Mereka Bicara Salafy & Wahabi

nGumpulin Tulisan Menyorot Salafy Wahabi

Kritik Pendapat Salafi Tentang Gambar

Posted by bicarasalafy pada Januari 28, 2008

Kritik Pendapat Salafi Tentang Gambar

Ditulis Oleh: Blogger secondprince.wordpress.com

http://secondprince.wordpress.com/2007/08/09/kritik-pendapat-salafi-tentang-gambar/  

Masalah Gambar Dalam Islam

Tulisan ini merupakan kritik penulis kepada sebagian orang yang menisbatkan namanya dengan kelompok Salafy. Kritik ini berkaitan dengan hukum gambar yang sebagian orang tersebut telah menyatakan hukumnya haram . Untuk mendukung pendapatnya mereka telah berdalil dengan hadis Rasulullah SAW dan perkataan ulama-ulama tertentu seperti Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Albani.

Berikut akan dibahas hadis-hadis yang menjadi dasar dalam masalah ini, dan akan dijelaskan hal yang menurut kami benar dalam masalah ini.

Hadis-hadis Yang Menjadi Dalil Bagi Pengharaman Gambar

1. Hadis Siksaan Bagi Orang Yang Menggambar

“Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya nanti di hari kiamat ialah orang-orang yang menggambar”(Hadis Shahih Muslim).
“Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya ialah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah”(Hadis Shahih Muslim).

Kedua hadis ini tidaklah ditujukan untuk semua jenis gambar melainkan hanya untuk gambar-gambar yang disucikan, diagung-agungkan, disembah atau dibuat dengan maksud menandingi ciptaan Allah SWT. Karena menggambar yang seperti ini dianggap menyiarkan kekafiran dan kesesatan oleh karena itu pelakunya akan mendapatkan sikasaan yang paling berat di akhirat nanti. Ath Thahawi salah seorang ulama mahzab Hanafi berkata: “syariat melarang semua gambar pada permulaannya termasuk lukisan pada pakaian karena mereka baru saja meninggalkan menyembah patung.

Oleh karena itu secara keseluruhan gambar dilarang. Tetapi setelah larangan itu berlangsung lama kemudian dibolehkan gambar yang ada pada pakaian karena suatu dharurat. Syariatpun kemudian membolehkan gambar yang tidak berjasad karena sudah dianggap orang-orang bodoh tidak lagi mengagungkannya sedang yang berjasad tetap dilarang”. (gambar berjasad yang dimaksud adalah patung).

2. Hadis Namruqah (Bantal Aisyah ra)

“Sesungguhnya Aisyah membeli bantal yang ada gambar-gambarnya, maka setelah Nabi melihatnya Ia berdiri di depan pintu, tidak mahu masuk. Setelah Aisyah melihat ada tanda kemarahan di wajah Nabi maka Aisyah bertanya: Apakah saya harus bertaubat kepada Allah dan RasulNya, apa salah saya? Jawab Nabi: Mengapa bantal itu begitu macam? Jawab Aisyah: saya beli bantal ini untuk Engkau pakai duduk dan dipakai bantal. Maka jawab Rasulullah pula: Yang membuat gambar-gambar ini nanti akan disiksa, dan dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang kamu buat itu. Lantas Nabi melanjutkan pembicaraannya: Sesungguhnya rumah yang ada gambarnya tidak akan dimasuki malaikat .Dan Imam Muslim menambahkan dalam salah satu riwayat Aisyah ,ia (Aisyah) mengatakan: kemudian bantal itu saya jadikan dua untuk bersandar, dimana Nabi biasa bersandar dengan dua sandaran tersebut dirumah . Yakni Aisyah membelah bantal tersebut dan dipakai untuk dua sandaran.(Hadis Shahih Muslim).

