Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Lembaran Hitam di Balik Penampilan Keren Kaum Wahabi

Posted by bicarasalafy pada April 21, 2008

Lembaran Hitam di Balik Penampilan Keren Kaum Wahabi

Sumber: Sidogiri.com

Oleh: Idrus Ramli*

Ke mana-mana selalu menyebarkan salam. Selalu memakai baju bercorak gamis dan celana putih panjang ke bawah lutut, ciri-khas orang Arab. Jenggotnya dibiarkannya lebat dan terkesan menyeramkan. Slogannya pemberlakuan syariat Islam. Perjuangannya memberantas syirik, bid’ah, dan khurafat. Referensinya, al-Kitab dan Sunah yang sahih. Semuanya serba keren, valid, islami. Begitulah kira-kira penampilan kaum Wahabi. Sepintas dan secara lahiriah meyakinkan, mengagumkan.

Tapi jangan tertipu dulu dengan setiap penampilan keren. Kata pepatah jalanan, tidak sedikit di antara mereka yang memakai baju TNI, ternyata penipu, bukan tentara. Pada masa Rasulullah r, di antara tipologi kaum Khawarij yang benih-benihnya mulai muncul pada masa beliau, adalah ketekunan mereka dalam melakukan ibadah melebihi ibadah kebanyakan orang, sehingga beliau perlu memperingatkan para Sahabat t dengan bersabda, “Kalian akan merasa kecil, apabila membandingkan ibadah kalian dengan ibadah mereka.”

Demikian pula halnya dengan kaum Wahabi, yang terkadang memakai nama keren “kaum Salafi”. Apabila diamati, sekte yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi (1115-1206 H/1703-1791 M), sebagai kepanjangan dari pemikiran dan ideologi Ibnu Taimiyah al-Harrani (661-728 H/1263-1328 M), akan didapati sekian banyak kerapuhan dalam sekian banyak aspek keagamaan.

A. Sejarah Hitam

Sekte Wahabi, seperti biasanya sekte-sekte yang menyimpang dari manhaj Islam Ahlusunah wal Jamaah memiliki lembaran-lembaran hitam dalam sejarah. Kerapuhan sejarah ini setidaknya dapat dilihat dengan memperhatikan sepak terjang Wahabi pada awal kemunculannya. Di mana agresi dan aneksasi (pencaplokan) terhadap kota-kota Islam seperti Mekah, Madinah, Thaif, Riyadh, Jeddah, dan lain-lain, yang dilakukan Wahabi bersama bala tentara Amir Muhammad bin Saud, mereka anggap sebagai jihad fi sabilillah seperti halnya para Sahabat t menaklukkan Persia dan Romawi atau Sultan Muhammad al-Fatih menaklukkan Konstantinopel.

Selain menghalalkan darah kaum Muslimin yang tinggal di kota-kota Hijaz dan sekitarnya, kaum Wahabi juga menjarah harta benda mereka dan menganggapnya sebagai ghanîmah (hasil jarahan perang) yang posisinya sama dengan jarahan perang dari kaum kafir. Hal ini berangkat dari paradigma Wahabi yang mengkafirkan kaum Muslimin dan menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin Ahlusunah wal Jamaah pengikut mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali yang tinggal di kota-kota itu. Lembaran hitam sejarah ini telah diabadikan dalam kitab asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhâb; ‘Aqîdatuhus-Salafiyyah wa Da’watuhul-Ishlâhiyyah karya Ahmad bin Hajar Al-Buthami (bukan Al-Haitami dan Al-‘Asqalani)–ulama Wahabi kontemporer dari Qatar–, dan dipengantari oleh Abdul Aziz bin Baz.

B. Kerapuhan Ideologi

Dalam akidah Ahlusunah wal Jamaah, berdasarkan firman Allah, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia (Allah)” (QS asy-Syura [42]: 11), dan dalil ‘aqli yang definitif, di antara sifat wajib bagi Allah adalah mukhâlafah lil-hawâdits, yaitu Allah berbeda dengan segala sesuatu yang baru (alam). Karenanya, Allah itu ada tanpa tempat dan tanpa arah. Dan Allah itu tidak duduk, tidak bersemayam di ‘Arasy, tidak memiliki organ tubuh dan sifat seperti manusia. Dan menurut ijmak ulama salaf Ahlusunah wal Jamaah, sebagaimana dikemukakan oleh al-Imam Abu Ja’far ath-Thahawi (227-321 H/767-933 M), dalam al-‘Aqîdah ath-Thahâwiyyah, orang yang menyifati Allah dengan sifat dan ciri khas manusia (seperti sifat duduk, bersemayam, bertempat, berarah, dan memiliki organ tubuh), adalah kafir. Hal ini berangkat dari sifat wajib Allah, mukhâlafah lil-hawâdits.

Sementara Wahabi mengalami kerapuhan fatal dalam hal ideologi. Mereka terjerumus dalam faham tajsîm (menganggap Allah memiliki anggota tubuh dan sifat seperti manusia) dan tasybîh (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya). Padahal menurut al-Imam asy-Syafi’i (150-204 H/767-819 M) seperti diriwayatkan olah as-Suyuthi (849-910 H/1445-1505 M) dalam al-Asybâh wan-Nazhâ’ir, orang yang berfaham tajsîm, adalah kafir. Karena berarti penolakan dan pengingkaran terhadap firman Allah, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia (Allah).” (QS asy-Syura [42]: 11)

C. Kerapuhan Tradisi

Di antara ciri khas Ahlusunah wal Jamaah adalah mencintai, menghormati, dan mengagungkan Rasulullah r, para Sahabat t, ulama salaf yang saleh, dan generasi penerus mereka yang saleh seperti para habaib dan kiai yang diekspresikan dalam bentuk tradisi semisal tawasul, tabarruk, perayaan maulid, haul, dan lain-lain.

Sementara kaum Wahabi mengalami kerapuhan tradisi dalam beragama, dengan tidak mengagungkan Nabi r, yang diekspresikan dalam pengafiran tawasul dengan para nabi dan para wali. Padahal tawasul ini, sebagaimana terdapat dalam Hadis-Hadis sahih dan data-data kesejarahan yang mutawâtir, telah dilakukan oleh Nabi Adam u, para Sahabat t, dan ulama salaf yang saleh. Sehingga dengan pandangannya ini, Wahabi berarti telah mengafirkan Nabi Adam u, para Sahabat t, ahli Hadis, dan ulama salaf yang saleh yang menganjurkan tawasul.

Bahkan lebih jauh lagi, Nashiruddin al-Albani–ulama Wahabi kontemporer–sejak lama telah menyerukan pembongkaran al-qubbah al-khadhrâ’ (kubah hijau yang menaungi makam Rasulullah r) dan menyerukan pengeluaran jasad Nabi r dari dalam Masjid Nabawi, karena dianggapnya sebagai sumber kesyirikan. Al-Albani juga telah mengeluarkan fatwa yang mengafirkan al-Imam al-Bukhari, karena telah melakukan takwil dalam ash-Shahih-nya.

Demikian sekelumit dari ratusan kerapuhan ideologis Wahabi. Dari sini, kita perlu berhati-hati dengan karya-karya kaum Wahabi, sekte radikal yang lahir di Najd. Dalam Hadis riwayat al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain, Nabi r bersabda, “Di Najd, akan muncul generasi pengikut Setan”. Menurut para ulama, maksud generasi pengikut Setan dalam Hadis ini adalah kaum Wahabi. Wallâhul-hâdî. [BS]

*) penulis adalah alumnus Pondok Pesantren Sidogiri, tinggal di Jember

Tulisan ini dimuat di Buletin Sidogiri edisi 26

About these ads

56 Tanggapan to “Lembaran Hitam di Balik Penampilan Keren Kaum Wahabi”

  1. baru_belajar berkata

    Masya Alloh…

    Beginikah perilaku seorang muslim? Menjelek-jelekkan sesama saudara sendiri… Lagipula setahu saya, syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak seperti yang digambarkan dalam artikel ini. Paling tidak, tidak persis begitu. Beliau adalah ujung tombak dakwah tauhid kala itu, di mana bid’ah, khurofat, dan aktivitas syirik merajalela.

    Soal jenggot, kalau boleh memberi saran, coba cek kepada orang-orang yang memeliharanya, ada tidak dalil yang memerintahkan untuk memeliharanya? Jangan-jangan memang ada hadits shohihnya… Jangan terburu terjebak pada emosi golongan semata, tetapi coba lakukan cek dan ricek terhadap segala permasalahan. Lagipula, yang dipertaruhkan adalah karakter seseorang seperti ini, diperlukan data-data yang lebih dari ini untuk menilai benar-salahnya.

    Kekurangan dari artikel ini adalah tidak disertakan data referensi yang dinukil dari perkataan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Jangan-jangan beliau tidak berkata demikian. Atau paling tidak, tidak persis berkata demikian. Kalau disertakan judul-judul referensi beliau yang mengatakan demikian, demikian, dst, akan lebih fair. Coba untuk lebih adil dalam memberikan informasi.

    Tolong juga baca biografi dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Kalau Anda tidak percaya dengan yang terjemahan, coba cari yang menurut Anda obyektif dalam menggambarkan beliau. Bisa via internet atau literatur lain. Cari tentang bagaimana kehidupan beliau dari kecil hingga beliau wafat, dan bagaimana kondisi lingkungan beliau pada waktu itu. Perlakukan hal ini tidak hanya kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab saja, tetapi orang lain juga begitu. Dengan begitu insya Alloh Anda akan lebih fair dalam menilai seseorang.

    Saya minta maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Ini hanyalah ungkapan keprihatinan saya sebagai penuntut ilmu agama, melihat carut marutnya akhlak kaum muslimin di mana-mana. Terima kasih.

    _______________
    -bicara salafy-

    Berhubung anda “baru_belajar” maka saran saya pelajari yang benar dan mendalam akidah takfiri ibnu Abdilwahab dan bandingkan dengan pendapat ulama-ulama ahlussunnah lainnya. anda akan tau siapa ibin abdilwahab

    • Cucu Syaefullah berkata

      Kepada Baru_Belajar ….

      Coba anda analisa buku K.H Sirojudin Abbas tentang Wahabi. Disana anda akan mendaptkan kekeliruan dalil-dalil yang sering dilontarkan oleh mereka …

      • Raka berkata

        Saya pernah hidup di sana. Cukup lama juga. Mereka juga sangat toleran terhadap cara ibadah kita. Kalau kitanya terlalu salah mereka juga menegur. contoh yang paling gampang saat kita sholat barisan kita kurang rapat dan lurus, mereka selalu mengingatkan.Juga ndak pernah memaksa untuk memelihara jenggot. Kadang mereka tertawa bila ada orang Indonesia yang memelihara jenggot tetapi justru tambah jelek ( maaf seperti kambing. mereka katakan ndak usah pelihara jenggot kalau nggak bisa merawatnya dan justru tambah jelek.Kumis juga ndak harus dipotong. cuma kalau terlalu panjang melintang mereka mengingatkan. jangan terlalu panjang..nanti seperti orang Majusi. Banyak sich yang dicontohkan mereka. Dan sepanjang yang saya alami mereka persis yang disunahkan Rasululloh. ndak senang memuja-muja. biasa aja. juga nggak mengada – ada. maaf kalau aku yang salah.

    • ihsan berkata

      Memang begitulah modelnya mereka yg anti”wahabi”,bicara kasar tdk mencerminkan akhlaq org Islam. Karena umumnya mereka ini pelaku BID’AH yg sgt TA’AT,katanya rajin beribadah tetapi juga rajin melakukan perbuatan yg tdk disunnah kan oleh Nabi. Mereka lbh patuh pada apa kata Kiyai karena takut kualat. Penyebabnya ialah mereka belajar dari pesatren yg KIyai nya dapat pelajaran dari gu ru secara turun temurun tanpa mau kritis ingin mencari kebenaran yg hakiki.Pada hal perbuatan Bid’ah sgt berbahaya dari segi aqi dah dan bisa menjurus pada perbuatan syirik,nisalnya minta2 berkah kekuburan. Banyak orang yg awam soal pengetahuan agama, tetapi dicekokin terus dgn pemahaman yg keliru sehingga berakibat sesat turun temurun. .

  2. Ali murni berkata

    Pengikut salafi gadungan hanya beriman kepada si wahab. Apa bila ada orang mengkritik pastilah mereka sangat tersinggung. Dan mereka mencintainya Melebihi cinta kepada rasulullah. Itu adalah karena mereka hanya taklid buta. Dan menelan bulat bulat apa yang difatwakanya. Jika si wahab bilang para wali songo itu syirik maka pengikutnya langsung percaya. Mereka berusaha sekuat tenaga membelanya walau yg dibela itu lebih syirik lagi. Sebenarnya kaum wahabi itu kaum yg paling syirik. Karena mereka menyerupakan Allah dg makhluk. Sep. Tangan Allah. Allah di atas kursi dll. Berdasarkan penelitian usaha penyerupaan Allah dg makhluk itu adalah kebiasaan orang yahudi. Tapi wahabi dkk tidak pernah paham kalau dibilangi. Dia tetap saja membela dan mengimani ajaran sesat ini. Oh salafi wahabi apakah kau tak berfikir apa beda ajaranmu dg ajaran yesus. Yg sama sama menyerupakan tuhan dengan makhluk. Kalau tuhan bertangan berkaki dll logikanya pasti dalam otakmu terbayang tangan tuhan dll. Ini jelas sesat. Walaupun kau berusaha tidak memikirkannya. Tapi tetap setiap mengingat Allah kau akan selalu teringat dg tangan Allah, Allah diatas dll. Klu sudah begini berarti kau tidak menyembah Allah. Tapi kau hanya menyembah khayalanmu sendiri. Itu sama saja dg syirik. Makanya sebelum memvonis orang syirik. Lebih dulu kau harus belajar ilmu tauhid yang benar. Jangan belajar merujuk dari buku karangan siwahab dkk. Tapi merujuklah pada Al-Quran dan hadis dan para ulama

  3. eko berkata

    Wali songo itu boleh dihormati, tetapi tidak berlebihan2 apalagi pergi ke makam membawa niat tertentu! saya prihatin dengan bentuk makam para wali yang seperti istana itu! saya ingin para kyai di jawa itu lebih kritis lagi,apakah setiap ritual yang mereka lakukan itu didasarkan pada hadist2 shahih, betul2 sunah Nabi Saw (bukan sunah para kyai). sepengetahuan saya ritual2 di jawa itu sangat sinkretis, lebih mencerminkan kultur lokalnya ketimbang betul2 pekerjaan yang dilakukan nabi Saw. banyak tradisi ritual (ibadah) yang nabi sendiri tidak pernah melakukannya! tapi dianggap sebagai bagian dari agama ini! para kyai punya tanggung jawab yang besar di depan Allah Swt! tolong diperhatikan ketimbang nyerang Wahhabi yang kita tahu sepak terjangnya!

    • prabu minakjinggo berkata

      kalau mengangkat film kyai boleh apa nggak mas eko, spt film sang pencerah ?

      • HERRY berkata

        para nabi,rasul,sahabat, wali adalah orang-orang yang di kasihi Allah. boleh di ziarahi, tetapi tidak boleh memohon pada mereka….berdoa bertawassul di bolehkan. sbagaimana kaum wahabi: perjalanan ziarah kemakam nabi Muhammad Saw adalah perjalanan maksiat nauzubillah….!!!

  4. khusus bagi empunya manhaj wahabbi, bertindak benar itu memang baik namun merasa anda-anda yang paling benar itu bknlh suatu kebaikan.
    apakah RASULULLAH SAW, para KHULAFAUR RASYIDIN, para TABIIN, TABIUT TABIIN, SALAFUS SHALEH, dan Ulama-ulama yg MUjtahid para Fuqaha, para Muhaditsin,… yg ibadahnya tak pnh putus kpd ALLAH SWT, Apkah pernah terlintas dilisan dan pikiran mereka, bahwa mereka anggap dirinya-lah yg “PALING BENAR”., kemudian dengan mudah mengatakan saudara seiman-nya adalah seorang KHURAFAT, SYIRIK, AHLI BID’AH, KAFIR, BAHKAN AHLI NERAKA..? Tentu tidak, bukan… NAH.. inilah yg wajib kalian lihat pd diri kalian pd diri SYAIKH_SYAIKH kalian, para USTAD-USTAD kalian, bila kalian belajar, ber-tabaruk kpd orang-orang yg berani meng-KAFIRKAN saudaranya sendiri, bahkan ada anak yg mengkafirkan orangtuanya sendiri ( NAUDZUBILLAH), apakah itu yg akan kalian ikuti, yg sdh jelas-jelas menodai agama, menginjak martabat risalah, menafikkan sunah RASUL SAW, sunnah KHULAFAUR RASYIDIN yg mulia….?. Duhai WAHABBI, sibukkanlah diri kalian dengan melihat kekurangan dan aib pd diri sendiri. ALLAH SWT tlh me-muliakan kita dengan akal pikiran yg diamanhkan utk menilai kebaikan dan keburukan. APAKAH CARA MENG-KAFIRKAN DAN MENUDUH SAUDARA SEIMAN SBG SYIRIK, KHURAFAT,DLL ADALAH SUATU KEBAIKAN BAGI KALIANNNN…..?

  5. beriman.com berkata

    kaum2 Wahabi tidak pernah menyebarkan agama Islam seperti Walisongo. Tapi malah merusak aqidah Islam.

  6. dir88gun berkata

    Mengapa kita sesama umat islam saling berpecah belah?
    Bukankah rabb yang menciptakan dan merawat kita hingga saat ini hanya satu?
    Bukankah rasul yang menyebarkan islam seperti sekarang ini hanya satu?
    Bukankah kitab suci yang sering kita baca saat ini hanya satu?
    Bukankah kiblat yang kita jadikan acuan hingga saat ini hanya satu?
    Bukankah semua mahdzab yang ada didunia saat ini, yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah, memang berbeda agar

    bisa saling melengkapi kekurangan satu sama lainnya?
    Lantas, apa untungnya kita berpecah belah?
    Marilah kita renungkan bersama…
    assalamualaikum wr. wb.

  7. muhammad luthfi berkata

    Memang berat untuk mengakui salah, apalagi jika sudah didukung ribuan kyai, dan telah mentradisi mengakar kuat puluhan tahun. Mengapa para kyai NU hampir tidak ada yang memelihara jenggot? Bukankah ada hadits yang menganjurkannya? Ketika ada orang yang mematuhi anjuran Nabi dengan memanjangkan jenggot, kenapa NU sewot? Mestinya mengelus dada, ternyata para kyai NU belum menjadi teladan yang baik dalam masalah ini. Kalau NU merasa cinta Nabi, kenapa tidak mampu mencintai orang yang mematuhi anjuran Nabi?
    Kalau mengkritik, sebaiknya yang fair. Perkara yang tidak ada relevansinya dengan kritikan jangan dijadikan ‘muqoddimah’ kritikan. Kecuali dengan tetap memberi penghargaan atas kecintaannya kepada Nabi dengan cara memanjangkan jenggot itu.
    Lagian jenggot-jenggotnya sendiri kok yang lihat sewot! Memangnya semua muslim harus membebek kepada kyai NU yang tak punya nyali untuk sekedar memanjangkan jenggot sebagai bagian melaksanakan anjuran Nabi? Sayang, kesan yang timbul dari tulisan Anda seperti itu. Ngaca dong ! Tapi jangan ‘buruk muka cermin dibelah’.

  8. muhammad luthfi berkata

    Anda menyebut mereka yang jenggotnya panjang dengan kalimat ‘menyeramkan’. Hati-hati mas, Anda telah memberi stigma negatif terhadap suatu sunnah yang dilakukan Nabi. Sepanjang yang Anda ketahui dari riwayat hadits, jenggot Nabi panjang apa dicukur? Jawab dengan jujur! Ketika Anda menyebut orang yang berjenggot panjang menyeramkan, secara tidak langsung mengatakan Nabi juga menyeramkan karena jenggotnya panjang. Anda mengaku cinta Nabi, tapi menyakiti hatinya! Jujur memang mudah diucapkan, tapi berat dipraktekkan. Istighfarlah saudaraku. Kalau tidak mampu berkata benar, diamlah! Bukankah ada hadits Nabi:
    من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت
    Salam persahatbatan dari elhasyuhada@gmail.com Semoga hatimu disembuhkan dari dengki dan disejukkan dengan hidayah, amien!

  9. Ajaran berkata

    Bukankah wahabi yang membuat perpecahan diantara sesama umat di Indonesia? Gara2 para habib arab yg tidak mengerti budaya Indonesia, mecah belah persatuan umat disini. Mending mereka hengkang aja dari Indonesia

    • goat racer berkata

      si Ajaran ni, komentar kayak gini kok dikeluarin to mas2…..
      Mas,yg namanya budaya kalo bertentangan dng Syari’at itu ya pasti diberantas sesuai kemampuan si (Da’i/kyiai/ustadz). Kalo ga bertentangan pasti dibolehkan.
      Sedangkan masalah Ngerti atau nggak ngerti budaya indonesia, setiap orang (Da’i/kyiai/ustadz) kan punya kemampuan masing2 utk mempelajari. Kalo misal sampean mengetahui bhwa (Da’i/kyiai/ustadz) saat berdakwah kasar / kurang lembut, diingatkan krn asal dakwah islam itu lembut dan tdk memaksa, jng smpeyan diam trus ngomongin sm orang2 tntang (Da’i/kyiai/ustadz) tsb, ( lihat paman nabi, apakah beliau meninggal dlm keadaan islam??? pdahal keponakannya sendiri Rosul yg menyebrkn islam, apakah terus nabi bersikap kasar kpd pamnnya dan memaksakan utk masuk islam?? Hidayah itu milik Alloh ta’ala, kita hanya menyampaikan )

