Mereka Bicara Salafy n Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Muammal Hamidy Cabut Tuduhan “Musyrik” Untuk NU

Ditulis oleh bicarasalafy di/pada Maret 20, 2008

SOAL BUKU “MANTAN KIAI NU MENGGUGAT”
Muammal Hamidy Cabut Tuduhan ‘Musyrik’ untuk NU
Jumat, 14 Maret 2008 14:45

Sumber: NU Online

Surabaya, NU Online
Muammal Hamidy yang memberikan pengantar dalam buku “Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik” karangan H Mahrus Ali akhirnya mencabut tuduhan musyrik (menyekutukan Tuhan) yang diarahkannya untuk NU atas beberapa amal ibadah yang selama ini dikerjakan.

Wakil Ketua PW  Muhamadiyah Jawa Timur menyatakan bersedia mencabut pernyataannya itu dengan sebuah pernyataan resmi setelah kalah berdebat dengan KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, Jawa Timur, dalam acara debat terbuka terkait buku kontroversial itu di ruang Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3) kemarin.

Gus A’ab, sapaan akrab KH Abdullah Syamsul Arifin dalam debat terbuka itu menyatakan, buku karya Mahrus Ali penuh dengan tuduhan yang tidak berdasar. Namun yang paling menyakitkan adalah tudingan kafir dan syirik kepada orang yang bertawassul dan beristigotsah.

Sementara itu Muammal Hamidy –dalam pengantarnya—juga menuduh kalangan Nahdliyyin yang bertawassul (berdoa dengan perantaraan Nabi Muhamamad dan orang-orang shalih) sebagai mukmin musyrik. “Itu istilah dari mana, mana dalilnya, coba jelaskan?” tukas Gus A’ab seraya meminta KH Muammal Hamidy agar bersedia mencabut pernyataan itu jika tidak bisa menjelaskan dalilnya.

Saat moderator memberi kesempatan kepada Muammal, ia mengatakan bahwa istilah itu hanya pemahaman dirinya saja. Istilah itu dianalogikannya dengan ”kafir-musyrik”, sehingga muncul padanannya ”mukmin-musyrik”. ”Sebab, kenyataannya banyak orang mukmin yang masih percaya tahayyul seperti Nyai Roro Kidul dan semacamnya,” katanya.

Gus A’ab mengatakan, istilah mukmin (beriman) dan muysrik (menyekutukan Tuhan), dua term yang berbeda, sehinga tidak bisa disandingkan. “Lagi pula, apa hubungannya istigotsah dan mamaliyah yang dilakukan warga Nahdliyyin dengan Nyai Roro Kidul,” ujarnya.

Merasa tak punya argumentasi, KH Muammal lalu menyatakan bersedia mencabut pernyataannya itu. Usai acara Muammal Hamidy masuk suatu ruangan. Disaksikan Direktur Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel, Prof DR Ahmad Zahro, KH Muhyiddin Abdussomad, KH Agus Ali Mashuri, dan beberapa kiai lain, KH. Muammal Hamidy pun menulis selembar pernyataan.

Intinya adalah Muammal Hamidy mencabut kalimat Mukmin-Musyrik, di dalam pengantar Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik, sehingga dalam buku yang beredar dianggap tidak ada lagi kalimat itu. (ary)

9 Tanggapan ke “Muammal Hamidy Cabut Tuduhan “Musyrik” Untuk NU”

  1. Anti Takfir berkata

    Para Kyai NU telah ditolong Allah dalam mempertahankan keyakinannya akan kebanaran berbagai amalan dan ritual yang selama ini disyirikkan kaum Wahhabi (baik Wahhabi jawa/Lokal maupun wahabi Asli dari Arab sana)….

    Muammal- salah seorang Wahhabi asal Bangil-Pasuruan Jatim, jebolan universitas Wahhabi di Arab sana yang sekarang aktif menyebarkan paham Wahhabi di tanah air ini, dan sebagai pengajar senior di PonPes Persis Bangil, sebelum akhirnya diusir karena alasan tertentu, tanpak bodoh sekali di hadapan para Kyai NU dan akhirnya mencabut dengan lisannya (mudah-mudahan juga diikuti dengan akal dan kalbunya) tuduhan kafir/musyrik atas kita semua….

    tapi saya khawatir itu hanya karena terpaksa saja, sebab seperti biasanya, kaum wahhabi akan mengerem “pengkafiran” abaila terdesak/ dalam kondisi lemah tak berdaya atau karena berpura-pura demi meraih simpatik dengan menyembunyikan konsep takfirnya!!

    waspadai! Jangan sampai tertipu!

  2. roy1212 berkata

    begitu maraknya aliran-aliran baru muncul pada era zaman skarang ini,laliran2 itu tidak lain dan tidak bukan hanyalah ingin menyesatkan ajaran islam yg murni yaitu ajaran yg sesuai dengan apa yg telah diajarkan oleh nabi muhammad SAW dan pars sahabatnya.
    begitu juga dengan aliran wahabiyah yg mulai zaman dulu,pada zaman rasulullah samapai sekarang tidak ada haibs2nya menyebarkan ajaran yg menyesatkan orng2 muslim. benar kata anti takfir bahwasanya orang wahabiyah akan menyerah atau mengerem”pengkafiran” apabila terdesak/ atau daklam kondisi lemah,emang itu adalah sifat n trik orang wahabi. dimana kata syekh atthoriq (lebanon) dalam kunjungannya ke pp. nurul islam jember menceritakan tentang orang wahabi yg mengajak debat kaum nahdihyin. pada waktu itu kaum NU(nahdiyyin) sengaja datang terlambat dengan menaruk sepatunya di bawah ketek mereka semua,,,,,,,orang wahabi bertanya: hey kaum nahdiyyin kanapa kalian datang terlambat n sepatunya dtaruk di bawah ketek lagi?
    NU menjawab: kami emng sengaja datang terlambat n masalah sepatu alassanny karena sepatu kami takut dicuri oleh golongan kalian,karena pada masa raslullah orang2 wahbi sering mencuri sepatu orang2 NU, maka dari tiu kami takut kejadian itu kemblai terulangi.
    wabi jwb: lho kan golongan kami tidak ada pada masa rasulullah,mana mungkin bisa dibilang yg mencuri sepatu itu dari golongan kami.
    nu jwb:klu begitu golongan yg dibenarkan menurut syariat islam adalah ahlussunnah waljama’a, karena ajaran inilah satu2ny yg dibenarkan oleh rasullah. tidak ada golongan lain apa lagi golongan wahabi.
    setelah itu diskusinya ditutup, padahal belum dimulai.
    maju terus nu, pegang teguh keyakinan.

  3. jaulah berkata

    Jamaah tabligh aklan menjadi jamaah terbesar di indonesia dan dunia

    ____________
    -bicarasalafy-

    Amin! Saya doakan mudah-mudahan jama’ah tabligh tambah besar

  4. arowelitenggara berkata

    sudah terbukti jika kesalahpahaman dapat diatasi dengan dialog, dan mengakui dengn ikhlas segala kesalahan adalah seorang mukmin sejati, kalau dikatakan sauadara saya diatas ,bahwa itu merupakan senjata terakhir, maka kita berlepas diri akan hal itu, dan jika terbukti sangkaan saudara maka bapak kyai itu telah mendzhalimi dirinya sendiri

  5. preman muslim non blok berkata

    yg masuk surga bukan mayoritas umat tapi minoritas yg berilmu sebelum berbicara dan beramal.semua orang islam yg masih waras jg paham ini.lbh afdol tanyakan sm ahlinya (ahli ilmu) bukan sekedar sok tau atau menyimpan misi tersembunyi menghancurkan aqidah umat islam atau malah hawa nafsu aja yg bicara disini? ok bro?

  6. Along berkata

    Ibadahnya org wahabi itu ibadahnya orang kepada orang bkn oran kpd tuhan. Lihat saja mreka masih memikirkan ibadah org lain padahal ibadah sendiri aja blm tentu benar. Bgm bs khusu ibadah org yg spt itu??? Buat org2 wahabi rajin2lah introspeksi diri jangan ektrospeksi terus!!

  7. orang cerdas berkata

    yah mau wahabi atau apalah namanya, itu lebih baik ketimbang NU.. lempar kemenyan sana sini, pegang keris, kyai plus dukun,.. wah aneh2 aja, g mau dibilang bid’ah tapi malah merusak agama saja.. Apa jadinya indonesia klo begini terus, tahlilah tahlilah tahlilann.. Huuufh, yaudah klo g mau dibilang bid’ah belajar yang bener lah.. sekali2 main sana ke arab, jangan kata ustadz terus,, jangan taklid buta.. sayang klo hidup cuma sekali tapi g ngerti beragama yang bener

  8. si_doel berkata

    subhanallah, selamat kpd KH Muammal Hammidy atas jiwa besarnya, itulah pemimpin sejati yg dibutuhkan umat.

  9. bob berkata

    umat mah kagak butuh pemimpin yg bloon mas…
    kalau masih banyak yg pinter ya yg pinter dulu…
    yg bloon jadi makmum saja..hehehe

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>