Hadis diatas menunjukkan ketidaksenangan Rasulullah SAW terhadap gambar. Oleh karena itu sebagian orang menyatakan haram tetapi sebagian yang lain menyatakan bahwa hadis itu hanya sekedar menunjukan makruh. Salah satu perawi hadis ini Al Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar keponakan Aisyah ra sendiri membolehkan gambar yang tidak ada bayangannya, seperti yang diriwayatkanIbnu Aun, ia berkata “Saya masuk ke rumah Al Qasim di Makkah sebelah atas, saya lihat rumahnya itu ada korden yang ada gambar trenggiling dan burung garuda” (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari Kitabul Libas).

Dalam kitab Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari Kitabul Libas Ibnu Hajar berkata “Barangkali Al Qasim berpegang kepada keumuman hadis Nabi yang mengatakan kecuali gambar dalam pakaian dan seolah-olah dia memahami keingkaran Nabi SAW terhadap Aisyah yang menggantungkan korden yang bergambar dan menutupi dinding. Faham ini diperkuat dengan hadisnya yang mengatakan Sesungguhnya Allah tidak menyuruh kita supaya memberikan pakaian batu dan tanah . Al Qasim adalah salah seorang ahli fiqh madinah yang tujuh, dia juga termasuk orang pilihan pada zaman itu dia pula perawi hadis namruqah itu(hadis bantal Aisyah diatas). Maka jika dia tidak memahami rukhsah(keringanan) terhadap korden yang dia pasang itu niscaya dia tidak akan menggunakannya”.

3. Hadis Gambar Yang Dihancurkan

Rasulullah SAW dalam melawat suatu jenazah Ia bersabda” Siapakah di kalangan kamu yang akan pergi ke Madinah, maka jangan biarkan di sana satupun berhala kecuali harus kamu hancurkan dan Jangan ada satupun kubur (yang bercungkup) melainkan harus kamu ratakan dan Jangan ada satupun gambar kecuali harus kamu hapus dia? Kemudian ada seorang laki-laki berkata ;Saya ya Rasulullah! Lantas ia memanggil penduduk Madinah dan pergilah si laki-laki tersebut. Kemudian ia kembali dan berkata; Saya tidak akan membiarkan satupun berhala kecuali saya hancurkan dia dan tidak ada satupun kuburan (yang bercungkup) kecuali saya ratakan dan tidak ada satupun gambar kecuali saya hapus dia. Kemudian Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa kembali kepada salah satu dari yang tersebut maka sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW” (Hadis riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad, Al Hafiz Al Munziri berkata sanadnya baik).

Hadis ini dijadikan dasar pengharaman gambar karena terdapat perintah untuk menghapuskan gambar dan peringatan barang siapa yang kembali kepada salah satu dari yang tersebut maka sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW. Tetapi gambar yang dimaksud disini jelas bukan semua jenis gambar, yang dimaksud tidak lain gambar atau patung yang merupakan lambang kemusyrikan dan kekafiran kaum jahiliah oleh karena itu Rasulullah SAW ingin membersihkan kota Madinah dari pengaruh-pengaruh kemusyrikan tersebut.

Hadis-hadis yang telah disebutkan di atas tidak menyatakan pengharaman semua jenis gambar.Hal ini karena terdapat hadis-hadis lain yang memberikan keringanan atau membolehkan gambar.

Hadis-hadis Yang Terdapat Indikasi Membolehkan Gambar

1. Hadis Gambar di Pakaian

Dari Bisr bin Said dari Zaid bin Khalid dari Abu Talhah bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya malaikat tidak akan masuk rumah yang didalamnya ada gambar”. Bisir berkata :sesudah itu Zaid mengadakan. Kemudian kami jenguk dia, tiba-tiba di pintu rumah Zaid ada gambarnya. Lantas aku bertanya kepada Ubaidillah Al Khaulani anak tiri Maimunah isteri Nabi SAW; “Apakah Zaid belum pernah memberitahumu tentang gambar pada hari pertama? Kemudian Ubaidillah berkata “Apakah kamu tidak pernah mendengar dia ketika ia berkata kecuali gambar di pakaian”(Hadis riwayat Muslim dalam Shahihnya)

Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Utbah bahwa dia pernah masuk rumah Abu Thalhah al Ansariuntuk menjenguknya, tiba-tiba disitu ada Sahl bin Hanif. Kemudian Abu Talhah menyuruh orang supaya mencabut seprai yang di bawahnya (karena ada gambarnya). Sahl lantas bertanya kepada Abu Thalhah: Mengapa kau cabut dia? Abu Thalhah menjawab :karena ada gambarnya, dimana hal tersebut telah dikatakan oleh Nabi SAW yang barangkali engkau telah mengetahuinya. Sahl kemudian bertanya lagi: Apakah Beliau(Nabi SAW) tidak pernah berkata ”Kecuali gambar yang ada di pakaian”. Abu Thalhah kemudian menjawab : betul, tetapi itu lebih menyenangkan hatiku” (hadis Sunan Tirmidzi dan Beliau berkata hadis ini hasan shahih)

Kedua hadis ini menjadi dasar bahwa gambar pada pakaian atau kain itu dibolehkan dan kedua hadis ini juga menunjukan bahwa hadis-hadis larangan menggambar itu ditujukan untuk gambar yang berjasad atau yang biasa disitilahkan patung.

2. Hadis Qiram(Tabir) Bergambar Burung .

Aisyah ra berkata “saya mempunyai tabir padanya ada gambar burung sedang setiap orang yang masuk akan menghadapnya(melihatnya), kemudian Nabi SAW berkata kepadaku : Pindahkanlah ini karena setiap saya masuk dan melihatnya maka saya teringat dunia”.(Hadis riwayat Muslim dalam Shahihnya)

Dalam hadis ini Rasulullah SAW tidak menyuruh Aisyah ra untuk melepas atau merobek gambar itu tetapi Beliau hanya menyuruh untuk memindahkan ke tempat lain. Dan alasan Nabi SAW menyuruh memindahkannya karena gambar tersebut dapat mengingatkan kebiasaan dunia dengan seluruh aneka keindahannya. Hal ini adalah contoh sikap zuhud Nabi SAW. Jadi dari hadis di atas tabir bergambar burung tidaklah diharamkan, karena seandaainya itu diharamkan Beliau SAW pasti akan menyuruh merobek gambar itu dan menegaskan bahwa yang seperti ini diharamkan oleh Allah SWT. Tetapi dari hadis di atas Beliau menunjukan tidak suka dengan tabir bergambar burung itu karena gambar tersebut mengingatkannya pada dunia.

3. Hadis Korden Yang Bergambar

Al Bukhari meriwayatkan dari jalan Anas ra, ia mengatakan bahwa korden Aisyah dipakai untuk menutupi samping rumahnya, kemudian Nabi SAW menyuruh dia dengan sabdanya “Singkirkanlah korden itu dariku, karena gambar-gambarnya selalu nampak dalam shalatku”.(Hadis Riwayat Bukhari dalam Shahihnya)

Hadis ini menyatakan bahwa sebelumnya Nabi SAW sendiri mengizinkan ada korden bergambar di rumah Beliau SAW. Kemudian Beliau menyuruh menyingkirkan gambar tersebut bukan karena korden bergambar tersebut haram tetapi karena korden bergambar tersebut memalingkan dari kekhusyu’an shalat Beliau SAW.

4. Hadis Korden Bergambar Pada Pintu

<

em>Muslim meriwayatkan dari jalan Zaid bin Khalid al Juhani dari Abu Thalhah Al Ansari ia berkata saya mendengar Rasulullah SAW bersabda “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan patung”. Saya (Zaid) kemudian bertanya kepada Aisyah ra: Sesungguhnya ini Abu Thalha memberitahuku bahwa bahwa Rasulullah SAW telah bersabda “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan patung”. Apakah engkau juga demikian? Maka Aisyah berkata :Tidak tetapi saya akan menceritakan kepadamu apa yang pernah saya lihat Nabi SAW kerjakan, yaitu Saya lihat Nabi SAW keluar dalam salah satu perperangan, kemudian saya membuat korden (yang ada gambarnya) untuk saya pakai menutup pintu. Setelah Nabi SAW datang, ia melihat korden tersebut. Saya lihat tanda marah pada wajahnya, lantas dicabutnya korden tersebut sehingga disobek atau dipotong sambil ia berkata “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh kita untuk memberi pakaian kepada batu dan tanah”. Kata Aisyah Selanjutnya “kemudian kain itu saya potong daripadanya untuk dua bantal dan saya penuhi dengan kulit buah-buahan tetapi Rasulullah SAW sama sekali tidak mencela saya terhadap yang demikian itu”(Hadis riwayat Muslim dalam Shahihnya).

Hadis ini sering dijadikan dasar pengharaman gambar padahal arti hadis tersebut tidak demikian. Lihat baik-baik hadis ini menyatakan bahwa Aisyah memasang korden bergambar pada pintu kemudian Rasulullah SAW marah dan tidak suka, melepasnya dan memotong kain itu seraya berkata “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh kita untuk memberi pakaian kepada batu dan tanah”. Kata-kata ini menunjukkan bahwa ketidaksukaan Rasulullah SAW itu bukan pada gambarnya tetapi pada korden yang dipasang di pintu ,yang dianggap Rasulullah SAW memberi pakaian kepada batu dan tanah. Hal ini dianggap Rasulullah SAW sebagai berlebih-lebihan dan Rasulullah SAW dengan sikap zuhud Beliau tidak suka dengan perkara yang berlebih-lebihan. Bukan berarti memasang korden di pintu itu haram.

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim berkata tentang hadis ini, “hadis tersebut tidak menunjukan haram karena hakikat perkataan sesungguhnya Allah tidak menyuruh kita, itu tidak dapat dipakai untuk menunjukkan wajib, sunnat atau haram”.
Jadi dari hadis ini tidak ada masalah dengan gambar karena kain bergambar itu tetap saja dipakai Aisyah untuk bantal dan Rasulullah SAW tidak mencelanya.

Kesimpulannya pernyataan bahwa semua jenis gambar haram adalah tidak benar atau gambar makhluk bernyawa adalah haram juga tidak benar, karena tabir bergambar burung tetap diizinkan oleh Rasulullah SAW di dalam rumah Beliau SAW. Gambar yang haram adalah gambar-gambar yang terdapat lambang kemusyrikan atau kekafiran dan gambar yang disembah. Sedangkan bentuk gambar yang lain tergantung gambar itu sendiri dan kegunaannya. Gambar-gambar pada pakaian, dinding, tulisan dan sebagainya dibolehkan atau gambar yang kegunaannya dibutuhkan dalam buku-buku pelajaran dibolehkan karena sangat bermanfaat. Selain itu Gambar-gambar yang cuma sekedar gambar juga tidak diharamkan asalkan tidak mengandung hal-hal berbau maksiat.

Hadis-hadis larangan gambar adalah untuk menutup semua pintu kemusyrikan pada awal perkembangan Islam karena waktu itu umat Islam baru meninggalkan menyembah berhala. Kemudian setelah sekian lama dan ajaran tauhid sudah mengakar kedalam jiwa umat islam maka Rasulullah SAW memberi keringanan membolehkan gambar pada pakaian.

Hadis-hadis yang menunjukan ketidaksukaan Rasulullah SAW kepada gambar tidak menunjukan haramnya gambar tersebut melainkan menunjukan sikap zuhud Beliau SAW yang tidak mau berlebih-lebihan terhadap dunia atau hal-hal yang mengingatkan Beliau SAW pada keindahan dunia.

Referensi hadis; Halal dan Haram Dalam Islam karya Syaikh Muhammad Yusuf Qardhawi

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: