Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Waduh Ternyata Menurut Salafy/Wahabi Ustad Firanda Seorang Pendusta (Bag. 1)

Posted by bicarasalafy pada Maret 11, 2011

Salafy vs Salafy

DUSTA FIRANDA DITENGAH BADAI FITNAH YANG SEDANG MELANDA (bag:1)

SUMBER: Salafybpp.Com

Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Hafizhahulloh
Selasa, 04 Januari 2011 05:35

Firanda memfitnah ulama ahlus sunnah

Gelar “kadzdzab” (gemar berdusta) yang disematkan oleh salah seorang ulama besar di Madinah Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari Hafizhahullah kepada seorang pelajar di Madinah yang bernama Firanda Andirja memang merupakan gelar yang layak disandangnya. Mengapa tidak, Firanda seakan tiada henti menghembuskan fitnahnya dengan menyebarkan berbagai kedustaan dikalangan salafiyyin dengan menyebarkan berita-berita palsu yang kandungannya adalah upaya merendahkan kedudukan para ulama dan Da’i Ahlus sunnah ditengah umatnya.

Belum lama kita mendengarkan “haditsul ifk” Firanda yang menyebarkan fitnah dusta dengan mengatasnamakan Asy-Syaikh Rabi’ bahwa Beliau meninggalkan kota Madinah dan menetap di Makkah karena diusir dari Madinah. “Subahanaka hadza buhtaanun ‘azhim”, betapa lancangnya anda berdusta atas nama seorang yang disebut oleh Imam Al-Albani sebagai “pembawa bendera al-jarhu wat-ta’dil” dizaman ini.

Mungkin dia berkata: bukan saya yang mengatakan itu, tapi saya hanya menukil.

Kami katakan: Anda terkena ucapan anda sendiri, bukankah anda sendiri menyebutkan dalam “buku fitnah” anda yang berjudul “lerai pertikaian sudahi permusuhan” sebagai berikut:

“Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya, al-Adab al-Mufrad (no.324), demikian juga Ibnu Abid Dun-ya dalam kitabnya, ash-shamt (no.260), dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam shahih al-Adab (no.247), dari ‘Ali, ia berkata:

القَائِلُ كَلِمَةَ الزُّوْرِ وَالذِيْ يَمُدُّ بِحَبْلِهَا فِي الإِثْمِ سَوَاءٌ

“Pengucap perkataan dusta adalah sama dosanya dengan orang yang memanjangkan tali perkataan tersebut.”

Makna ucapan ‘Ali “yang memanjangkan tali perkataan tersebut”, yaitu menyebarkannya.”

(Dinukil dari buku fitnah Firanda, hal:26)

 

Tak lama setelah itu, ia kembali berulah di kota Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam, dengan menyebarkan berita palsu berikutnya bahwa Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhari –Hafizhahullah Ta’ala- menjelekkan Syaikh Abdurrazzaq Al-Abbad –Hafizhahullah-, yang menyebabkan Syaikh Abdullah Al-Bukhari marah besar kepadanya dan tidak memaafkannya hingga dia datang kerumah Beliau. Menurut berita dari Syaikh Al-Bukhari bahwa dia telah datang untuk meminta maaf,namun gelar “pendusta” tersebut masih saja Beliau sematkan kepada hamba Allah yang satu ini, dan gelar itu memang pantas disematkan kepadanya. Selamat berbahagia dengan gelar ini wahai Firanda dari salah seorang ulama besar Madinah Nabawiyyah.

 

Anehnya, Firanda menyebutkan dalam buku fitnahnya (hal:32), ia berkata:

“Ada sebagian orang yang tidak bisa mengendalikan lisannya.Tidak peduli dengan apa yang diucapkannya.Tidak peduli siapapun yang sedang ia ghibah, yang ia bicarakan, yang ia rendahkan, yang ia jatuhkan harga dirinya.”

(Buku fitnah Firanda:32)

Benar apa yang anda katakan, terlebih lagi kalau yang sedang dibicarakan itu seorang ulama senior yang dikenal sebagai pembela sunnah Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, dan pembela manhaj salafi, semisal Syaikh Rabi’ Hafizhahullah Ta’ala.Al-Hafizh Ibnu Asakir rahimahullah berkata:

اعلم يا أخي وفقنا الله وإياك لمرضاته وجعلنا ممن يخشاه ويتقيه حق تقاته أن لحوم العلماء مسمومة وعادة الله في هتك أستار منتقصيهم معلومة وأن من أطلق لسانه في العلماء بالثلب بلاه الله قبل موته بموت القلب فليحذر الذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم

“Ketahuilah wahai saudaraku –semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kami dan kalian untuk menggapai ridha-Nya dan menjadikan kami dan kalian termasuk orang- orang yang takut kepada-Nya dan bertakwa kepada-Nya- bahwa sesungguhnya daging para ulama itu beracun, dan kebiasaan Allah ‘azza wajalla, dalam membongkar kedok orang- orang yang merendahkannya adalah hal yang telah dimaklumi, dan barangsiapa yang melontarkan ucapannya dengan menjelekkan para ulama, maka Allah ‘azza wajalla, menghukumnya sebelum dia mati dengan kematian hatinya, hendaknya berhati- hati orang- orang yang menyelisihi perintahnya akan tertimpa fitnah atau tertimpa azab yang pedih.”

Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahullah:

من استخف بالعلماء ذهبت آخرته ومن استخف بالأمراء ذهبت دنياه ومن استخف بالإخوان ذهبت مروءته

“Barangsiapa yang merendahkan para ulama maka hilang akhiratnya, dan siapa yang merendahkan penguasa maka hilang dunianya, dan siapa yang merendahkan saudaranya maka hilang harga dirinya.”

 

Berkata Ahmad bin Adzro’I rahimahullah:

الوقيعة في أهل العلم لا سيما أكابرهم من كبائر الذنوب

“Mecela para ulama terkhusus yang senior dikalangan mereka termasuk dosa besar.”

Berkata Malik bin Dinar:

كفى بالمرء شرا ألا يكون صالحا وهو يقع في الصالحين

“Cukuplah kejahatan bagi seseorang yang menunjukkan dia bukan orang saleh tatkala dia merendahkan orang- orang saleh.”

 

Syaikh Abdul Aziz Sadhan –hafizhahullah- berkata:

“Berhati-hatilah dari sifat lancang dengan lisan dan telunjuknya terhadap lembaran hidup para ulama, dan berusaha memperburuk citra mereka atau menyebarkan berbagai tuduhan atas mereka.Sebab hal itu akan membuka pintu kejahatan yang lebar, yang dapat menyeretnya kepada kerusakan dan membuat kerusakan baik secara hakiki maupun secara maknawi, bukan hanya menimpa yang mengucapkannya saja, namun menyebabkan rusaknya seluruh masyarakat.Untuk menjelaskan bahayanya perkara ini dikatakan bahwa: sesungguhnya merendahkan para ulama dan meremehkan mereka, lebih besar dosa dan kejahatannya dibanding merendahkan selain mereka. Sebab merendahkan para ulama bukan hanya sekedar merendahkan pribadinya saja, namun mengarah kepada sikap merendahkan apa yang mereka bawa berupa ilmu, dan apa yang mereka miliki dari agama dan akhlaq.Oleh karenanya, dikhawatirkan atas orang yang merendahkan para ulama akan ditimpa hukuman yang disegerakan, disebabkan buruknya perbuatan dan kejahatannya.”

(Manzilatul ulama,Syaikh As-Sadhan,hal:33)

Lalu beliau menyebutkan salah satu bentuk merendahkan para ulama:

“mengotori lisannya dengan meng-ghibah mereka atau tidak membela kehormatan mereka tatkala dighibahi, dan musibah yang terbesar adalah tatkala seseorang merasa nikmat dengan merusak kehormatan mereka baik dengan ucapan, pendengaran atau menunjukkan tanda menerima. Perbuatan ini menunjukkan keburukan hati dan kejelekan maksud, bagaimana mungkin dia menghalalkan dirinya untuk melakukan perbuatan yang kotor itu. Meng-ghibah seorang muslim adalah haram berdasarkan nash al-Qur’an

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

“Dan jangan sebagian kalian mengghibah sebagian lainnya.”

(QS.Al-Hujurat:12)

Sebab seorang muslim yang tidak berilmu memiliki kemuliaan dengan sebab islam, lalu bagaimana dengan seorang alim yang kedudukannya jauh lebih mulia dibanding yang lain, dengan kemuliaan ilmunya dan besar manfaatnya?.”

(Manzilatul ulama:55)

Namun ternyata kebiasaan berdusta Firanda tidak juga berhenti, dan gelar yang telah dilekatkan kepadanya tidak membuatnya jera dan bertaubat kepada Allah ‘azza wajalla, bahkan masih saja terus menyebarkan fitnah dan dusta.

 

(Bersambung insya Allah…. Dengan judul: SIAPA YANG MEYEMBUNYIKAN FATWA?)

About these ads

13 Tanggapan to “Waduh Ternyata Menurut Salafy/Wahabi Ustad Firanda Seorang Pendusta (Bag. 1)”

  1. ojo ngono said

    masyaALLAH begitu kah sangat disayangkan orang pintar pintar berilmu kok mencaci maki sesama muslim maju terus USTAD FIRANDA

  2. Abu Sal said

    Afwan, kami sudah tahu penjelasan dari Ustadz2 yang bersangkutan dan kami sudah tahu siapa sesungguhnya yg DUSTA….Semoga Ustadz Firanda dan sekeluarga selalu dalam lindungan Allah dan Maju terus dalam berdakwah Aamiin…

  3. Abu yusuf said

    Inilah dampaknya,jika didalam pikiran mereka hanyalah mereka yg salafy,,yg pd senior di indonesia,gak,kayaknya abu karimah cs,cemburu dgn status yg dijalani Ust firanda sbgai penerjemah para masyaikh,dan ust lainnya di indonesia,sprti Ust Abdulhakim Abdat yg dijuluki Syaikh Albani kecil di malaysia dll.

  4. Codot said

    Seorang pendusta akan membela kesutaanya,
    kalau ada yg dituduh dan menuduh maka kemungkinan ada beberapa hal
    1. Kemungkinan dua duanya dusta
    2. Salah satunya dusta
    tidak mungkin dua duanya benar
    jd tinggal merenungkan siapa sebenarnya yg pendusta, mungkin lebih baik duaduanya bermubahalah kalau emang ada pada kebenaran

  5. sinyo said

    wahai para pendengar yang budiman jangan engkau terburu-buru nilai suatu berita yang datang kepada mu
    sampai engkau memeriksanya dengan teliti.

  6. abu aliph said

    Astaghfirulloh…blog ini dibuat khusus dan dengan gamblang menyatakan permusuhannya pada kaum salaf, beginikah sikap seorang yang mengaku sebagai ahlussunnah?

  7. Khoiru Din said

    afwan,,,,,
    masih banyak masalah yang lebih penting dibahas dari pada saling pukul sesama muslim,
    – bid’ah di masyarakat masih menjamur,ayo kita perangi,
    – saodara kita di suriah,rohingya,afghan dll butuh bantuan kita minim doa,,,,,,,,
    andaikan golongan2 umat muslim bersatu,musuh Islam pasti akan takut,saling mendukung pemikiran2 yang berdasar Al-Qur’an dan Hadist.
    ((لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [مِنَ الْخَيْرِ])) عَنْ أَبِيْ حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ :
    رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.

    Dari Abu Hamzah, Anas bin Mâlik Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim].
    saran saya gak usah lah cari2 kesalahan orang,perbaiki golongan atau diri kita ja lah.
    jazakillah,,,,

  8. abu tahu said

    firanda memang pendusta..orang yang ga kenal aja yang menganggap omongan dia.gelar penebar fitnah segera pantas disandang untuknya…

  9. ustadz firanda semoga diberikan hidayah,jika terus membangkang,semoga diberika teguran,..alfatihah..

  10. Ichaz Qu said

    ini seperti gaya2 syiah…..cara2 seperti jauh dari Ahlussunnah

  11. wong darjo said

    ini lah akibat dari saling menilai ….. kalo punya keyakinan tentang syariat amalkan yg betul-betul, sebarkan dgn ramah dan ingat jgn saling mencela, menyerang kepada keyakinan paham lain……

    semoga kita semua diampuni oleh Allah Swt. Amin….

  12. omdoang said

    bingung sendiri aku kok pada saling menjelekan, tolong kirim aku tulisan/buku ustad firanda yg dibilang bohng agar aku paham dan bisa bilang mana yg benar tentu ada juga buku/tulisan dari yg bilang bilang ustad firanda berbohong kirimkan saja kealamat Ismail Jl. Dt perpatih nsb N0.93 kota solok sumatera barat cantumkan biayanya sekalian untuk penggantian terima kasih

  13. ivan said

    penjelasaN blog tidak masuk akal dsn dasarNya ga jelas….
    orang bodoh jg bisa menilai mana yg diatas dusta….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: