenaran mutlak”

    Selama mereka bersyahadat kita anggap saudara se-iman!

    Apakah seseorang yang yang mengucapkan syahadat, lalu dia juga mendatangi kuburan wali untuk meminta berkah, minta jodoh, dan penglarisan usaha tidak kamu tegur dg keras dan kamu tidak ingkari perbuatan mereka karena alasanmu bahwa mereka juga saudara seiman?

    Apa salahnya orang berziarah, atau bertawasul kepada para anbiya’ atau sholihin? Ini semua masalah khilafiah kuno (yang diboyong ulang para wahabiyyyun) pro kontra masalah tersebut satu sama lain merujuk kepada Nash, tentang pemahaman para wahabiyyun yang melarang hal itu, itu haq mereka, tetapi mencap pelakunya “musyrik” itu hal yang keji.

    karena tidak ada seorang muslim yang bertawasul atau bertabarruk dengan berkeyakinan bahwa pemilik kuburan tersebut adalah tuhan atau memiliki sifat-sifat ketuhanan. “syirik, “musyrik”, itu adalah tuduhan-tuduhan para wahabi, seakan-akan orang yang melakukan itu menyembah atau menuhankan kuburan. hal itu dikatakan sekedar pembentukan opini dan membangun suatu dasar untuk menjatuhkan vonis-vonis sepihak.

    wassalam

    الله يهدينا و يهديكم

  10. antosalafy berkata

    Assalamua’alaikum

    Saya pikir sangat naif saudara mempersoalkan masalah menyingkat kata sholawat, apa kiranya ada hadis yang melarang hal itu? atau haram? kalo haram tolong hamba yang dhaif ini dikasi tahu allamah antonsalafi.

    Jika nasihat itu kamu anggap sangat naïf, ya terserah kamu. Apa susahnya menulis lafal doa dengan lengkap. Ada fatwa dari ulama –jika kamu mau mendengar ulama– bahwa penyingkatan seperti itu tidak pantas. Memang tingkatannya tidak sampai haram, namun sebagai seorang muslim yang mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan lebih utama jika kita mengikuti sunnah beliau seluruhnya, semampu kita.

    “Tulisan” dengan “ucapan” itu beda, kalo saya mengucapkan sholawat/doa kepada junjungan kita Nabi yang mulia dengan singkatan itu baru lain soal. Yang perlu anda persoalkan adalah para wahabiyyun salafiyyun yang bungkam tidak bersholawat di kebanyakan majlis-majlis mereka, ketika disebut nama Manusia pilihan Allah SWT dijagad raya dan akherat ini. Padahal Rasulullah saw dalam hadis Shahih Bukhari mengatakan “orang yang pelit adalah yang disebut namaku tetapi tidak bersholawat kepadaku”. Lain orang yang mengaku ahlussunnah (wahabi) lain pula para aswaja sejati yang selalu bersholawat ketika disebut nama beliau.
    kalau saudara mau mengamalkan sunnah beliau saw. maka seharusnya dalam dakwah saudara -yang banyak dikritik orang-, saudara seharusnya menteladani beliau saw dengan akhlaq dan cara-cara yang baik serta santun. Allah SWT berfirman:
    “Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan HIKMAH dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 16:125)
    [Untuk teks arabnya saya persilahkan saudara merujuk http://quran.kawanda.net/ ]

    Sepakat bahwa tulisan dan ucapan itu beda, tapi dalam masalah ini ta’dzim itu lebih utama drpd meremehkan. Tidak ada susahnya kok menulis dengan lengkap. Barakallahu fiik.
    Adapun pernyataan kamu ttg salafiyun tersebut, entah itu cerita dari mana saya tidak tahu. Setahu saya, majelis-majelis yang saya hadiri atau ceramah-ceramah yang saya dengar sampai detik ini berbeda dengan apa yang kamu katakan.

    Ma’af pelajaran dari al-Qur’an ini banyak tidak diteladani da’i da’i dan ulama wahabi/salafy.

    Masalah teladan dan pengamalan sunnah, ulamalah yang terdepan, merekalah yang paling semangat dalam mengamalkan sunnah, dan merekalah yag paling takut kpd Allah. Dalam hal ini, saya tetap berpegang pada surah Fathir ayat 28: Innamaa yakhsyallaha min ‘ibaadihil ‘ulamaa.

    Saya sama sekali tidak alergi dengan wahabiyyun, dan saya harap saudara juga jangan alergi dengan orang yang ingin menyadarkan para wahabiyyun dari penyelewengan dan sikap-sikap kaku. ghulu, sok benar sendiri, sok paling mewakili Islam. itupun jika diterima baik, jika tidak juga tidak masalah. “DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI TENTANG SIAPA YANG TERSESAT DARI JALAN-NYA DAN DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK”

    Jika tidak alergi, mengapa tulisan blogmu dipenuhi dg cercaan thd salafiyun? Lebih baik kita sibukkan diri dengan belajar akidah, tauhid, dan manhaj salaf.

    Ma’af saudara Anto cara saudara berfikir sama dengan kaum khawarij ketika memprotes Sayyidina Ali ra. mereka membawa ayat-ayat al-Qur’an tapi tidak memahami secara dalam. Ayat-ayat yang saudara sebut itu tidak ada satu orang muslimpum yang mengingkari. tetapi pemahaman atau penafsiran para wahabiyyun terhadap al-Qur’an bukanlah al-Qur’an itu sendiri.
    itu sekedar penafsiran yang tidak beda dengan penafsiran para ulama atau mufassirin yang lain, bisa benar bisa salah. JANGAN JADIKAN PENAFSIRAN ULAMA WAHABI ITU SEAKAN-AKAN PENAFSIRAN RASUL SAW YANG MUTLAK KEBENARANNYA.

    Kalau kamu menganggap saya sama dengan kaum khawarij, apakah kamu memosisikan dirimu setingkat dengan Ali radhiallahu anhu? Wal ‘iyadzubillah.
    Jika bukan kepada para ulama mufassirin kita merujuk dalam memahami Alquran, entah kepada siapa lagi.

    Jadi vonis-vonis kafir dan musyrik ulama wahabi itu belum tentu benar! saudara harus sadari itu. karena itu hargai pendapat orang yang berbeda dengan saudara, saudara bisa mengatakan menurut pendapat saya yang benar itu ini, tapi kalau saudara memvonis kafir, syirik itu malah membikin masalah dan ribut!

    Apakah kamu anggap abu lahab, abu jahal, Abu thalib dan kaum musyrikin zaman dulu dan sekarang itu tidak kafir dan tidak musyrik?

    Justru para wahabiyyun yang tidak rela jika dikritik apalagi kalau ulamanya yang dikritik, maka caci-maki keluar dari mulut mereka. seakan-akan pendapat ulama mereka adalah wahyu “kebenaran mutlak”

    Kritikan yang tidak berlandaskan kitabullah wa sunnah bil fahmi salafush shaleh itu lemah. Para ulama ahlus sunnah yang kamu juluki sebagai wahabiyyun adalah pengibar panji-panji tauhid dan sunnah, mereka memberantas syirik dan bid’ah. Beranikah kamu memerangi tauhid dan sunnah serta melindungi syirik dan bid’ah?

    Apa salahnya orang berziarah, atau bertawasul kepada para anbiya’ atau sholihin? Ini semua masalah khilafiah kuno (yang diboyong ulang para wahabiyyyun) pro kontra masalah tersebut satu sama lain merujuk kepada Nash, tentang pemahaman para wahabiyyun yang melarang hal itu, itu haq mereka, tetapi mencap pelakunya “musyrik” itu hal yang keji.
    karena tidak ada seorang muslim yang bertawasul atau bertabarruk dengan berkeyakinan bahwa pemilik kuburan tersebut adalah tuhan atau memiliki sifat-sifat ketuhanan. “syirik, “musyrik”, itu adalah tuduhan-tuduhan para wahabi, seakan-akan orang yang melakukan itu menyembah atau menuhankan kuburan. hal itu dikatakan sekedar pembentukan opini dan membangun suatu dasar untuk menjatuhkan vonis-vonis sepihak.
    wassalam
    الله يهدينا و يهديكم

    Di sini tampak sekali bahwa kamu tidak paham tauhid dan lawannya, syirik. Kamu belum paham makna kalimat laa ilaha illallah dan konsekuensinya. Ya akhi, belajarlah jika belum tahu. Jangan malu untuk bertanya, dan jangan terburu untuk mengkritik jika ilmu tidak kamu miliki. Kamu katakan boleh tabaruk kepada kuburan wali dan nabi dengan alasan yang sama persis dengan alasannya para musyrikin zaman nabi. Dalilnya:
    Allah berfirman (artinya): “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.” Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu). (QS Yunus: 18)

    Orang kafir dan musyrikin zaman nabi pun, semisal abu jahal dan abu lahab, mereka hanya menjadikan kuburan para wali, pepohonan, malaikat, latta, uzza, dan sesembahan lainnya sebagai perantara. Begitupun dalam surah Az Zumar: 3, Allah berfirman: “Ingatlah, hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.”

    Kaum kafir dan musyrikin itu mengatakan bahwa mereka tidak menyembah sesembahan-sesembahan seperti pohon, malaikat, nabi, rasul, latta, uzza, orang-orang shaleh, dan sebagainya, melainkan supaya mereka (sesembahan tadi) mendekatkan mereka–kaum musyrikin–kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Dan kaum musyrikin meyakini bahwa Allah adalah pencipta, pengatur alam semesta, dan pemberi rezeki. Mereka orang-orang kafir dan musyrikin tersebut beriman kepada tauhid rububiyah. Namun, itu tidak memasukkan mereka kepada Islam dan merka tetap diperangi oleh Rasulullah shallallahu alaihii wa sallam Dalilnya:
    “Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?” (QS Al Mukminum: 84-89)

    Allahu yahdikum.

    __________________
    -bicara salafy-

    Assalamua’alaikum

    wa alaikum salam wr. wb. (salam saudara kok tidak lengkap ya?

    Saya pikir sangat naif saudara mempersoalkan masalah menyingkat kata sholawat, apa kiranya ada hadis yang melarang hal itu? atau haram? kalo haram tolong hamba yang dhaif ini dikasi tahu allamah antonsalafi.

    Jika nasihat itu kamu anggap sangat naïf, ya terserah kamu. Apa susahnya menulis lafal doa dengan lengkap. Ada fatwa dari ulama –jika kamu mau mendengar ulama– bahwa penyingkatan seperti itu tidak pantas. Memang tingkatannya tidak sampai haram, namun sebagai seorang muslim yang mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan lebih utama jika kita mengikuti sunnah beliau seluruhnya, semampu kita.

    apa beda tulisannya disingkat tapi membacanya lengkap? Saya nggak perlu ribut masalah kecil ini, coba anda pikir kalau ada orang menulis -”saw”- atau dalam bahasa arab mereka biasa menyinggkat ( صلعم ) , apa orang akan membaca “es a we” atau “shola’am” ? orang pasti akan membaca shallalahu alaihi wa alihi wasallam (sholawat anda kenapa terputus tanpa “alihi” (keluarganya/keluarga Rasul)? bukankah Rasul saw menyuruh kita agar bersholawat yang lengkap tidak terputus?

    kalo benar wahabi mencintai Rasullah saw. kenapa benda-benda peninggalannya seperti rumahnya dan benda-benda lainnya yang merupakan bukti sejarahnya, dihancurkan oleh penguasa Wahabi Saudi? bahkan ada yang dijadikan tempat parkir, apakah itu bukti cinta kepada Rasullah saw? padahal para sahabat (salaf saleh) bertabaruk dan berebut sisa-sisa peninggalan Rasulullah saw. Sampai-sampai air liur, keringat dan air bekas wudhu’nya diperebutkan (Baca Shahih Bukhari – Muslim)

    Baca Shahih Bukhari Bab perjanjian (Shulh) Hudaibiyah, Bukhari menulis: “Setiap kali Nabi mengambil air wudhu, para sahabat saling ber­lomba dalam berebut tetesan air wudhu beliau”

    Banyak sahabat yang mengambil berkah dari sarung Rasul dengan memakainya secara bergilir dan dijadikannya kafan (Baca Shahih Bukhari 7/189, 2/98, 3/80, 8/16, Sunan Ibnu Majah 2/1177 dan Musnad Ahmad bin Hambal 6/456 hadis ke-22318, Fathul Bari 3/144 tentang hadis 1277)

    Bahkan Anas Bin Malik Sohibul Madzhab dikubur dengan tongkat Rasul (Lihat: al-Bidayah wa an-Nihayah 6/6).

    Bukankah perbuatan para salaf tersebut (tabarruk) dimata wahabi dianggap syirik? Beranikah anda mensyirikkan para sahabat dan salaf shaleh tsbt? Kenapa para wahabiyyun bertolak belakang dengan perbuatan mereka terhadap peninggalan dan bekas-bekas Rasulullah saw?

    anda berkata:

    sebagai seorang muslim yang mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan lebih utama jika kita mengikuti sunnah beliau seluruhnya, semampu kita.

    jika anda mencintai Rasullah saw saya ingatkan jangan bersholawat terputus seperti itu? bukankah Rasullullah saw mengajari sholawat yang lengkap berikut sholawat kepada keluarganya?

    “Tulisan” dengan “ucapan” itu beda, kalo saya mengucapkan sholawat/doa kepada junjungan kita Nabi yang mulia dengan singkatan itu baru lain soal. Yang perlu anda persoalkan adalah para wahabiyyun salafiyyun yang bungkam tidak bersholawat di kebanyakan majlis-majlis mereka, ketika disebut nama Manusia pilihan Allah SWT dijagad raya dan akherat ini. Padahal Rasulullah saw dalam hadis Shahih Bukhari mengatakan “orang yang pelit adalah yang disebut namaku tetapi tidak bersholawat kepadaku”. Lain orang yang mengaku ahlussunnah (wahabi) lain pula para aswaja sejati yang selalu bersholawat ketika disebut nama beliau.
    kalau saudara mau mengamalkan sunnah beliau saw. maka seharusnya dalam dakwah saudara -yang banyak dikritik orang-, saudara seharusnya menteladani beliau saw dengan akhlaq dan cara-cara yang baik serta santun. Allah SWT berfirman:
    “Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan HIKMAH dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 16:125)
    [Untuk teks arabnya saya persilahkan saudara merujuk http://quran.kawanda.net/ ]

    Sepakat bahwa tulisan dan ucapan itu beda, tapi dalam masalah ini ta’dzim itu lebih utama drpd meremehkan. Tidak ada susahnya kok menulis dengan lengkap. Barakallahu fiik.

    sudah dijawab diatas.

    Adapun pernyataan kamu ttg salafiyun tersebut, entah itu cerita dari mana saya tidak tahu. Setahu saya, majelis-majelis yang saya hadiri atau ceramah-ceramah yang saya dengar sampai detik ini berbeda dengan apa yang kamu katakan.

    Ini bukan cerita mas tapi kenyataan, dan saya mendengar serta menyaksikan sendiri di masjid-masjid wahabi/salafi, yang baca sholawat paling banter ustadnya yang berceramah, para pendengarnya jika disebut nama Rasul saw TAK ADA SATUPUN YANG MENYAHUT DENGAN BERSHOLAWAT KEPADA JUNJUNGAN KITA NABI YANG MULIA SAW. beda jika anda hadir di majlis-majlis aswaja!

    Ma’af pelajaran dari al-Qur’an ini banyak tidak diteladani da’i da’i dan ulama wahabi/salafy.

    Masalah teladan dan pengamalan sunnah, ulamalah yang terdepan, merekalah yang paling semangat dalam mengamalkan sunnah, dan merekalah yag paling takut kpd Allah. Dalam hal ini, saya tetap berpegang pada surah Fathir ayat 28: Innamaa yakhsyallaha min ‘ibaadihil ‘ulamaa.

    jawaban anda tidak nyambung, saya bicara tentang akhlaq wahabiyyun dalam berdakwah dan hubungannya dengan ayat:

    “Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan HIKMAH dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 16:125)

    kok jawabannya begitu? Perhatikan cara berdakwah wahabiyyun! Soal ulama, apa yang kamu anggap ulama cuma ulama wahabiyyun saja?

    Saya sama sekali tidak alergi dengan wahabiyyun, dan saya harap saudara juga jangan alergi dengan orang yang ingin menyadarkan para wahabiyyun dari penyelewengan dan sikap-sikap kaku. ghulu, sok benar sendiri, sok paling mewakili Islam. itupun jika diterima baik, jika tidak juga tidak masalah. “DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI TENTANG SIAPA YANG TERSESAT DARI JALAN-NYA DAN DIALAH YANG LEBIH MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK”

    Jika tidak alergi, mengapa tulisan blogmu dipenuhi dg cercaan thd salafiyun? Lebih baik kita sibukkan diri dengan belajar akidah, tauhid, dan manhaj salaf.

    anda HARUS MEMBEDAKAN MANA KRITIK MANA CERCA’AN? SEBETULNYA anda dan para wahabiyyun perlu berkaca diri, lihat blog anda dan situs-situs wahabiyyun yang isinya cacian, pensesatan terhadap umat yang bersyahadat selain wahabi bahkan akhir-akhir ini sesama wahabipun saling caci dan mensesatkan. makanya dalami makna al-Qur’an 16:125 diatas.

    BUKAN HAL BARU, BAHWA WAHABI BEBAS MENGKRITIK BAHKAN MEMVONIS SYIRIK ATAU KAFIR, TAPI BEGITU MEREKA DIINGATKAN DAN DI KRITIK KONTAN MEREKA DAN ANDA BERKATA ITU CERCA’AN? dimana saya mencerca? sungguh aneh para wahabiyyun setiap yang mengkritik dibilang mencerca, tapi kalo mereka memvonis umat Islam syirik, bid’ah, kafir mereka katakan itu nasehat!!

    Ma’af saudara Anto cara saudara berfikir sama dengan kaum khawarij ketika memprotes Sayyidina Ali ra. mereka membawa ayat-ayat al-Qur’an tapi tidak memahami secara dalam. Ayat-ayat yang saudara sebut itu tidak ada satu orang muslimpum yang mengingkari. tetapi pemahaman atau penafsiran para wahabiyyun terhadap al-Qur’an bukanlah al-Qur’an itu sendiri.
    itu sekedar penafsiran yang tidak beda dengan penafsiran para ulama atau mufassirin yang lain, bisa benar bisa salah. JANGAN JADIKAN PENAFSIRAN ULAMA WAHABI ITU SEAKAN-AKAN PENAFSIRAN RASUL SAW YANG MUTLAK KEBENARANNYA.

    Kalau kamu menganggap saya sama dengan kaum khawarij, apakah kamu memosisikan dirimu setingkat dengan Ali radhiallahu anhu? Wal ‘iyadzubillah.
    Jika bukan kepada para ulama mufassirin kita merujuk dalam memahami Alquran, entah kepada siapa lagi.

    Siapa yang memposisikan diri dengan sayyidina Ali ra? apa yang punya -ulama dan mufassir- hanya wahabiyyun? saya hanya mengingatkan, anda fahami al-Qur’an dan penafsiran para ulama jangan hanya ulama dan mufassir wahabi saja. biar tidak gampang memvonis orang!

    Jadi vonis-vonis kafir dan musyrik ulama wahabi itu belum tentu benar! saudara harus sadari itu. karena itu hargai pendapat orang yang berbeda dengan saudara, saudara bisa mengatakan menurut pendapat saya yang benar itu ini, tapi kalau saudara memvonis kafir, syirik itu malah membikin masalah dan ribut!

    Apakah kamu anggap abu lahab, abu jahal, Abu thalib dan kaum musyrikin zaman dulu dan sekarang itu tidak kafir dan tidak musyrik?

    jawaban anda tidak nyambung lagi, saya berkata: (Jadi vonis-vonis kafir dan musyrik ulama wahabi itu belum tentu benar! saudara harus sadari itu… dst ) kok nyebut-nyebut abu lahab, abu jahal dsb!

    Soal mereka semua orang Islam pada tahu, apa anda menyamakan umat Islam selain wahabi dengan orang kafir zaman Nabi saw? wal iyadzubillah !. Soal Abu Thalib Kafir Saya punya bukti bahwa beliau ra. adalah mukmin (ma’af kita tidak sependapat dalam hal ini,)

    Justru para wahabiyyun yang tidak rela jika dikritik apalagi kalau ulamanya yang dikritik, maka caci-maki keluar dari mulut mereka. seakan-akan pendapat ulama mereka adalah wahyu “kebenaran mutlak”

    Kritikan yang tidak berlandaskan kitabullah wa sunnah bil fahmi salafush shaleh itu lemah. Para ulama ahlus sunnah yang kamu juluki sebagai wahabiyyun adalah pengibar panji-panji tauhid dan sunnah, mereka memberantas syirik dan bid’ah. Beranikah kamu memerangi tauhid dan sunnah serta melindungi syirik dan bid’ah?

    Mana dalil yang mewajibkan harus bil Fahmi salafush shaleh? Apa Rasul belum menjelaskan semuanya? tolong sebutkan siapa shalafus shaleh itu? lalu kita diskusikan disini.

    Para ulama ahlus sunnah yang kamu juluki sebagai wahabiyyun adalah pengibar panji-panji tauhid dan sunnah, mereka memberantas syirik dan bid’ah. Beranikah kamu memerangi tauhid dan sunnah serta melindungi syirik dan bid’ah?

    Menyembah Allah SWT merupakan dasar seluruh para Nabi setiap masa, yaitu semua orang harus menyembah Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan peribadatan kepada sesuatu yang lain. Tauhid dalam ibadah merupakan landasan yang kukuh dan diterima. Tidak seorangpun kaum muslimin yang menolaknya, meskipun diantara berbagai madzhab Islam berbeda pendapat dan pemahaman tentang tauhid sifat, Tauhid af’al (perbuatan) dsb. Karenanya jangan jadikan konsep “Tauhid dan Syirik” versi wahabi sebagai tolok ukurnya. hargai pendapat orang lain

    Apa salahnya orang berziarah, atau bertawasul kepada para anbiya’ atau sholihin? Ini semua masalah khilafiah kuno (yang diboyong ulang para wahabiyyyun) pro kontra masalah tersebut satu sama lain merujuk kepada Nash, tentang pemahaman para wahabiyyun yang melarang hal itu, itu haq mereka, tetapi mencap pelakunya “musyrik” itu hal yang keji.
    karena tidak ada seorang muslim yang bertawasul atau bertabarruk dengan berkeyakinan bahwa pemilik kuburan tersebut adalah tuhan atau memiliki sifat-sifat ketuhanan. “syirik, “musyrik”, itu adalah tuduhan-tuduhan para wahabi, seakan-akan orang yang melakukan itu menyembah atau menuhankan kuburan. hal itu dikatakan sekedar pembentukan opini dan membangun suatu dasar untuk menjatuhkan vonis-vonis sepihak.
    wassalam
    الله يهدينا و يهديكم

    Di sini tampak sekali bahwa kamu tidak paham tauhid dan lawannya, syirik. Kamu belum paham makna kalimat laa ilaha illallah dan konsekuensinya. Ya akhi, belajarlah jika belum tahu. Jangan malu untuk bertanya, dan jangan terburu untuk mengkritik jika ilmu tidak kamu miliki. Kamu katakan boleh tabaruk kepada kuburan wali dan nabi dengan alasan yang sama persis dengan alasannya para musyrikin zaman nabi. Dalilnya:
    Allah berfirman (artinya): “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.” Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu). (QS Yunus: 18)

    Orang kafir dan musyrikin zaman nabi pun, semisal abu jahal dan abu lahab, mereka hanya menjadikan kuburan para wali, pepohonan, malaikat, latta, uzza, dan sesembahan lainnya sebagai perantara. Begitupun dalam surah Az Zumar: 3, Allah berfirman: “Ingatlah, hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.”

    Kaum kafir dan musyrikin itu mengatakan bahwa mereka tidak menyembah sesembahan-sesembahan seperti pohon, malaikat, nabi, rasul, latta, uzza, orang-orang shaleh, dan sebagainya, melainkan supaya mereka (sesembahan tadi) mendekatkan mereka–kaum musyrikin–kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Dan kaum musyrikin meyakini bahwa Allah adalah pencipta, pengatur alam semesta, dan pemberi rezeki. Mereka orang-orang kafir dan musyrikin tersebut beriman kepada tauhid rububiyah. Namun, itu tidak memasukkan mereka kepada Islam dan merka tetap diperangi oleh Rasulullah shallallahu alaihii wa sallam Dalilnya:
    “Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?” (QS Al Mukminum: 84-89)

    Allahu yahdikum.

    anda harus membedakan konsep tabaruk kepada para Nabi atau Sholihin -yang diajarkan Rasul saw dan dijalankan para sahabat dan generasi salaf, dengan kaum jahiliyah. Penyamaan dengan kaum jahiliyah, itu adalah tuduhan wahabiyyun sehingga mereka bisa memvonis musyrik dan kafir pelaku tabarruk dan tawasul.

    anda perlu membaca soal itu dari buku-buku ulama Islam selain wahabi, sebelum anda memvonis mereka musyrik dan kafir. jangan hanya bertaqlid buta kepada ulama wahabi. kalo anda membaca Shahih Bukhari dan Muslim dengan mata yang jeli dan bebas fanatik madzhab. akan anda dapati banyak hadis tentang tabaruk yang dilakukan para sahabat (seperti sebagian telah kami kutip diatas). Begitu juga di dalam al-Qur’an? (Insya Allah Artikel Soal Tabarruk dan Tawasul yang dipraktekkan para sahabt dan salaf akan kami sajikan di blog ini)

    Ayat yang anda bawakan itu ditujukan kepada kaum musyrikin jahiliyah, yang menjadikan patung-patung mereka -yang diyakini mempunyai sifat-sifat ketuhanan, atau memiliki kekuasaan untuk mangabulkan sesuatu- sebagai wasilah. Umat Islam yang Muwahhid tidak ada yang meyakini para Nabi, Wali atau Shalihin mempunyai keyakinan seperti itu. Disinilah kekeliruan wahabiyyun.

    perhatikan dalam ayat tersebut kata “Dan mereka menyembah selain daripada Allah” ini bukti jelas bahwa musyrikun zaman Nabi saw menuhankan patung-patung mereka. Kenapa anda samakan dengan umat Islam yang muwahid yang melakukan Tabarruk.

    anda perlu mempelajari konsep tauhid dan syirik yang benar sebelum memvonis orang, jangan taqlid buta kepada ulama wahabi.

    tolong jawab pertanyaan kami ini:

    1. Jika seseorang bertabaruk (mengambil barokah) dengan benda-benda peninggalan para Rasul/Nabi. seperti pakaian mereka, misalnya diusapkan kepada tubuhnya yang sakit seraya berharap Allah swt akan menyembuhkannya (TANPA MEYAKINI BAHWA PAKAIN TERSEBUT ATAU PEMILIK PAKAIN MEMPUNYAI SIFAT-SIFAT KETUHANAN), sekedar karena pakain tersebut bekas tersentuh tubuh mulia seorang Nabi atau sholihin, APAKAH ANDA AKAN MENGATAKAN ORANG TERSEBUT MENYEKUTUKAN ALLAH SWT ALIAS MUSYRIK?

    2. Jika seseorang berdoa dengan lafadz seperti ini misalnya:

    Ya Allah aku memohon kepada­Mu dengan perantaraan Nabi-Mu, Muhammad, Nabi Rahmat. Wahai Muhammad, dengan perantaraanmu aku memohon kepada Tuhan Allah agar mengabulkan hajatku.

    apakah orang yang berdo’a seperti itu menurut anda dan sekte wahabi, sama dengan menyekutukan Allah SWT atau musyrik?

    Nanti akan saya buktikan kepada anda bahwa para salaf (sahabat) melakukan tabarruk, dan tawasul, bahkan Para Nabipun melakukan tabaruk kepada benda mati peninggalan Nabi yang lain untuk kesembuhan. sebagaimana dilukiskan dalam al-Qur’an. Karenaya jangan gegabah memvonis orang syirik !!

    الله يهدينا و يهديكم و يفتح قلبكم

    sedikit tambahan

    Di sini tampak sekali bahwa kamu tidak paham tauhid dan lawannya, syirik. Kamu belum paham makna kalimat laa ilaha illallah dan konsekuensinya.

    Supaya pembaca bisa membandingkan dengan konsep wahabi, alangkah indahnya jika anda menanggapi tulisan “Kerancuan Konsep Tauhid Versi Wahabi” yang kami muat di blog ini atau tanggapi di blog sumber tulisan tersebut:

    http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/03/30/kerancuan-konsep-tauhid-versi-wahaby-bag-i/

    Dan lebih afdol lagi jika anda mau mendiskusikan dengan penulis artikel tersebut di blog-nya sendiri. Dialog anda nantinya akan kami muat di blog ini.

  11. Ibn Abd Muis berkata

    Assalamu’alaikum waramatullahi wabarakatuh,

    Wah… Heboat euy…. baru dua bulan publish sudah di datengi “Dedengkotnya Biang Rusuh” nih..? :lol:

    Salam kenal, Barakallahu fiik.

    _____________
    -bicarasalafy-

    Wa alaikum salam waramatullahi wabarakatuh,

    Salam kenal juga bro.

    Barakallahu fiikum.

  12. Ass. wr, wb. :mrgreen:
    *guling-guling*

    Subhanallah, saya dapat oleh-oleh sebelum hiatus. Salam buat bro Antosalafy yang sudah berkenan menengok blog hina dina saudara “bicara salafy”.

    Salam juga buat akhy fillah, Kyai Ibnu Abd Muis dan Kyai Abu Salafy.
    *menjura-jura*

    Kayanya buat sementara saya gak komen apa-apa dulu, tapi tetep saya cek perkembangannya *halah*. Komen-komennya bro Antosalafy saya save sebagai bahan komentar saya selanjutnya.
    *gelar tiker*

    _______________
    -bicarasalafy-

    wa alaikum sala wr. wb

    Makasih en syukron Bos, masih tetap mau mampir ke gubuk reot-ku ini. mudah-mudahan nggak bosan aja!

  13. Dekisugi berkata

    kalem…kalem…biang rusuh itu nanti pasti kabur dengan sendirinya saat dia sudah kehabisan hujjah dan dalil :D

    __________________
    -bicarasalafy-

    Salam bro,

    Saya kasi kesempatan untuk menyanggah artikel para blogger yang saya tampilkan (kumpulkan) disini berkenaan dengan pribadinya biar berimbang, tapi belum juga ditanggapi. entah kenapa ya!

  14. abuhaydar berkata

    assalamualaikum warohmatullah wabarokatu…akhi..brother…saudara dsb..ada sebuah pertanyaan sederhana nih yah …ada untungnya gak yah kita ngobrol ( debat/ diskusi dll yang sejenis) tentang hal ini ?..sori bos ane masih awam banget * duduk di tiker siap dengerin fatwa *

    ____________
    -bicarasalafy-

    asalamu alaikum wr.wb

    Insya-Allah ada manfa’at dan untungnya, amin !

  15. RETORIKA-1000DS berkata

    @ Dekisugi

    Sepertinya kita selalu ada di tempat yang sama deh :mrgreen:

    @ Bicara Salafy

    anda sabar juga berdiskusi dengan kaum SALAHI, jujur kalau saya pernah mencoba, tetapi kemudian nggak tahan, karena kaum SALAHIUN itu selalu saja berteriak teriak sambil menutup telinga – maaf seperti kambing congek.

    Setelah itu saya tidak pernah menganggap serius ucapan mereka. Cukup sekedar bersenang senang dan bermain dengan emosi mereka yang tempramental :mrgreen:

    contohnya ini : http://retorika.wordpress.com/2007/11/09/antosalafy-badut-wordpress/

    oh iya, coba datengin blog : asaltahu.wordpress.com – anda liat sendiri isinya seperti apa

    Salam kenal :-D
    oh iya, minta pasang blogroll ya !

    ________________
    -bicarasalafy-

    Salam,

    kedua komen saudara ini, entah kenapa kok nyasar ke “spam”. tapi alhamdulillah bisa tertolong ditarik keluar.

    Tentang tulisan saudara “antosalafy-badut-wordpress” sebenarnya sudah saya letakkan linknya sebagai -Tulisan Terkait- dibawah postingan: “Siapa itu Antosalafy? -(tulisan amed.wordpress.com)” dan link tulisan “blogger paling menyebalkan”

  16. RETORIKA-1000DS berkata

    @ Dekisugi

    Sepertinya kita selalu ada di tempat yang sama deh :mrgreen:

    @ Bicara Salafy

    anda sabar juga berdiskusi dengan kaum SALAHI, jujur kalau saya pernah mencoba, tetapi kemudian nggak tahan, karena kaum SALAHIUN itu selalu saja berteriak teriak sambil menutup telinga – maaf seperti kambing congek.

    Setelah itu saya tidak pernah menganggap serius ucapan mereka. Cukup sekedar bersenang senang dan bermain dengan emosi mereka yang tempramental :mrgreen:

    contohnya ini : antosalafy-badut-wordpress/

    oh iya, coba datengin blog : asaltahu.wordpress.com – anda liat sendiri isinya seperti apa

    Salam kenal :-D
    oh iya, minta pasang blogroll ya !

    ______________
    -bicarasalafy-

    Salam kenal juga bro.

    Pertama-tama makasih ya, artikelnya telah “dicomot” untuk meramaikan blog ini, yang berusaha ngumpulin tulisan dan artikel tentang sekte wahabi/salafy (atau salahi pinjam istilah sampean :-) ). mudah-mudahan bisa bermanfa’at buat orang yang ingin tahu siapa sebenarnya wahabi/salafi.

    soal blog/situs sekte wahabi, isinya sama semua “Pokoknya” mereka yang benar orang lain sesat.

    soal blogroll silahkan makasi, blog sampean-pun udah kami pajang disini hi hi hi..

  17. ibnuraji berkata

    sepertinya kita mesti belajar agama yang sempurna ini lebih banyak lagi…

  18. gsalaf berkata

    Bismillah…
    Assalamu’alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh-
    Berikut ini kami menginformasikan bahwa telah tersedia layanan MESIN PENCARI TERCEPAT dan TERBESAR khusus menyaring artikel/audio/milis berManhaj Salaf (silahkan kunjungi http://www.gsalaf.com) dan kami berharap sudi kiranya membantu menyebarkan informasi ini dengan memasang banner gsalaf diwebsite/blog/milis anda.

    demikian informasi ini kami sampaikan,semoga kerjasama ini dapat membantu kami menyebarkan dakwah.

    :Contoh kode HTML yang bisa ditempatkan ditautan blog/situs silahkan klink link dibawah ini: http://www.gsalaf.com/banner.html

  19. kurtubi berkata

    Anehnya wabah salafi-wahabi akhir-akhir ini lagi marak. Kenapa yah, bahkan begitu semangat di kampus2 hingga di mushola2. Dan anehnya yang diserang itu kalangan Islam Indonesia.

    Kenapa tidak konsen memberantas korupsi atau hal lainnya. Tapi memberantas kemapanan keagamaan sperti NU. Bid’ah dan khurafat sebagai tameng perjuangan.

    Jangan2 siapa yang bid’ah siapa yang khurafat dan siapa yang benar juga siapa yang salah adalah berbeda dari pemahaman kita selama ini…

    Kalau saya males datang ke blog2 mereka apalagi dialog… :)

  20. kurtubi berkata

    Menurut saya, boleh saja berargumen bahwa semangat itu muncul akhir2 ini yaitu untuk menyarang islam ala Indonesia boleh jadi karena ambisi politik saja atau dibelakangnya justru “Yahudi”… heheh

    tapi jangan dipercaya analisa ini.

  21. Amed berkata

    Permisi, kalau ada waktu dan sudi berkunjung, saya punya postingan dan beberapa pertanyaan yang butuh feedback & jawaban terkait sejarah Islam. Semoga bisa dibantu menjawabkannya. Terima kasih…

  22. joyo berkata

    salam sejahtera semua
    semoga semua makhluk bahagia,
    numpang absen ya akhi :)

    ____________
    -bicarasalafy-

    wa alaikumussalam ya akhi

    makasih atas doa dan kunjungannya!

  23. bibomedia.com berkata

    :)

  24. jagoandi berkata

    Salam kenal aja.. numpang absen juga.

    ___________
    -bicarasalafy-

    Salam kenal juga, thanx!

  25. Cabe Rawit berkata

    Assalaamu ‘alaikum… salam kenal bro. Ane kepengen tau informasi lebih lanjut soal debat buky kontroversial, dan rekaman VCD Debat Terbuka VS Wahaby, ada infonya gak bro??? Syukron Jaziilan

    ______________
    -bicarasalafy-

    Wa alaikum salam bro.
    apa yg dimaksud vcd debat soal buku mantan kiai NU?
    minta ma’af kami tidak tahu, coba hubungi aja PBNU
    atau hubungi lewat situs resminya ini

    http://www.nu.or.id/page.php

  26. mabruk berkata

    Assalamu’alaikum Warahmatullaahi wabarakaatuh…salam kenal
    aku punya nih rekaman VCD debat VS Wahhaby atau lihat di youtube.gak perlu mengghubungi PBNU, cukup ke pak Asrori Surabaya ato temen2 aswaja yang tersebar dimana-mana. kalo mau burning juga boleh…., sayang H.Mahrus Ali dari pihak Wahhabi gak bisa hadir yang hadir Ustadz Muammal Hamidy.

  27. ressay berkata

    Ya seandainya saja ada salah satu pihak dari salafy yang berkenan diskusi serius di weblog ini.

    Ajukan satu perwakilan dari Salafy/wahabi untuk mendebat admin weblog ini.

    Yang lain menyimak saja. gimana?

  28. barata berkata

    assalamu alaikum
    kenama mas antonya …. kok ngilang

  29. Bravado berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Terima kasih sudah membuat blog yang bermanfaat seperti ini. Benar skali, bro. Ber’agama’ itu harus menggunakan akal dan hati. Demikian pula dalam berdakwah! Saya berharap blog ini bisa menjadi “gudang ilmu” bagi para pencari ‘kebenaran’. Alangkah bagusnya, jika di blog ini anda membuat tag tentang riwayat asal-muasal Wahabi, keyakinan/pandangan mereka, sepak-terjang (kerusakan) yang mereka timbulkan, ‘hubungan’ mereka dengan Ahlul-Bait, hubungan mereka dengan Kerajaan Saudi Arabia (termasuk kolonialisme Inggris). Dan, tentu saja, keberadaan mereka di Indonesia di masa aktual sekarang ini.

    Usulan Ressay, agar ada pihak Salafy/Wahabi hadir di blog ini, dan “sharing” pengetahuan mereka, adalah usulan yang bagus, agar kita semua semua makin mempertajam daya kritis dan analitik.

    Sekali lagi, terima kasih.
    May Allah blessed us!
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  30. sudirman berkata

    salafi/wahabi = maling teriak maling…

  31. Hari berkata

    Assalamu’alaikum…

    Begitu saya membaca blog ini…
    Hati saya kok pedih dan perih…
    Lalu saya putuskan untuk browsing di tempat lain yang tidak membuat hati saya jadi begini…

    Wassalamu’alaikum…

  32. rhosyied berkata

    Untuk pemilik blog –>
    Nih blog gak berguna sama sakali!! Isine error kabeh. yen pemilik’e error, otomatis gak metu kecuali sing error pisan. Gak ada untungnya bro kowe nulis gini2an! SOpo sing iso hentikno dakwah Salaf, skalipun kowe karo konco2mu gawe blog sing gak genah koyok ngene, gak akan iso!! Ileng-ilengen iku bro! Kacian deh loh…!!

    _______________
    bicarasalafy

    tulisan anda menunjukkan bahwa anda tidak dapat membantah artikel2 blog ini yang melucuti sekte anda.
    anda perlu banyak membaca tulisan para ulama Ahlussunnah bukan wahabi agar otak anda tidak error!
    saya tunggu tanggapan anda terhadap artikel blog ini.

  33. itok berkata

    Asalamualaikum wr.wb
    lama juga saya mengamati dan membaca walaupun gak semuanya paham.
    tapi saya sangat sedih……karena cinta ku, cinta kita semua bertepuk sebelah tangan, saya yakin aku dan kita semua mencintai saudara kita salafy……mengapa saudara kita itu tidak membalas cinta mulya itu. doakanlah semoga saudara kita itu bisa mencintai kita. blog ini…blog cinta kenapa…ketika saudara kita itu berbenturan dengan kaum kafir harbi dan menimbulkan fitnah….kita juga terkena imbasnya.mari saling menjaga, kita cari yang sama saja yuuk…. syahadat kita sama, nabi kita sama, Tuhan kita sama,…dan masih banyak kesamaan kita yang lainya,..khilafiyah sudah keniscayaan. I LOVE YOU FULL Saudaraku Salafy

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>