  10. andik berkata

    maaf minta izin ikutan ya

    Buat mas muhamad lutfi saya mau tanya apa yang dilihat ALLAH adalah penampilan fisik ???? coba mas apa dalilnya, bukankah ALLAH melihat hati sekali lagi hati mas dan banyak dalilnya. penampilan Fisik bisa menipu apakah kalo orang jeggotnya panjang trus pake surban dianggap orang yang ahli ibadah?????? waduh banyak mas, tukang jamu, artis, dukun pun bisa gaya seperti itu

    sebenar-benar ulama adl orang yang tawadlu mas bukan yang sok pamer dan menganggap kebenaran adalah milik pribadi, maaf sebelumnya peace salalu

  11. ibrahim berkata

    tak ada asap kalau tak ada api,,
    mungkin artikel diatas muncul akibat kesewenang-wenangan kaum yang mengaku “salaf”…

    mudah mengkafir-kafirkan orang yang tak sepaham, mudah membid’ah-bid’ahkan, mensyirik-syirikan, seolah-olah merasa paling benar sendiri…

    biarlah orang lain menjalankan keyakinannya seperti yang diyakini, klo ga setuju, yo wess.. jangan komentar macem2..!!!
    jangan cuma berani bikin buku, cetak majalah, giliran diajak debat takut, itu namanya gak bertanggung jawab…
    jangan cuma berani di belakang,,
    klo memang merasa benar, hadapi!!

    semuanya bisa diselesaikan baik2, dengan jalan komunikasi, diskusi, atau cara apapun yang tidak menimbulkan perpecahan.temuilah langsung orang yang bersangkutan, jangan beraninya lewat perantara, lewat media, lewat forum individu di kalangan pengikutnya. justru hal tersebut yang akan mendatangkan perpecahan dikalangan umat islam sendiri.
    dengan begitu anda telah mesukseskan program yahudi wa nashara, tanpa mereka bersusah payah menghancurkan islam.

    yang saya temukan dilapangan, memang kaum yang mengaku2 “salaf” cenderung intoleransi, mudah menyalahkan orang lain, dan lebih parah lagi gampang membid’ahkan, padahal setelah saya ikuti beberapa forum debat dan diskusi antara aktivis/ustadz yang mengaku kaum “salaf” dengan ustadz ulama lain yang mencoba memberi jawaban atas tuduhan bid’ah2-nya, mereka (aktivis/ustadz yg mengaku kaum “salaf”) terlihat begitu bodoh atas pemahamannya sendiri..

    contoh: debat antara ust.Tengku Zulkarnaen dan beberapa rekannya dari kalangan MUI Medan, berhadapan dengan beberapa ustadz yg mengaku2 kaum “salaf”, membahas tentang maulid Nabi, Talqin, tawassul, dsb.
    tampak jelas sekali kebodohan pemahaman ustadz2 “salaf” tersebut, mereka tak mampu menjawab pertanyaan2 perihal yang didiskusikan diatas. klo anda tak percaya, silakan hubungi saya, akan saya tunjukkan 3 keping VCD yang berisikan debat tersebut.

    dan yang lebih mencengangkan lagi, ketika saya dapati dari situs youtube.com, diamana disitu memuat video yang berisikan debat anatara NU dan ustadz yang menulis buku “mantan kyai NU menggugat tahlilan”…
    jelas sekali tampak kebodohan dan ketidakbertanggungjawaban dari ustadz yang menulis buku itu, dengan tidak berani menghadiri forus debat yang diselenggarakan, dengan alasan keamanan,,!

    saya jadi berfikir, kok beraninya cuma di belakang doang ya..!! giliran diajak debat untuk mempertanggungjawabkan tulisannya ga mau hadir. klo memang si ustadz merasa benar dengan tulisannya buat apa takut, bukankah jihad itu indah bila datangnya kematian di medan perang..
    alasan keamanan hanya dibuat-buat saja, atau bisa jadi karena ada perasaan bersalah,
    weleh,weleh,weleh,,,,

    buat saya forum diskusi atau debat itu lebih fair, akan dengan jelas tampak siapa yang benar dan siapa yang salah, saya juga sering mendapati artikel dari golongan yg mengaku “salafi” yang berisikan bantahan-bantahan, bid’ah2, tauhid, dsb, atau artikel dari sekumpulan orang yang menentangnya. tetapi saya tidak dengan mudah mengakui kebenarannya begitu saja, semua artikel tersebut hanya jadi bahan pemikiran saja. saya akan percaya klo tokoh2 yang menulis artikel tersebut, debat atau diskusi dengan tokoh lain yang tidak sepaham dengannya, itu lebih valid…

    terakhir,
    apabila anda, kita, atau siapapun mendapat stempel bid’ah dari golongan yang mengaku “salaf”, abaikan saja!!
    ingatlah akan pepatah “anjing menggonggong kafilah tetap berlalu”
    biarlah mereka menggonggong dengan buku2, majalah, situs2, artikel2, atau apapun produk2 yg dihasilkan atas tuduhan bid’ah, syirik, kafir dan semacamnya. jangan dihiraukan, melajulah terus menuju keridhaan ILahi,
    jangan mudah emosi atas tuduhan mereka, yang benar hanya Yang Maha Benar yang mengetahuinya, manusia itu lemah atas ilmu yang dimilikinya, ilmu Allah SWT itu luas, dan ilmu manusia hanya setetes dari luasnya lautan.
    ucapkanlah wallahu ‘alam bi shawab, setiap menyampaikan sesuatu..!!

    sifat tawadhu dengan merasa bodoh itu lebih baik, ketimbang berilmu tetapi sombong, dengan datangnya tuduhan bid’ah, syirik, kafir, dsb, itu akan mendatangkan pahala jika tuduhan tersebut tidak benar, dan akan membahayakan bagi si penuduh.
    dan jika tuduhan itu benar, alangkah lebih baik jika disampaikan dengan hikmah, bukan dengan nada membenci atau permusuhan. justru dengan demikian hidayah Allah SWT akan turun atas orang yang kita da’wahi.

    siapa yang salah ??
    manusialah yang salah…

    siapa yang benar ??
    hanya Allah SWT yang Maha Benar

    marilah saling bermaaf-maafan, mengalah dan memberi maaf itu memang sulit, tapi apabila melihat betapa besar ganjaran yang akan diterima, itu akan terasa mudah.

  12. ummi aufa berkata

    Coba deh baca firma Allah At taubah :100
    Orang-orang terdahulu lagi pertama-tama masuk islam diantara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya. Mereka kekal didalamnya selama-lamanya.Itulah kemenangan yang besar.

    Jadi inilah dalil untuk mengikuti manhaj para sahabat yaitu ittiba (taat kepada rasulullah karena cinta kepada Allah SWT).melaksanakan sunnah-sunah beliau.

    Dan mengenai informasi mengenai ibnu taimiyyag yang buruk itu adalah informasi dari kaum syiah. dimana imam syafi’i hadits-hadits dari kaum syiah adalah dusta. Sangat jelas kesesatan kaum syiah yang mencela para shahabat bahkan Abu bakar-Umar, Utsman, Siti Aisyah. padahal orang-orang inilah yang dicintai nabi.lalu bagaimana mungkin kita mengambil kebenaran dari kaum seperti ini.

  13. adefadlee berkata

    maaf sebelumnya, salah satu kesalahan terbesar kaum wahabi adalah menjadikan agama itu kering. Tidak ada perasaan dalam beragama. Semuanya hanya teknikal saja. Sujud ketika sembahyang hanya teknikal saja, tidak ada perasaan hina diri di depan Allah SWT ketika sujud itu, Kaum Wahabi menjadikan agama itu kering, tidak ada rasa takut kepada Allah, tidak ada rasa malu diawasi oleh Allah, tidak ada rasa takut kepada kematian dan kepada azab Allah.

    Kemudian, kaum wahabi memisahkan umat Islam dari alam ghaib. Jangan kita kira kalau dibilang alam ghaib itu hanya ada setan saja, seperti di film-film. Di alam ghaib itu ada malaikat2, ruh- ruh muqaddasah para Nabi dan Rasul, para Auliya’ Allah, para wali2, dan di awal2 Al-Quran surat Al-Baqarah, sudah disebutkan bahwa, orang yang beriman itu adalah orang yang beriman kepada yang ghaib. Tapi kaum wahabi menolak itu semua.

    Mereka juga mensyirikkan tawasul, membid’ahkan maulid, dan lainnya. Padahal tawasul adalah rahasia kekuatan umat Islam. Kita mengatakan tawasul itu syirik, padahal setiap hari kita terjebak dalam syirik khafi (kecil, tidak sadar, kalau menumpuk menjadi syrik jali,-besar). Misalnya kita yakin bahwa kala kita minum kopi, kita tidak akan mengantuk. Kita yakin sepenuh hati bahwa kopi itu yang menjadikan kantuk kita hilang, bukan Allah. Itu sudah Syirik.

    Atau hati kita merasa tenteram kalau dapat pekerjaan bagus, merasa pekerjaan itulah yang memberi kita rezeki, kita tawakal pada uang dan kepada pekerjaan,itu sudah syirik juga. Tapi tawasul dikatakan syirik, kita bertawasul itu bukannya meminta pada seseorang, tapi melalui orang itu kita meminta pada Allah. Karena kalau kita sendiri yang minta, kita ini banyak dosa. Dosa itu yang menghijab terkabulnya permintaan2 kita itu. Hakikatnya Allah lah yang menjadikan, bukan orang yang kita tempat tawasul itu. Tapi kita, merasa yakin dokter lah yang menyembuhkan penyakit kita, bukan ALLAH, tidak dikatakan syirik.

    Sebenarnya ini adalah cara yahudi untuk merusakkan umat Islam. Merusakkan agama atas nama agama. Muhammad bin Abdul Wahab itu kan sebenarnya orang yahudi. Sama seperti Abdullah bin Saba’(Syiah). Inilah cara orang yahudi merusakkan agama Islam. mereka pakai orang Islam sendiri untuk merusakkan agama Islam. Orang yahudi itu terlalu cerdas, mereka lebih mengkaji agama Islam dari pada orang Islam sendiri. AKhirnya orang Islam sendiri belajar kepada mereka.

    Wal’iyadzubillah

    • ihsan berkata

      @Aleefadlee,; Kata2 anda menunjukkan kebodohan anda,ini cara berpikir org NU tulen yg bisa2nya menuduh menjadikan agama kering,rupanya ada pula agama yg “basah”? Jadi kalau hobinya tahlilan,istighsah,minta2 atau bertawassul di kuburan lebih basah karena mandi keringat? Rupanya kalian rajin kekuburan itu utk membuktikan Iman pada yg ghaib lah ya? Apa kau tdk tau kalau ma kan dan minum itu syarat utk kelangsungan hidup,begitu jg berobat ke dokter kalau sakit,dan setiap perbuatan/pekerjaan harus di awali dgn ucapan Bismillah dan disudahi dgn Alhamdulillah? Berarti kau menuduh Nabi dan para Sahabat agama(ibadah)nya kering karena tdk tawassul minta2 ke kuburan ? Dapat pelajaran dari mana kau,dari kiyai2 SUPER ya,atau dari mendiang “wali”Gus Dur. Kau tukang memuter balikkan fak ta,utk membela keyakinan sesat, kau tuduh orang yg sesat karena tdk berbuat bid’ah. Dari mana kau tau Muhammad ibnul Wahab itu org Yahudi? Ya begitulah caranya manusia2 bodoh dan picik bisanya memfitnah karena kalah kelas dan kualitas. Dasar kalian umumnya org NU yg tdk pernah sadar akan kebodohannya.

  14. adefadlee berkata

    @ Saudaraku Ummi Aufa.
    Bukannya kaum Ahlussunnah tidak mau mengikuti sunnah Nabi dan para Sahabatnya, seperti yang dikoar-koarkan oleh kaum wahabi. Itulah seharusnya yang kita ikuti. Namun bagaimana mungkin kaum wahabi itu mengaku mengikuti Nabi dan Rasul, kalau tidak percaya kepada hal-hal yang ghaib? Itu sebenarnya adalah cara-cara yahudi untuk merusakkan agama Islam, melalui tangan umat Islam sendiri. Hal yang sangat ditentang oleh kaum wahabi adalah tawassul, ziarah kubur, maulid, tahlil. Kaum wahabi berpendapat kita sudah tidak ada hubungan lagi dengan orang yang sudah meniggal, dengan ruh Rasulullah, para sahabat, para auliya’ Allah. Kaum wahabi menjadikan agama hanya yang lahiriah saja. Jenggot, jubah, serban itu yang dibangga-banggakan. Padahal kalau saudara tahu, masalah jubah serban, purdah itu Darul Arqam sudah lebih dulu dari kaum salafy memakainya, tapi dulu kaum salafy ini mencemoohnya. Sekarang Darul Arqam sudah masuk era baru yang lebih modern, kaum salafy yang ikut2an pakai jubah serban dan purdah, padahal mereka dulu menentangnya.

    Kalau memang mengikuti Rasulullah dan para sahabat, jangan ambil setengah2, menurut akal dan nafsu kita. Kalau memang saudara memperjuangkan sunnah Rasul, coba perjuangkan poligami. Itu kan sunnah Rasulullah, tapi kenapa tidak mau? Itu karena bertentangan dengan nafsu kaum wanita. Padahal betapa banyak orang di dunia ini sekarang yang mencemooh poligami, berarti itu kan mencemooh Rasulullah juga…

    Mengenai Ibnu Taimiyah, itu bukan informasi dari kaum wahabi, tapi memang dia yang menyatakan seperti itu…banyak maaf.

  15. Ali murni berkata

    Kaum leterlek hanya memandang secara zahir. Memahami bahasa secara tersurat. Haram memahami yg tersirat. Terima apa yg tertulis. Jangan banyak berfikir. Imani saja apa yg disampaikan dg tanpa memahaminya dulu. Akal adalah hawa nafsu. Kaumnya para dalil naqli. Tidak ada tempat untuk dalil aqli. Para ilmuwan adalah perobah agama lewat akal. Islam itu telah sempurna walaupun tanpa digali lebih dalampun. Kalau ayat-ayat Allah digali dan dipelajari lebih mendalam tentu kita memerlukan pemikiran lewat akal, tapi kaum leterlek yg kaku mengharamkannya takut akal di masuki setan sehingga nantinya akan tersesat. Tapi bagi kaum yg bisa memahami dibalik yg tersirat, mereka tidak mempersalahkan akal. Karna akal selalu dibimbing oleh kebenaran. Sedangkan nafsu dibimbing oleh kesesatan. Seperti contoh: Tangan Allah, bagi kaum leterlek tuhan bertangan. Tapi bagi kaum non leterlek, itu diartikan kekuasaan Allah. Karena tuhan itu tidak serupa dg apapun. Tapi terserah anda memilih yg mana. Kalau saya pilih yg nomor dua yaitu kaum yg tdk takut menggunakan akalnya. Karna tuhan sendiri telah menyuruh kita memahami ayat-ayatnya dg menggunakan akalnya (afala ta’kiluun) supaya bisa menjadi khalifah di muka bumi. Walaupun saya dianggap ahli bid’ah nggak apa-apa. Sedang wali songo dan para habib aja sering disebut penyebar agama bid’ah. Para ilmuwan islam yg telah berjasa saja di sebut perusak agama lewat akal. Tapi kalau anda cenderung kepada kaum leterlekpun nggak apa-apa. Andapun sebenarnya tidaklah kami cap sebagai orang sesat atau org murtad atau segala macam sebutan negatif lainnya. Karena yg akan menghakimi keimanan seseorang adalah Dia Allah yg maha kuasa. Yg penting kita berdoa kpd Allah semoga keimanan kita (kedua golongan diatas) bisa diterima. Karena kita sama sama mengambil ajaran kita dari Alquran dan Hadis. Kita jadi berbeda karena kita mempunyai kepala, dan pemikiran yg berbeda. Asalkan jangan memfonis org kafir, sirik, murtad dll.

  16. wip berkata

    komentar2 diatas bisa saya simpulkan : tidak memahami hakekat dakwah wahaby/salafi, kalau tidak mw dibilang fitnah, saya tidak tahu dari mana kalian mendapat info tentang wahabi sehingga bisa salah kaprah seperti ini, sedih kita…

    sungguh, dari yg antum2 tulis jauh dari hakekat wahaby yg sebenarnya…

    cobalah berdoa minta petunjuk kepada Allah, dengan tulus dan iklash ingin mencari kebenaran…

    insyaAllah kita akan mendapatkan HidayahNya, amin.

    • Cucu Syaefullah berkata

      Dalam menyangkal satu hujjah, jangan hanya berkata ‘sedih’. Lebih baik anda keluarkan juga hujjah2 anda, sehingga kita dapat mengambil istimbath dari hujjah2 tersebut.

    • Javad Al-Kadzim berkata

      Coba ente sholat istikhoroh dengan khusyu’. Pasti ente diberi hidatyah oleh Alloh SWT yang akan menyadarkan antum akan kesesatan Wahhaby/Salafy pengikut Muawiyah yang dikutuk Alloh!

  17. dhe2x berkata

    assalamualaikum

    ane ada usul gimana kalo yang anti wahabi dan pro wahabi mengadakan diskusi dengan satu tema dan di wasiti oleh MUI dan di siarkan di TV biar masyarakat Indonesia tahu semuah.

    ane mo cerita dari pengikut wahabi yang di kucilkan di kompleknya (kasihankan), kita semuahnya muslim. yang jadi masalah bagi ane kenapa yang liberal, sekuler tidak dimusuhi atau di kucilkan.

    • daywalker berkata

      pantes kalo dikucilkan karena mereka ini cicit monster…. kita bisa saksikan mereka setelah besar seperti taliban, kita semua bakal hidup dalam kecemasan dan kekhawatiran..pembunuhan dimana2, ledakan bom dimana2, pemerkosaan, kese wenang2an, mutilasi, perbudakan, dst atas nama Qur’an dan sunnah…ngeri ga bos…? see, be aware of of this little f’MONSTER!!!

    • daywalker berkata

      kaum liberal atau sekuler atau apapun sebutannya, bukan nya lebai baik tapi mereka adalah manusia rasional yang bisa di ajak bicara seperti manusia layaknya…. mereka punya toleransi dan peradaban yang lebih manusiawi dari pada mahluk bermazhab primitif anti ilmu pengetahuan…salam sejahtera damai di bumi..

  18. Pencari cinta Allah berkata

    Saya rasa kaum wahabi ini tidak akan berbahaya karena pegikutnya tidak akan banyak. yang ajarannya dalam memahami sesuatu itu begitu kaku tentu pada zaman sekarang ini tidak akan mendapat tempat di bagi masyarakat muslim lainnya. sesungguhnya perjuangan kaum wahabi ini dalam hati sanubarinya yang terdalam memang untuk kembali kepada sunah rasul. dan takut sekali akan menjadi keluar dari yag digariskan oleh Allah. Cuma dengan kekakuan mereka memahami agama ini tentu yang mereka takutkan itu malah berbalik kepada kaum wahabi sendiri. Karena memahami agama perlu pemikiran dan pemahaman yang mendalam, kalau tidak, tentu apa yang di ajarkan agama kita juga tidak akan sesuai dengan yang digariskan oleh Allah. hal yang terbaik adalah jangan berlebih-lebihan. baiklah kita mengambil jalan tengah. terlalu fondamentalpun tidak baik dan terlalu liberalpun tidak baik. sekarang ini yang akan sangat berbahaya adalah kaum liberal, yang mana mereka sudah mulai mengobok-obok ajaran Islam. Kalau liberal ini kebalikan dari wahabi. Ayat-ayat Allah dipelintir untuk memenuhi hawa nafsunya. Akal, dalil naqli, dan nafsu setan dijadikan satu untuk mencari kebenaran. Kaum liberal ini ada yang berfatwa homoseksual itu halal dan banyak fatwa lainnya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam telah dikeluarkan. pengikut liberal ini akan cepat sekali berkembang, karena ajarannya sesuai dengan hawa nafsu.

    • daywalker berkata

      koloni ini tidak cepat berkembang di wilayah yg pendidikan masyarakatnya baik tapi sebaliknya ketika mereka nangkring di masyarakat kolot,terbelakang dan ‘mandul’ akan menjadi candu yang sangat berbahaya, bisa kita ambil sampel di afrika dan asia tengah(afganistan dan pakistan misalnya)
      Benih terorisme dan akar kekerasan tidak bisa dilepaskan dari koloni ini, so jangan perna menganggap remeh pada mereka..saat jumlahnya sedikit sarkasme verbal adalah senjata yg paling sering dipakai, tapi saat populasinya telah banyak….hohoho…kita baru sadar telah membesarkan predator untuk spesis manusia… naudzubIllah…

    • Javad Al-Kadzim berkata

      Wahhaby ekstrem seperti Abu Bakar Baasyir akan mencetak teroris yang sangat berbahaya bagi Islam!

  19. sakoeragi berkata

    semua yang diseterukan pada wahabi Fitnah Belaka,,,
    janganlah Anda berkata sesuai hawa nafsu Anda,,,
    DemiAllah Allah yang akan membalas fitnah2-fitnah tersebut….

    ____________
    -bicarasalafy-

    Buktikan fitnahnya itu baru ilmiah!

    • Javad Al-Kadzim berkata

      Jika ente memang ingi9n kebanaran sejati silakan ente sholat istikhoroh minta petunjuk Alloh, apakah Wahhaby yang suka mengkafirkan itu benar atau pengikut iblis!

  20. sakoeragi berkata

    sebab perpecahan umat ini adalah dari Ahli Bid’ah,,,
    karena mereka mengaju bid’ah itu baik,,
    padahal Rosullullah sendiri mmengatakan bahwa bid’ah itu sesat…

    ____________
    -bicarasalafy-

    semua mazhab islam sepakat bahwa bid’ah itu sesat, bukan hanya wahabi. Tapi apa yang dituduhkan wahabi/salafy kepada umat islam bahwa itu bid’ah hanyalah tuduhan palsu.

  21. arsyak tegal berkata

    sebaiknya kaum wahabi ke neraka saja

  22. ali berkata

    buat kaum wahabi yg ngrasa sok bener mnding ngaji aja dulu!!!
    jangan cuma suka baca buku!!banyak buku saat ini yg menyesatkan umat terlebih karangan si Mahrus Ali!!!dasar penghianat!!!

  23. Cucu Syaefullah berkata

    Mungkin inilah saatnya kebuktian Hadist Raosulullah SAW tentang Islam akan terpecah hingga 72 golongan.

    Saudaraku …..!!!
    Faham Asy’ariyah (yg kini kemudian dipakai sebagai ideologi Nahdhatul Ulama)sejak dulu menawarkan cara-cara yang damai. Mereka menjalankan syari’at atas apa yang termaktub dalam Alqur’an dan assunah. Kemudian dalam perjalanannya terdapat ritual-ritual yang secara inplisit tidak berhujjah pada Alqur’an dan Assunah, namun semuanya dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan Istimbath. Kita semua maklum, bahwa Alquran dan sunnah masih bersifat mujmal. Untuk mengimplementasikannya membutuhkan interpretasi yang didasari oleh ilmu yang luar biasa luhurnya. Katakanlah ‘Tahlil’ … memang secara implisit alqur’an tidak menganjurkan hal itu, namun cobalah kaji kembali makna tersimpan dibalik kalimat-kalimat hadist rasulullah SAW yang ditafsirkan oleh para ulama (yg tidak berkenan dengan paham tahlil, mohon dikonsultasikan dengan kyai-kyai NU).

    Sejak dulu, ulama-ulama Asy’ariyah senantiasa mendapat intimidasi. Mereka yang tidak senang kepadanya mengklaim mereka adalah ahlul bid’ah. Bahkan yang lebih mengenaskan, Imam Malik pernah mendapat hukuman yang tak pantas sebagai mana layaknya seorang Ulama.

    Sangat sulit jika, sorang telah berlaku takfir pada saudaranya sendiri. Kami para nahdiyin sering mendapat cemoohan para ahlul bid’ah, dan kaum mukollid (taklid buta pada imam mazhab). Bukankah anda yang mengatakannya juga bertaklid buta pada guru anda. Pada prakteknya kita semua adalah para mukollid. Dan itu semua karena betapa kecilnya ilmu kita, sehingga kita masih membutuhkan referensi dari para guru kita.

    akhir kata, saya ingin menegsakan.. bahwa NU BUKAN AHLUL BIDH’AH, YANG AHLUL BIDHAH ADALAH ORANG YANG MEMBIDAHKAN DAN MENGKAFIRKAN SAUDARANYA SENDIRI.

  24. Saharso berkata

    Wahai para pemuka agama, saya awam dengan sebutan golongan2 yang disebutkan semua itu.
    Agar lebih nyata dan jelas mohon diberikan contoh dengan menyebutkan tokoh yang umum kita kenal. Umpamanya, Raja Saudi saat ini Abdullah ibn Abdul Aziz Al-Saud adalah penganut anu. Ahmadinejad penganut anu, Imam Ghazali penganut anu, GusDur penganut anu, dan seterusnya.

  25. ahudzaifa berkata

    yang anti wahabi DATANGKAN BUKTI!!! buktikan dengan data dan fakta,rujukan imam ,fatwa ulama,dll
    yang pro wahabi DATANGKAN BUKTI!!!

  26. Hudallah berkata

    Aq muslim benci thd yahudi n nasrani tapi aq lebih benci thd org islam yg menganggap org islam lain kafir krn tdk sepaham denganya…Nabi Muhammad SAW aja tdk pernah menyebut kafir thd kaum yahudi atau nasrani..jadi jgn mudah menyebut org kafir aplg thd sesama muslim..

    • prabu minakjinggo berkata

      yang sering nyebut kafir itu kelakuan orang-orang wahabi dan varian-variannya (spt:Muhammadiyah, persis, al irsyad, dll) mas.

  27. Ridha berkata

    Wahai sahabat2 semua: sesama muslim itu bersaudara ingat itu…, mari berfikir jernih kok saling menyalahkan, apalagi mengkafirkan, jangan emosi dong.., orang2 kafir kalau membaca debat rublik ini, mereka tertawa lebar…dan berkata KENA LOH…, cukuplah,… Oya Mas Prabu Minakjinggo hati2 mas sampean..walau forum ini bebas belajarlah anda tentang sesuatu apalagi Ormas Islam yang pertama kali lahir di negri ini dan berdiri sebelum negeri ini merdeka yg memberi kontribusi besar pada ummat, lalu apa yg sdh kita lakukan untuk umat? menghina?, mengkafirkan? sok jagoan? sok pinter?..Ayo dong kita lupakan itu, lebih baik kita berbuat dengan apa yg kita bisa, selama tdk ada dalil yg melarang dlm urusan muamalah mari kita berkerja krn Allah, dan jangan membuat ibadah tandingan, pokonya kita tahu hadist shoheh kita jalankan, kalo tdk sanggup jangan hina orang lain mening istigfar spy kita bisa lebih baik…

  28. Ridha berkata

    Wahai sahabat2 semua: sesama muslim itu bersaudara ingat itu…, mari berfikir jernih kok saling menyalahkan, apalagi mengkafirkan, jangan emosi dong.., orang2 kafir kalau membaca debat rublik ini, mereka tertawa lebar…dan berkata KENA LOH…, cukuplah,… Oya Mas Prabu Minakjinggo hati2 mas sampean..walau forum ini bebas belajarlah anda tentang sesuatu apalagi Ormas Islam yang pertama kali lahir di negri ini dan berdiri sebelum negeri ini merdeka yg memberi kontribusi besar pada ummat, lalu apa yg sdh kita lakukan untuk umat? menghina?, mengkafirkan? sok jagoan? sok pinter?..Ayo dong kita lupakan itu, lebih baik kita berbuat dengan apa yg kita bisa, selama tdk ada dalil yg melarang dlm urusan muamalah mari kita berkerja krn Allah, dan jangan membuat ibadah tandingan, pokonya kita tahu hadist shoheh kita jalankan, kalo tdk sanggup jangan hina orang lain mening istigfar spy kita bisa lebih baik… Bagi saya NU, Muhamadiyah, Persis yang penting saling menghormati dan legowo kalo memang ada masukan jgn ngajak ummat tuk saling hujat

    • Prabu Minakjinggo berkata

      mas ridha,anda pernah berinteraksi/tukar pendapat dengan orang2 wahabi apa tidak, saya sendiri pernah berdebat dengan orang muhammadiyah, mereka mengatakan orang berziarah kubur adalah menyembah kuburan dan menyebut syirik, padahal mereka belum pernah berziarah, sholat 5 waktu pun tidak lengkap tapi dengan keangkuhannya mengeluarkan pendapat yang demikian, ini fakta mas !!! mas ridha, lebih baik anda perluas pergaulan sebelum menasehati orang.

      • hardiono berkata

        Orang yang sudah pernah bertukar pendapat dengan kaum Wahabi pasti tahu bedanya antara Wahabi dengan Muhammadiyah. Dan juga pasti tahu kalau Muhammadiyah dianggap sesat oleh Wahabi.

  29. Sunnah berkata

    salafi tu orang KREATIF,, alias bikain acara sendiri, ngambil dalil sepoton sepotong, INOVATIF menafsirkan quan hadits,, versi orang baru kemaren yg g px sanad n guru yg jelas,, IMAJJINATIF sok prnh ktemu ama rasulullah. Eman tw ajaran rasul tanpa para ulama. Ngimpi kaleeeee.

  30. alwifahrialwi berkata

    anda harus berhati-hati dalam memvonis seorang ahli hadits… kebenaran tidsak selamanya diukur oleh otentitas fakta kadang kebenaran yang menyudut pada seseorang ataiau kelompok sering berbau fitnah dan gulluw.. hati-hatilah dan banyaklah bertobat dan merenung apakah anda sedang menasehati ataua sebaliknya jangan2 anda sedang menghujat sesama

    • sobirin berkata

      @Alwifahrialwi

      …..jangan2 anda sedang menghujat sesama

      biasanya yang suka menghujat, mensyirikkan, membid’ahkan, bahkan mengkafirkan umat islam yg muwwahidin itu adalah yang mengkultuskan imamnya yg dijuluki Syeikhul Islam (Ibn Taimia) atau bin abdulwahab yang seakan-akan apa pendapat kedua orang ini benar semua selain pendapat kedua orang ini sesat dan kufur !!

  31. Rustam Al Batawi berkata

    Giliran dikasih fakta sejarah bilangnya palsu, dusta, bikinan yahudi, bikinan syi’ah..

    Saya cuma mau tanya nih sama yang ngotot banget belain Wahabi..
    ‘Apakah menghancurkan makam Ibunda Rosul, istri Rosul, Sahabat Rosul, rumah dan peninggalan Rosul itu sesuatu yang baik menurut ente walaupun dengan alasan apapun..?!’

    Kalo ente jawab baik dan boleh.. ane balik tanya..
    ‘Kenapa malah bangun monumen/musium yang megah untuk Utsaimin..?!’
    Jawab yee.. dan jangan ngelantur jawabannye.. :)

  32. antho berkata

    BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM..ASSALAMU ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH…SUBHANALLAH………Para pengkaji Alquran dan Al-hadits paling menyalahkan….Rasulullah s.a.w bersabda(yg kurang lebih artinya kl salah dikoreksi)janganlah kalian mencelah belum tentu yg mencela itu lebih baik dari pada yg dicela.Kutipan.. Wahai saudaraku, engkau telah menggunjing tiga kesalahan, yaitu: engkau telah berusaha memburukkan orang lain, engkau telah menggelisahkan hati org karenanya, dan terakhir engkau telah menganggap baik terhadap dirimu sendiri.
    • Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz radhiyallahu ‘anhu : bahwa seorang laki datang kepadanya, lalu laki-laki itu menyebutkan ucapan seseorang tentang Umar kepada Umar, maka berkata Umar bin Abdul Aziz kepada laki-laki itu: “Jika engkau mau, mari kita lihat apa yang telah engkau ucapkan itu, jika engkau berdusta maka engkau termasuk dalam golongan yang disebut dalam ayat: “Jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, periksalah dengan teliti.” (Al-Hujurat: 6)” dan jika ucapan itu benar maka engkau termasuk golongan yang tersebut dalam ayat: “Yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah.” (Al-Qalam: 11), kemudian jika aku mau, maka aku bisa memaafkanmu?” Orang itu berkata: “Aku memilih untuk dimaafkan, wahai Amirul Mukminin dan aku tidak akan melakukan hal itu lagi selama-lamanya.”
    • Luqman berkata kepada anaknya: “Wahai anakku, aku wasiatkan kepadamu beberapa hal yang jika engkau berpegang teguh kepada hal-hal itu maka engkau akan tetap menjadi manusia yang dimuliakan; Jagalah perangaimu terhadap orang yang dekat ataupun terhadap orang yang jauh, jagalah kehormatan saudara-saudaramu, eratkan tali persaudaraan dengan kerabatmu dan peliharalah mereka dengan cara tidak menerima atau memperdulikan perkataan yang mengadu domba atau berita buruk yang ingin merusakmu dan memperdayaimu, hendaklah orang-orang yang engkau jadikan saudara adalah mereka yang jika berpisah darimu maka engkau tidak menghina mereka dan mereka pun tidak menghinamu
    Allah Subhaanahu Wata’aala telah memberi karunia kepada hamba-hamba-Nya dengan menyatukan hati mereka dan memadukan kebersamaan mereka, Allah berfirman: “Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) kamu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara.” (Ali Imran: 103), dalam ayat lain disebutkan: “Sesungguhnya orang-orang Mu’min adalah bersaudara.” (Al-Hujurat: 10). Setiap orang yang berusaha untuk menyalakan api permusuhan dan kebencian di antara kaum mukmin, berarti ia telah melanggar ketentuan Allah dan telah melakukan perbuatan maksiat, Allah Subhaanahu Wata’aala berfirman:
    “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu.” (Al-Maa’idah: 91).

    semoga bermamfaat..waalaikum salam warohmatullahi wabarakatuh

  33. pencari kebenaran berkata

    setahun yg lalu saya membeli kitab/buku karangan Muhammad bin abdul Wahhab alias “wahabi” subhanallah,yang sebelumya saya sangat benci dg istilah wahabi,(mungkin saya salah satu korban dari sekian manusia yg tertipu dg isu wahabi) tpi stelah saya tela’ah dan amati baik-baik isi dari buku tersebut,saya tdk menemukan satu pun tulisan beliau (wahhabi) yg menyelisihi rosulullah s.a.w.

  34. edy haryono berkata

    da wah apa dengan wajah seram? di Qur an nggak ada cara spt itu. nabi saw diludahi tak pernah membalas, anjuran ALLOH swt mengajak orang dgn bijaksana,tdk memaksa apalagi meng Kafir kan yg belum tantu kafir , ulama pesantren dianggap kafir ,tahu nggak sih arti kafir ??? ALLOH swt tdk melihat tampilan lahiriyah manusia tapi qolbu, baca haditsnya cermati hayati !!!!

  35. decky berkata

    tolong Ustadz…. CD.. nya Ada jualannya gak.. saya mo beli….. kebetulan saya di medan…

  36. habiburrahman berkata

    knp allah percayakan kota haram ny kepda wahabi n”freend,atau krn wahabi sesat seperti kata kalian maka ny di percya

  37. habiburrahman berkata

    haram bgi sikafir masuk kota suci mekkah ke orang islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: