Salafy/Wahhabi Memalsu Kitab “Hasyiyah Al Allamah Al Showi Ala Tafsir Al Jalalain”
Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Agustus 5, 2009
Hati-hati, Pemalsuan Kitab, Bag 1
SUMBER: http://abdurrahmanbinsaid.wordpress.com/2009/01/09/hati-hati-pemalsuan-kitab-bagian-1/
Sebagaimana posting yang lalu, tentang bahasa “fatwa” Wahhabi yang sangat tergantung dengan kebijakan politik kerajaan Saudi (read here, with the comment). mungkin itu yang terjadi pada “pemalsuan” sekian Kitab Turats bermanhaj Ahlu as-Sunnah wa al-Jama’ah. Berikut ini adalah beberapa bukuti pemalsuan itu, yang berhasil saya telusuri dari beberapa situs.
Pemalsuan Kitab Tafsir Al-Showi
Nama Kitab : Hasyiyah al-Allamah Al-Showi ‘ala Tafsir Al-Jalalain
Pengarang : Ahmad Ibn Muhammad Al-Showi Al-Maliki (w. 1241)
Pemalsu : Kelompok Wahhabi
Tujuan : Menghilangkan jatidiri Wahhabi sebagai “hizbu as-syaithan”.
Ini Naskah Kitab Asli yang dicetak sebelum tahun 1419 :

**********************
Ini adalah versi asli cetakan Dar Ihya’ at-Turats al-Arabi sebelum dipalsukan oleh kelompok Wahhabi, pada Juz ke-5 halaman 78:

Halaman tersebut terlihat jelas bahwa menurut Al-Showi: Wahhabi adalah jelmaan dari Kelompok Khawarij yang telah merusak interpretasi atas Al-Qur’an dan Sunnah Nabawiyah, lebih jauh dari itu mereka telah menghalalkan darah Kaum dan harta Muslimin, sebagaimana yang tercatat dalam sejarah gelap Wahhabi.
Bandingkan dengan versi palsu cetakan tahun 1420:

Cetakan ini adalah edisi palsu, yang dicetak oleh Dar al-Kutub al-Ilmiyah. (Akhir-akhir ini banyak beredar edisi yang ini, termasuk di Indonesia). Pada ayat yang sama, kelompok Wahabi telah menghilangkan jejak “jatidiri”-nya, coba perhatikan:
Pada halaman ini, terlihat jelas pemalsuan itu kan.


santo berkata
hiii ngeri….. tapi bener ga mas ??? yang mana penipunya??? he…he…he… aneh aneh aja mas ini.
ihsan berkata
kalau orang salafi menganggap semua bid ah itu sesat sesungguhnya mereka lah yang nyata sesatnya! mereka memakai kitab-kitab hadits padahla pencatatan/pembukuan hadits itu bid ah karena tidak pernah dilakukan di zaman Nabi Muhammad Saw. bodohnya orang salafi penipu yang tertipu