Mereka Bicara Salafy n Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Kitab Kasyfu asy-Sybubuhat Doktrin Takfîr Wahhâbi Paling Ganas (35)

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Desember 26, 2008

Kitab Kasyfu asy Sybubuhât Doktrin Takfîr Wahhâbi Paling Ganas (35)

Oleh: Abu Salafy
Untuk mendukung vonis pengafirannya atas kaum Muslimin, Syekh Ibnu Abdil Wahhâb mengatakan:

وَيُقَالُ – أَيْضاً -: الَّذِينَ قَالَ اللَّهُ فِيهِمْ :{يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلامِهِمْ}. أَمَا سَمِعْتَ اللَّهَ كَفَّرَهُمْ بِكَلِمَةٍ مَع كَوْنِهِمْ في زَمَنِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَيُجَاهِدُونَ مَعَهُ ، وَيُصَلُّونَ مَعَهُ ، وَيُزَكُّونَ ، وَيَحُجُّونَ ، وَيُوَحِّدُوْنَ؟

Dikatakan juga, mereka yang oleh Allah SWT. Disebutkan dalam firman-Nya:

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ ما قالُوا وَ لَقَدْ قالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَ كَفَرُوا بَعْدَ إِسْلامِهِمْ

“Mereka (orang- orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam.” (At Taubah [9]: 74)

Tidakkah engkau mendengar Allah mengafirkan mereka karena mengucapkan sebuah kalimat padahal mereka hidup di zaman Rasulullah saw., berjuang bersama dan salat, membayar zakat, haji dan mengesakan Allah.

_______

Catatan 31:

Ini adalah bukti lain yang hendak ditegakkan Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb untuk membenarkan sikap gegabahnya dalam memvonis kafir kaum Muslim. Yaitu mereka berhak dikafirkan dikarenakan sebuah kalimat yang mereka lontarkan kendati dengan sendau gurau.

Setelah menyebut ayat 74 surah at taubah di atas, Ibnu Abdil Wahhâb menegaskan, “Tidakkah engkau mendengar Allah mengafirkan mereka karena mengucapkan sebuah kalimat padahal mereka hidup di zaman Rasulullah saw., berjuang bersama dan salat, membayar zakat, haji dan mengesakan Allah.”

Abu Salafy berkata:

Sepertinya Syekh Wahhâbiyah ini memang selalu gemar mengobral kata-kata pujian palsu terhadap kaum-kaum yang dikutuk Allah SWT. Dalam keterangan-keterangannya yang telah lewat, ia membanggakan dan memuji kaum Musyrik Quraisy yang ia nilai lebih ringan kemusyrikannya dan lebih berakal dibanding Umat Islam yang sedang ia vonis musyrik!! Kali ini, Syekh membanggakan kaum Munafik dengan menyebut berbagai praktik palsu mereka…. shalat… berpuasa, haji dll. dan tidak ketinggalan Syekh menegaskan bahwa kaum munafik itu adalah hamba-hamba yang talah dengan sepenuh hati mengesakan, mentauhidkan Allah SWT…. dan mengesakan Allah!

Wahai Syekh! Ayat yang sedang engkau sitir itu turun membongkar kepalsuan kaum munafik…. kaum munafik itu jelas-jelas kaum kafir…. mereka itu akan ditempatkan fi ad darkil asfali minan nâr (kerak paling bawah dari api neraka)… Jika engakau tidak memahami hal ini, maka mukallid butamu; al ‘Utsaimin telah memahaminya! Dalam syarahnya atas kitab Kasyfu asy Sybubhât yang Anda tulis ia menegaskan bahwa ayat itu berkaitan dengan hukum kaum munafik. (hal.69) ini yang pertama.

Kedua, Nabi Muhammad saw. tidak pernah menghalalkan darah-darah harta-harta kaum munafik… tidak juga memerangi mereka… bahkan beliau saw. melarang dengan keras memerangi dan menghalalkan darah dan harta mereka! Dan kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan sikap Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb yang menvonis kafir kaum Muslim dan kemudian menghalakan darah dan harta mereka serta mengobarkan api peperangan untuk membumi hanguskan mereka dan desa-desa mereka yang divonisnya telah musryik itu!

Perhatikan mereka yang divonis Syekh dengan kemurtadan adalah kaum Muslim bukan kaum munafik!

Apa Yang Mereka Katakan Sehingga Allah Mengecam Mereka?

Para mufassir menegaskan bahwa ayat tersebut turun terkait dengan sikap keji kaum munafik dengan melontarkan kata-kata kekafiran yang mengejek-ngejek kesucian Rasulullah saw. Dan Al Qur’an; wahyu Allah. Mereka menyebutkan beberapa riwayat yang menerangkan kata-kata apa yang dilontarkan kaum munafik (atau sebagian dari mereka). Di antaranya:

Ketika banyak ayat turun mengecam dan membongkar kedok kaum munafik dalam peperangan Tabûk, ada dua orang munafik bernama Jullâs ibn Suwaid dan Wadî’ah ibn Tsâbit berkata, “Jika Muhammad itu benar pastilah tun-tuan dan orang-orang baik kita itu lebih jahat dari keledai!” Ketika ada yang melaporkannya kepada Rasulullah saw. dan beliau pun menegur mereka, mereka bersumpah bahwa mereka tidak mengucapka sama sekali kata-kata itu! Maka Allah SWT. menurunkan ayat tersebut.

Ada riwayat lain menyebutkan bahwa Abdullah ibn Ubay ibn Salûl –gembong kaum munafik- berkata, “Perumpamaan kita dengan Muhammad itu seperti kata pepatah, ‘Kenyangkan anjingmu, ia akan memangsamu’ dan ia juga berkata, ‘Jika nanti kita kembali ke kota Madinah, kami (yang kuat ini) akan mengusir si hina dina (Muhammad maksudnya).’ Ketika hal itu dilaporkan kepada Nabi saw., ia bersumpah mengelaknya.

Allah SWT membohongkan sumpah mereka, sebab mereka telah melontarkan kata-kata kufr… dan dengannya mereka telah kafir setelah sebelumya menampakkan keislaman mereka, kendati sejak awal dan pada dasarnya mereka itu telah kafir dengan kemunafikan itu!

Dan dalam lanjutan ayat tersebut ditegaskan bahwa mererka telah merencanakan kehajatan atas Nabi saw. dengan membunuh dan mendorong kendaraan beliau dari puncak tebing! (Tafsri Fath al Qadîr,2/382-383).

_________________

Selanjutnya untuk membaca seri tulisan “Kitab Kasyfu asy Sybubuhât Doktrin Takfîr Wahhâbi Paling Ganas” secara lengkap pembaca kami persilahkan membuka tautan ini

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>